Wednesday, September 15, 2021

Hidup Tidak Selalu Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan

Foto Koleksi Pribadi 


Setiap individu pasti punya cita-cita dan harapan yang ingin dicapai. Sejak kecil kita punya mimpi dan keinginan yang ingin kita raih, menjadi seperti orang yang kita idolakan dan sebagainya. Namun dengan bertambahnya usia kita dengan begitu banyaknya pengalaman hidup yang kita rasakan dan alami mulai dari masa kanak-kanak, remaja,  hingga beranjak dewasa lama-kelamaan impian dan harapan kita mengalami perubah. 

Waktu anak-anak begitu banyak impian dan harapan kita yang ingin kita raih dan capai.  Kita ingin cepat dewasa sehingga kita bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Setelah beranjak remaja kita merasakan begitu banyak pengalaman baru yang akhirnya membuat mimpi kita dimasa kecil menjadi buyar, saat remaja kita sudah mulai tahu dan belajar menghadapi realita kehidupan yang dihadapi. 

Bersyukur sekali jika masa anak-anak dan remaja kita baik-baik saja, semua keinginan kita bisa diwujudkan oleh Orang Tua Kita, tetapi bagaimana dengan para remaja yang keadaan ekonomi keluarganya menengah ke bawah ?. Kita tidak bisa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan dengan mudah, contohnya saja untuk membeli tas baru kita harus menunggu saat Ayah kita punya dana lebih untuk membelinya. Kita belajar untuk bersabar dan menunggu, memang agak menyedihkan karena mungkin harga tas itu tidak seberapa mahal bagi mereka yang memiliki keuangan lebih. Tetapi bagi keluarga menengah ke bawah membeli tas baru, sepatu baru, baju baru, Smartphone baru memerlukan dana yang lebih dari yang mereka miliki.

Jika kita dari remaja sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini maka hal ini akan berpengaruh pada pola pikir dan kejiwaan kita, kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus belajar bersabar dan menerima kenyataan bahwa "Hidup Tidak Selalau Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan" .  Ada beberapa reaksi dari anak remaja ini ketika mereka dihadapkan pada kondisi seperti ini ada yang menerima dengan pasrah kondisi seperti ini, namun ada juga yang merasa bahwa hidup ini  tidak adil bagi mereka, dan mereka melakukan pemberontakan terhadap kondisi ini. 

Satu contoh saja, ini saya ambil dari kejadiaan saat saya SMP dulu, jadi setelah pulang sekolah Saya bersama sahabat saya diajak salah satu teman kelas untuk jalan-jalan ke Mall yang tidak jauh dari sekolah dan rumah saya, kejadian itu sekitar tahun 1991 an lah, eranya Dilan ya ha..ha..ha.. . Saya sih senang aja diajak jalan-jalan ke Mall walaupun enggak beli apa-apa  cuma liat-liat doang ha...ha..ha.. .

Singkat cerita kami bertiga jalan-jalan mengelilingi Mall, melihat lihat baju , sepatu , tas dan kami mamapir di salah satua bagian mall yaitu dibagian alat tulis dan buku bacaan. Karena saya suka baca maka saya senang banget ke situ karena saya ingin lmeihat Komik dan Novel terbaru , dua teman saya yang lainnya berpencar melihat barang-barang dan pernak-pernik kebutuhan sekolah lainnya.  Setelah kami merasa lelah akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena kondisinya sudah mulai sore. Namun saat kami berjalan menuju pintu keluar Mall tiba-tiba kami dihentikan oleh Petugas Keamanan Mall.

Saya dan teman dekat saya merasa bingung kenapa kami tidak boleh pulang , sedangkan teman saya yang mengajak kami berdua pergi ke Mall hanya diam saja, Sahabat saya yang cukup berani bertanya kepada Petugas Keamanan "Mengapa kami tidak boleh pulang ? " .Dan Petugas Keamanan menjawab bahwa salah satu dari kami ada yang mencuri.  Karena kami berdua tidak merasa mencuri kami marahlah sama Petugas Keamanan itu dan kami menjawab bahwa kami tidak mencuri apapun. 

Akhirnya kami bertiga dibawa ke Ruang Keamanan dan diminta untuk mengeluarkan isi tas kami, karena saya dan teman saya tidak meraka mencuri kami ikuti saja apa perintah dari Petugas Keamanan itu , perasaan kami saat itu tentu saja marah dan kesal karena kami merasa tidak mencuri, namun teman saya  yang satunya dari tadi diam aja enggak ngomong apa-apa , ekspresi wajahnya ketakutan tapi dia enggak memberikan komentar apa-apa. 

Satu demi satu tas kami diperiksa oleh Petugas Keamanan dan mereka tidak menemukan barang yang mereka cari di tas saya maupun tas sahabat  saya, namun setelah mereka menggeledah tas teman saya yang satunya lagi, mereka menemukan barang yang dicuri, teman-teman mau tau apa yang teman sekolah saya ambil waktu itu ? hanya satu bingkai foto saja. Saya tidak mengerti kenapa dia mencuri bingkai foto itu mungkin dia ingin membelinya tetapi tidak punya uang untuk membelinya. 

Setelah saya dewasa dan kembali mengingat kejadian waktu itu saya berpikir mungkin bagi sebagian orang yang memiliki keuangan yang lebih harga bingkai itu tidak seberapa dan bisa dibeli dengan mudah, tetapi bagi mereka yang memiliki keuangan menengah ke bawah membeli barang seperti itu bisa menjadi sebuah pemborosan , lebih baik membeli kebutuhan sehari-hari dari pada membeli satu bingkai foto saja. Orang dewasa mungkin punya pemikiran seperti itu , tetapi bagi remaja yang dalam masa puberitas hal seperti ini bisa menjengkelkan bagi mereka .

Kenapa saya enggak boleh beli bingkai foto itu ? , kenapa orang tua saya tidak bisa memenuhi keinginan saya ? semua pertanyaan berkecamuk di dalam dadanya. Karena keinginan besar untuk memiliki bingkai foto itu sangat kuat akhirnya dia mencuri. Setelah ketahuan siapa yang mencuri akhirnya saya dan sahabat saya diizinkan untuk pulang dan teman saya yang satunya lagi ditahan di ruang keamanan dan sepertinya Petugas Keamanan akan menghubungi Orang Tua teman saya itu.
Saya tidak tahu lagi kelanjutannya karena sejak kejadian itu saya dan sahabat saya tidak lagi berteman dengannya. Karena kami takut jika kami pergi dengannya lagi kami akan menghadapi masalah yang sama lagi.

Dari cerita saya di atas bisa kita simpulkan bahwa Hidup ini merupakan satu perjalanan yang singkat di mana dari perjalanan itu kita menemukan banyak hal dan peristiwa. Pada saat kita balita dan anak-anak mungkin hidup ini terasa begitu indah dan menyenangkan , tetapi setelah kita memasuki masa remaja hingga dewasa kita mulai dibenturkan pada kondisi dan situasi yang ada, kita belajar untuk menerima keadaan , kita belajar untuk bersabar, kita belajar bahwa tidak semua orang itu baik banyak juga orang yang memiliki pemikiran dan niat yang buruk terhadap kita, kita belajar untuk menerima kegagalan, kita belajar menerima kekecewaan karena penghianatan dan sebagainya. 

Semua rangkaian kejadian itu pada akhirnya membentuk cara pandang,  pola berpikir serta sikap kita saat ini. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang melakukan tindakan kriminal atau tindakan negatif lainnya karena mungkin mereka tidak bisa menerima keadaan yang mereka hadapi, atau mereka mencoba keluar dari permasalah mereka namun dengan cara yang salah. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita, membimbing kita , menjaga kita dan menunjukan mana jalan yang benar kepada kita , karena tanpa Bimbingan dan PetunjukNya kita bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Pengendalian diri itu sangat penting, membangun kesadaran diri sangat diperlukan. Orang yang berilmu juga harus beriman agar ada yang menguatkan diri kita, ada yang mengingatkan kita kalau kita mulai menyimpang dari jalan yang benar, 

Demikianlah sekedar cerita dan pengalaman saya, semoga ada hal yang bisa teman-teman ambil hikmahnya dari cerita di atas. Sampai bertemu di cerita selanjutnya, salam !



No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^