Saturday, April 10, 2021

Perjalanan Waktu


 Sumber Gambar Dari Google


Akhir-akhir  banyak sekali Drama Korea yang dibuat dengan Tema "Perjalanan Waktu". Sebut saja salah satunya adalah Drama Korea yang berjudul Sisyphus The Myth yang baru tamat hari kamis kemarin tanggal 8 April 2021 yang diproduksi oleh JTBC dan ditayangkan di Netflix.

Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas tentang drama ini, tetapi saya ingin membahas tentang inti cerita dari drama ini yang cukup menarik bagi saya yaitu mengenai perjalanan waktu. Kalau teman-teman sudah menonton drama ini pasti tahu akhir dari ceritanya.

Sebagai penonton secara pribadi saya mengambil kesimpulan dari drama ini adalah "Betapa kerasnya kita berusaha merubah masa lalu, namun kita tidak bisa merubah ketentuan Tuhan atas diri kita dan apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan masa depan kita". 

Secara singkat Drama ini menceritakan tentang perjalanan waktu ke masa lalu yang dilakukan oleh seorang gadis yang bernama Kang Seo Hae yang diperankan oleh artis Park Shin Hye untuk mencegah terjadinya perang nuklir di Korea Selatan . Dia harus menemukan seorang pria yang bernama Han Tae Sul yang diperankan oleh aktor Cho Seung Woo karena pria ini menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya perang nuklir di masa depan . 

Han Tae Sul seorang Ilmuwan muda jenius yang berhasil mengembangkan mesin "Pengunduh" yang bisa memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi yang berbeda yang kemudian berkembang menjadi mesin yang mampu memindahkan barang dan orang dari masa ke masa, kalau kita bilang seperti mesin perjalanan waktu ya. Karena mesin ini lah maka terjadi perang nuklir di Korea Selatan yang menyebabkan kehancuran dan kerusakan masal dan menimbulkan radiasi nuklir yang mengakitkan banyak jatuh korban baik jiwa maupun benda.

Kalau kita menyaksikan drama ini begitu mengerikan dampak dari perang nuklir itu karena harta sudah tak berharga di masa depan semuanya hancur lebur, hanya sedikit sekali orang yang bisa bertahan dalam kondisi seperti itu dan yang terjadi adalah hukum rimba siapa yang kuat maka dia lah yang bisa bertahan. Karena itu Kang Seo Hae berupaya ke masa lalu untuk mencegah terjadinya perang dan menemukan orang yang membuat alat tersebut.

Setelah saya menyaksikan drama ini saya jadi berpikir seandainya lah orang di masa depan nanti bisa menciptakan mesin waktu apakah mereka akan berusaha kembali ke masa lalu untuk merubah masa lalu sehingga kehidupan di masa depan dapat lebih baik lagi ?

Karena dari drama ini saya seperti melihat bahwa orang-orang di masa depan akan menyalahkan orang-orang di masa lalu karena perbuatan orang-orang di masa lalu menentukan kehidupan  orang-orang di masa depan. Kalau kita lihat kondisi kita saat ini kita tidak akan pernah menyangka bahwa apa yang kita lakukan pada saat ini akan berdampak pada masa depan anak cucu kita kelak. 

Dan ternyata setiap individu yang hidup di masa ini memiliki peranan penting karena akan menentukan masa depan . Mungkin tak banyak orang yang menyadari bahwa apa yang dia perbuat hari ini akan menentukan nasib generasi yang akan datang.  Misalkan jika kita terus-menerus merusak hutan lindung dan merubahnya menjadi pemukiman dan perkebunan maka apa yang akan terjadi 20 hingga 30 tahun yang akan datang ?. Sedangkan kita membutuhkan hutan untuk  menjaga keseimbangan alam dan membantu menjaga bumi dari pemanasan global. 

Terus terang saya bukan ilmuwan yang ahli ilmu fisika , kimia dan biologi tapi saya berpikir bahwa mungkin saja suatu saat mesin waktu ini bisa dibuat karena Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia untuk berkreasi dan berinovasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi hal ini bukanlah menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan di masa depan. 

Jangan sampai genarasi yang akan datang  menyalahkan kita, orang-orang di masa lalu karena meyebabkan kehancuran di bumi  sehingga menimbulkan kesulitan di masa depan. Oleh karena itu saat ini perlu di pikirkan bagaimana mengembangkan tehnologi yang ramah lingkungan , listrik yang ramah lingkungan , bahan bakar yang ramah lingkungan, menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya , dan masih banyak lagi hal-hal yang harus kita kembangkan untuk menjaga agar bumi tetap terjaga dan mengurangi kerusakan alam. 

Kita mungkin tidak bisa merubah ketentuan Tuhan atas apa yang akan terjadi di masa depan , tetapi kita bisa mencegah kerusakan bumi dari sekarang dan membuat kehidupan di masa depan lebih baik lagi dengan menjaga bumi dan melindungi bumi dari kerusakan yang lebih parah lagi. Tuhan menciptakan manusia lebih tinggi derajatnya dari mahluk ciptaan-Nya yang lain karena kita dibekali akal, pikiran dan perasaan sehingga kita bisa membuat keputusan dan menilai mana yang baik dan buruk untuk masa depan anak cucu kita kelak.

Saya berharap apapun peranan kita hari ini, dimanapun posisi dan jabatan kita saat ini semoga kita bisa membuat satu keputusan yang bijaksana dan terbaik bagi generasi yang akan datang. Karena kita memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan anak cucu kita. Apa yang kita lakukan hari ini bukan saja berpengaruh terhadap diri kita sendiri tetapi juga terhadap lingkungan sekitar kita bahkan generasi yang akan datang.

Semoga para ilmuwan, tokoh masyarakat, para politikus dan orang-orang penting di dunia ini memahami hal ini,  bahwa setiap keputusan yang kita ambil dan lakukan akan berdampak pada masa depan anak cucu kita. Bijaksanalah dalam mengambil keputusan dan ciptakanlah satu inovasi yang bisa menjaga kelestarian alam dan bumi kita sehingga kita bisa memberikan masa depan yang cerah kepada generasi yang akan datang.

Demikianlah sedikit obrolan kita, agak berat memang tetapi hal ini perlu dipikirkan juga oleh kita dari sekarang. Karena setiap apa yang kita lakukan dan perbuat hari ini akan menentukan masa depan , baik buruknya apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi beban yang akan ditanggung oleh anak cucu kita kelak. 

Sampai jumpa di obrolan selanjutnya salam...!!







 






Wednesday, April 7, 2021

Tak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar


 

 Buku-Buku Referensi


Jika boleh cerita sedikit, setelah menikah saya menjadi Ibu Rumah Tangga fulltime artinya saya tidak bekerja di kantor , keseharian saya hanya di rumah ngurus keluarga, suami dan anak. Namun setelah sekian tahun menikah akhirnya saya berpisah dengan mantan suami karena banyak hal yang tidak bisa kami atasi bersama. 

Setelah berpisah dengan mantan suami, saya mulai kebingungan karena tidak memiliki mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Singkat cerita akhirnya saya mendapatkan pekerjaan juga di sebuah SMP Negeri di Jakarta setelah mencoba mencari pekerjaan kesana-kesini.

Tugas pertama saya bekerja di sekolah adalah di Bagian Perpustakaan. Terus terang saya tidak tahu apa yang harus saya kerjakan di Perpustakaan karena latar belakang pendidikan saya adalah Ekonomi Jurusan Akuntansi. Tapi bagi saya ini merupakan peluang baru untuk belajar tentang Ilmu Perpustakaan. Beruntung sekali waktu itu Kepala Perpustakaan saya sudah cukup berpengalaman sehingga banyak Ilmu tentang Perpustakaan yang beliau berikan kepada saya dan saya belajar ilmu ini benar-benar dari dasar sekali.

Bagi saya bisa bekerja diusia yang tak lagi muda merupakan satu peluang yang luar biasa karena itu saya harus mengejar kekurangan saya dengan belajar banyak hal yang tidak saya ketahui. Bagi mereka yang sudah berkarier diusia muda mungkin ini hal yang biasa saja. Tetapi bagi saya setiap waktu yang saya lewati sangat berharga sekali  karena banyak hal yang tidak saya pahami terutama dengan pekerjaan yang saya jalani. 

Sayangnya di sekolah saya belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan perpustakaan seperti yang saya harapkan karena persyaratannya kebanyakan mereka yang ikut pelatihan haruslah Pegawai Negeri Sipil sedangkan saya hanya karyawan honorer . Dan baru tahun 2019 yang lalu saya mengikuti pelatihan perpustakaan setelah sekian tahun bekerja di sekolah .

Tapi tidak apa-apa semuanya memang butuh proses dan kesabaran . Dan di tahun 2020 saya mulai dilibatkan oleh sekolah dalam pelatihan perpustakaan yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional melalui sistem daring karena kondisi Pandemi Covid19 yang membuat pelatihan perpustakaan akhirnya diadakan secara online. Saya selalu mengambil sisi positif dari setiap hal yang saya alami , setidaknya saya bisa tetap mengikuti pelatihan walaupun dari sekolah atau dari rumah.

Selain Ilmu Perpustakaan , masih banyak lagi ilmu pengetahuan yang ingin saya pelajari, karena banyak hal yang tidak saya pahami terutama mengenai Ilmu Administrasi Pemerintahan karena saya bekerja di Sekolah Negeri maka saya perlu mempelajari ilmu tersebut dan untuk mengejar keterlambatan saya , maka saya harus lebih banyak belajar dari orang lain yang sudah lama bekerja di bidang ini.

Saat ini usia saya sudah memasuki 44 Tahun, di usia saya ini seharusnya saya sudah menduduki jabatan yang cukup tinggi jika sejak muda saya sudah bekerja, namun saya tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Bagi saya saat ini adalah peluang besar untuk belajar banyak hal yang ingin saya pelajari karena tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan untuk apa belajar diusia yang sudah tidak muda lagi ? bukankan ini saatnya kita berleha-leha sambil menikmati usia yang beranjak senja ?.

Saya tidak akan menyalahkan orang yang memiliki pemikiran seperti itu, mungkin mereka sudah banyak melakukan banyak hal diusia muda mereka sehingga mereka merasa tidak perlu berusaha keras diusia mereka yang sudah mulai menua. Tapi bagi saya yang belum banyak melakukan banyak hal diusia muda saya maka saya ingin memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Saya ingin belajar banyak hal saat ini dan saya ingin membagi pengalaman yang saya dapatkan melalui tulisan saya karena saya ingin disaat saya menutup mata nanti saya meninggalkan kenang-kenangan berupa karya yang bisa dinikmati oleh anak cucu saya kelak. 

Saya mungkin tidak bisa meninggalkan sesuatu yang berharga bagi mereka tetapi saya ingin mereka bisa membaca karya-karya saya melalui tulisan yang saya buat. Ya saya ingin menjadikan tulisan saya sebagai warisan bagi anak cucu saya kelak dan mungkin juga dapat bermanfaat untuk orang lain juga.

Karena itu saya akan terus belajar banyak hal dan menulis banyak hal yang saya alami dan pikirkan semoga tulisan ringan ini bisa sedikit menghibur orang lain atau memberikan motivasi kepada orang lain untuk berbuat yang lebih dari apa yang saya lakukan saat ini. 

Jika teman-teman ingin belajar banyak hal saat ini maka lakukanlah , belajar apa saja yang teman-teman sukai, seperti belajar bernyanyi, main alat musik, masak, naik kuda , naik kendaraan pribadi dan sebagainya. Walaupun usia kita tak lagi muda tapi selama kita punya keinginan kuat untuk mencapai tujuan kita maka saya yakin semua pasti dapat kita pelajari asalkan kita menikmati apa yang kita pelajari maka semuanya akan terasa ringan bagi kita untuk dipelajari.

Sampai berjumpa di obrolan ringan lainnya ya... salam..!!










Monday, April 5, 2021

Menjadi Orang Tua Bukanlah Hal Yang Mudah Untuk Dilakukan


 Nonton Bareng Putra Semata Wayang Merupakan Me Time Buat Saya


Sewaktu kita remaja pernah enggak merasa kesal atau jengkel kalau Orang Tua sering ngomel dan bikin aturan enggak boleh begini, enggak boleh begitu, jangan pulang malam-malam, belajar, jangan kebanyakan main, jangan pacaran dulu dan sebagainya. Kadangkala kepengen protes tapi takut diomelin akhinya diem aja sambil menahan rasa jengkel.

Tapi setelah kita, dewasa, kemudian menikah dan punya anak, kita pun menjadi seperti Orang Tua Kita di masal lalu sering ngomel dan bikin banyak aturan di rumah. Kenapa begitu ? karena kita sudah melewati fase demi fase kehidupan yang begitu melelahkan dan penuh dengan masalah sehingga kita tidak ingin anak kita mengalami hal yang sama. 

Kekhawatiran kita begitu besar, kita ingin melindungi anak-anak kita dari hiruk pikuk dunia yang bikin sakit kepala sehingga kita menjaga anak-anak kita dengan sangat hati-hati sekali, sama seperti yang dilakukan oleh orang tua kita dulu.

Ya... menjadi orang tua ternyata tidak mudah karena sejak awal kita tidak pernah diberikan pendidikan khusus untuk menajdi orang tua yang baik apalagi di pendidikan formal pun tidak ada mata pelajaran yang khusus mendidik kita untuk menjadi orang tua yang baik karena itu untuk menjadi orang tua yang baik memerlukan proses pembelajaran yang sangat panjang dan kadang melelahkan.

Setelah kita menjadi orang tua kita memiliki cita-cita dan harapan besar kepada anak-anak kita, kita berusaha memberikan hal yang terbaik untuk mereka, pendidikan yang terbaik, kebutuhan sandang pangan yang tercukupi dan kita juga memberikan kesenangan kepada mereka karena kita sangat menyayangi anak-anak kita dan tidak ingin mereka susah dan bersedih, kita selalu ingin membahagiakan dan menjaga mereka dengan baik.

Namun, ada satu hal yang kita sering lupa bahwa anak-anak kita juga sama seperti kita mereka punya keinginan dan cita-cita mereka sendiri, mereka memang perlu di bimbing, dijaga dan dilindungi tetapi kita tidak bisa memaksakan pemikiran dan keinginan kita kepada mereka karena mereka juga memiliki pemikiran dan keinginan sendiri.

Contohnya anak saya sendiri, sejak dia masih balita Saya dan Ayahnya sudah berpisah sehingga saya berperan menjadi seorang ibu dan ayah buat dia . Menjadi Single Parent atau orang tua tunggal tidaklah mudah karena harus bisa menempatkan diri pada dua posisi sekaligus kadang saya berperan sebagai ayah dan kadang saya berperan sebagai seorang ibu.

Dan pola didik yang saya terapkan ke dia sedikit berbeda dari ibu-ibu lainnya, sejak kecil saya biasakan dia untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan dan pikirkan saya tidak banyak memberikan larangan kepada dia saya memberikan pandangan dan pilihan kepada dia dan mengajari hukum sebab dan akibat. 

Artinya setiap apa yang kita lakukan ada akibatnya baik hal positif atau negatif, misalkan kalau dia manjat-manjat dan dia tidak hati-hati maka dia bisa jatuh, saya menjelaskan hal itu kepada dia secara sederhana maka ketika dia naik-naik saya mengawasinya dari jauh saya tidak melarang dia karena pada akhirnya dia akan manjat juga karena dia ingin tau kalau manjat itu gimana rasanya, setelah dia jatuh dan merasa sakit dia akan menangis dan saya hanya bilang kepadanya kalau kamu tidak hati-hati maka itu akibatnya. Jadi dia belajar bahwa setiap apa yang dia lakukan akan berdampak kepada dirinya.

Anak-anak adalah mahluk yang ingin tahu banyak hal , kita juga dulu seperti itu ingin tahu banyak hal semakin dilarang rasa ingin tahu kita semakin besar dan kadang kala kita melanggar larangan yang dibuat orang tua kita dan akibatnya kita rasakan sendiri. 

Ya kita juga pernah menjadi anak-anak kemudian remaja dan menjadi orang dewasa . Kita pernah melakukan banyak hal bodoh dalam hidup kita karena ketidaktahuan kita, namun dengan seiringnya waktu kita belajar banyak hal dan merasakan banyak hal dan hal itulah yang membuat kita menjadi dewasa. 

Tidak bedanya dengan anak kita , mereka dalam masanya mencari jati diri mereka , banyak hal yang ingin mereka ketahui , banyak hal yang ingin mereka coba dan rasakan . Terutama masa remaja dimana jiwa muda mereka sedang bergejolak banyak pemikiran dan ide yang muncul dikepala mereka yang ingin mereka wujudkan.

Sekarang apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua ?. Saat mereka balita dan anak-anak mungkin kita bisa melindungi mereka 100% , namun setelah mereka remaja berikan kesempatan dan kepercayaan kepada mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri. Biarkan mereka mengungkapkan ide dan gagasan mereka, cita-cita dan harapan mereka , sebagai orang tua kita cukup mengawasi mereka dari kejauhan . Saat mereka kecil kita sudah menanamkan nilai-nilai dasar sebagai pegangan hidup mereka dan setelah mereka remaja kita lihat apakah nilai-nilai yang kita tanamkan itu dipergunakan atau tidak oleh mereka.

Kita berikan ruang dan kesempatan kepada mereka untuk mengekspresikan diri mereka sendiri dan menemukan jati diri mereka kita cukup mengawasi, membimbing dan mengarahkan mereka tetapi jangan memaksakan kehendak kita kepada mereka, Karena mereka punya kehendak dan cita-cita yang mereka ingin wujudkan yang mungkin saja tidak sejalan dengan pemikiran kita. 

Apakah kita akan langsung menentang keinginan mereka ? . Saya rasa sebaiknya kita berikan mereka kesempatan untuk mengemukakan ide dan gagasan mereka, kita lihat apakah apa  yang mereka lakukan akan membahayakan mereka atau tidak satu hal yang bisa kita lakukan adalah memberikan pandangan dan pilihan. Jika dia melakukan hal ini maka akibatknya akan seperti ini dan jika dia melakukan hal itu maka resiko yang akan dia tanggung seperti itu.

Jadi mereka akan tahu bahwa setiap hal yang mereka lakukan akan berdampak kepada diri mereka sendiri sehingga mereka harus berpikir baik-baik sebelum menentukan pilihan karena jika mereka sudah memilih jalan yang ingin mereka lalui maka resikonya akan mereka rasakan sendiri. 

Dan jika anak kita gagal dalam mencapai tujuannya jangan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang mereka alami karena setiap orang pasti pernah menghadapi kegagalan. seorang ilmuan dan pengusaha suksespun memerlukan waktu untuk mencapai kesuksesan yang mereka raih dan yang terpenting adalah jangan pernah takut menghadapi kegagalan .

Kegagalan bukanlah aib atau hal yang memalukan tetapi merupakan proses dari pembelajaran kehidupan yang harus kita jalani , dari kegagalan itu kita akan belajar untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan dan berusaha untuk bangkit kembali. Anak-anak kita pun harus belajar menghadapi kegagalan dan bangkit dari kegagalan itu karena dari kegagalan itu mereka akan belajar untuk bertahan dan berusaha memperbaiki dirinya sendiri. 

Satu hal yang selalu saya ingat, kita tidak akan selamanya bisa menjaga anak-anak kita , karena suatu saat nanti pasti kita akan meninggalkan mereka dan melihat mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bisa bertanggungjawab bukan hanya kepada dirinya tetapi kepada keluarga , lingkungannya , Agamanya bahkan kepada Bangsa dan Negaranya.

Demikianlah catatan kecil saya, sampai jumpa di catatan selanjutnya. Salam...!!









Saturday, April 3, 2021

Anakmu Bukanlah Dirimu

 

Saya dan Putra Saya


Saya selalu teringat dengan puisi karya salah seorang Sastrawan Dunia yang bernama Khalil Gibran yang berjudul "Anakmu Bukan Milikmu"  berikut ini merupakan isi dari puisi beliau .


Anakmu Bukan Milikmu

Karya Khalil Gibran



Anak adalah kehidupan

Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu.

Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu

Karena mereka dikarunia pikirannya sendiri.


Berikan rumah pada raganya tetapi tidak jiwanya,

karena jiwanya milik masa mendatang

yang tidak bisa kau datangi

bahkan dalam mimpi sekalipun.


Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah 

menuntut mereka jadi sepertimu

sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan 

tidak tenggelam di masa lampau.


Kaulah busur,

dan anak-anakmu adalah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya

hingga anak panah itu melesat,

jauh serta cepat.


Meliuk dengan sukacita

Dalam Rentang Sang Pemanah , sebab Dia

Mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.


Dari puisi di atas jelas sekali sang Sastrawan ingin menyampaikan pesan kepada kita semua yang membacanya bahwa anak kita bukanlah milik kita seutuhnya, mereka memang lahir dari rahim kita dan tumbuh serta besar dalam pelukan kita tetapi mereka punya kehidupannya sendiri , mereka punya keinginan, pemikiran , cita-cita dan harapannya sendiri. 

Kadang kala kita pernah memiliki mimpi, cita-cita dan harapan yang tidak bisa kita wujudkan di masa remaja dulu dan kita berharap bahwa anak-anak kita bisa mewujudkan impian itu,  Tetapi kita lupa bahwa anak-anak kita bukanlah diri kita mereka memiliki jiwa dan pemikiran yang berbeda dari kita walaupun secara fisik mungkin banyak memiliki persamaan dengan kita orang tuanya.

Kita bisa memberikan pandangan dan bimbingan kepada mereka, tetapi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada mereka. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya pernah merasakan sendiri betapa tidak enaknya dipaksa untuk kuliah di jurusan yang tidak saya sukai. 

Karena saya tidak ingin ada konflik dengan orang tua, terutama Almarhum Ayah akhirnya saya mengikuti keinginan Beliau untuk kuliah di Fakultas Ekonomi walaupun batin saya menangis karena saya tidak tertarik dengan bidang itu. Dan saya menyelesaikan masa kuliah saya sesuai dengan waktunya. 

Namun bagaimana dengan anak-anak remaja yang lainnya ? saya rasa reaksi mereka pasti berbeda-beda ada yang mengikuti keinginan orang tuanya walaupun mereka kesal ada juga yang melakukan pemberontakan dengan malas mengikuti perkuliahan, jarang masuk kuliah dan sebagainya, hingga kuliah mereka tidak kunjung selesai.

Apalagi anak-anak remaja generasi saat ini, mungkin reksi mereka bisa lebih frontal dibandingkan dengan anak-anak remaja di zaman saya dulu. Karena pola didik generasi dulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Pada zaman remaja dulu kami tidak bisa membantah apa yang diucapkan orang tua karena pola didik mereka sangat keras . 

Sedangkan anak remaja generasi saat ini lebih terbuka untuk mengemukakan pendapat mereka kepada orang tuanya karena pola didik mereka yang berbeda baik di sekolah maupun di rumah . Orang tua saat ini lebih terbuka dan mau mendengarkan pendapat anak-anaknya sedangkan di masa remaja kami sulit sekali menyampaikan pendapat dan ide kami kepada orang tua.

Namun tidak semua orang tua saat ini yang terbuka pemikirannya , yang mau mendengarkan keinginan anak-anaknya karena masih banyak juga orang tua yang masih  mewarisi aturan dan pemikiran yang diterapkan orang tua mereka terdahulu. Mereka cenderung untuk memaksakan keinginannya kepada anak-anak mereka dan hal ini bisa menimbulkan konflik diantara orang tua dan anak.

Yang perlu dikhawatirkan adalah kesehatan mental anak-anak remaja ini karena tidak semua anak-anak remaja berani mengungkapkan keinginan mereka kepada orang tuanya apalagi jika orang tuanya masih bersikap otoriter dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan keinginan dan  pendapat mereka.

Jangan sampai mereka mencari pelarian dengan melakukan hal-hal yang negatif seperti mengkonsumsi minuman keras, narkotika, tawuran pelajar, dan sebagainya yang dapat merusak masa depannya sendiri. Oleh karena itu sebagai orang tua kita juga harus banyak belajar menghadapi remaja saat ini. Kita tidak bisa menerapkan apa yang sudah orang tua kita lakukan terhadap kita dulu karena masanya sudah berbeda. 

Apalagi saya sebagai Single Mother harus berusaha menjalani dua peran sebagai Ibu dan juga Ayah bagi putra semata wayang saya. Hal ini tidak lah mudah bagi saya untuk dilakukan oleh karena itu saya terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik bagi putra saya, karena kemampuan untuk menjadi orang tua yang baik tidak muncul begitu saja , semua harus dipelajari dan dipahami karen ilmu parenting akan kita dapatkan dari pengetahuan yang kita dapatkan serta pengalaman sebagai orang tua.

Karena itu teruslah belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi bagi putra putri tercinta karena mereka membutuhkan orang tua yang bisa memahami jiwa , pemikiran dan keinginan mereka.