Thursday, August 22, 2019

Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak



Sebelum saya bercerita banyak tentang Acara Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak, Saya ingin bertanya terlebih dahulu  kepada teman-teman semuanya. Apakah ada yang mengetahui tentang penyakit Pneumonia ?

Terus terang saja saya masih sangat asing dengan istilah Pneumonia ini, hingga akhirnya saya mengikuti Acara Talkshow Ruang Publik KBR yang disiarkan di 100 radio jaringan KBR yang tersebar diseluruh nusantara dari Aceh hingga Papua, 89.2 Power FM Jakarta. 

Acara Talkshow Ruang Publik KBR dilaksanakan pada Hari Minggu 18 Agustus 2019 berlokasi di Halaman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat dengan mengambil Tema " Merdeka Dari Pneumonia". Dengan menghadirkan Narasumber antara lain :
  1. Selina Patta Sumbung - Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik Partner Save The Children
  2. Windra Woworuntu dari P2PML Kemenkes R.I
  3. Erna Mulasih- Direktur Kesja Kemenkes R.I
  4. Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A - Ikatan Dokter Anak Indonesia
  5. Orang Tua dari Survived Pneumonia.

Selain acara Diskusi dengan para Narasumber Talkshow pada kesempatan ini dilaksanakan  pula Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak yang diselenggarakan oleh Save The Children Indonesia. Acara Kampanye ini  akan dilaksankan dalam bentuk Outdoor Event , Kompetisi Blogger dan Vlogger dengan hadiah kunjungan ke wilayah kerja Save The Children untuk 2 (Dua) orang pemenang, wahhh teman-teman Blogger dan Vlogger harus ikut nih.



Sebelumnya saya akan sedikit membahas tentang Pneumonia. Sebelum kita bahas tentang Pneumonia ada baiknya kita mengetahui informasi sebagai berikut , menurut penjelasan Ibu Selina "Berdasarkan data-data dari Kemenkes RI, Save The Children, WHO dan UNICEF menunjukan fakta-fakta yang sangat menghawatirkan terkait Pneumonia pada Balita, yaitu:
  1. Pneumonia merupakan penyebab kematian anak nomor satu di dunia yang seharusnya dapat dicegah, dengan diperkirakan sekitar 1 juta anak setiap tahunnya. Diperkirakan tahun 2030, Pneumonia akan membunuh 11 juta anak jika tidak segera dicegah. 
  2. Pneumonia menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita, itu lebih banyak dari pada AIDS, Malaria dan Campak sekaligus dan sayangnya masyarakat masih banyak yang belum mengetahu hal ini.
  3. Setiap 1 menit 2 balita meninggal akibat Pneumonia. Data Dari Kemenkes RI menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri dari 5 kematian balita 1 diantaranya disebabkan karena Pneumonia. Faktor utama dari penyebab kematian karena Pneumonia disebabkan karena Polusi Udara, seperti asap rokok, debu, asap kendaraan bermotor dan sebagainya.

Untuk Pneumonia sendiri dijelaskan oleh Dr. Madeleine dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yaitu : " Pneumonia adalah suatu kondisi penyakit yang mengenai paru-paru pada anak atau orang dewasa yang bisa disebabkan karena infeksi Virus, infeksi bakteri, infeksi jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru anak yang pada akhirnya menyebabkan gejala sesak, nafasnya menjadi tidak enak dan itu dapat beresiko fatal yang mengakibatkan resiko kematian".

Bagaimana dengan kondisi Pneumonia di Indonesia ? Menurut Dr. Winda Woworuntu situasi di Indonesia, Pneumonia merupakan penyebab kematian pada anak nomer 2 di Indonesia sedangkan penyebab utamanya adalah Diare. Di Indonesia 5 dari kematian anak di Indonesia disebabkan karena Pneumonia. Pertama Pemahaman masyarakat di Indonesia mengenai Pneumonia masih. Jika masyarakat sudah banyak yang mengerti tentang penyakit ini mungkit tingkat kematian pada anak akibat Pneumonia dapat berkurang karena penyakit ini dapat dideteksi lebih awal sehingga penaganan yang diberikan kepada pasien lebih cepat dan tepat. 

Bagaimana caranya mendeteksi apakah anak-anak terkena Pneumonia ? yaitu dengan dengan melihat gejala awal seperti Batuk, Flu, Demam, yang disertai  dengan Sesak Nafas. Cara melihat sesak nafasnya adalah dengan menghitung ritme sesak nafasnya  per/menit dan  ada cekungan di dinding dadanya saat anak sesak nafas. Jika kondisinya sudah seperti ini harus dibawa ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Bagaimana Peran serta keluarga dalam mengatasi Pneumonia ?Peran Keluarga sangat penting, keluarga harus tahu apa itu Pneumonia, apa bahayanya bagi anak bagaimana mengenali secara dini, penyebabnya apa saja dan bagaimana perawatannya di rumah apabila anak itu tidak memerlukan perawatan di Fasilitas Kesehatan. 

Disamping itu Kemenkes RI atau pemerintah memastikan bahwa fasilitas kesehatan mempunyai kemampuan dan memastikan bahwa mereka memeberikan pelayanan sesuai dengan standar baik itu di Fasilitas Kesehatan dasar maupun rujukan. Dan ini tentunya  tergantung dari prilaku tenaga kesehatan itu sendiri , ketersediaan obat dan juga ketersediaan alat-alat kesehatan untuk mendukung perawatan Pneumonia. 

Selain itu juga Pemerintah memiliki Regulasi Kesehatan untuk meningkatkan kesehatan anak agar terhindar dari Pneumonia atau paling tidak dia kebal terhadap Pneumonia, ataupun paling tidak jika terkena pneumonia kompikasi tidak akan berat. Regulasi itu antara lain adalah dengan :
  1. Memberikan ASI Ekslusif dimana diharapkan semua anak mendapatkan ASI saja hingga usia 6 bulan.
  2. Kemudian anak mendapatkan Vitamin A, setiap 6 bulan.
  3. Memberikan Makanan Pendamping Asi dengan benar artinya orang tua paham betul bagaimana cara memberikan makan yang baik baik itu dari segi jumlah, maupun jenis, serta dari segi pemberian.
  4. Memberikan Imunisasi yang lengkap pada anak.
Pemerintah juga mempunyai regulasi SOP dimana anak-anak yang kekurangan gizi mendapatkan Makanan Pendamping ASI dengan diberikan MP ASI yang tepat diharapkan kondisi anak tersebut dapat pulih demikian juga dengan anak-anak dengan gizi buruk karena jika kondisi gizinya buruk maka akan memperberat memderita Pneumonia.


Apa kaitannya antara Save The Children dengan Pneumonia ?Save The Children adalah Organisasi Non Pemerintah yang berdiri di London Inggris. Di Indonesia sendiri sudah berdiri sejak 1976. Save The Children mempunyai peran yaitu Pertama Meningkatkan kesadaran masyarakat terutama orang tua tentang bahaya Pneumonia. Pemerintah telah mengeluarkan Regulasi , Save The Children mempunyai peran mengkampanyekan Stop Pneumonia Pada Anak sejak tahun 2019-2021 sebagai upaya menolong Anak-anak Indonesia agar terhindar dari Pneumonia melalui program peningkatan kesadaran tentang bahaya Pneumonia serta mobilisasi pelibatan orang tua, anak muda dan publik. Promosi Pencegahan Pneumonia dengan cara yang mudah, sederhana serta dapat dicerna dan dapat dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  1. Memberikan Asi ekslusif kepada bayi minimal hingga usia 6 bulan.
  2. Memberikan Imunisasi lengkap pada anak-anak.
  3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun hal ini sangat sederhana tetapi penting sekali.
  4. Stop merokok dan menimbulkan polusi udara.
Gejala Pneumonia biasanya diawali dengan deman, batuk, pilek, yang kemudian berkembang menjadi sesak. Sesak itu seperti apa ? Yaitu Nafasnya cepat dan berat serta tersengal-sengal. Bisa dilihat ada tarikan dinding dada ke dalam jadi jika orang tua melihat anaknya nafasnya cepat dan sesak serta ada cekungan di dinding dadanya maka itu salah satu pertanda bahwa anaknya terkena Pneumonia.
Cara menghitung nafasnya letakan tangan di perut anak, kemudian setiap anak menarik nafas hitung 1,2,3 terus sampai 1 menit. Pada anak dari usia 2 bulan hingga 12 bulan apabila dia lebih dari 50 kali lebih/menit nafasnya cepat maka bisa dipastikan dia terkena penyakit Pneumonia. Lebih dari usia 12 bulan lebih dari 40 kali/menit sudah bisa dikategorikan mengalami Pneumonia.


Acara ini juga dihadiri Bayu Oktara, salah seorang artis Indonesia yang menceritakan pengalamannya menjadi Ayah Asi. Pengalaman yang dibagikan sangat bermanfaat untuk para ayah karena peran ayah sangat penting di dalam keluarga terutama untuk kesehatan keluarga.

Kenapa peran ayah  sangat penting ? Karena Ayah juga berperan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang bersih dan sehat seperti tidak merokok di dalam rumah , membantu istri dalam memberikan Asi ekslusif kepada bayinya hingga usia 6 bulan, memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, memberikan Imunisasi lengkap kepada anak. Ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan sejak kecil dan yang penting sekali tidak merokok.


Acara ini juga diramaikan dengan lomba posting Instagram serta tari Cokek yang langsung diliput oleh tv nasional. Demikian lah rangkaian kegiatan kampanye Stop Pneumonia Pada Anak, sampai berjumpa dilain kegiatan ya.







No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^