Tuesday, January 14, 2020

Gelar Mapan 2020 : Mengoptimalkan Media Sosial Untuk Membangun Bisnis Rumahan


Saya termasuk salah satu orang yang terlambat mengetahui tentang "Aplikasi Mapan" karena saya jarang sekali mengikuti perkembangan aplikasi saat ini apalagi yang berbasis "Arisan Barang". Namun setelah saya mengikuti Acara Gelar Mapan 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 11 Januari 2020 di Gandaria City Hall barulah saya tahu tentang aplikasi ini.

Aplikasi Mapan membantu para ibu-ibu untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan rumahtangga dengan cara mencicil namun uniknya kita tidak bisa mencicil secara perseorangan sehingga cara mencicil barangnya dengan membuat kelompok Arisan Barang. kelebihan lainnya masing-masing anggota bisa mendapatkan barang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Aplikasi Mapan

Jenis barang yang bisa dicicil bervariasi mulai dari Barang-barang kebutuhan pokok seperti pakaian, sepatu, tas, hingga barang-barang elektronik seperti Handphone, Leptop, Kamera dan sebagainya. Untuk harganya cukup bervariasi dan terjangkau oleh masyarakat luas.

diacara Gelar Mapan 2020 ini saya dapat menyaksikan produk-produk apa saja yang bisa kita cicil lewat aplikasi ini Seperti Produk Olimplast ini , terus terang saya tertarik untuk membeli lemari ini karena terbuat dari bahan dasar plastik, lemari ini cocok sekali untuk kita miliki jika daerah tempat tinggal kita sering terkena banjir .

Salah Satu produk yang bisa kita cicil di Mapan 

Tetapi sayangnya lemari cantik ini tidak bisa dibeli secara tunai, namun dapat kita miliki dengan mengikuti Arisan Barang melalui " aplikasi Mapan". Selain lemari ini masih banyak barang-barang yang ditampilkan dalam acara Gelar Mapan 2020. seperti perabotan rumah tangga elektronik seperti mixer, rice cooker, blender, dal lain-lain.

Salah Satu Stant yang ada di Acara Gelar Mapan 2020

Selain pameran barang-barang kebutuhan rumah tangga, Gelar Mapan 2020 diisi dengan kegiatan workshop, ada Worshop Media Sosial, Workshop Memasak dan workhop lainnya. 

Sayangnya saya datang kesorean sehingga tidak bisa mengikuti Workshop Media Sosial yang dibawakan oleh Bunda Elisa Koraag. Oleh karena itu saya mengikuti kegiatan Workshop Media Sosial selanjutnya yang dibawakan oleh mba Dya Loretta dengan Tema "Optimalisasi Media Sosial Untuk Bisnis Rumahan".
Narasumber : RA.Loretta Kartikasari, SE, MM.IKom

Mba Dya Loretta selain aktif sebagai Dosen di beberapa Universitas juga aktif sebagai Enterprenaur serta Event Orgnizer. Dalam kesempatan ini Mba Dya menyampaikan kepada para peserta workshop untuk mengoptimalisasikan media sosial yang kita miliki selama ini untuk membangun bisnis rumahan.

Menurut mba Dya jika kita ingin membangun bisnis dari rumah maka kita harus bisa memanfaatkan media sosial yang ada, dalam bahasa kerennya bisa disebut dengan kata "Digital Marketing", Pemasaran digital dengan alatnya sosial media.
Yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah trennya saat ini :
  1. Orang Indonesia hampir 90% menggunakan handphone smartphone.
  2. Menurut data yang paling banyak dipakai untuk komunikasi adalah Whatsapp. Dengan Group Whatsapp kita bisa memberikan promo, penawaran dan mendisplay barang-barang atau produk terbaru. Bisa dibayangkan jika dalam satu group whastapp ada 100 saja sudah berapa orang yang membeli produk atau barang yang kita jual atau hasilkan dan berapa penghasilan yang bisa kita dapatkan.
  3. Saat ini media sosial yang tertinggi penggunanya adalah Instagram dan Youtube. Kita bisa memasarkan produk kita di Instagram dengan display yang menarik serta deskripsi produk yang jelas sehingga menarik pembeli untuk membeli produk kita tampa harus datang ke tempat kita. Selain itu kita juga memasakan produk dengan cara mailing list. Jika kita sudah dapat membuat video yang baik maka promosi dapat dilakukan dengan menggunakan media Youtube.
  4. Bagaimana dengan facebook ? Saat ini Facebook masih dapat dijadikan sebagai alat memasarkan produk, namun yang harus kita perhatikan adalah sasaran atau audiance yang kita targetkan untuk menjadi pelanggan kita pada range usia berapa ?. Jika produknya berupa hijab atau Busana muslim untuk usia 30Th keatas maka promosi di facebook cukup efektif. Namun jika sasaran kita adalah remaja hingga usia 30 Th-an maka promosi di Instagramlah yang lebih efektif.
  5. Di Facebook saat orang lebih cenderung untuk melihat timeline sehingga banyak yang menjadi Silence reader. Jika postingan kita di facebook kurang mendapat tanggapan berupa like dan coment bukan berarti produk yang kita pasarkan gagal. Jika masih ada yang  memesan barang dari inbox di Facebook berarti pemasaran kita di facebook masih cukup efektif.
  6. Facebook 80% dipergunakan untuk mencari berita, namun yang harus kita lakukan adalah melakukan cross cek atas berita yang beredar agar kita tidak terjebak dalam berita Hoax.
Pertanyaan lain adalah kenapa saat ini berkembang "Digital Marketing" dengan adanya media sosial ? karena kita dapat mengembangkan bisnis kita dan berkolaborasi dengan banyak pihak dengan lebih mudah. Menurut mba Dya kenapa Beliau mengundang berbagai kalangan untuk mengikuti kegiatan workshop yang dihadiri oleh para pengusaha kecil, blogger dan Komunitas ?. Karena Beliau ingin para peserta worksop yang hadir dapat saling berkolaborasi dan saling membantu.

Salah satu bentuk kolaborasi yang bisa kita lihat saat ini adalah Gofood. Dengan adanya GoFood kita bisa menjual produk kita tampa pembeli harus repot-repot ketempat kita. Sedangkan Gofood yang merupakan bagian dari Gojek yang merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek dan saat ini Gojek sudah berkembang menjadi multi service platform and digital payment group.


Produk kita, walaupun terjamin kualitasnya dan dengan kemasan yang menarik namun kurang dalam hal promosinya maka akan sulit untuk laku di pasaran . Namun dengan adanya digitalisasi kita bisa memasarkan produk kita dalam bentuk visual dengan penampilan yang menarik sehingga konsumen tertarik untuk membelinya.

Digital marketing juga melakukan pemasaran atau promosi produk dengan digital media berbasis internet. Jika kita memilih Instagram sebagai alat untuk promosi maka foto yang digunakan harus pas. Saat ini banyak sekali smartphone yang aplikasi edit foto yang sudah luar biasa kerennya. Kita bisa mengambil foto sendiri, melakukan editing sendiri dengan handphone kita sehingga biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau karena kita tidak perlu menyewa fotografer untuk mengambil gambar produk yang ingin kita pasarkan.

Yang harus kita perhatikan adalah bahwa harus ada kesesuaian antara foto yang didisplay, contentnya serta produk yang dipasarkan. Jangan sampai barang atqau produk yang kita display tidak sesuai dengan caption, serta bentuk dan rasanya.

Yang kita harapkan adalah repeting order dari produk yang kita tawarkan atau pasarkan. Alankah lebih baik jika kita melayani 10 pembeli yang sama dengan pembelian berikutnya dari pada kita mencari pembeli baru, karena itu berarti kita akan mengeluarkan lagi biaya promosi yang cukup besar. Dalam bahasa marketing disebut Customer Repeating. Yang harus produsen atau penjual lakukan adalah mempertahankan pelanggan yang loyal.
  
Contohnya saja Acara Gelar Mapan 2020 yang diselenggarakan pada saat workshop berlangsung begitu banyak pengunjung yang ingin mengikuti acara ini  karena mereka merupakan pelanggan Mapan yang sangat loyal dan memahami kualitas produk-produk yang ditawarkan oleh Mapan sehingga acara ini sangat mereka tunggu-tunggu.

Nah bagaimana jika produk yang kita tawarkan dapat diminati banyak orang ?. Yang harus dilakukan adalah :
  1. Membuat pre-sale, promo, membuat konten yang menarik , membuat open Pre-Order dengan menawarkan diskon bagi pre-order pertama misalkan.
  2. Membuat Content yang pas untuk audiance kita di media sosial  bukan hanya fotonya yang bagus tetapi captionnya juga menarik dan yan tak penting lagi adalah menggunakan hastaq yang tepat dan bisa menarik pengunjung untuk datang ke feed Instagram kita , jika kita memepromosikan produk tersebut di Istagram.
  3. Jika kita memiliki pelanggan yang loyal maka dengan senang hati mereka akan mempromosikan produk kita secara tidak langsung di media sosial mereka.
  4. Untuk editing foto khususnya untuk produk makanan, pakaian dan hijab sebaiknya warna asli produk tersebut dipertahankan sehingga pembeli tidak salah memilih warna saat mengorder produk yang kita pasarkan.
Demikianlah beberapa hal yang dibahas dalam workhop yang disampaikan oleh mba Dya Loretta, semoga informasi yang saya dapatkan dapat bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengoptimalkan media sosialnya untuk mengembangkan usaha rumahannya. Sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya salam...












2 comments:

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^