Tuesday, December 14, 2021

Menikmati Pekerjaan Yang Kita Jalani Saat Ini


Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan bekerja di Perpustakaan Sekolah, karena dilihat dari latar belakang pendidikan saya yang S-1 Ekonomi Jurusan Akuntansi  , tetapi jalan hiduplah yang mempertemukan saya dengan Dunia Literasi. 

Pada awalnya saya ingin kuliah di Jurusan Bahasa Inggris , tetapi karena kemauan Orang Tua terutama Almarhum Ayah yang menginginkan saya bekerja di Kantor maka saya mengambil kuliah di Akademi Akuntansi, tujuanya biar cepat mendapatkan kerja ha..ha..ha..

Pada awalnya saya agak jengkel juga kuliah di jurusan itu  karena saya tidak terlalu menyukai bidang itu , karena jiwa saya di Bahasa bukan di Akuntansi. Tetapi karena saya ingin menyenangkan hati Orang Tua ya saya coba untuk kuliah di Akademi Akuntansi walaupun dengan setengah hati menjalaninya. 

Akhirnya Tahun 1998 saya lulus D-3 Akuntansi , tetapi saat saya lulus D-3 kondisi Ekonomi dan Keamanan di Indonesia saat itu tidak stabil dan kacau karena terjadi Krisis Ekonomi dan pecahnya kerusuhan Mei 1998. Dan sampai saat ini saya masih ingat dengan peristiwa itu dan berharap semoga generasi yang akan datang tidak pernah mengalami kondisi seperti saat itu. 

Akibat dari krisis ekonomi banyak perusahaan yang gulung tikar dan terjadi PHK besar-besaran dan saya akhirnya menganggur selama 1 tahun karena sulit mendapatkan pekerjaan setelah tamat D-3 Akuntansi. 

Karena melihat saya menganggur akhirnya Almarhum Ayah saya menyarankan saya untuk mengambil kursus Bahasa Inggris dan hal ini membuat saya sangat bahagia karena akhirnya saya bisa juga belajar Bahasa Inggris di salah satu Lembaga Kursus Favorit di Era saya waktu itu. 

Salah satu tempat favorit saya di tempat kursus Bahasa Inggris adalah Perpustakaanya, karena Lembaga Kursus Bahasa Inggris maka rata-rata bukunya berbahasa Inggris dan banyak novel-novel favorit saya yang mereka miliki. 

Oh ya, sejak kecil saya memang punya hobi membaca buku, mungkin kebiasaan ini saya dapatkan dari Almarhum Ayah saya, karena Beliau suka sekali membaca buku dan sering kali membawa saya  ke Toko Buku sewaktu saya kecil. Mungkin saya lebih sering jalan-jalan ke Toko buku dibandingkan  berjalan-jalan ke Taman Bermain. Jadi sejak kecil saya memang sudah akrab dengan buku dan senang sekali kalau pergi ke Perpustakaan Daerah dan betah berlama-lama di Perpustakaan.

Kembali ke cerita sebelumnya setelah menganggur dan kursus Bahasa Inggris, akhirnya ayah menyuruh saya untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Ya karena sudah terlanjur kuliah di jurusan itu akhirnya saya setuju untuk melanjutkan kuliah di jurusan yang sama pada tahun 1999. 

Namun, sebelum saya melanjutkan S-1 saya, Ayah meninggal di usia yang masih muda 48 Tahun, pada saat itu sempat saya berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah lagi karena faktor ekonomi, karena Ibu saya harus membiayai saya dan adik-adik. 

Tapi Allah SWT punya rencana lain untuk saya, akhirnya saya bisa melanjutkan kuliah S-1 saya sampai selesai dari uang peninggalan Almarhum Ayah, Uang itu tidak banyak tapi cukup untuk melanjutkan kuliah S-1 saya sampai tamat . Karena saya melanjutkan kuliah di kampus yang sama maka mendapatkan keringanan biaya kuliah masuk pada saat itu.

Setelah tamat kuliah, saya sempat bekerja di perusahaan swasta dan tak lama kemudian saya dilamar dan akhirnya menikah dan tidak bekerja. Namun pernikahan saya tak berlangsung lama karena banyak faktor penyebabnya. Setelah menjadi Single Parent dan tidak bekerja, saya mulai berpikir untuk kembali mencari pekerjaan karena tidak mungkin menggantungkan hidup pada keluarga saya karena anak saya semakin besar dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Akhirnya tahun 2009 saya mencoba untuk melamar bekerja di salah satu Sekolah Negeri di Jakarta Selatan, Alhamdulilah saya diterima bekerja di sana dan ditempatkan di Perpustakaan Sekolah. Kalau kalian ingin tahu gaji pertama saya bekerja saat itu Rp 800.000,- ( Delapan Ratus Ribu Rupiah). Bagi teman-teman mungkin gaji sejumlah itu sangat kecil tetapi bagi saya yang sangat membutuhkan pekerjaan saat itu uang sejumlah itu sangat berarti. 

Dan sampai saat ini saya sudah bekerja di sana selama 12 Tahun dan masih berstatus Honorer KKI. Selama bekerja di Perpustakaan Sekolah banyak suka dan duka yang saya alami dan lalui, namun karena saya mencintai buku dan dunia literasi maka saya menikmati pekerjaan yang saya jalani saat ini. 

Saya melihat semakin lama minat membaca dan berkunjung ke Perpustakaan Sekolah semakin menurun karena tehnologi terus berkembang sekarang kita bisa membaca buku tampa harus berkunjung ke perpustakaan karena semakin banyak ebook dan semakin mudahnya informasi yang didapatkan melalui internet, media sosial dan Search Engine .

Karena itu dengan semakin berkembangnya tehnologi dan pengetahuan maka perpustakaan juga harus  ikut berkembang, sekarang fungsi dari perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca buku saja tetapi harus berkembang sebagai pusat informasi dan data  serta tempat pelatihan. 

Karena itu tantangan ke depan semakin berat bagi perpustakaan sekolah karena itu  kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan itu , bukan hanya sarana dan prasarana saja yang harus dipersiapkan, Sumber Daya Manusia pun harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang ada .

Karena latar belakang pendidikan saya yang bukan dari Ilmu Perpustakaan maka ini menjadi tantangan besar bagi saya untuk bisa mengembangkan Perpustakaan Sekolah yang saya kelola saat ini, bagi saya ketika saya sudah masuk dan terlibat dalam pekerjaan itu maka saya harus berusaha mencintai pekerjaan itu dan menikmatinya sehingga seberat apapun masalah yang saya hadapi akan saya jalani dan hadapi karena inilah dunia kerja saya dan saya harus melaksanakan tugas dan tanggungjawab ini dengan sebaik-baiknya. 

Demikianlah curhat saya, semoga cerita dan pengalaman ini bisa menjadi sedikit motivasi buat teman-teman untuk berkarya dan mencintai pekerjaan yang teman-teman jalani saat ini. Sampai berjumpa di cerita selanjutnya , Salam...

 

Friday, October 1, 2021

Mengatasi Malas Menulis

 



Berdasarkan pengalaman pribadi, ada satu masa di mana saya merasa enggak ada keinginan sama sekali untuk menulis. Seperti saat ini saya lagi enggak ada mood untuk menulis rasanya seperti kehabisan ide untuk menulis, enggak tau apa yang mau ditulis, enggak ada semangat buat menulis dan sebagainya. 

Di saat seperti ini ada baiknya memang kita tidak memaksakan diri untuk menulis, tetapi jika ada date line menulis mau tidak mau harus menuliskan ha..ha..ha.., apalagi yang profesinya sebagai penulis full time harus punya cara tersendiri untuk mengatasi penyakit malas menulis ini.

Namun pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit cerita dan pengalaman saya saat menghadapi penyakit Malas Menulis ini,  mudah-mudahan bisa mengatasi penyakit malas menulis yang teman-teman alami.

Biasanya pada saat saya berada di titik puncak kejenuhan untuk menulis, saya hentikan kegiatan menulis saya untuk beberapa waktu,  nah disaat seperti ini saya biasanya manfaatkan waktu saya pergi ke toko buku untuk membeli buku-buku baru yang menarik buat saya baca, atau pergi ke perpustakaan umum untuk meminjam beberapa buku . Dulu saya sering main ke Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta sebelum masa Pandemi Covid 19, untuk meminjam buku-buku mereka karena saya senang belajar Bahasa Korea jadi saya suka sekali main ke perpustakaannya. Di sana selain kita bisa meminjam bukunya kita bisa juga meminjam CD Drama Korea original yang kita suka. Tapi sebelum menjadi anggota perpustakaan , kalian harus mendaftar sebagai anggota Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta terlebih dahulu, setelah kalian sudah menjadi anggota barulah kalian bisa mendaftar menjadi anggota perpustakaanya. 

Oh ya di Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta , selain ke perpustakaanya saya juga sering mengikuti kegiatannya seperti nonton Film Korea bareng , menghadiri Pameran Lukisan Dan Kaligrafi yang mereka selenggarakan dan masih banyak kegiatan lainnya. Selain berkunjung ke Pusat Kebudayaan Korean, saya sering menghabiskan waktu luang saya untuk nonton Film bersama anak saya, ngobrol bareng teman-teman kantor atau teman-teman main, dan sebagainya. 

Namun setelah masa pandemi seperti ini pasti kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena kondisinya seperti ini, untuk mengatasi kejenuhan saat menulis biasanya saya hentikan menulisnya dan saya baca buku novel atau komik atau buku-buku ringan lainnya. Selain itu saya biasanya memanfaatkan waktu untuk nonton Film atau Drama Korea yang saya suka. Kadangkala setelah kita baca novel, nonton film atau Drama ada ide baru untuk menulis . Yang terpenting adalah kita lepaskan beban pikiran kita sejanak, kita nikmati waktu luang kita untuk melakukan hal-hal yang kita gemari agar pikiran kita menjadi lebih santai dan tenang. 

Biasanya setelah pikiran kita lebih rileks dan tenang ide-ide baru untuk menulis akan bermunculan dan kita seperti mendapatkan energi baru untuk mulai menulis. Saya berharap menulis menjadi satu kegiatan yang menyenangkan buat kita karena kita bisa menyalurkan ide-ide kita melalui tulisan yang kita buat.  Dan untuk teman-teman yang menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah profesi saya berharapa agar mereka selalu memiliki energi dan ide-ide baru untuk tulisan mereka karena mereka pasti sudah memiliki jadwal yang ketat untuk menulis. 

Tetapi bagi kita yang menjadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang, ini merupakan waktunya bagi kita untuk meningkatkan kualitas tulisan kita, menulislah dengan segenap rasa yang kita miliki, menulislah dengan menggunakan hati dan pikiran kita dan menulislah berdasarkan fakta dan data yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Terutama jika kita menulis tentang satu kejadian maka kita harus menulis berdasarkan fakta dan data yang bisa dipertanggungjawabkan dan harus  dari nara sumbernya langsung. Jangan kita menulis berdasarkan asumsi atau perkiraan atau berdasarkan kata orang karena itu tidak bisa dipertanggungjawabkan keaslian datanya. 

Jadi kegiatan menulis adalah satu kegiatan menyenangkan , tetapi jangan biarkan tulisan kita menghancurkan reputuasi atau nama baik seseorang jika kita tidak benar-benar mencari informasi yang jelas mengenai orang tersebut. Karena Tulisan itu seperti sebilah pisau dia bisa bermanfaatkan dengan baik apabila digunakan dengan baik, tetapi dia bisa menyakiti seseorang jika kita salah dalam menggunakanya.

Sampai berjumpa dilain cerita, salam.. !


Sunday, September 19, 2021

Langkah-langkah Dalam Menyusun Skripsi (Bagian 1)

 



Beberapa buku yang dijadikan referensi dalam menyusun skripsi

Seperti dalam postingan saya sebelumnya mengenai "Bagaimana Cara Mudah Menyusun Skripsi"  maka dalam kesempatan ini saya akan berbagi cerita dan pengalaman mengenai langkah-langkah dalam menyusun Skripsi. Mungkin bagi teman-teman yang sudah terbiasa membuat Karya Ilmiah atau Skripsi  apa yang akan saya bahas dalam kesempatan ini merupakan hal biasa dan tidak ada yang istimewa, Tetapi bagi adik-adik dan teman-teman yang belum terbiasa untuk menulis karya ilmiah atau skripsi mungkin apa yang akan saya sampaikan dapat sedikit membantu mereka dalam menyusun skripsi yang sedang mereka buat.

Apa yang saya sampaikan pada teman-teman nantinya ini merupakan hasil dari pengalaman dan informasi yang saya dapatkan baik dari buku-buku referensi, diskusi , seminar mengenai penulisan. Dan saya akan membahasnya dalam beberapa bagian dan dalam gaya bahasa yang santai agar tidak terlalu membosankan untuk dibaca. 

Baiklah sebelum kita masuk ke dalam pembahasan mengenai Langkah-langkah Dalam Menyusun Skripsi ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu mengenai definisi skripsi .  Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya bahwa definisi Skripsi menurut Sugiyono adalah Karya Imliah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa, program sarjana (S1), sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana (Sugiyono 2014: 5). Menurut Hariwijaya dan Djaelani (dalam Hayati ,2008) Skripsi adalah tulisan ilmiyah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi program sarjananya.

Dari dua definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Skripsi merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa program sarjana berdasarkan hasil penelitian mandiri sebagai prasyarat untuk mendapatkan gelar akademik Sarjana (S1) yang disusun secara sistematik dan terstruktur. 

Menurut Sugiyono dalam bukunya yang berjudul Cara Mudah Menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi ada 4 kunci sukses dan cara mudah menulis Skripsi , Tesis dan Disertasi, selanjutnya Beliau menyingkat ketiga karya ilmiah dengan singkatan (STD). 4 Kunci tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Memahami Bidang yang diteliti
  2. Memahami Metode Penelitian 
  3. Memahami Pedoman Penulisan
  4. Menjalin hubungan baik dengan Pembimbing
Nah, kalau kita lihat 4 kunci sukses dan cara mudah menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi  (STD) yang disampaikan oleh Sugiyono, saya jadi teringat dengan postingan saya sebelumnya mengenai "Cara Mudah Menyusun Skripsi"  karena saya sudah membahas sedikit tentang hal ini hanya saja dalam penjelasan yang sangat sederhana.  Namun dalam kesempatan ini saya akan memaparkan apa yang disampaikan oleh Sugiyono dalam bukunya . (Sugiyono, 2014 :10-12)

Pertama : Memahami Bidang Yang diteliti 
Menurut beliau seorang Peneliti harus memahami bidang yang diteliti, kalau peneliti tidak memahami, maka akan sulit untuk menemukan permasalahan, menenetukan apa yangakan diteliti, ruang lingkup yang diteliti, membuat kerangka berpikir, menyusun instrumen penelitian, mengelompokan hasil penelitian, memberikan pembahasan terhadap hasil penelitian, memberikan, membuat kesimpulan dan saran.

Mata kuliah pembuatan skripsi, tesis dan disertasi dikerjakan pada semester akhir pada setiap program dengan harapan mahasiswa telah memahami apa yang diteliti, melalaui berbagai kegiatan perkuliahan dan seminar. oleh karena itu beliau mengharapkan sebelum melakukan penelitian mahasiswa perlu belajar melalui membaca, diskusi, seminar dan kegiatan akademik lainnya yang relevan, sampai memahami apa yang diteliti dan ruang lingkupnya. Seorang Peneliti yang tidak memahami bidang yang diteliti akan sulit untuk melakukan penelitian, bahkan bertanya saja tidak mampu. Beliau mengambil contoh mahasiswa program studi pendidikan akan sulit bertanya dalam bidang hukum, ekonomi, kedokteran dan lain-lain demikian sebaliknya. 

Kedua : Memahami Metode Penelitian
Karena penulisan Skripsi, Tesisi dan Disertasi (STD) dilakukan melalui penelitian maka mahasiswa juga harus memahami metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Dengan memahami metode penelitian , maka peneliti telah mempunyai peta jalan untuk bertindak melakukan penelitian dan menyusun laporannnya. Dengan menguasai metode penelitian, maka pekerjaan menulis skripsi, tesis dan disertasi 50% sudah selesai . Penelitian untuk penulisan skripsi, tesis dan disertasi adalah merupakan penelitian akademis. Dalam penelitian ini yang lebih diutamakan adalah cara dan metode penelitiannya yang harus benar. Oleh karena itu dalam penelitian akdemis diperlukan pembimbing agar cara-cara yang dilakukan tidak salah. Bila peneliti telah memahami metode penelitian yang digunakan, maka tugas pembimbing menjadi lebih ringan.

Ketiga : Memahami Pedoman Penulisan
Pada umumnya setiap perguruan tinggi telah memiliki pedoman penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi (STD).  Maka pedoman ini harus diikuti oleh setiap mahasiswa dalam melakukan penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Oleh karena itu maka mahasiswa harus memahami pedoman penulisan ini sebelum melakukan penulisan. Biasanya pedoman ini mangatur warna sampul, ukuran kertas, sistematika penulisan , ukuran dan jenis huruf , cara mengutip, cara memberikan nomor dan nama gambar, nomor dan nama tabel ,dan cara menuliskan daftar pustaka.

Keempat : Menjalin Hubungan Baik Dengan Pembimbing
Hubungan yang baik antara mahasiswa dan Pembimbing harus diciptakan sedemikain rupa, sehingga proses pembimbingan dan penulisan berjalan lancar, memenuhi standar dan cepat selesai.  Indikator kelancaran penulisan skripsi , tesis dan disertasi adalah tidak ada hambatan psikologis (tidak merasa takut dan tertekan) dan teknis pembimbingan. Memenuhi standar , berarti kualitan penulisan memenuhi mutu yang ditentukan. Indikator cepat adalah tidak meliebihi waktu yang sudah ditentukan.  

Hubungan yang baik dengan pembimbing akan terjadi apabila mahasiswa memiliki tatakrama dalam pembimbingan dan menguasai materi yang akan dikonsultasikan. Tatakrama ini terkait dengan caraberpakaian pada waktu bimbingan, prilaku pada proses pembimbingan dan gaya bicara pada saat berdiskusi. Pada saat bimbingan materi yang akan dikonsultasikan harus sudah dikuasai . Indikator pengusaan materi adalah setiap ditanya oleh pembimbing bisa menjawab dengan benar. Selain itu untuk menjalin hubungan yang baik maka mahasiswa juga harus memahami profil pembimbingnya. Dengan memahami profil pembimbingan maka strategi yang dipilih untuk bimbingan lebih tepat.

Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kunci dan cara mudah untuk menyusun Skripsi, Tesis Dan Disertasi (STD) menurut Sugiyono adalah seorang mahasiswa harus memahami bidang apa yang akan dia teliti jadi sebelum dia melakukan penelitian dari awal dia sudah tau apa yang akan dia teliti , tujuan dari penelitian tersebut , batasan penelitianya  dan mengusai bidang yang akan dia teliti, setelah dia menahami  semuanya maka selanjutnya dia harus memahami metode penelitian yang akan dia gunakan dalam peleitian tersebut, jika dia tidak menguasai metode penelitian yangakan diagunakan maka dia akan mengalami kesulitan dalam memetakan penelitiannya. 

Oleh karena itu penting sekali bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian untuk membaca buku referensi mengenai metode penelitian yang akan digunakan dan menggali informasi sebanyak banyaknya mengenai metode penelitian tersebut. Setelah dia memilih metode penelitiannya maka langkah selanjutnya adalah memahami metode penulisan, seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya bahwa setiap univeristas memiliki aturan tersendiri dalam penyusunan skripsinya maka perlu kita mencari tahu bagaimana metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan skripsi kita nanti setelah kita tahu maka akan sangat membantu kita saat pelaksaanya kelak. 

Dan yang terakhir adalah karena ini merupakan penelitian akademis maka kita akan mendapatkan bimbingan dari Dosen yang telah kita pilih atau dipilihkan oleh universitas , penting sekali menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing agar proses bimbingan kita berjalan dengan lancar. Ada baiknya sebelum kita memilih dosen pembimbing yang akan membimbing kita dalam penyusunan skripsi nanti kita pahami profil mereka terlebih dahulu , kapan  waktu beliau ada di kampus , bagaimana karakternya dan sebagainya, sehingga kita bisa menentukan mana dosen pembimbing yang pas untuk kita.

Tetapi jika dosen pembimbinya ditentukan oleh univerisitas maka mau tidak mau kita harus menerima siapapun yang akan memebimbing kita nantinya. Setelah kita sudah tahu siapa yang akan membimbing kita maka kita pelajari profil beliau, karakternya, kapan waktu beliau ada dikampus dan bagaimana cara menghubungi beliau sehingga kita bisa memepersiapkan diri kita saat melakukan bimbingan . Penting sekali bagi kita menjaga tatakrama, cara berpakaian kita dan sikap kita saat menemui dosen pembimbing  dan yang tak kalah pentingnya dadalah kita harus menguasai materi apa yang akan kita diskusikan dengan dosen pembimbing kita agar waktu yang kita pergunakan dalam bimbingan benar-benar efektif dan efisien.

Nah, teman-teman saya rasa demikian dulu pembahasan saya mengenai langkah-langkah dalam menyusun skripsi  bagian pertama, Insya Allah akan saya bahas pada pembahasan selanjutnya. semoga cerita dan pengalaman ini bermanfaat untuk teman-teman yang sedang menyusun skripsi ya , sampai jumpa dan salam ...!


Daftar Pustaka 

Sugiyono, 2014 , Cara Mudah menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi , Bandung : Alfabeta, cv
https://www.e-jurnal.com/2013/10/pengertian-skripsi.html


Wednesday, September 15, 2021

Hidup Tidak Selalu Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan

Foto Koleksi Pribadi 


Setiap individu pasti punya cita-cita dan harapan yang ingin dicapai. Sejak kecil kita punya mimpi dan keinginan yang ingin kita raih, menjadi seperti orang yang kita idolakan dan sebagainya. Namun dengan bertambahnya usia kita dengan begitu banyaknya pengalaman hidup yang kita rasakan dan alami mulai dari masa kanak-kanak, remaja,  hingga beranjak dewasa lama-kelamaan impian dan harapan kita mengalami perubah. 

Waktu anak-anak begitu banyak impian dan harapan kita yang ingin kita raih dan capai.  Kita ingin cepat dewasa sehingga kita bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Setelah beranjak remaja kita merasakan begitu banyak pengalaman baru yang akhirnya membuat mimpi kita dimasa kecil menjadi buyar, saat remaja kita sudah mulai tahu dan belajar menghadapi realita kehidupan yang dihadapi. 

Bersyukur sekali jika masa anak-anak dan remaja kita baik-baik saja, semua keinginan kita bisa diwujudkan oleh Orang Tua Kita, tetapi bagaimana dengan para remaja yang keadaan ekonomi keluarganya menengah ke bawah ?. Kita tidak bisa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan dengan mudah, contohnya saja untuk membeli tas baru kita harus menunggu saat Ayah kita punya dana lebih untuk membelinya. Kita belajar untuk bersabar dan menunggu, memang agak menyedihkan karena mungkin harga tas itu tidak seberapa mahal bagi mereka yang memiliki keuangan lebih. Tetapi bagi keluarga menengah ke bawah membeli tas baru, sepatu baru, baju baru, Smartphone baru memerlukan dana yang lebih dari yang mereka miliki.

Jika kita dari remaja sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini maka hal ini akan berpengaruh pada pola pikir dan kejiwaan kita, kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus belajar bersabar dan menerima kenyataan bahwa "Hidup Tidak Selalau Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan" .  Ada beberapa reaksi dari anak remaja ini ketika mereka dihadapkan pada kondisi seperti ini ada yang menerima dengan pasrah kondisi seperti ini, namun ada juga yang merasa bahwa hidup ini  tidak adil bagi mereka, dan mereka melakukan pemberontakan terhadap kondisi ini. 

Satu contoh saja, ini saya ambil dari kejadiaan saat saya SMP dulu, jadi setelah pulang sekolah Saya bersama sahabat saya diajak salah satu teman kelas untuk jalan-jalan ke Mall yang tidak jauh dari sekolah dan rumah saya, kejadian itu sekitar tahun 1991 an lah, eranya Dilan ya ha..ha..ha.. . Saya sih senang aja diajak jalan-jalan ke Mall walaupun enggak beli apa-apa  cuma liat-liat doang ha...ha..ha.. .

Singkat cerita kami bertiga jalan-jalan mengelilingi Mall, melihat lihat baju , sepatu , tas dan kami mamapir di salah satua bagian mall yaitu dibagian alat tulis dan buku bacaan. Karena saya suka baca maka saya senang banget ke situ karena saya ingin lmeihat Komik dan Novel terbaru , dua teman saya yang lainnya berpencar melihat barang-barang dan pernak-pernik kebutuhan sekolah lainnya.  Setelah kami merasa lelah akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena kondisinya sudah mulai sore. Namun saat kami berjalan menuju pintu keluar Mall tiba-tiba kami dihentikan oleh Petugas Keamanan Mall.

Saya dan teman dekat saya merasa bingung kenapa kami tidak boleh pulang , sedangkan teman saya yang mengajak kami berdua pergi ke Mall hanya diam saja, Sahabat saya yang cukup berani bertanya kepada Petugas Keamanan "Mengapa kami tidak boleh pulang ? " .Dan Petugas Keamanan menjawab bahwa salah satu dari kami ada yang mencuri.  Karena kami berdua tidak merasa mencuri kami marahlah sama Petugas Keamanan itu dan kami menjawab bahwa kami tidak mencuri apapun. 

Akhirnya kami bertiga dibawa ke Ruang Keamanan dan diminta untuk mengeluarkan isi tas kami, karena saya dan teman saya tidak meraka mencuri kami ikuti saja apa perintah dari Petugas Keamanan itu , perasaan kami saat itu tentu saja marah dan kesal karena kami merasa tidak mencuri, namun teman saya  yang satunya dari tadi diam aja enggak ngomong apa-apa , ekspresi wajahnya ketakutan tapi dia enggak memberikan komentar apa-apa. 

Satu demi satu tas kami diperiksa oleh Petugas Keamanan dan mereka tidak menemukan barang yang mereka cari di tas saya maupun tas sahabat  saya, namun setelah mereka menggeledah tas teman saya yang satunya lagi, mereka menemukan barang yang dicuri, teman-teman mau tau apa yang teman sekolah saya ambil waktu itu ? hanya satu bingkai foto saja. Saya tidak mengerti kenapa dia mencuri bingkai foto itu mungkin dia ingin membelinya tetapi tidak punya uang untuk membelinya. 

Setelah saya dewasa dan kembali mengingat kejadian waktu itu saya berpikir mungkin bagi sebagian orang yang memiliki keuangan yang lebih harga bingkai itu tidak seberapa dan bisa dibeli dengan mudah, tetapi bagi mereka yang memiliki keuangan menengah ke bawah membeli barang seperti itu bisa menjadi sebuah pemborosan , lebih baik membeli kebutuhan sehari-hari dari pada membeli satu bingkai foto saja. Orang dewasa mungkin punya pemikiran seperti itu , tetapi bagi remaja yang dalam masa puberitas hal seperti ini bisa menjengkelkan bagi mereka .

Kenapa saya enggak boleh beli bingkai foto itu ? , kenapa orang tua saya tidak bisa memenuhi keinginan saya ? semua pertanyaan berkecamuk di dalam dadanya. Karena keinginan besar untuk memiliki bingkai foto itu sangat kuat akhirnya dia mencuri. Setelah ketahuan siapa yang mencuri akhirnya saya dan sahabat saya diizinkan untuk pulang dan teman saya yang satunya lagi ditahan di ruang keamanan dan sepertinya Petugas Keamanan akan menghubungi Orang Tua teman saya itu.
Saya tidak tahu lagi kelanjutannya karena sejak kejadian itu saya dan sahabat saya tidak lagi berteman dengannya. Karena kami takut jika kami pergi dengannya lagi kami akan menghadapi masalah yang sama lagi.

Dari cerita saya di atas bisa kita simpulkan bahwa Hidup ini merupakan satu perjalanan yang singkat di mana dari perjalanan itu kita menemukan banyak hal dan peristiwa. Pada saat kita balita dan anak-anak mungkin hidup ini terasa begitu indah dan menyenangkan , tetapi setelah kita memasuki masa remaja hingga dewasa kita mulai dibenturkan pada kondisi dan situasi yang ada, kita belajar untuk menerima keadaan , kita belajar untuk bersabar, kita belajar bahwa tidak semua orang itu baik banyak juga orang yang memiliki pemikiran dan niat yang buruk terhadap kita, kita belajar untuk menerima kegagalan, kita belajar menerima kekecewaan karena penghianatan dan sebagainya. 

Semua rangkaian kejadian itu pada akhirnya membentuk cara pandang,  pola berpikir serta sikap kita saat ini. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang melakukan tindakan kriminal atau tindakan negatif lainnya karena mungkin mereka tidak bisa menerima keadaan yang mereka hadapi, atau mereka mencoba keluar dari permasalah mereka namun dengan cara yang salah. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita, membimbing kita , menjaga kita dan menunjukan mana jalan yang benar kepada kita , karena tanpa Bimbingan dan PetunjukNya kita bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Pengendalian diri itu sangat penting, membangun kesadaran diri sangat diperlukan. Orang yang berilmu juga harus beriman agar ada yang menguatkan diri kita, ada yang mengingatkan kita kalau kita mulai menyimpang dari jalan yang benar, 

Demikianlah sekedar cerita dan pengalaman saya, semoga ada hal yang bisa teman-teman ambil hikmahnya dari cerita di atas. Sampai bertemu di cerita selanjutnya, salam !



Tuesday, September 14, 2021

Sekedar Berbagi Cerita Dan Pengalaman

Koleksi Foto Pribadi

 

Sejak saya mengurangi aktivitas saya di dunia Blogger , otomatis kegiatan menulis saya semakin berkurang karena saya tidak banyak memiliki bahan tulisan yang ingin saya posting di Blog saya, tapi lama-kelamaan saya merasa kemampuan menulis saya semakin berkurang karena jarang menulis lagi. Oleh karena itu sejak awal tahun 2021 saya berusaha untuk mulai menulis lagi.

Untuk mulai menulis lagi ternyata tidak mudah , karena saya harus menentukan topik apa yang ingin saya tulis dan topik apa yang menarik untuk ditulis. Karena latar belakang pendidikan saya adalah Sarjana Ekonomi seharusnya saya menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan Bidang Ekonomi. Tetapi karena saya lebih berminat pada Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya , Seni , maka tulisan saya menjadi lebih bervariasi, namun tetap saja gaya penulisan yang formal tidak bisa dihilangkan , karena saya terbiasa menulis Makalah dan Karya Nonfiksi lainnya.

Yang perlu teman-teman ketahui adalah saya menulis di Blog untuk sekedar berbagi cerita dan pengalaman saya. Saya bukanlah Dosen atau Guru , saya hanyalah karyawan biasa yang bekerja di salah satu SMP Negeri di Jakarta yang bertugas Mengelola Perpustakaan. Pekerjaan saya mungkin tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, namun karena saya suka membaca maka saya senang saja dapat bertugas di Perpustakaan walaupun hanya di Perpustakaan Sekolah yang ruang lingkupnya kecil dan sederhana. 

Namun hal ini menjadi tantangan buat saya untuk bisa memajukan Perpustakaan Sekolah, dan merubah pandangan orang mengenai Perpustakaan itu sendiri. Dan ini merupakan pekerjaan rumah buat saya dan saya rasa untuk melakukan hal ini saya sangat membutuhkan kerjasama dan dukungan dari Warga Sekolah khususnya dan Masyarakat sekitar pada umumnya.

Kembali lagi pada obrolan kita di awal, jadi apa yang saya tulis di blog ini merupakan cerita dan pengalaman saya baik yang saya dapatkan dari pelatihan, mengikuti seminar, buku-buku referensi maupun pengalaman pribadi. Teman-teman juga bisa memberikan pendapatnya atau berbagi pengalaman , mengenai hal apa saja yang saya bahas di blog ini  melalui kolom komentar , karena di sini kita saling berbagi pengalaman dan cerita, saya bukanlah orang yang lebih tahu atau ingin Sok tau tapi saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman saya dengan teman-teman.

Mungkin teman-teman juga punya pengalaman menarik contohnya Bagaimana Menyusun Proposal Skripsi yang mudah ? atau pengalaman lainnya yang bisa di share silahkan saja dengan senang hati saya akan menanggapinya . Atau mungkin kita akan membahas tentang Drama Korea atau Film-film yang sedang menjadi topik hangat saat ini ? , boleh-boleh saja.

Semoga kedepannya semakin banyak hal yang bisa saya bagi dan ceritakan kepada teman-teman , mudah-mudahan hal ini bisa menjadi satu bahan referensi untuk teman-teman nantinya dan ini juga merupakan pekerjaan rumah lagi bagi saya untuk terus memperluas pengetahuan dan ilmu saya sehingga kita bisa saling berbagi cerita dan pengalaman.  Amin...

Kalau begitu sampai jumpa dicerita selanjutnya ya , Salam...






Sunday, September 12, 2021

Bagaimana Cara Mudah Menyusun Skripsi ?

Berdasarkan Foto Pribadi

Terus terang tidak mudah untuk membuat Karya Ilmiah seperti Makalah Tugas Kuliah , Makalah sebagai persyaratan Kenaikan Pangkat Bagi Pegawai Negeri Sipil , Jurnal , apalagi Skripsi , Tesis dan Disertasi. Masing-masing Karya Ilmiah ini memiliki tujuan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda . Kalau Karya Ilmiah berupa Tugas Kuliah mungkin tingkat kesulitannya tidak begitu besar dan pembahasannya tidak terlalu berat, Sedangkan Makalah untuk kenaikan pangkat bisa diambil temanya dari aktivitas kesehariannya di tempat bertugas topiknya bisa beragam tergantung dengan si Pegawai Negeri tersebut menguasai bidang apa .

Nah yang cukup sulit menurut saya adalah untuk menulis Jurnal, Skripsi apalagi Tesis dan Desertasi karena pembahasannya cukup berat mulai dari pemilihan judul, penentuan metode penelitian apa yang akan digunakan , membuat layout penelitian , hingga pembuatan proposal penelitian. Apabila Proposal Penelitian sudah disetujui oleh Pihak Universitas maka penelitian baru bisa dilakukan.

Sampai saat ini saya masih terus mencari bagaimana cara mudah untuk menyusun karya ilmiah, oleh karena itu perlu bagi kita untuk mencari buku-buku refensi yang bisa membantu kita untuk menemukan cara yang mudah untuk menyusun karya ilmiah. Salah satu buku yang saat ini masih saya pelajari adalah buku yang berjudul "Cara Mudah Menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi" Karya Prof. DR. Sugiyono. 

Secara umum Skripsi, Tesis dan Disertasi oleh Sugiyono didefinisikan sebagai Karya Tulis Imiah yang bersifat narasi yang disusun berdasarkan hasil penelitian mandiri guna untuk memperoleh gelar akademik (Sugiono 2014 : 6) . Jadi kalau Skripsi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program sarjana (S1), sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana. Sedangkan Tesis adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program magister (S2) sebagai syarat untuk memperoleh gelar magister, selanjutnya Disertasi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program doktor (S3) , sebagai syarat untuk mendapat gelar doktor ( Sugiyono 2014 : 5).

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Skripsi, Tesis dan Disertasi merupakan karya Tulis Imiah yang disusun berdasarkan penelitian mandiri yang hasilnya akan paparkan di depan tim penguji untuk mendapatkan pengesahan dari tim penguji sehingga dia berhak mendapatkan gelar akademik tersebut. Jadi tentu saja proses pembuatannya lebih rumit dari karya ilmiah yang biasa. 

Karena tingkat kesulitannya cukup tinggi maka tidak jarang banyak mahasiswa yang gagal dalam menyusun Skripsi dan Tesis ini, karena mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mencari bahan penelitian , penggunaan metode penelitian , pengolahan data penelitian yang didapatkan dan banyak juga mahasiswa yang tidak suka menulis dan membaca buku-buku referensi yang mendukung penelitiannya.  Apalagi yang bekerja sambil kuliah menurut saya tidak mudah untuk mengatur waktu antara bekerja dan melakukan penelitian . Jadi saran saya bagi yang kuliah sambil bekerja mungkin bisa menjadikan tempatnya bekerjanya  sebagai tempat  penelitian dan mencari data-data penelitian karena ini bisa mengefektifkan waktu juga.

Sedangkan bagi mahasiswa yang tidak bekerja pasti lebih banyak waktu untuk melakukan penelitian , saran saya carilah judul penelitian yang kita kuasai temanya, pelajari dan kuasai metode penelitian yang akan kita gunakan dalam penelitian tersebut karena itu kita memang harus banyak membaca dan mencari informasi mengenai metode penelitian yang akan  dipergunakan . 

Seringkali kita idealis ingin mencari Judul Skripsi yang berbobot temanya, tetapi satu hal yang harus kita pahami apakah kita bisa mencari data-data untuk mendukung penelitian kita nanti , jangan sampai karena kita idealis memilih judul atau tema yang "berat" akan mempersulit kita dalam mencari data untuk penelitian. Saran saya untuk membuat Skripsi ada baiknya mencari tema dan judul yang tidak terlalu sulit untuk mencari datanya. 

Selain itu kita juga harus sering-sering datang ke Perpustakaan Universitas untuk mencari bahan referensi, kita juga bisa baca-baca Skripsi yang sudah dipublikasikan untuk melihat cara penyusunannya sehingga kita punya gambaran seperti apa skripsi yang akan kita buat nanti dan bagaimana pengolahan datanya .  

Kalau kita sudah punya gambaran bagaimana cara penyusunannya maka akan mempermudah kita untuk pembuatan layout Skripsi yang akan kita susun, Yang perlu kita perhatikan bahwa Skripsi ini merupakan karya mandiri kita maka keasliannya sangat penting. Karena itu tunjukanlah kemampuan kita dalam membuat Skripsi ini dengan baik jika kita sudah melakukan usaha yang besar serta kerja keras  saya yakin kalian akan mendapatkan nilai yang sepadan dengan perjuangan kalian. Selamat Berjuang ya.. 




Thursday, September 9, 2021

Pentingkah Menguasai Metode Penelitian Yang Akan Digunakan Dalam Membuat Karya Imiah ?

 

Foto Koleksi Pribadi
Buku-Buku Referensi Dalam Membuat Karya Imiah

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa sejak SMP saya sudah belajar membuat karya ilmiah walaupun dalam bentuk yang masih sangat sederhana dan terbatas topiknya. Namun kebiasaan menulis karya ilmiah terus berlanjut hingga saya SMA, Kuliah dan sampai sekarang.

Bahkan ketika saya SMA saya sering diminta tolong untuk membantu teman-teman saya yang sudah duduk dibangku kuliah dalam menyusun karya ilmiah mereka. Buat saya ini pengalaman yang luar biasa walaupun tidak banyak yang saya lakukan seperti membantu mengetik dikomputer, karena kemampuan mengetik saya lumayan lancarlah ha..ha..ha... , tetapi dari sinilah saya belajar secara langsung bagaimana menyusun sebuah karya ilmiah seperti Makalah tugas kuliah,  Skripsi dan Jurnal. Dan pengalaman ini sangat berguna sekali saat saya mulai kuliah karena saya sudah terbiasa membantu teman-teman saya jadi sedikit banyak saya sudah mengerti cara menyusunnya. Dan setelah saya bekerja ilmu ini masih berguna karena ada beberapa teman kantor yang juga minta saran dan pendapat saya dalam menyusun karya ilmiah mereka. 

Berdasarkan pengalaman saya dalam membantu teman-teman ingin membuat karya ilmiah seperti makalah , Skripsi dan Jurnal sebelum menyusun hal yang paling terpenting yang harus kita lakukan adalah menentukan Judul dan Tema makalah, Skripsi dan Jurnal yang akan kita buat. Saran saya untuk teman-teman yang saat ini bekerja sambil kuliah dan sedang menyusun skripsi ada baiknya memilih judul dan tema Skripsi yang sesuai dengan bidang yang sedang kita geluti saat ini .  Apalagi jika kita bekerja sesuai dengan Jurusan yang kita ambil itu akan sangat membantu kita dalam mengambil judul atau tema skripsi yang akan kita susun.

Syukur-syukur jika tempat kita bekerja bisa dijadikan tempat untuk melakukan penelitian tentu saja dengan mengikuti prosedur dalam pengajuan lokasi penelitian, jika memenuhi syarat mungkin kita bisa mengajukan permohonan untuk melakukan penelitian di sana. Jika pihak kantor tidak keberatan dengan judul dan tema skripsi kita  mungkin kita bisa memulai melakukan penelitian di sana. 

Jadi sekali lagi penentuan judul dan tema Skripsi atau Jurnal yang akan kita buat itu sangat penting sekali pilihlah judul dan tema yang kita kuasai karena jika tidak kita kuasai akan menyulitkan kita nanti dalam penyusunannya. Setelah kita menentukan judul atau topik penelitian selanjutnya adalah membuat kerangka karangan , tujuan dari membuat kerangka karangan adalah agar isi dari skripsi atau jurnal yang akan kita buat ini jelas dan terstruktur dengan baik.  

Biasanya setiap Universits memiliki standar dalam penyusunan Skripsi , Tesis atau Jurnal mereka jadi ada baiknya sebelum teman-teman membuat proposal skripsi teman-teman mengunjungi perpustakaan kampus untuk mencari referensi cara penyusunan proposal dan Skripsi yang sesuai dengan standar Universitas teman-teman.  Dengan melihat contoh Skripsi yang sudah dipublikasikan di Perpustakaan Universitas akan memberikan gambaran kepada kita bagaimana membuat kerangka karangan dan menyusun Proposal Skripsi yang akan kita ajukan. 

Selain itu yang tidak boleh kita abaikan kita harus menentukan terlebih dahulu metode penelitian apa yang akan kita gunakan dalam penelitian tersebut, ada baiknya sebelum melakukan penelitian kita pelajari dulu metode penelitian yang ada baik itu Metode Penelitian Kuantitatif  maupun Metode Penelitian Kualitatif. Kita baca buku refrensi mengenai metode penelitian tersebut dimana kelebihan dan kekurangannaya . Dan kita menilai mana kira-kira metode penelitian yang kita kuasai dan bisa kita pergunakan dalam penelitian yang akan kita lakukan .

Penting sekali kita mengetahui dan menguasai metode penelitian apa yang akan kita gunakan karena metode penelitian tersebut akan kita jadikan pedoman dalam penyusunan skripsi yang akan kita buat , jika kita tidak menguasai metode penelitian yang akan kita gunakan akan menyulitkan kita pada saat kita melakukan pengolahan data yang kita dapatkan dari penelitian . Ada beberapa bidang ilmu yang bisa menggunakan metode penelitian Kuantitatif dan Kualitatif  jadi kita bisa memilih salah satu metode penelitian yang paling kita kuasai , tetapi ada beberapa bidang ilmu yang hanya bisa menggunakan metode penelitian Kuantitatif saja  atau Kualitatif saja. 

Jadi dari disiplin ilmu yang kita ambil bisa kita bisa lihat apakah penelitian yang kita lakukan ini bisa menggunakan kedua metode itu sehingga kita bisa memilih salah satunya, atau bisa kita mau menggunakan kedua metode tersebut dalam penelitian kita ? terserah pada teman-teman sendiri, tetapi saran saya pilihlah salah satu metode penelitian yang kita kuasai karena kita masih pemula jadi belum menguasai kedua metode itu dengan baik .

Setelah kita menentukan judul atau tema Skripsi , kemudian metode penelitian apa yang kita buat barulah kita membuat krangka karangan atau layout yang akan kita jadikan panduan dalam menyusun proposal skripsi yangakan kita ajukan. Saya rasa jika proposalnya sudah disusun dengan baik Insya Allah proposal Skripsi kalian bisa lolos dan kalian bisa melanjutkan menyusun skripsi kalian.  Pesan saya jangan pernah putus asa ya jika proposal kalian di tolak susun lagi yang baru dengan isi yang lebih baik lagi, jika kalain mengerjakan dengan optimal Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar, selamat berjuang ya... Semangat!!




Monday, September 6, 2021

Menulis Karya Ilmiah

 


Saya tidak ingat betul sejak kapan Saya mulai suka menulis karya ilmiah, tetapi seingat Saya sejak SMP dulu Saya seringkali mendapatkan tugas untuk membuat makalah , sebenarnya ini merupakan tugas kelompok namun karena saya seringkali kebagian kelompok yang anak-anaknya tidak suka menulis akhirnya saya terpaksa membuat makalah itu sendirian demi mendapatkan nilai dari Guru.

Kalian pasti tau kan rasanya dalam kondisi seperti itu, antara jengkel, marah tetapi tugas itu harus dikerjakan juga, untungnya Saya memiliki Ibu yang bekerja sebagai Sekertaris di Sebuah BUMN,  jadi dari Beliaulah Saya belajar bagaimana  cara menyusun sebuah makalah dan membuatnya .  

Pada masa SMP dulu, sekitar tahun 1990an saya belum mengenal komputer karena pada masa itu komputer merupakan barang mewah dan hanya kantor-kantor saja yang baru menggunakan komputer.  Jadi saya belajar membuat makalah itu dengan menggunakan mesin tik biasa . Kalian biasa membayangkan bagaimana mengetik dengan menggunakan mesin tik biasa apalagi bagi pemula seperti saya, banyak sekali kesalahan yang saya buat saat mengetik makalah tersebut.

Berapa banyak kertas yang saya buang untuk mengetik satu halaman saja. Namun walaupun kondisinya seperti itu bagi saya itu merupakan pengalaman yang sangat berharga , karena saya  banyak belajar mengenai  bagaimana cara membuat makalah dengan baik dan sesuai dengan ketentuannya. Sebelum menyusun sebuah makalah yang terpenting adalah membuat kerangka karangan atau layoutnya. 

Saya sangat berterimakasih kepada Ibu saya , karena dari Beliaulah saya belajar bagaimana cara membuat kerangka atau layout sebuah karya Ilmiah mulai dari pemilihan judul, Kata Pengantar , kemudian apa saja yang dimuat dalam Daftar Isi hingga isi dari karya ilmiah itu sampai Daftar Pustaka.  Bagi saya pengetahuan yang diberikan oleh Ibu saya merupakan fondasi dasar dalam menyusun sebuah karya ilmiah yang lebih rumit lagi seperti Skripsi, Tesis dan Jurnal.

Selain itu dari Beliau saya belajar untuk membuat konsep sebuah tulisan yang berstruktur, dan bagaimana cara menyusun konsep itu menjadi sebuah tulisan yang utuh, saya juga belajar bagaimana mencari referensi dari berbagai sumber terutama buku referensi yang ada di perpustakaan.  Pada masa saya mulai belajar membuat karya ilmiah atau makalah saya masih mengandalkan sumber referensi dari buku-buku yang ada perpustakaan Daerah maupun Perpustakaan Nasional. Pada masa itu belum ada internet seperti saat ini , kami tidak akan bisa mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya jika kita tidak mencarinya di Perpustakaan. 

Karena itulah saya sangat betah berlama-lama di Perpustakaan , karena untuk membuat sebuah makalah diperlukan banyak referensi dan kita harus bisa menulis dengan cepat dan mencari intisari dari buku yang kita baca karena ada beberapa buku referensi yang hanya bisa kita baca di perpustakaan saja. Jadi saya harus bisa mencari poin-poin mana yang bisa saya ambil untuk memperkuat karya ilmiah yang saya buat. 

Kadang kala saya merasa iri dengan anak-anak zaman sekarang karena segala fasilitas sudah disediakan bagi mereka , mereka bisa mencari informasi dengan mudah dengan menggunakan internet dan melalui Mesin Pencari seperti Google , Yahoo dan sebagainya . Dan saat ini sudah ada juga Perpustakaan Digital dimana kita bisa meminjam buku tanpa harus pergi keperpustakaan. Namun sayangnya kemudahan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bahkan tak jarang ada beberapa orang yang memanfaatkan kemudahan ini dengan mencopy paste hasil karya ilmiah orang lain yang dipublikasikan melalaui internet. Kebiasaan seperti ini bukanlah hal yang baik karena ini dapat mematikan kreativitas yang kita miliki.

Saya yakin setiap pelajar dan  mahasiswa memiliki kemampuan untuk membuat sebuah karya ilmiah, makalah atau Skripsi  tinggal  ada atau tidaknya keinginan untuk membuatknya. Saat ini zaman sudah banyak berubah kalian tidak perlu lagi menggunakan mesin tik untuk membuat karya ilmiah atau makalah karena saat ini sudah ada leptop, komputer, tablet yang bisa kalian gunakan untuk menyusunnya. Untuk mencari sumber referensi juga sangat mudah dan banyak kalian bisa melakukannya dari rumah tanpa harus cape-cape mengunjungi perpustakaan, tetapi bagi saya perpustakaan merupakan termpat terbaik untuk mencari sumber refensi karena saya tumbuh di era yang berbeda dengan kalian. 

Jadi buat adik-adik yang sedang menyusun Makalah, Karya Imiah dan Skripsi selamat berjuang, saya yakin kalian bisa membuatnya tanpa mengcopy paste Karya IImiah dan Skripsi yang sudah dipublikasikan, kalian bisa belajar dari karya mereka , terutama bagaimana membuat layoutnya, cara penyusunannya tetapi isinya harus hasil karya kalian sendiri karena itu merupakan satu kebanggaan bagi diri kita jika kita bisa membuat satu karya ilmiah yang berbeda dan asli hasil buah pemikiran kita sendiri. Selamat berjuang ya ....



 


Friday, June 4, 2021

Sedikit Bicara Banyak Bekerja Atau Banyak Bicara Sedikit Bekerja ?

    Foto Koleksi Pribadi  


Saat bersosialisasi dengan orang banyak dimanapun kita berada pasti kita akan bertemu dengan berbagai jenis sifat dan karakter orang . Ada yang cocok dengan kita dan ada pula yang berseberangan dengan sifat dan karakter kita. Perbedaan ini bisa menimbulkan konflik jika masing-masing pribadi tidak bisa menerima perbedaan yang ada. Namun konflik itu bisa diminimalisir bahkan dihilangkan jika masing-masing individu mau menerima kekurangan dan kelebihannya masing-masing. 

Dalam dunia kerja, kita juga akan bertemu dengan berbagai jenis karakter orang dan cara orang bekerja. Ada beberapa orang yang lebih banyak diam saat bekerja namun selesai pekerjaanya tetapi banyak juga orang yang banyak berbicara saat bekerja tetapi tidak selesai pekerjaanya. 

Jika kita bertemu dengan orang tipe ke dua dalam tim kerja kita apa yang harus kita lakukan ? Apalagi posisi kita sama-sama sebagai rekan kerja bukan sebagai Atasan dan Bawahan ?. Mungkin agak sulit menjawabnya karena posisi kita sama-sama sebagai rekan kerja. 

Selama ini saya berusaha menyelesaikan pekerjaan itu seorang diri, karena jika mengandalkan orang tersebut maka pekerjaan tidak akan selesai, mungkin ini bukanlah solusi yang terbaik tetapi ini merupakan solusi terakhir yang bisa kita lakukan jika solusi yang lain tidak berhasil kita lakukan. 

Namun jika posisi kita sebagai Ketua Tim mungkin akan berbeda jika menghadapi kasus seperti ini. Kalau saya memiliki anak buah seperti ini mungkin saya akan manfaatkan kemampuan berbicaranya untuk menghadapi pelanggan , jadi orang yang lebih banyak bicara ini kita posisikan di depan untuk melayani pelanggan . Kalau di Perpustakaan mungkin akan saya posisikan dia dibagian pelayanan jadi dia yang melayani para pengunjung dan peminjam buku  perpustakaan sekaligus memberikan informasi kepada pelanggan atau pengunjung yang datang.

Sedangkan orang yang tidak banyak bicara tatapi lebih banyak bekerja akan saya posisikan dibagian pengolahan data atau pengolahan bahan pustaka jika di sebuah perpustakaan. Dengan demikian semuanya dapat bekerja dengan kemampuannya masing-masing . 

Karena menurut saya setiap orang memiliki potensinya masing-masing demikian juga karyawan yang bekerja di kantor, tinggal kita sebagai pimpinan bisa memahami karakter, sifat dan kemampuan bawahan kita. Jika kita posisikan mereka sesuai dengan kemamapuan yang dimiliki masing-masing saya rasa tim yang kita bentuk akan berjalan dengan baik. 

Karena itu seorang pimpinan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang akademis saja tetapi dia harus bisa mengayomi seluruh anak buah yang ada dibawah kepemimpinannya. Dia harus bisa mengenal dan mengerti kemampuan dan keinginan anak buahnya dan bisa mengatasi perbedaan pendapat yang timbul dikalangan anak buahnya.  

Menurut saya menjadi seorang pemimpin tidak lah mudah, karena selain jabatan kita mengalami peningkatan tanggungjawab dan tugas kita pun semakin berat . Semakin tinggi jabatan dan kedudukan seseorang maka semakin besar tugas dan tanggungjawab yang harus kita laksakan. Semoga jika kita diberikan amanah itu kita bisa laksanakan dengan sebai-baiknya. 

Demikianlah perbincangan kali ini, sampai jumpa di topik selanjutnya, Salam..


Saturday, April 24, 2021

Kekuatan Pikiran


 Kegiatan yang saya sukai Membaca Puisi 
Bersama Teman-teman Komunitas Penulis dan Sastra (Pedas)


Percaya atau tidak pikiran kita memiliki peranan penting dalam menetukan jalan hidup kita. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman pribadi saya karena apa yang saya ceritakan ini berkaitan erat dengan perjalanan hidup saya selama ini. Dan semoga cerita ini bisa menjadi perenungan untuk teman-teman semuanya.

Saya terlahir dari keluarga sederhana , anak pertama dari tiga bersaudara dan anak perempuan satu-satunya. Mungkin karena itulah Almarhum Ayah saya sangat melindungi saya dan membuat aturan yang cukup keras untuk saya dan juga adik-adik saya. Ayah saya mungkin terbiasa didik dengan cara keras sehingga itu terbawa sampai beliau menjadi orang tua. 

Seperti yang pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya di blog ini, "Jika seorang anak biasa dididik dengan cara keras maka dia akan mewariskan cara mendidik yang ia dapatkan dari kecil  kepada anak-anaknya kelak dan itu akan terus berlanjut kegenerasi berikutnya karena itulah yang ia pelajari dari orang-orang sebelumnya." 

Dan seorang anak yang terbiasa dididik dengan cara keras akan terbentuk karakter dan watak yang juga keras karena itulah pendidikan dasar yang ia dapatkan sejak kecil. Karena itu saya tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang memiliki watak yang keras, senang menyendiri, tidak memiliki rasa percaya diri dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya lebih senang menghabiskan waktu sendirian di kamar mendengarkan musik sambil membaca buku dibandingkan bermain dengan teman-teman seusia saya.

 Sejak  kecil sebenarnya bakat seni saya lebih menonjol dibandingkan bidang yang lain. Saya suka menari, membaca puisi, main drama, membuat kerajinan tangan dan sebagainya. Saya ingat saat sekolah di Taman Kanak-Kanak saya berapa kali dipilih untuk menjadi wakil bagi sekolah untuk mengikuti lomba membaca puisi.

Saat latihan semua berjalan lancar, tetapi karena rasa percaya diri yang rendah, akhirnya setiap tampil di atas panggung tubuh saya gemetaran dan saya ketakutan yang luar biasa sehingga bukannya membaca puisi malah menangis di panggung. dan kebiasaan itu terus berlangsung hingga saya duduk di Sekolah Menengah Atas.

Karena rasa percaya diri yang rendah membuat saya merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa dan selain itu sejak kecil saya memiliki perbedaan dengan anak-anak lain, saya terbiasa bekerja dengan menggunakan tangan kiri saya. Sekeras apapun saya berusaha untuk menggunakan tangan kanan saya untuk bekerja namun hasilnya tidak akan serapih jika saya menggunakan tangan kiri saya. Sehingga kondisi ini menambah hilangnya rasa percaya diri saya dan keinginan untuk bergaul dengan orang lain.

Saya selalu berpikir bahwa saya seorang anak perempuan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa ditambah kekurangan saya adalah tangan kiri saya lebih aktif bekerja dibandingkan tangan kanan saya. Pikiran itu selalu menghantui saya sampai saya tumbuh menjadi dewasa. Karena saya selalau berpikir seperti itu maka prestasi saya pun tidak ada yang menonjol, semuanya hasilnya rata-rata.

Karena saya selalu berpikir seperti itu maka saya tidak bisa melihat kemampuan atau potensi yang saya miliki padahal sejak Sekolah Menengah Pertama saya sudah bisa menulis karya ilmiah walaupun dibantu oleh Ibu saya untuk menyusunnya dan rasa ketertarikan yang besar terhadap bahasa asing terutama Bahasa Inggris. 

Saya tidak menyadari potensi yang saya miliki karena saya sibuk menyalahkan diri saya atas ketidakmampuan yang saya miliki. Namun hal ini mulai saya sadari ketika saya masuk kuliah dan saya rasa hal ini cukup terlambat untuk disadari . Saya mulai menyadari potensi yang saya miliki saat mengikuti Penataran P4 yang diselenggarakan bagi calon mahasiswa baru. Saat itu makalah yang saya buat terpilih menjadi 10 besar makalah yang akan didiskusikan di depan 300 orang calon mahasiswa baru. 

Waktu itu saya benar-benar terkejut dan merasa takut untuk maju mempresentasikan makalah saya di depan teman-teman calon mahasiswa lainnya. Tapi karena semangat dari teman-teman satu kelompok dengan saya akhirnya saya berani maju ke atas podium untuk mempresentasikan makalah saya. 

Sejak kejadian itu saya mulai memiliki rasa percaya diri bahwa saya mampu membuat tulisan yang bisa dibaca dan didengarkan oleh banyak orang. Sedikit demi sedikit pikiran pesimis saya mulai berkurang , saya mulai berani bergaul dengan teman-teman kuliah saya, berdiskusi dengan mereka .

Dari cerita yang saya sampaikan di atas dapat teman-teman bayangkan bahwa pikiran kita memiliki kekuatan besar dalam menentukan jalan hidup kita. Jika saya memiliki kesadaran sedari awal bahwa saya memiliki potensi di dalam diri saya mungkin saya sudah banyak melakukan banyak hal yang bermanfaat dan tidak mengurung diri di kamar sambil menyalahkan diri sendiri. 

Namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, jika hal ini juga terjadi pada teman-teman maka yang harus dilakukan pertaman-tama adalah cobalah untuk merenung sejenak, kita coba untuk menganalisa diri kita sendiri jika perlu tuliskan dibuku catatan teman-teman kemampuan apa yang teman-teman miliki selama ini .

Buatlah daftar kemampuan yang teman-teman miliki setelah itu buatlah daftar hal-hal apa saja yang tidak bisa kalian lakukan atau dengan kata lain kekurangan yang kalian miliki. Setelah kita membuat daftar tersebut  kita lihat mana yang lebih banyak  kempuan yang kita miliki atau kekurangan yang kita miliki.

Jika kita memiliki banyak kemampuan yang dimiliki maka pertahankanlah kemamapuan itu dan kembangkanlah lagi . Namun jika lebih banyak hal yang tidak bisa kita lakukan maka kita coba menganalisa kembali kenapa kita tidak bisa melakukannya ?. Jika kita menemukan jawaban bahwa kita belum pernah mencoba melakukannya makanya kita tidak bisa.  

Langkah selanjutnya adalah kita coba melakukannya satu-persatu dari daftar hal yang tidak bisa kita lakukan, kita tantang diri kita untuk melakukan hal yang menurut kita sulit untuk kita lakukan. Contohnya didaftar itu ada tulisan saya tidak bisa membuat kue Black Forest, sekarang kita coba menanatiang diri kita sendiri untuk mencoba belajar membuat kue tersebut. Sekarang ini media belajar membuat kue banyak sekali bisa kita membaca buku resep atau menonton Chennal Youtube. Apalagi jika alat-alat untuk membuat kue sudah kita miliki maka saatnya kita menantang diri kita untuk membuat kue tersebut.

Saat kita belajar sesuatu hal yang baru yang harus kita camkan adalah "Tidak ada seorang ahli pun yang bisa membuat sesuatu hal tanpa melakukan kesalahan". Artinya begini seorang chef terkenal pun pasti pernah melakukan kesalahan saat membuat kue tersebut, jadi jika kita gagal membuatnya, maka kita harus mencobanya lagi. Pelajari kenapa kue yang saya buat gagal apa kekurangannya atau apa bahan yang berlebihan. Setelah itu kita coba membuatnya dilain waktu. Sampai kita benar-benar bisa membuat kue tersebut.

Jika kita berhasil membuat karya yang kita pelajari dari awal membuatnya maka akan ada kepuasan tersendiri saat kita melihat hasil karya tersebut. Itulah yang namanya kekuatan pikiran , jika kita memanfaatkan seluruh potensi yang kita miliki maka hal yang mustahil kita lakukan bisa kita lakukan. 

Jadi kesimpulannya adalah jika kita berpikir bahwa kita tidak memiliki kemamapuan apa-apa maka tubuh kita pun akan merespon sinyal yang disampaikan oleh pikiran kita itu sehingga tidak ada yang kita lakukan. Tetapi jika pikiran kita berkata bahwa kita bisa melakukannya maka tubuh kita akan meresponnya dan tanpa kita sadari hal yang tadinya kita pikir tidak bisa kita lakukan dapat kita lakukan.

Oleh karena itu  isilah pikiran kita dengan hal yang positif, percayalah atas kemampuan yang dimiliki oleh diri , jika kita belum menemukannnya gali kemampuan itu dan manfaatkan secara optimal Insya Allah kita akan memiliki rasa percaya diri dan kita bisa bermasyarakat selayaknya orang kebanyakan. 

Sampai berjumpa di obrolan berikutnya ... salam ^_^









Jangan Menumpuk Tugas dan Tanggungjawab

 

 Foto Koleksi Pribadi

Selama tubuh masih menyatu dengan jiwa maka manusia tidak akan pernah lepas dari masalah, kenapa demikian ? Karena selama kita hidup di dunia ada saja hal yang menjadi penyebab munculnya masalah. 

Sebenarnya apa sih arti dari kata masalah itu ?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata dari masalah adalah "Sesuatu yang harus dipecahkan (diselesaikan)".  Sedangkan menurut Sugiyono (2009:52) masalah diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksana.  Dengan demikian dapat saya simpulkan secara sederhana bahwa masalah adalah suatu keadaan atau kondisi dimana adanya ketidaksesuaian antara yang seharusnya terjadi dengan yang benar-benar terjadi atau adanya ketidaksesuaian antara aturan yang sudah dibuat dengan pelaksanaanya. 

Tanpa kita sadari bahwa seluruh hidup kita penuh dengan aturan baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Sejak kecil kita sudah diajarkan oleh orang tua kita bagaimana bersikap dan bertingkah laku yang baik, bagaimana beribadah menurut agama dan keyakinan masing-masing dan masih banyak aturan yang sudah diterapkan kepada kita sedari dini.

Kemudian setelah kita memasuki masa sekolah , kita diajarkan mengenai tata tertib di sekolah , bagaimana bersikap dan berprilaku sebagi seorang pelajar yang baik , bagaimana bersikap terhadap para Guru dan Teman-teman sekolah. Hingga kita dewasa kita berhadapan dengan banyak peraturan hidup yang harus kita jalani. 

Selain peraturan, kita juga dihadapkan pada tugas dan tanggungjawab. Sejak kita memasuki usia sekolah maka hidup kita dipenuhi dengan tugas dan tanggungjawab. Dan semakin kita dewasa tugas dan tanggungjawab yang kita pikul semakin berat dan melelahkan.

 Ada saatnya kita merasa jenuh  dan ingin istirahat sejenak dari semua aturan, tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepada kita, sehingga kita menunda melaksanakan aturan, tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita . Namun jika kita terus menunda-nunda mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita maka hal ini dapat menimbulkan masalah.

Semakin sering kita menunda-nunda mengerjakan aturan , tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita maka masalah akan semakin menumpuk, pada awalnya hanya sedikit dan tidak mengganggu tetapi semakin lama ditunda maka lama-kelamaan akan menjadi banyak dan semakin besar masalah yang kita hadapi . 

Kadang kala kita beranggapan tidak apa-apa jika menunda atau tidak  menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Namun ada hal yang kita lupa bahwa kita akan diminta pertanggungjawaban atas semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita, baik kepada sesama manusia maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga kita tidak bisa lalai dari tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan kepada kita .

Karena itu jangan menumpuk tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan kepada kita, selesaikan semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya agar hidup kita tidak penuh dengan masalah.

Karena Tuhan sudah memberikan nikmat hidup yang luar biasa kepada kita maka kita harus memberikan imbalan atas semua fasilitas yang telah diberikan kepada kita dengan melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita dengan sebaik-baiknya  baik sebagai anak, sebagai hamba Tuhan, sebagai orang tua , sebagai guru, sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai bagian dari penduduk bumi.


Sampai jumpa di obrolan selanjutnya ,... salam ^_^


Daftar Pustaka :

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D).  Bandung: IKAPI.




 





Friday, April 16, 2021

Menjadi Diri Sendiri


 

Beberapa bulan terakhir ini saya jadi sering membaca Buku Motivasi Diri karena kebetulan Sekolah saya mendapatkan bantuan Pojok Baca dari Bank Indonesia program " BI Corner", mungkin dilain kesempatan saya akan bercerita sedikit tentang BI Corner. Namun pada kesempatan ini saya akan bercerita sedikit tentang buku pengembangan diri yang saya baca.

Sebenarnya banyak buku yang kami terima dari program ini sekitar 350 Buku yang terdiri dari 250 Buku Berbahasa Indonesa dan 100 Buku Berbahasa Inggris. Sebagai petugas perpustakaan tugas saya adalah membuat katalog, klasifikasi, lable buku dan disposisi buku. 

Jadi ini merupakan kesempatan yang berharga buat saya karena sebelum Warga Sekolah membaca buku-buku tersebut saya harus tahu tentang buku-buku tersebut jadi ini kesempatan saya untuk membaca satu-persatu buku tersebut. Dari buku sumbangan yang diberikan beragam jenisnya dari buku pengembangan diri, fiksi, bisnis, pemasaran , perbankan dan lain sebagainya. 

Yang menarik buat saya buku pengembangan diri yang diberikan sangat beragam dan menurut saya sangat bermanfaat baik untuk para Siswa dan juga Guru serta karyawan. Salah satu buku yang menarik buat saya adalah buku yang berjudul "Kodok Pun Bisa Jadi Kerbau : Berjaya Menapaki Karier Yang Lebih Tinggi" karya Agung Adiprasetyo. Cetakan Pertama Jakarta, 2019.

Saya sebenarnya belum selesai membacanya tetapi saya ingin bercerita sedikit tentang buku ini karena menurut saya isinya cukup menarik, bahasanya mudah dipahami dan buku ini memberikan kesadaran kepada saya bahwa "Setiap orang berbeda, bahkan saudara Kembar Identik pun memiliki keunikannya masing-masing sehingga kita harus berupaya untuk mencari keunikan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, karena dengan menggali keunikan itu bisa menjadi kekuatan dan rezeki untuk masing-masing individu".

Selain itu buku ini juga membangun kesadaran pada diri saya bahwa "Tidak ada orang yang bisa menentukan akan mendapat kartu apa dalam perjalanan hidupnya, ada yang mendapat katu bagus dalam hidupnya ada yang relatif jelek. Namun bukankah dalam berbagai permainan semua kartu memiliki makna dan nilai tersendiri?". Dan satu keyakinan bahwa "Saat dia bisa memahami apapun kartu yang didapatkannya, lalu bisa membuat langkah terbaiknya maka dia mungkin saja menjadi juara".

Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa kita tidak pernah tahu perjalanan hidup kita, ada orang yang terlahir dari keluarga yang kaya raya sehingga tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya ada orang terlahir dari keluarga yang sederhana bahkan cenderung kurang mampu sehingga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meraih cita-citanya. Namun apapun kondisi yang kita terima dan hadapi jika kita mampu menjadikan kondisi itu sebagai pemicu semangat kita untuk maju dan berkembang maka kita bisa maju dan menjadi juara. 

Yang terpenting adalah kita berusaha menemukan keunikan dan potensi apa yang kita miliki dan berusaha untuk membangun potensi yang ada di dalam diri kita itu secara maksimal. Ini berarti bahwa kita harus berupaya menemukan jati diri kita dan menjadi diri sendiri. Kita tidak perlu menjadi orang lain atau meniru orang lain karena kita sendiri memiliki potensi yang belum terasah dengan baik.

Hal ini saya rasakan sendiri, dulu saya pernah berpikir bahwa saya tidak memiliki kemampuan apa-apa apalagi setelah lulus kuliah saya langsung menikah dan menjadi Ibu rumah tangga sepenuhnya sehingga saya merasa rendah diri karena pengetahuan saya minim sekali apa lagi saya sudah jarang membaca buku karena sibuk dengan berbagai aktivitas di rumah. 

Setelah saya bercerai dan mulai bekerja saya pun mulai bergaul dan kenal banyak orang setelah itu saya berkenalan dengan teman-teman di media sosial seperti Facebook dan dari sanalah saya mulai mengenal Kegiatan Blogger dan mulai menulis di Blog. 

Sebenarnya dari Sekolah Menengah Pertama saya sudah senang menulis karya ilmiah , ilmu menulis ini saya dapatkan dari Ibu saya yang kebetulan pernah bekerja di salah satu Instansi Pemerintahan, dari beliaulah saya belajar bahwa untuk menulis kita harus membuat layout atau kerangka berpikir tulisan yang akan kita buat. Karena itu sejak Sekolah Menengah Pertama saya tidak mengalami banyak kesulitan untuk membuat tugas karya tulis karena ibu saya selalu membantu saya dalam pembuatan layoutnya .

Kebiasaan menulis ini pun terus saya lanjutkan hingga Sekolah Menengah Atas dan tidak jarang banyak teman-teman saya yang minta bantuan dalam menyusun karya ilmiah dan saat kuliah saya juga pernah membantu teman dalam menyusun skripsinya terutama dalam masalah pengetikan . Jadi ketika saya memasuki kegiatan Blogger saya seperti mengingant kenangan lama.

Dari dunia blogger saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan karena dulu kami sering diundang untuk meliput berbagai kegiatan bukan hanya dari pihak swasta tetapi juga dari Instansi Pemerintahan. Banyak narasumber yang bagus-bagus dari berbagai disiplin ilmu sehingga saya merasa pengetahuan saya bertambah . 

Dari sini saya menyadari bahwa menulis adalah dunia saya, sejauh apapun kaki saya melangkah saya tidak bisa meninggalkan dunia menulis , walaupun kegiatan menulis sempat terhenti ketika saya menikah dah memiliki anak, namun ternyata inilah dunia saya.

Setelah Saya berhenti dari kegiatan blogger, saya terus menulis walaupun hanya berupa catatan kecil seperti saat ini , dan niat saya saya akan terus menulis hingga saya menutup mata nanti dan semoga tulisan saya dapat bermanfaat untuk orang lain. 

Jadi sebanyak apapun kita membaca buku pengembangan diri dan motivasi kuncinya ada pada diri kita sendiri , apakah kita mau maju dan berkembang atau kita hanya ingin jalan ditempat. Jadi kenali diri kita sendiri gali potensi yang ada di dalam diri kita ekspolasi dengan sedalam-dalamnya hingga kita bisa menemukan jati diri kita sendiri.

Sampai berjumpa di obrolan selanjutnya salam...!!