Saturday, April 24, 2021

Kekuatan Pikiran


 Kegiatan yang saya sukai Membaca Puisi 
Bersama Teman-teman Komunitas Penulis dan Sastra (Pedas)


Percaya atau tidak pikiran kita memiliki peranan penting dalam menetukan jalan hidup kita. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman pribadi saya karena apa yang saya ceritakan ini berkaitan erat dengan perjalanan hidup saya selama ini. Dan semoga cerita ini bisa menjadi perenungan untuk teman-teman semuanya.

Saya terlahir dari keluarga sederhana , anak pertama dari tiga bersaudara dan anak perempuan satu-satunya. Mungkin karena itulah Almarhum Ayah saya sangat melindungi saya dan membuat aturan yang cukup keras untuk saya dan juga adik-adik saya. Ayah saya mungkin terbiasa didik dengan cara keras sehingga itu terbawa sampai beliau menjadi orang tua. 

Seperti yang pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya di blog ini, "Jika seorang anak biasa dididik dengan cara keras maka dia akan mewariskan cara mendidik yang ia dapatkan dari kecil  kepada anak-anaknya kelak dan itu akan terus berlanjut kegenerasi berikutnya karena itulah yang ia pelajari dari orang-orang sebelumnya." 

Dan seorang anak yang terbiasa dididik dengan cara keras akan terbentuk karakter dan watak yang juga keras karena itulah pendidikan dasar yang ia dapatkan sejak kecil. Karena itu saya tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang memiliki watak yang keras, senang menyendiri, tidak memiliki rasa percaya diri dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya lebih senang menghabiskan waktu sendirian di kamar mendengarkan musik sambil membaca buku dibandingkan bermain dengan teman-teman seusia saya.

 Sejak  kecil sebenarnya bakat seni saya lebih menonjol dibandingkan bidang yang lain. Saya suka menari, membaca puisi, main drama, membuat kerajinan tangan dan sebagainya. Saya ingat saat sekolah di Taman Kanak-Kanak saya berapa kali dipilih untuk menjadi wakil bagi sekolah untuk mengikuti lomba membaca puisi.

Saat latihan semua berjalan lancar, tetapi karena rasa percaya diri yang rendah, akhirnya setiap tampil di atas panggung tubuh saya gemetaran dan saya ketakutan yang luar biasa sehingga bukannya membaca puisi malah menangis di panggung. dan kebiasaan itu terus berlangsung hingga saya duduk di Sekolah Menengah Atas.

Karena rasa percaya diri yang rendah membuat saya merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa dan selain itu sejak kecil saya memiliki perbedaan dengan anak-anak lain, saya terbiasa bekerja dengan menggunakan tangan kiri saya. Sekeras apapun saya berusaha untuk menggunakan tangan kanan saya untuk bekerja namun hasilnya tidak akan serapih jika saya menggunakan tangan kiri saya. Sehingga kondisi ini menambah hilangnya rasa percaya diri saya dan keinginan untuk bergaul dengan orang lain.

Saya selalu berpikir bahwa saya seorang anak perempuan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa ditambah kekurangan saya adalah tangan kiri saya lebih aktif bekerja dibandingkan tangan kanan saya. Pikiran itu selalu menghantui saya sampai saya tumbuh menjadi dewasa. Karena saya selalau berpikir seperti itu maka prestasi saya pun tidak ada yang menonjol, semuanya hasilnya rata-rata.

Karena saya selalu berpikir seperti itu maka saya tidak bisa melihat kemampuan atau potensi yang saya miliki padahal sejak Sekolah Menengah Pertama saya sudah bisa menulis karya ilmiah walaupun dibantu oleh Ibu saya untuk menyusunnya dan rasa ketertarikan yang besar terhadap bahasa asing terutama Bahasa Inggris. 

Saya tidak menyadari potensi yang saya miliki karena saya sibuk menyalahkan diri saya atas ketidakmampuan yang saya miliki. Namun hal ini mulai saya sadari ketika saya masuk kuliah dan saya rasa hal ini cukup terlambat untuk disadari . Saya mulai menyadari potensi yang saya miliki saat mengikuti Penataran P4 yang diselenggarakan bagi calon mahasiswa baru. Saat itu makalah yang saya buat terpilih menjadi 10 besar makalah yang akan didiskusikan di depan 300 orang calon mahasiswa baru. 

Waktu itu saya benar-benar terkejut dan merasa takut untuk maju mempresentasikan makalah saya di depan teman-teman calon mahasiswa lainnya. Tapi karena semangat dari teman-teman satu kelompok dengan saya akhirnya saya berani maju ke atas podium untuk mempresentasikan makalah saya. 

Sejak kejadian itu saya mulai memiliki rasa percaya diri bahwa saya mampu membuat tulisan yang bisa dibaca dan didengarkan oleh banyak orang. Sedikit demi sedikit pikiran pesimis saya mulai berkurang , saya mulai berani bergaul dengan teman-teman kuliah saya, berdiskusi dengan mereka .

Dari cerita yang saya sampaikan di atas dapat teman-teman bayangkan bahwa pikiran kita memiliki kekuatan besar dalam menentukan jalan hidup kita. Jika saya memiliki kesadaran sedari awal bahwa saya memiliki potensi di dalam diri saya mungkin saya sudah banyak melakukan banyak hal yang bermanfaat dan tidak mengurung diri di kamar sambil menyalahkan diri sendiri. 

Namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, jika hal ini juga terjadi pada teman-teman maka yang harus dilakukan pertaman-tama adalah cobalah untuk merenung sejenak, kita coba untuk menganalisa diri kita sendiri jika perlu tuliskan dibuku catatan teman-teman kemampuan apa yang teman-teman miliki selama ini .

Buatlah daftar kemampuan yang teman-teman miliki setelah itu buatlah daftar hal-hal apa saja yang tidak bisa kalian lakukan atau dengan kata lain kekurangan yang kalian miliki. Setelah kita membuat daftar tersebut  kita lihat mana yang lebih banyak  kempuan yang kita miliki atau kekurangan yang kita miliki.

Jika kita memiliki banyak kemampuan yang dimiliki maka pertahankanlah kemamapuan itu dan kembangkanlah lagi . Namun jika lebih banyak hal yang tidak bisa kita lakukan maka kita coba menganalisa kembali kenapa kita tidak bisa melakukannya ?. Jika kita menemukan jawaban bahwa kita belum pernah mencoba melakukannya makanya kita tidak bisa.  

Langkah selanjutnya adalah kita coba melakukannya satu-persatu dari daftar hal yang tidak bisa kita lakukan, kita tantang diri kita untuk melakukan hal yang menurut kita sulit untuk kita lakukan. Contohnya didaftar itu ada tulisan saya tidak bisa membuat kue Black Forest, sekarang kita coba menanatiang diri kita sendiri untuk mencoba belajar membuat kue tersebut. Sekarang ini media belajar membuat kue banyak sekali bisa kita membaca buku resep atau menonton Chennal Youtube. Apalagi jika alat-alat untuk membuat kue sudah kita miliki maka saatnya kita menantang diri kita untuk membuat kue tersebut.

Saat kita belajar sesuatu hal yang baru yang harus kita camkan adalah "Tidak ada seorang ahli pun yang bisa membuat sesuatu hal tanpa melakukan kesalahan". Artinya begini seorang chef terkenal pun pasti pernah melakukan kesalahan saat membuat kue tersebut, jadi jika kita gagal membuatnya, maka kita harus mencobanya lagi. Pelajari kenapa kue yang saya buat gagal apa kekurangannya atau apa bahan yang berlebihan. Setelah itu kita coba membuatnya dilain waktu. Sampai kita benar-benar bisa membuat kue tersebut.

Jika kita berhasil membuat karya yang kita pelajari dari awal membuatnya maka akan ada kepuasan tersendiri saat kita melihat hasil karya tersebut. Itulah yang namanya kekuatan pikiran , jika kita memanfaatkan seluruh potensi yang kita miliki maka hal yang mustahil kita lakukan bisa kita lakukan. 

Jadi kesimpulannya adalah jika kita berpikir bahwa kita tidak memiliki kemamapuan apa-apa maka tubuh kita pun akan merespon sinyal yang disampaikan oleh pikiran kita itu sehingga tidak ada yang kita lakukan. Tetapi jika pikiran kita berkata bahwa kita bisa melakukannya maka tubuh kita akan meresponnya dan tanpa kita sadari hal yang tadinya kita pikir tidak bisa kita lakukan dapat kita lakukan.

Oleh karena itu  isilah pikiran kita dengan hal yang positif, percayalah atas kemampuan yang dimiliki oleh diri , jika kita belum menemukannnya gali kemampuan itu dan manfaatkan secara optimal Insya Allah kita akan memiliki rasa percaya diri dan kita bisa bermasyarakat selayaknya orang kebanyakan. 

Sampai berjumpa di obrolan berikutnya ... salam ^_^









Jangan Menumpuk Tugas dan Tanggungjawab

 

 Foto Koleksi Pribadi

Selama tubuh masih menyatu dengan jiwa maka manusia tidak akan pernah lepas dari masalah, kenapa demikian ? Karena selama kita hidup di dunia ada saja hal yang menjadi penyebab munculnya masalah. 

Sebenarnya apa sih arti dari kata masalah itu ?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata dari masalah adalah "Sesuatu yang harus dipecahkan (diselesaikan)".  Sedangkan menurut Sugiyono (2009:52) masalah diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksana.  Dengan demikian dapat saya simpulkan secara sederhana bahwa masalah adalah suatu keadaan atau kondisi dimana adanya ketidaksesuaian antara yang seharusnya terjadi dengan yang benar-benar terjadi atau adanya ketidaksesuaian antara aturan yang sudah dibuat dengan pelaksanaanya. 

Tanpa kita sadari bahwa seluruh hidup kita penuh dengan aturan baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Sejak kecil kita sudah diajarkan oleh orang tua kita bagaimana bersikap dan bertingkah laku yang baik, bagaimana beribadah menurut agama dan keyakinan masing-masing dan masih banyak aturan yang sudah diterapkan kepada kita sedari dini.

Kemudian setelah kita memasuki masa sekolah , kita diajarkan mengenai tata tertib di sekolah , bagaimana bersikap dan berprilaku sebagi seorang pelajar yang baik , bagaimana bersikap terhadap para Guru dan Teman-teman sekolah. Hingga kita dewasa kita berhadapan dengan banyak peraturan hidup yang harus kita jalani. 

Selain peraturan, kita juga dihadapkan pada tugas dan tanggungjawab. Sejak kita memasuki usia sekolah maka hidup kita dipenuhi dengan tugas dan tanggungjawab. Dan semakin kita dewasa tugas dan tanggungjawab yang kita pikul semakin berat dan melelahkan.

 Ada saatnya kita merasa jenuh  dan ingin istirahat sejenak dari semua aturan, tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepada kita, sehingga kita menunda melaksanakan aturan, tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita . Namun jika kita terus menunda-nunda mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita maka hal ini dapat menimbulkan masalah.

Semakin sering kita menunda-nunda mengerjakan aturan , tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita maka masalah akan semakin menumpuk, pada awalnya hanya sedikit dan tidak mengganggu tetapi semakin lama ditunda maka lama-kelamaan akan menjadi banyak dan semakin besar masalah yang kita hadapi . 

Kadang kala kita beranggapan tidak apa-apa jika menunda atau tidak  menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Namun ada hal yang kita lupa bahwa kita akan diminta pertanggungjawaban atas semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita, baik kepada sesama manusia maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga kita tidak bisa lalai dari tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan kepada kita .

Karena itu jangan menumpuk tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan kepada kita, selesaikan semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya agar hidup kita tidak penuh dengan masalah.

Karena Tuhan sudah memberikan nikmat hidup yang luar biasa kepada kita maka kita harus memberikan imbalan atas semua fasilitas yang telah diberikan kepada kita dengan melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita dengan sebaik-baiknya  baik sebagai anak, sebagai hamba Tuhan, sebagai orang tua , sebagai guru, sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai bagian dari penduduk bumi.


Sampai jumpa di obrolan selanjutnya ,... salam ^_^


Daftar Pustaka :

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D).  Bandung: IKAPI.




 





Friday, April 16, 2021

Menjadi Diri Sendiri


 

Beberapa bulan terakhir ini saya jadi sering membaca Buku Motivasi Diri karena kebetulan Sekolah saya mendapatkan bantuan Pojok Baca dari Bank Indonesia program " BI Corner", mungkin dilain kesempatan saya akan bercerita sedikit tentang BI Corner. Namun pada kesempatan ini saya akan bercerita sedikit tentang buku pengembangan diri yang saya baca.

Sebenarnya banyak buku yang kami terima dari program ini sekitar 350 Buku yang terdiri dari 250 Buku Berbahasa Indonesa dan 100 Buku Berbahasa Inggris. Sebagai petugas perpustakaan tugas saya adalah membuat katalog, klasifikasi, lable buku dan disposisi buku. 

Jadi ini merupakan kesempatan yang berharga buat saya karena sebelum Warga Sekolah membaca buku-buku tersebut saya harus tahu tentang buku-buku tersebut jadi ini kesempatan saya untuk membaca satu-persatu buku tersebut. Dari buku sumbangan yang diberikan beragam jenisnya dari buku pengembangan diri, fiksi, bisnis, pemasaran , perbankan dan lain sebagainya. 

Yang menarik buat saya buku pengembangan diri yang diberikan sangat beragam dan menurut saya sangat bermanfaat baik untuk para Siswa dan juga Guru serta karyawan. Salah satu buku yang menarik buat saya adalah buku yang berjudul "Kodok Pun Bisa Jadi Kerbau : Berjaya Menapaki Karier Yang Lebih Tinggi" karya Agung Adiprasetyo. Cetakan Pertama Jakarta, 2019.

Saya sebenarnya belum selesai membacanya tetapi saya ingin bercerita sedikit tentang buku ini karena menurut saya isinya cukup menarik, bahasanya mudah dipahami dan buku ini memberikan kesadaran kepada saya bahwa "Setiap orang berbeda, bahkan saudara Kembar Identik pun memiliki keunikannya masing-masing sehingga kita harus berupaya untuk mencari keunikan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, karena dengan menggali keunikan itu bisa menjadi kekuatan dan rezeki untuk masing-masing individu".

Selain itu buku ini juga membangun kesadaran pada diri saya bahwa "Tidak ada orang yang bisa menentukan akan mendapat kartu apa dalam perjalanan hidupnya, ada yang mendapat katu bagus dalam hidupnya ada yang relatif jelek. Namun bukankah dalam berbagai permainan semua kartu memiliki makna dan nilai tersendiri?". Dan satu keyakinan bahwa "Saat dia bisa memahami apapun kartu yang didapatkannya, lalu bisa membuat langkah terbaiknya maka dia mungkin saja menjadi juara".

Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa kita tidak pernah tahu perjalanan hidup kita, ada orang yang terlahir dari keluarga yang kaya raya sehingga tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya ada orang terlahir dari keluarga yang sederhana bahkan cenderung kurang mampu sehingga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meraih cita-citanya. Namun apapun kondisi yang kita terima dan hadapi jika kita mampu menjadikan kondisi itu sebagai pemicu semangat kita untuk maju dan berkembang maka kita bisa maju dan menjadi juara. 

Yang terpenting adalah kita berusaha menemukan keunikan dan potensi apa yang kita miliki dan berusaha untuk membangun potensi yang ada di dalam diri kita itu secara maksimal. Ini berarti bahwa kita harus berupaya menemukan jati diri kita dan menjadi diri sendiri. Kita tidak perlu menjadi orang lain atau meniru orang lain karena kita sendiri memiliki potensi yang belum terasah dengan baik.

Hal ini saya rasakan sendiri, dulu saya pernah berpikir bahwa saya tidak memiliki kemampuan apa-apa apalagi setelah lulus kuliah saya langsung menikah dan menjadi Ibu rumah tangga sepenuhnya sehingga saya merasa rendah diri karena pengetahuan saya minim sekali apa lagi saya sudah jarang membaca buku karena sibuk dengan berbagai aktivitas di rumah. 

Setelah saya bercerai dan mulai bekerja saya pun mulai bergaul dan kenal banyak orang setelah itu saya berkenalan dengan teman-teman di media sosial seperti Facebook dan dari sanalah saya mulai mengenal Kegiatan Blogger dan mulai menulis di Blog. 

Sebenarnya dari Sekolah Menengah Pertama saya sudah senang menulis karya ilmiah , ilmu menulis ini saya dapatkan dari Ibu saya yang kebetulan pernah bekerja di salah satu Instansi Pemerintahan, dari beliaulah saya belajar bahwa untuk menulis kita harus membuat layout atau kerangka berpikir tulisan yang akan kita buat. Karena itu sejak Sekolah Menengah Pertama saya tidak mengalami banyak kesulitan untuk membuat tugas karya tulis karena ibu saya selalu membantu saya dalam pembuatan layoutnya .

Kebiasaan menulis ini pun terus saya lanjutkan hingga Sekolah Menengah Atas dan tidak jarang banyak teman-teman saya yang minta bantuan dalam menyusun karya ilmiah dan saat kuliah saya juga pernah membantu teman dalam menyusun skripsinya terutama dalam masalah pengetikan . Jadi ketika saya memasuki kegiatan Blogger saya seperti mengingant kenangan lama.

Dari dunia blogger saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan karena dulu kami sering diundang untuk meliput berbagai kegiatan bukan hanya dari pihak swasta tetapi juga dari Instansi Pemerintahan. Banyak narasumber yang bagus-bagus dari berbagai disiplin ilmu sehingga saya merasa pengetahuan saya bertambah . 

Dari sini saya menyadari bahwa menulis adalah dunia saya, sejauh apapun kaki saya melangkah saya tidak bisa meninggalkan dunia menulis , walaupun kegiatan menulis sempat terhenti ketika saya menikah dah memiliki anak, namun ternyata inilah dunia saya.

Setelah Saya berhenti dari kegiatan blogger, saya terus menulis walaupun hanya berupa catatan kecil seperti saat ini , dan niat saya saya akan terus menulis hingga saya menutup mata nanti dan semoga tulisan saya dapat bermanfaat untuk orang lain. 

Jadi sebanyak apapun kita membaca buku pengembangan diri dan motivasi kuncinya ada pada diri kita sendiri , apakah kita mau maju dan berkembang atau kita hanya ingin jalan ditempat. Jadi kenali diri kita sendiri gali potensi yang ada di dalam diri kita ekspolasi dengan sedalam-dalamnya hingga kita bisa menemukan jati diri kita sendiri.

Sampai berjumpa di obrolan selanjutnya salam...!!




Tuesday, April 13, 2021

Mengajarkan Anak Untuk Bertanggungjawab

 

Foto Koleksi Pribadi


Setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan polos, bersih , suci seperti selembar kertas putih polos yang belum ada coretan atau tulisannya. Orang pertama yang menulis dikertas itu adalah orang tuanya, karena orang tua yang memiliki peran dalam memberikan landasan pemikiran kepada bayi tersebut. Dari orang tuanya lah mereka mengenal sentuhan, suara dan rasa. Dan orang tua juga  memiliki andil besar dalam pembentukan karakter dan watak seorang anak.

Setelah orang tua , maka yang berperan penting dalam pembentukan pola pikir dan tingka laku seorang anak adalah lingkungan sekitarnya. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa "Anak Adalah Peniru Yang Ulung". Mereka seperti spons yang memiliki daya serap yang tinggi. Karena kemampuan menganalisa mereka belum terbentuk maka mereka akan mengikuti apa saja yang mereka lihat, dengar dan rasakan.

Jika orang-orang disekitarnya punya kebiasaan memaki, meluapkan emosi yang berlebihan saat marah, maka balita ini pun akan mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar karena mereka memiliki anggapan bahwa itulah cara mengekspresikan apa yang mereka inginkan.

Jadi jangan heran jika mereka minta suatu hal dan bila tidak dipenuhi keinginannya maka mereka akan berteriak-teriak dan menangis karena begitulah yang mereka tau cara mengungkapkan keinginan mereka. Dan jangan heran jika mereka berkata kasar kepada kita , karena mungkin dia pernah mendengar Ayah, Ibu atau Keluarga yang lain berkata kasar atau orang-orang disekitar lingkungan tempat tinggal kita yang sering berkata kasar. 

Karena itulah kita selayaknya lebih berhati-hati di depan balita kita dalam bertutur kata, bersikap dan berprilaku. Karena mereka mengamati semua yang kita lakukan dengan sangat cermat dan teliti seperti kamera pengintai yang siap merekam adegan demi adegan.

Setelah mereka tumbuh menjadi anak-anak hal yang tidak kalah penting yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan mereka untuk memiliki rasa tanggungjawab. Mengapa hal ini sangat penting ? Karena di usia balita dan anak-anak merupakan Golden Age untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepada mereka , karena hal ini akan terus mereka ingat hingga  mereka dewasa.

Bentuk tanggungjawab itu kita berikan sesuai dengan usianya dimulai dari hal kecil Contohnya untuk balita usia 2-4 tahun kita bisa mulai mengajarkan mereka untuk makan sendiri, membersihkan gigi mereka sendiri, merapikan mainan mereka sendiri, memakai pakaian sendiri, pakai kaos kaki sendiri , memakai sendal dan sepatu dan sebagainya. 

Setelah mereka memasuki usia anak-anak dan mulai sekolah bentuk tanggungjawabnya pun disesuaikan  sesuai dengan usia mereka, berikan rasa kepercayaan yang besar kepada mereka bahwa mereka bisa melakukan tugas yang diberikan kepadanya sendirian seperti menulis tugas dari gurunya di sekolah, menggambar sendiri, dan libatkan mereka dalam aktivitas yang berhubungan dengan orang lain seperti belajar bernyanyi, menari , main musik dan sebagainya agar mereka belajar untuk bersosialisasi dengan anak-anak seusia mereka.

Kadang kala orang tua yang tidak sabar jika anaknya lambat mengerjakan tugas mereka dan akhirnya orang tua lah yang menyelesaikan tugas tersebut. Jika hal ini terus dilakukan berulang kali maka anak-anak akan beranggapan bahwa mereka tidak perlu mengerjakan tugas itu karena toh... orang tuanya yang akan menyelesaikan tugas itu.

Secara tidak langsung kita sudah mengajarkan kepada mereka untuk lalai dari tanggungjawab dan melimpahkan tanggungjawab itu kepada orang lain. Jika hal itu menjadi kebiasaan hingga mereka remaja dan dewasa maka mereka akan mengandalkan orang lain untuk mengerjakan tugas mereka dan mereka tidak perlu cape-cape berpikir dan berusaha untuk mengerjakan tugas mereka. 

Mungkin anda akan berpikir apa benar seperti itu ? Secara pribadi saya sudah bertemu dengan orang-orang seperti itu dan berdasarkan penelitian yang saya lakukan secara sederhana dan langsung maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa orang-orang tersebut sudah dari kecil terbiasa dididik dengan cara seperti itu sehingga saat mereka dewasa mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab dan akan mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas yang seharusnya mereka kerjakan. Jika kondisinya seperti ini siapa yang patut dipersalahkan ? 

Oleh karena itu bagi orang tua muda atau yang baru akan memiliki putra-putra sedari dini cobalah mencari metode yang baik untuk mendidik putra-putri kita ini karena proses pembiasaan harus kita mulai dari usia dini karena jika kita terlambat menanamkan nilai-nilai dasar kepada mereka , jika kita mendidik mereka diusia remaja apalagi dewasa sangat sulit sekali. 

Penanaman rasa tanggungjawab sedari dini sangat penting sekali karena kelak anak-anak kita akan beranjak remaja dan dewasa mereka akan bekerja dilingkungan dan bidangnya masing-masing yang meminta mereka untuk memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap tugas dan amanah yang diberikan kepada mereka. 

Selain itu mereka juga akan berumah tangga memiliki keluarga sendiri sikap dan rasa tanggungjawab ini harus mereka miliki sehingga mereka akan menjadi orang dewasa dan orang tua yang bisa diandalkan bagi keluarga mereka . Orang Dewasa yang memiliki keperdulian dan rasa tanggungjawab bukan hanya kepada dirinya tapi keluarganya, pekerjaanya , Agamanya , serta Nusa Dan Bangsa.

Demikianlah pembahasan singkat saya sampai jumpa dipembahasan selanjutnya salam..!!




Sunday, April 11, 2021

Memanfaatkan Waktu Luang Untuk Membaca


 Beberapa Buku Koleksi Perpustakaan Pusat Kebudayaan Korea Di Jakarta 


Satu hal yang saya syukuri hingga saat ini adalah bahwa sejak kecil saya sudah terbiasa untuk membaca buku, mungkin hobbi ini menurun dari Almarhum Ayah saya, karena beliau sangat suka membaca buku dan saya ingat betul setiap akhir pekan beliau selalu membawa saya dan adik-adik saya jalan-jalan ke toko buku untuk membeli buku cerita anak-anak. Dan yang herannya setelah kami dewasa dari tiga bersaudara hanya saya yang suka membaca hingga saat ini. 

Dan saat saya melamar pekerjaan di SMP  Negeri di Jakarta dan ditugaskan di Perpustakaan Sekolah dengan senang hati saya melaksanakannya karena saya senang membaca dan di Perpustakaan Sekolah salah satu tugasnya adalah menyeleksi buku yang akan dibaca oleh para siswa, jadi sebelum siswa membaca bukunya maka saya sebagai petugas perpustakaan harus mengetahui isi buku tersebut sehingga saya bisa menentukan bahwa buku ini layak atau tidak untuk dibaca siswa. 

Dengan demikian saya harus bisa membaca buku dengan cepat dan mengklasifikasikan buku sesuai dengan katagorinya dan menyeleksi buku tersebut apakah bisa di baca oleh siswa atau tidak. Bagi yang tidak suka membaca mungkin ini bukan pekerjaan yang menyenangkan bahkan cendrung membosankan. Tetapi saya bersyukur karena sudah terbiasa membaca dari kecil sehingga hal ini bukan masalah untuk saya.

Ya.. mungkin banyak yang beranggapan bahwa membaca merupakan hal yang membosankan dan  membuang-buang waktu, tetapi ada hal yang sering kita lupakan adalah bahwa daya ingat kita ini terbatas, semakin banyak hal yang kita ingat maka semakin banyak juga hal yang kita lupakan. Contohnya saja dari Sekolah Dasar kita sudah diajarkan pelajaran mengenai sejarah bangsa kita, kemudian ditambah saat sekolah Menengah Pertama pelajaran sejarahpun terus bertambah hingga Sekolah Lanjutan Atas.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah berapa persen kita mampu mengingat pelajaran sejarah yang kita dapatkan saat kita sekolah dulu ? 50% , 75% atau 100% , saya rasa tidak sampai 50% , kenapa ? Karena semakin bertambahnya usia kita maka informasi yang kita dapatkan semakin bertambah dan semakin penuh bank memori kita sehingga banyak hal yang terlupakan oleh kita karena kemampuan daya ingat seseorang pun terbatas. Dan bisa mengalami penurunan dengan bertambahnya usia kita.

Seperti sebuah Komputer yang memiliki Memory Internal, kapasitas memory kita juga berbeda-beda setiap individu, ada yang memiliki kapasitas memory yang besar sehingga mampu mengingat begitu banyak informasi yang ia dapatkan tetapi juga ada orang yang memiliki memory yang terbatas sehingga tidak bisa mengingat banyak hal . Kalau saya menilai kemampuan memory saya adalah pada kisaran rata-rata karena dari sekian banyak informasi dan kenangan yang saya miliki banyak juga yang terlupakan dan anehnya saya banyak mengingat kejadiaan pada saat saya anak-anak dibandingkan saat saya remaja .

Berdasarkan hal di atas maka menurut saya kegiatan membaca merupakan satu cara untuk merefresh daya ingat kita atau memperbaharui daya ingat kita yang mungkin sudah banyak terlupakan. Karena itu menurut saya jika kita ingin mencegah penurunan daya ingat kita maka kita harus memanfaatkan kegiatan membaca untuk mengupdate daya ingat dan pengetahuan kita setiap harinya. 

Manfaatkan Waktu Luang kita yang tidak banyak untuk membaca buku atau bahan literasi yang kita minati , apalagi sekarang media untuk membaca banyak ragamnya bisa melalui buku dalam bentuk fisik atau berupa e-book atau kita juga mencari bahan bacaan di internet karena begitu banyak informasi yang bisa kita dapatkan melalui kegiatan berselancar di dunia maya (Browshing).

Tetapi saran saya carilah website-website yang memberikan informasi yang akurat dan terpercaya karena banyak juga di dunia maya yang tulisannya perlu kita gali kebenarannya. Dengan adanya internet informasi dapat segera kita peroleh namun di sisi lain kita juga harus memiliki kemampuan untuk menyaring setiap informasi yang kita dapatkan karena banyak juga beredar informasi dan berita Hoax atau berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Karena itu saya pribadi lebih suka untuk membaca buku dalam bentuk fisik atau e-book dibandingkan mencari informasi di internet, terutama sekali yang berhubungan dengan masalah keilmuan seperti teori atau pendapat para ahli. Karena jika kita membaca buku kita akan tahu sumber informasinya dari mana didapatkan apakah melalui penelitian langsung atau melalui penelitian putaka.

Inti pembahasan saya kali ini adalah bahwa kemampuan daya ingat manusia terbatas apalagi dengan bertambahnya usia kita maka daya ingat kita pun akan mengalami penurunan karena itu manfaatkan kegiatan membaca untuk menyegarkan kembali daya ingat kita, luangkan lah waktu untuk membaca disaat kita sedang istirahat di rumah atau dikantor.

Dengan membaca daya ingat kita akan terus diperbaharui dan satu lagi keuntungan dari membaca adalah wawasan dan pengetahuan kita akan bertambah sehingga hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri kita jika berhadapan dengan orang-orang yang baru kita kenal atau lingkungan baru. Karena biasanya saat kita bertemu dengan orang baru atau rekan bisnis ada saja topik yang menjadi bahan perbincangan, jika wawasan dan pengetahuan kita sedikit maka kita akan merasa minder dan tidak percaya diri karena kita tidak mengerti apa yang sedang diperbincangkan. Tetapi jika kita terus meningkatkan pengetahuan dan wawasan kita maka hal ini tidak akan menjadi kendala untuk kita .

Jadi jangan jemu untuk terus meningkatkan daya ingat dan memperluas ilmu pengetahuan kita dengan banyak membaca , karena jika membaca sudah menjadi bagian dari keseharian hidup kita maka hal itu akan menjadi hobi yang menyenangkan untuk kita. 

Baiklah sampai jumpa di obrolan selanjutnya, Salam Literasi...!!




Saturday, April 10, 2021

Perjalanan Waktu


 Sumber Gambar Dari Google


Akhir-akhir  banyak sekali Drama Korea yang dibuat dengan Tema "Perjalanan Waktu". Sebut saja salah satunya adalah Drama Korea yang berjudul Sisyphus The Myth yang baru tamat hari kamis kemarin tanggal 8 April 2021 yang diproduksi oleh JTBC dan ditayangkan di Netflix.

Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas tentang drama ini, tetapi saya ingin membahas tentang inti cerita dari drama ini yang cukup menarik bagi saya yaitu mengenai perjalanan waktu. Kalau teman-teman sudah menonton drama ini pasti tahu akhir dari ceritanya.

Sebagai penonton secara pribadi saya mengambil kesimpulan dari drama ini adalah "Betapa kerasnya kita berusaha merubah masa lalu, namun kita tidak bisa merubah ketentuan Tuhan atas diri kita dan apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan masa depan kita". 

Secara singkat Drama ini menceritakan tentang perjalanan waktu ke masa lalu yang dilakukan oleh seorang gadis yang bernama Kang Seo Hae yang diperankan oleh artis Park Shin Hye untuk mencegah terjadinya perang nuklir di Korea Selatan . Dia harus menemukan seorang pria yang bernama Han Tae Sul yang diperankan oleh aktor Cho Seung Woo karena pria ini menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya perang nuklir di masa depan . 

Han Tae Sul seorang Ilmuwan muda jenius yang berhasil mengembangkan mesin "Pengunduh" yang bisa memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi yang berbeda yang kemudian berkembang menjadi mesin yang mampu memindahkan barang dan orang dari masa ke masa, kalau kita bilang seperti mesin perjalanan waktu ya. Karena mesin ini lah maka terjadi perang nuklir di Korea Selatan yang menyebabkan kehancuran dan kerusakan masal dan menimbulkan radiasi nuklir yang mengakitkan banyak jatuh korban baik jiwa maupun benda.

Kalau kita menyaksikan drama ini begitu mengerikan dampak dari perang nuklir itu karena harta sudah tak berharga di masa depan semuanya hancur lebur, hanya sedikit sekali orang yang bisa bertahan dalam kondisi seperti itu dan yang terjadi adalah hukum rimba siapa yang kuat maka dia lah yang bisa bertahan. Karena itu Kang Seo Hae berupaya ke masa lalu untuk mencegah terjadinya perang dan menemukan orang yang membuat alat tersebut.

Setelah saya menyaksikan drama ini saya jadi berpikir seandainya lah orang di masa depan nanti bisa menciptakan mesin waktu apakah mereka akan berusaha kembali ke masa lalu untuk merubah masa lalu sehingga kehidupan di masa depan dapat lebih baik lagi ?

Karena dari drama ini saya seperti melihat bahwa orang-orang di masa depan akan menyalahkan orang-orang di masa lalu karena perbuatan orang-orang di masa lalu menentukan kehidupan  orang-orang di masa depan. Kalau kita lihat kondisi kita saat ini kita tidak akan pernah menyangka bahwa apa yang kita lakukan pada saat ini akan berdampak pada masa depan anak cucu kita kelak. 

Dan ternyata setiap individu yang hidup di masa ini memiliki peranan penting karena akan menentukan masa depan . Mungkin tak banyak orang yang menyadari bahwa apa yang dia perbuat hari ini akan menentukan nasib generasi yang akan datang.  Misalkan jika kita terus-menerus merusak hutan lindung dan merubahnya menjadi pemukiman dan perkebunan maka apa yang akan terjadi 20 hingga 30 tahun yang akan datang ?. Sedangkan kita membutuhkan hutan untuk  menjaga keseimbangan alam dan membantu menjaga bumi dari pemanasan global. 

Terus terang saya bukan ilmuwan yang ahli ilmu fisika , kimia dan biologi tapi saya berpikir bahwa mungkin saja suatu saat mesin waktu ini bisa dibuat karena Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia untuk berkreasi dan berinovasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi hal ini bukanlah menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan di masa depan. 

Jangan sampai genarasi yang akan datang  menyalahkan kita, orang-orang di masa lalu karena meyebabkan kehancuran di bumi  sehingga menimbulkan kesulitan di masa depan. Oleh karena itu saat ini perlu di pikirkan bagaimana mengembangkan tehnologi yang ramah lingkungan , listrik yang ramah lingkungan , bahan bakar yang ramah lingkungan, menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya , dan masih banyak lagi hal-hal yang harus kita kembangkan untuk menjaga agar bumi tetap terjaga dan mengurangi kerusakan alam. 

Kita mungkin tidak bisa merubah ketentuan Tuhan atas apa yang akan terjadi di masa depan , tetapi kita bisa mencegah kerusakan bumi dari sekarang dan membuat kehidupan di masa depan lebih baik lagi dengan menjaga bumi dan melindungi bumi dari kerusakan yang lebih parah lagi. Tuhan menciptakan manusia lebih tinggi derajatnya dari mahluk ciptaan-Nya yang lain karena kita dibekali akal, pikiran dan perasaan sehingga kita bisa membuat keputusan dan menilai mana yang baik dan buruk untuk masa depan anak cucu kita kelak.

Saya berharap apapun peranan kita hari ini, dimanapun posisi dan jabatan kita saat ini semoga kita bisa membuat satu keputusan yang bijaksana dan terbaik bagi generasi yang akan datang. Karena kita memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan anak cucu kita. Apa yang kita lakukan hari ini bukan saja berpengaruh terhadap diri kita sendiri tetapi juga terhadap lingkungan sekitar kita bahkan generasi yang akan datang.

Semoga para ilmuwan, tokoh masyarakat, para politikus dan orang-orang penting di dunia ini memahami hal ini,  bahwa setiap keputusan yang kita ambil dan lakukan akan berdampak pada masa depan anak cucu kita. Bijaksanalah dalam mengambil keputusan dan ciptakanlah satu inovasi yang bisa menjaga kelestarian alam dan bumi kita sehingga kita bisa memberikan masa depan yang cerah kepada generasi yang akan datang.

Demikianlah sedikit obrolan kita, agak berat memang tetapi hal ini perlu dipikirkan juga oleh kita dari sekarang. Karena setiap apa yang kita lakukan dan perbuat hari ini akan menentukan masa depan , baik buruknya apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi beban yang akan ditanggung oleh anak cucu kita kelak. 

Sampai jumpa di obrolan selanjutnya salam...!!







 






Wednesday, April 7, 2021

Tak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar


 

 Buku-Buku Referensi


Jika boleh cerita sedikit, setelah menikah saya menjadi Ibu Rumah Tangga fulltime artinya saya tidak bekerja di kantor , keseharian saya hanya di rumah ngurus keluarga, suami dan anak. Namun setelah sekian tahun menikah akhirnya saya berpisah dengan mantan suami karena banyak hal yang tidak bisa kami atasi bersama. 

Setelah berpisah dengan mantan suami, saya mulai kebingungan karena tidak memiliki mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Singkat cerita akhirnya saya mendapatkan pekerjaan juga di sebuah SMP Negeri di Jakarta setelah mencoba mencari pekerjaan kesana-kesini.

Tugas pertama saya bekerja di sekolah adalah di Bagian Perpustakaan. Terus terang saya tidak tahu apa yang harus saya kerjakan di Perpustakaan karena latar belakang pendidikan saya adalah Ekonomi Jurusan Akuntansi. Tapi bagi saya ini merupakan peluang baru untuk belajar tentang Ilmu Perpustakaan. Beruntung sekali waktu itu Kepala Perpustakaan saya sudah cukup berpengalaman sehingga banyak Ilmu tentang Perpustakaan yang beliau berikan kepada saya dan saya belajar ilmu ini benar-benar dari dasar sekali.

Bagi saya bisa bekerja diusia yang tak lagi muda merupakan satu peluang yang luar biasa karena itu saya harus mengejar kekurangan saya dengan belajar banyak hal yang tidak saya ketahui. Bagi mereka yang sudah berkarier diusia muda mungkin ini hal yang biasa saja. Tetapi bagi saya setiap waktu yang saya lewati sangat berharga sekali  karena banyak hal yang tidak saya pahami terutama dengan pekerjaan yang saya jalani. 

Sayangnya di sekolah saya belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan perpustakaan seperti yang saya harapkan karena persyaratannya kebanyakan mereka yang ikut pelatihan haruslah Pegawai Negeri Sipil sedangkan saya hanya karyawan honorer . Dan baru tahun 2019 yang lalu saya mengikuti pelatihan perpustakaan setelah sekian tahun bekerja di sekolah .

Tapi tidak apa-apa semuanya memang butuh proses dan kesabaran . Dan di tahun 2020 saya mulai dilibatkan oleh sekolah dalam pelatihan perpustakaan yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional melalui sistem daring karena kondisi Pandemi Covid19 yang membuat pelatihan perpustakaan akhirnya diadakan secara online. Saya selalu mengambil sisi positif dari setiap hal yang saya alami , setidaknya saya bisa tetap mengikuti pelatihan walaupun dari sekolah atau dari rumah.

Selain Ilmu Perpustakaan , masih banyak lagi ilmu pengetahuan yang ingin saya pelajari, karena banyak hal yang tidak saya pahami terutama mengenai Ilmu Administrasi Pemerintahan karena saya bekerja di Sekolah Negeri maka saya perlu mempelajari ilmu tersebut dan untuk mengejar keterlambatan saya , maka saya harus lebih banyak belajar dari orang lain yang sudah lama bekerja di bidang ini.

Saat ini usia saya sudah memasuki 44 Tahun, di usia saya ini seharusnya saya sudah menduduki jabatan yang cukup tinggi jika sejak muda saya sudah bekerja, namun saya tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Bagi saya saat ini adalah peluang besar untuk belajar banyak hal yang ingin saya pelajari karena tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan untuk apa belajar diusia yang sudah tidak muda lagi ? bukankan ini saatnya kita berleha-leha sambil menikmati usia yang beranjak senja ?.

Saya tidak akan menyalahkan orang yang memiliki pemikiran seperti itu, mungkin mereka sudah banyak melakukan banyak hal diusia muda mereka sehingga mereka merasa tidak perlu berusaha keras diusia mereka yang sudah mulai menua. Tapi bagi saya yang belum banyak melakukan banyak hal diusia muda saya maka saya ingin memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Saya ingin belajar banyak hal saat ini dan saya ingin membagi pengalaman yang saya dapatkan melalui tulisan saya karena saya ingin disaat saya menutup mata nanti saya meninggalkan kenang-kenangan berupa karya yang bisa dinikmati oleh anak cucu saya kelak. 

Saya mungkin tidak bisa meninggalkan sesuatu yang berharga bagi mereka tetapi saya ingin mereka bisa membaca karya-karya saya melalui tulisan yang saya buat. Ya saya ingin menjadikan tulisan saya sebagai warisan bagi anak cucu saya kelak dan mungkin juga dapat bermanfaat untuk orang lain juga.

Karena itu saya akan terus belajar banyak hal dan menulis banyak hal yang saya alami dan pikirkan semoga tulisan ringan ini bisa sedikit menghibur orang lain atau memberikan motivasi kepada orang lain untuk berbuat yang lebih dari apa yang saya lakukan saat ini. 

Jika teman-teman ingin belajar banyak hal saat ini maka lakukanlah , belajar apa saja yang teman-teman sukai, seperti belajar bernyanyi, main alat musik, masak, naik kuda , naik kendaraan pribadi dan sebagainya. Walaupun usia kita tak lagi muda tapi selama kita punya keinginan kuat untuk mencapai tujuan kita maka saya yakin semua pasti dapat kita pelajari asalkan kita menikmati apa yang kita pelajari maka semuanya akan terasa ringan bagi kita untuk dipelajari.

Sampai berjumpa di obrolan ringan lainnya ya... salam..!!










Monday, April 5, 2021

Menjadi Orang Tua Bukanlah Hal Yang Mudah Untuk Dilakukan


 Nonton Bareng Putra Semata Wayang Merupakan Me Time Buat Saya


Sewaktu kita remaja pernah enggak merasa kesal atau jengkel kalau Orang Tua sering ngomel dan bikin aturan enggak boleh begini, enggak boleh begitu, jangan pulang malam-malam, belajar, jangan kebanyakan main, jangan pacaran dulu dan sebagainya. Kadangkala kepengen protes tapi takut diomelin akhinya diem aja sambil menahan rasa jengkel.

Tapi setelah kita, dewasa, kemudian menikah dan punya anak, kita pun menjadi seperti Orang Tua Kita di masal lalu sering ngomel dan bikin banyak aturan di rumah. Kenapa begitu ? karena kita sudah melewati fase demi fase kehidupan yang begitu melelahkan dan penuh dengan masalah sehingga kita tidak ingin anak kita mengalami hal yang sama. 

Kekhawatiran kita begitu besar, kita ingin melindungi anak-anak kita dari hiruk pikuk dunia yang bikin sakit kepala sehingga kita menjaga anak-anak kita dengan sangat hati-hati sekali, sama seperti yang dilakukan oleh orang tua kita dulu.

Ya... menjadi orang tua ternyata tidak mudah karena sejak awal kita tidak pernah diberikan pendidikan khusus untuk menajdi orang tua yang baik apalagi di pendidikan formal pun tidak ada mata pelajaran yang khusus mendidik kita untuk menjadi orang tua yang baik karena itu untuk menjadi orang tua yang baik memerlukan proses pembelajaran yang sangat panjang dan kadang melelahkan.

Setelah kita menjadi orang tua kita memiliki cita-cita dan harapan besar kepada anak-anak kita, kita berusaha memberikan hal yang terbaik untuk mereka, pendidikan yang terbaik, kebutuhan sandang pangan yang tercukupi dan kita juga memberikan kesenangan kepada mereka karena kita sangat menyayangi anak-anak kita dan tidak ingin mereka susah dan bersedih, kita selalu ingin membahagiakan dan menjaga mereka dengan baik.

Namun, ada satu hal yang kita sering lupa bahwa anak-anak kita juga sama seperti kita mereka punya keinginan dan cita-cita mereka sendiri, mereka memang perlu di bimbing, dijaga dan dilindungi tetapi kita tidak bisa memaksakan pemikiran dan keinginan kita kepada mereka karena mereka juga memiliki pemikiran dan keinginan sendiri.

Contohnya anak saya sendiri, sejak dia masih balita Saya dan Ayahnya sudah berpisah sehingga saya berperan menjadi seorang ibu dan ayah buat dia . Menjadi Single Parent atau orang tua tunggal tidaklah mudah karena harus bisa menempatkan diri pada dua posisi sekaligus kadang saya berperan sebagai ayah dan kadang saya berperan sebagai seorang ibu.

Dan pola didik yang saya terapkan ke dia sedikit berbeda dari ibu-ibu lainnya, sejak kecil saya biasakan dia untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan dan pikirkan saya tidak banyak memberikan larangan kepada dia saya memberikan pandangan dan pilihan kepada dia dan mengajari hukum sebab dan akibat. 

Artinya setiap apa yang kita lakukan ada akibatnya baik hal positif atau negatif, misalkan kalau dia manjat-manjat dan dia tidak hati-hati maka dia bisa jatuh, saya menjelaskan hal itu kepada dia secara sederhana maka ketika dia naik-naik saya mengawasinya dari jauh saya tidak melarang dia karena pada akhirnya dia akan manjat juga karena dia ingin tau kalau manjat itu gimana rasanya, setelah dia jatuh dan merasa sakit dia akan menangis dan saya hanya bilang kepadanya kalau kamu tidak hati-hati maka itu akibatnya. Jadi dia belajar bahwa setiap apa yang dia lakukan akan berdampak kepada dirinya.

Anak-anak adalah mahluk yang ingin tahu banyak hal , kita juga dulu seperti itu ingin tahu banyak hal semakin dilarang rasa ingin tahu kita semakin besar dan kadang kala kita melanggar larangan yang dibuat orang tua kita dan akibatnya kita rasakan sendiri. 

Ya kita juga pernah menjadi anak-anak kemudian remaja dan menjadi orang dewasa . Kita pernah melakukan banyak hal bodoh dalam hidup kita karena ketidaktahuan kita, namun dengan seiringnya waktu kita belajar banyak hal dan merasakan banyak hal dan hal itulah yang membuat kita menjadi dewasa. 

Tidak bedanya dengan anak kita , mereka dalam masanya mencari jati diri mereka , banyak hal yang ingin mereka ketahui , banyak hal yang ingin mereka coba dan rasakan . Terutama masa remaja dimana jiwa muda mereka sedang bergejolak banyak pemikiran dan ide yang muncul dikepala mereka yang ingin mereka wujudkan.

Sekarang apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua ?. Saat mereka balita dan anak-anak mungkin kita bisa melindungi mereka 100% , namun setelah mereka remaja berikan kesempatan dan kepercayaan kepada mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri. Biarkan mereka mengungkapkan ide dan gagasan mereka, cita-cita dan harapan mereka , sebagai orang tua kita cukup mengawasi mereka dari kejauhan . Saat mereka kecil kita sudah menanamkan nilai-nilai dasar sebagai pegangan hidup mereka dan setelah mereka remaja kita lihat apakah nilai-nilai yang kita tanamkan itu dipergunakan atau tidak oleh mereka.

Kita berikan ruang dan kesempatan kepada mereka untuk mengekspresikan diri mereka sendiri dan menemukan jati diri mereka kita cukup mengawasi, membimbing dan mengarahkan mereka tetapi jangan memaksakan kehendak kita kepada mereka, Karena mereka punya kehendak dan cita-cita yang mereka ingin wujudkan yang mungkin saja tidak sejalan dengan pemikiran kita. 

Apakah kita akan langsung menentang keinginan mereka ? . Saya rasa sebaiknya kita berikan mereka kesempatan untuk mengemukakan ide dan gagasan mereka, kita lihat apakah apa  yang mereka lakukan akan membahayakan mereka atau tidak satu hal yang bisa kita lakukan adalah memberikan pandangan dan pilihan. Jika dia melakukan hal ini maka akibatknya akan seperti ini dan jika dia melakukan hal itu maka resiko yang akan dia tanggung seperti itu.

Jadi mereka akan tahu bahwa setiap hal yang mereka lakukan akan berdampak kepada diri mereka sendiri sehingga mereka harus berpikir baik-baik sebelum menentukan pilihan karena jika mereka sudah memilih jalan yang ingin mereka lalui maka resikonya akan mereka rasakan sendiri. 

Dan jika anak kita gagal dalam mencapai tujuannya jangan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang mereka alami karena setiap orang pasti pernah menghadapi kegagalan. seorang ilmuan dan pengusaha suksespun memerlukan waktu untuk mencapai kesuksesan yang mereka raih dan yang terpenting adalah jangan pernah takut menghadapi kegagalan .

Kegagalan bukanlah aib atau hal yang memalukan tetapi merupakan proses dari pembelajaran kehidupan yang harus kita jalani , dari kegagalan itu kita akan belajar untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan dan berusaha untuk bangkit kembali. Anak-anak kita pun harus belajar menghadapi kegagalan dan bangkit dari kegagalan itu karena dari kegagalan itu mereka akan belajar untuk bertahan dan berusaha memperbaiki dirinya sendiri. 

Satu hal yang selalu saya ingat, kita tidak akan selamanya bisa menjaga anak-anak kita , karena suatu saat nanti pasti kita akan meninggalkan mereka dan melihat mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bisa bertanggungjawab bukan hanya kepada dirinya tetapi kepada keluarga , lingkungannya , Agamanya bahkan kepada Bangsa dan Negaranya.

Demikianlah catatan kecil saya, sampai jumpa di catatan selanjutnya. Salam...!!









Saturday, April 3, 2021

Anakmu Bukanlah Dirimu

 

Saya dan Putra Saya


Saya selalu teringat dengan puisi karya salah seorang Sastrawan Dunia yang bernama Khalil Gibran yang berjudul "Anakmu Bukan Milikmu"  berikut ini merupakan isi dari puisi beliau .


Anakmu Bukan Milikmu

Karya Khalil Gibran



Anak adalah kehidupan

Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu.

Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu

Karena mereka dikarunia pikirannya sendiri.


Berikan rumah pada raganya tetapi tidak jiwanya,

karena jiwanya milik masa mendatang

yang tidak bisa kau datangi

bahkan dalam mimpi sekalipun.


Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah 

menuntut mereka jadi sepertimu

sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan 

tidak tenggelam di masa lampau.


Kaulah busur,

dan anak-anakmu adalah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya

hingga anak panah itu melesat,

jauh serta cepat.


Meliuk dengan sukacita

Dalam Rentang Sang Pemanah , sebab Dia

Mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.


Dari puisi di atas jelas sekali sang Sastrawan ingin menyampaikan pesan kepada kita semua yang membacanya bahwa anak kita bukanlah milik kita seutuhnya, mereka memang lahir dari rahim kita dan tumbuh serta besar dalam pelukan kita tetapi mereka punya kehidupannya sendiri , mereka punya keinginan, pemikiran , cita-cita dan harapannya sendiri. 

Kadang kala kita pernah memiliki mimpi, cita-cita dan harapan yang tidak bisa kita wujudkan di masa remaja dulu dan kita berharap bahwa anak-anak kita bisa mewujudkan impian itu,  Tetapi kita lupa bahwa anak-anak kita bukanlah diri kita mereka memiliki jiwa dan pemikiran yang berbeda dari kita walaupun secara fisik mungkin banyak memiliki persamaan dengan kita orang tuanya.

Kita bisa memberikan pandangan dan bimbingan kepada mereka, tetapi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada mereka. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya pernah merasakan sendiri betapa tidak enaknya dipaksa untuk kuliah di jurusan yang tidak saya sukai. 

Karena saya tidak ingin ada konflik dengan orang tua, terutama Almarhum Ayah akhirnya saya mengikuti keinginan Beliau untuk kuliah di Fakultas Ekonomi walaupun batin saya menangis karena saya tidak tertarik dengan bidang itu. Dan saya menyelesaikan masa kuliah saya sesuai dengan waktunya. 

Namun bagaimana dengan anak-anak remaja yang lainnya ? saya rasa reaksi mereka pasti berbeda-beda ada yang mengikuti keinginan orang tuanya walaupun mereka kesal ada juga yang melakukan pemberontakan dengan malas mengikuti perkuliahan, jarang masuk kuliah dan sebagainya, hingga kuliah mereka tidak kunjung selesai.

Apalagi anak-anak remaja generasi saat ini, mungkin reksi mereka bisa lebih frontal dibandingkan dengan anak-anak remaja di zaman saya dulu. Karena pola didik generasi dulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Pada zaman remaja dulu kami tidak bisa membantah apa yang diucapkan orang tua karena pola didik mereka sangat keras . 

Sedangkan anak remaja generasi saat ini lebih terbuka untuk mengemukakan pendapat mereka kepada orang tuanya karena pola didik mereka yang berbeda baik di sekolah maupun di rumah . Orang tua saat ini lebih terbuka dan mau mendengarkan pendapat anak-anaknya sedangkan di masa remaja kami sulit sekali menyampaikan pendapat dan ide kami kepada orang tua.

Namun tidak semua orang tua saat ini yang terbuka pemikirannya , yang mau mendengarkan keinginan anak-anaknya karena masih banyak juga orang tua yang masih  mewarisi aturan dan pemikiran yang diterapkan orang tua mereka terdahulu. Mereka cenderung untuk memaksakan keinginannya kepada anak-anak mereka dan hal ini bisa menimbulkan konflik diantara orang tua dan anak.

Yang perlu dikhawatirkan adalah kesehatan mental anak-anak remaja ini karena tidak semua anak-anak remaja berani mengungkapkan keinginan mereka kepada orang tuanya apalagi jika orang tuanya masih bersikap otoriter dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan keinginan dan  pendapat mereka.

Jangan sampai mereka mencari pelarian dengan melakukan hal-hal yang negatif seperti mengkonsumsi minuman keras, narkotika, tawuran pelajar, dan sebagainya yang dapat merusak masa depannya sendiri. Oleh karena itu sebagai orang tua kita juga harus banyak belajar menghadapi remaja saat ini. Kita tidak bisa menerapkan apa yang sudah orang tua kita lakukan terhadap kita dulu karena masanya sudah berbeda. 

Apalagi saya sebagai Single Mother harus berusaha menjalani dua peran sebagai Ibu dan juga Ayah bagi putra semata wayang saya. Hal ini tidak lah mudah bagi saya untuk dilakukan oleh karena itu saya terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik bagi putra saya, karena kemampuan untuk menjadi orang tua yang baik tidak muncul begitu saja , semua harus dipelajari dan dipahami karen ilmu parenting akan kita dapatkan dari pengetahuan yang kita dapatkan serta pengalaman sebagai orang tua.

Karena itu teruslah belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi bagi putra putri tercinta karena mereka membutuhkan orang tua yang bisa memahami jiwa , pemikiran dan keinginan mereka.