Saturday, April 24, 2021

Kekuatan Pikiran


 Kegiatan yang saya sukai Membaca Puisi 
Bersama Teman-teman Komunitas Penulis dan Sastra (Pedas)


Percaya atau tidak pikiran kita memiliki peranan penting dalam menetukan jalan hidup kita. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman pribadi saya karena apa yang saya ceritakan ini berkaitan erat dengan perjalanan hidup saya selama ini. Dan semoga cerita ini bisa menjadi perenungan untuk teman-teman semuanya.

Saya terlahir dari keluarga sederhana , anak pertama dari tiga bersaudara dan anak perempuan satu-satunya. Mungkin karena itulah Almarhum Ayah saya sangat melindungi saya dan membuat aturan yang cukup keras untuk saya dan juga adik-adik saya. Ayah saya mungkin terbiasa didik dengan cara keras sehingga itu terbawa sampai beliau menjadi orang tua. 

Seperti yang pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya di blog ini, "Jika seorang anak biasa dididik dengan cara keras maka dia akan mewariskan cara mendidik yang ia dapatkan dari kecil  kepada anak-anaknya kelak dan itu akan terus berlanjut kegenerasi berikutnya karena itulah yang ia pelajari dari orang-orang sebelumnya." 

Dan seorang anak yang terbiasa dididik dengan cara keras akan terbentuk karakter dan watak yang juga keras karena itulah pendidikan dasar yang ia dapatkan sejak kecil. Karena itu saya tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang memiliki watak yang keras, senang menyendiri, tidak memiliki rasa percaya diri dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya lebih senang menghabiskan waktu sendirian di kamar mendengarkan musik sambil membaca buku dibandingkan bermain dengan teman-teman seusia saya.

 Sejak  kecil sebenarnya bakat seni saya lebih menonjol dibandingkan bidang yang lain. Saya suka menari, membaca puisi, main drama, membuat kerajinan tangan dan sebagainya. Saya ingat saat sekolah di Taman Kanak-Kanak saya berapa kali dipilih untuk menjadi wakil bagi sekolah untuk mengikuti lomba membaca puisi.

Saat latihan semua berjalan lancar, tetapi karena rasa percaya diri yang rendah, akhirnya setiap tampil di atas panggung tubuh saya gemetaran dan saya ketakutan yang luar biasa sehingga bukannya membaca puisi malah menangis di panggung. dan kebiasaan itu terus berlangsung hingga saya duduk di Sekolah Menengah Atas.

Karena rasa percaya diri yang rendah membuat saya merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa dan selain itu sejak kecil saya memiliki perbedaan dengan anak-anak lain, saya terbiasa bekerja dengan menggunakan tangan kiri saya. Sekeras apapun saya berusaha untuk menggunakan tangan kanan saya untuk bekerja namun hasilnya tidak akan serapih jika saya menggunakan tangan kiri saya. Sehingga kondisi ini menambah hilangnya rasa percaya diri saya dan keinginan untuk bergaul dengan orang lain.

Saya selalu berpikir bahwa saya seorang anak perempuan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa ditambah kekurangan saya adalah tangan kiri saya lebih aktif bekerja dibandingkan tangan kanan saya. Pikiran itu selalu menghantui saya sampai saya tumbuh menjadi dewasa. Karena saya selalau berpikir seperti itu maka prestasi saya pun tidak ada yang menonjol, semuanya hasilnya rata-rata.

Karena saya selalu berpikir seperti itu maka saya tidak bisa melihat kemampuan atau potensi yang saya miliki padahal sejak Sekolah Menengah Pertama saya sudah bisa menulis karya ilmiah walaupun dibantu oleh Ibu saya untuk menyusunnya dan rasa ketertarikan yang besar terhadap bahasa asing terutama Bahasa Inggris. 

Saya tidak menyadari potensi yang saya miliki karena saya sibuk menyalahkan diri saya atas ketidakmampuan yang saya miliki. Namun hal ini mulai saya sadari ketika saya masuk kuliah dan saya rasa hal ini cukup terlambat untuk disadari . Saya mulai menyadari potensi yang saya miliki saat mengikuti Penataran P4 yang diselenggarakan bagi calon mahasiswa baru. Saat itu makalah yang saya buat terpilih menjadi 10 besar makalah yang akan didiskusikan di depan 300 orang calon mahasiswa baru. 

Waktu itu saya benar-benar terkejut dan merasa takut untuk maju mempresentasikan makalah saya di depan teman-teman calon mahasiswa lainnya. Tapi karena semangat dari teman-teman satu kelompok dengan saya akhirnya saya berani maju ke atas podium untuk mempresentasikan makalah saya. 

Sejak kejadian itu saya mulai memiliki rasa percaya diri bahwa saya mampu membuat tulisan yang bisa dibaca dan didengarkan oleh banyak orang. Sedikit demi sedikit pikiran pesimis saya mulai berkurang , saya mulai berani bergaul dengan teman-teman kuliah saya, berdiskusi dengan mereka .

Dari cerita yang saya sampaikan di atas dapat teman-teman bayangkan bahwa pikiran kita memiliki kekuatan besar dalam menentukan jalan hidup kita. Jika saya memiliki kesadaran sedari awal bahwa saya memiliki potensi di dalam diri saya mungkin saya sudah banyak melakukan banyak hal yang bermanfaat dan tidak mengurung diri di kamar sambil menyalahkan diri sendiri. 

Namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, jika hal ini juga terjadi pada teman-teman maka yang harus dilakukan pertaman-tama adalah cobalah untuk merenung sejenak, kita coba untuk menganalisa diri kita sendiri jika perlu tuliskan dibuku catatan teman-teman kemampuan apa yang teman-teman miliki selama ini .

Buatlah daftar kemampuan yang teman-teman miliki setelah itu buatlah daftar hal-hal apa saja yang tidak bisa kalian lakukan atau dengan kata lain kekurangan yang kalian miliki. Setelah kita membuat daftar tersebut  kita lihat mana yang lebih banyak  kempuan yang kita miliki atau kekurangan yang kita miliki.

Jika kita memiliki banyak kemampuan yang dimiliki maka pertahankanlah kemamapuan itu dan kembangkanlah lagi . Namun jika lebih banyak hal yang tidak bisa kita lakukan maka kita coba menganalisa kembali kenapa kita tidak bisa melakukannya ?. Jika kita menemukan jawaban bahwa kita belum pernah mencoba melakukannya makanya kita tidak bisa.  

Langkah selanjutnya adalah kita coba melakukannya satu-persatu dari daftar hal yang tidak bisa kita lakukan, kita tantang diri kita untuk melakukan hal yang menurut kita sulit untuk kita lakukan. Contohnya didaftar itu ada tulisan saya tidak bisa membuat kue Black Forest, sekarang kita coba menanatiang diri kita sendiri untuk mencoba belajar membuat kue tersebut. Sekarang ini media belajar membuat kue banyak sekali bisa kita membaca buku resep atau menonton Chennal Youtube. Apalagi jika alat-alat untuk membuat kue sudah kita miliki maka saatnya kita menantang diri kita untuk membuat kue tersebut.

Saat kita belajar sesuatu hal yang baru yang harus kita camkan adalah "Tidak ada seorang ahli pun yang bisa membuat sesuatu hal tanpa melakukan kesalahan". Artinya begini seorang chef terkenal pun pasti pernah melakukan kesalahan saat membuat kue tersebut, jadi jika kita gagal membuatnya, maka kita harus mencobanya lagi. Pelajari kenapa kue yang saya buat gagal apa kekurangannya atau apa bahan yang berlebihan. Setelah itu kita coba membuatnya dilain waktu. Sampai kita benar-benar bisa membuat kue tersebut.

Jika kita berhasil membuat karya yang kita pelajari dari awal membuatnya maka akan ada kepuasan tersendiri saat kita melihat hasil karya tersebut. Itulah yang namanya kekuatan pikiran , jika kita memanfaatkan seluruh potensi yang kita miliki maka hal yang mustahil kita lakukan bisa kita lakukan. 

Jadi kesimpulannya adalah jika kita berpikir bahwa kita tidak memiliki kemamapuan apa-apa maka tubuh kita pun akan merespon sinyal yang disampaikan oleh pikiran kita itu sehingga tidak ada yang kita lakukan. Tetapi jika pikiran kita berkata bahwa kita bisa melakukannya maka tubuh kita akan meresponnya dan tanpa kita sadari hal yang tadinya kita pikir tidak bisa kita lakukan dapat kita lakukan.

Oleh karena itu  isilah pikiran kita dengan hal yang positif, percayalah atas kemampuan yang dimiliki oleh diri , jika kita belum menemukannnya gali kemampuan itu dan manfaatkan secara optimal Insya Allah kita akan memiliki rasa percaya diri dan kita bisa bermasyarakat selayaknya orang kebanyakan. 

Sampai berjumpa di obrolan berikutnya ... salam ^_^









No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^