Monday, January 25, 2021

Apakah Seorang Penulis Perlu Melakukan Penelitian atau Riset Sebelum Membuat Tulisan ?




Foto Koleksi Pribadi

Terus-terang saya sangat mengagumi novel-novel yang banyak menceritakan tentang suatu daerah atau negara baik itu yang ditulis oleh Penulis Indonesia maupun Penulis dari Luar Negeri. Contohnya "Laskar Pelang" karya Andrea Hirata yang banyak menceritakan tentang Pulau Belitung, kemudian "Bumi Cinta" karya Habiburrahman El Shirazy yang menggambil latar belakang negara Rusia dan masih banyak karya novel lainnya.

Kalau kita baca novel-novel ini rasanya kita dibawa masuk ke dalam ceritanya dan menjelajahi setiap daerah atau kota yang ada di dalam cerita tersebut. Misalnya novel Bumi Cinta saat menbaca novel ini saya seperti sedang berjalan-jalan di Kota Moscow merasakan dinginnya suhu di sana , merasakan lembutnya salju yang turun , bangunan kuno yang ada di kota itu dan jalan-jalan kecil di sudut Kota Moscow, semuanya serasa nyata bagi kita.

Setelah membaca novel ini saya berpikir, apakah penulisnya pernah berkunjung ke Kota Moscow karena penggambarannya begitu realistis bagi saya. Jika saya lihat riwayat perjalanan karier beliau, Habiburrahman El Shirazy pernah kuliah di Kairo, Mesir. Apakah beliau pernah berkunjung ke Rusia ? bisa iya bisa juga tidak, namun yang menarik perhatian saya adalah untuk membuat sebuah cerita menjadi realistis diperlukan daya imajinasi dan juga fakta serta data.

Untuk mendapatkan informasi yang aktual dan terpercaya seorang penulis harus melakukan penelitian terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan akurat, oleh karena itu menurut saya untuk membuat sebuah tulisan yang berkualitas seorang penulis harus melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum membuat sebuah cerita, opini apalagi karya ilmiah.

Yang menjadi pertanyaan seberapa besar dan dalam penelitian yang harus  dilakukan untuk membuat sebuah cerita atau opini ? kalau menurut saya tergantung pada kebutuhan si penulis itu sendiri. Jika ia ingin membuat ceritanya berkarakter dan kuat maka dia harus melakukan penelitian yang mendalam contohnya saja seperti membuat skenario drama atau film bertema sejarah. Walaupun film atau drama ini berupa karya fiksi namun latar belakang tahun, tempat, masa pemerintahan harus disesuaikan dengan sejarah yang ada. Penyimpangan terhadap sejarah akan menimbulkan kontra diksi dikalangan masyarakat oleh karena itu penulis harus berhati-hati dalam membuat sebuah cerita. 

Demikan juga untuk membuat sebuah opini, sebelum kita menyampaikan opini kita terhadap sebuah permasalahan yang harus kita lakukan adalah menunjukan fakta dan data yang aktual serta up to date atau data terbaru. oleh karena itu sebelum kita membuat opini ada baiknya kita melakukan penelitian terhadap topik yang akan kita bahas, walaupun penelitian dilakukan dalam sekala kecil tetapi kita dapat menunjukan kepada orang lain bahwa opini yang kita sampaikan memiliki dasar yang kuat karena berdasarkan informasi dan data yang akurat dan terpercaya.

Bagaimana caranya melakukan penelitian ? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan penelitian ? Apa metode penelitian yang dipergunakan ? semua itu akan kita bahas satu persatu  dilain kesempatan. Namun satu hal yang ingin saya garis bawahi adalah berkualitas atau tidaknya tulisan kita tergantung pada diri kita sendiri. Jika kita ingin tulisan kita berisi dan memiliki sebuah nilai maka kita harus melakukan riset atau penelitian terlebih dahulu. Karena penulis yang menulis tanpa memiliki persiapan yang baik maka akan menghasilkan sebuah karya yang kosong tanpa makna, apalagi jika kita mengcopy paste tulisan orang lain maka itu bukan seorang penulis namanya. 

Sampai jumpa diobrolan selanjutnya.... salam... 


 




No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^