Friday, June 4, 2021

Sedikit Bicara Banyak Bekerja Atau Banyak Bicara Sedikit Bekerja ?

    Foto Koleksi Pribadi  


Saat bersosialisasi dengan orang banyak dimanapun kita berada pasti kita akan bertemu dengan berbagai jenis sifat dan karakter orang . Ada yang cocok dengan kita dan ada pula yang berseberangan dengan sifat dan karakter kita. Perbedaan ini bisa menimbulkan konflik jika masing-masing pribadi tidak bisa menerima perbedaan yang ada. Namun konflik itu bisa diminimalisir bahkan dihilangkan jika masing-masing individu mau menerima kekurangan dan kelebihannya masing-masing. 

Dalam dunia kerja, kita juga akan bertemu dengan berbagai jenis karakter orang dan cara orang bekerja. Ada beberapa orang yang lebih banyak diam saat bekerja namun selesai pekerjaanya tetapi banyak juga orang yang banyak berbicara saat bekerja tetapi tidak selesai pekerjaanya. 

Jika kita bertemu dengan orang tipe ke dua dalam tim kerja kita apa yang harus kita lakukan ? Apalagi posisi kita sama-sama sebagai rekan kerja bukan sebagai Atasan dan Bawahan ?. Mungkin agak sulit menjawabnya karena posisi kita sama-sama sebagai rekan kerja. 

Selama ini saya berusaha menyelesaikan pekerjaan itu seorang diri, karena jika mengandalkan orang tersebut maka pekerjaan tidak akan selesai, mungkin ini bukanlah solusi yang terbaik tetapi ini merupakan solusi terakhir yang bisa kita lakukan jika solusi yang lain tidak berhasil kita lakukan. 

Namun jika posisi kita sebagai Ketua Tim mungkin akan berbeda jika menghadapi kasus seperti ini. Kalau saya memiliki anak buah seperti ini mungkin saya akan manfaatkan kemampuan berbicaranya untuk menghadapi pelanggan , jadi orang yang lebih banyak bicara ini kita posisikan di depan untuk melayani pelanggan . Kalau di Perpustakaan mungkin akan saya posisikan dia dibagian pelayanan jadi dia yang melayani para pengunjung dan peminjam buku  perpustakaan sekaligus memberikan informasi kepada pelanggan atau pengunjung yang datang.

Sedangkan orang yang tidak banyak bicara tatapi lebih banyak bekerja akan saya posisikan dibagian pengolahan data atau pengolahan bahan pustaka jika di sebuah perpustakaan. Dengan demikian semuanya dapat bekerja dengan kemampuannya masing-masing . 

Karena menurut saya setiap orang memiliki potensinya masing-masing demikian juga karyawan yang bekerja di kantor, tinggal kita sebagai pimpinan bisa memahami karakter, sifat dan kemampuan bawahan kita. Jika kita posisikan mereka sesuai dengan kemamapuan yang dimiliki masing-masing saya rasa tim yang kita bentuk akan berjalan dengan baik. 

Karena itu seorang pimpinan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang akademis saja tetapi dia harus bisa mengayomi seluruh anak buah yang ada dibawah kepemimpinannya. Dia harus bisa mengenal dan mengerti kemampuan dan keinginan anak buahnya dan bisa mengatasi perbedaan pendapat yang timbul dikalangan anak buahnya.  

Menurut saya menjadi seorang pemimpin tidak lah mudah, karena selain jabatan kita mengalami peningkatan tanggungjawab dan tugas kita pun semakin berat . Semakin tinggi jabatan dan kedudukan seseorang maka semakin besar tugas dan tanggungjawab yang harus kita laksakan. Semoga jika kita diberikan amanah itu kita bisa laksanakan dengan sebai-baiknya. 

Demikianlah perbincangan kali ini, sampai jumpa di topik selanjutnya, Salam..


No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^