Friday, January 18, 2019

Film Preman Pensiun : Romantika Kehidupan Preman Setelah Memutuskan Untuk Pensiun


Setelah sukses sebagai serial televisi bergenre Drama Komedi selama kurang lebih 3 musim akhirnya cerita Preman Pensiun diangkat ke layar kaca. Sebagai penonton pastilah kita penasaran dan bertanya-tanya apakah jalan cerita Film Preman Pensiun sama dengan Serial Televisinya ? Atau ada yang berbeda ?

Ternyata Film Preman Pensiun masih ditulis dan disutradarai oleh Aris Nugraha sehingga bisa dikatakan kisah dalam Film Preman Pensiun masih berkaitan dengan Serial Televisi Preman Pensiun yang biasa kita saksikan selama ini. Namun dalam Film Preman Pensiun konfliknya di pertajam sehingga menjadi lebih menarik dan sangat layak untuk disaksikan bersama keluarga.

Yang menariknya Film Preman Pensiun masih dibintangi oleh para pemain dari Serial Televisi dengan judul yang sama yang biasa kita saksikan setiap malam yaitu antara lain Epy Kusnandar (Kang Muslihat), Tya Arifin, Andra Manihot (Dikdik), Nining Yuningsih (Ceu Edoh), Ikang Sulung (Jamal) , Kang Ica (Pipit) , Deny Firdaus (Murad) .

Untuk lokasi syutingnya dipilih Kota Bandung sesuai dengan lokasi syuting yang biasa diambil untuk serial televisinya. Film Preman Pensiun diproduksi oleh MNC Pictures dan secara  resmi ditayangkan di bioskop-bioskop XXI dan CGV pada hari Kamis, 17 Januari 2019.

Sinopsinya:

Karena Film Preman Pensiun diangkat dari serial televisi dengan judul yang sama maka ada benang merah antara kisah di dalam serial televisi dengan filmnya. Dikisahkan setelah Kang Bahar (Alm. Didit Petet) wafat maka pucuk pimpinan Preman diserahkan kepada Kang Muslihat (Epy Kusnandar). Kang Muslihat adalah anak buah kepercayaan Kang Bahar sehingga sebelum beliau wafat banyak pesan-pesan yang disampaikan olehnya kepada Kang Mus salah satu pesan Beliau adalah "Anak buah kita adalah keluarga kita, kita mungkin bisa meninggalkan dan menelantarkan anak buah kita tetapi kita tidak akan pernah meninggalkan dan menelantarkan keluarga kita".

Pesan dan wasiat itulah yang sangat dipegang oleh Kang Mus. Setelah Kang Bahar wafat maka Kang Mus mengumpulkan semua anak buahnya dan menyampaikan bahwa kita semua harus berhenti menjadi Preman dan mencoba membuka lembaran hidup baru yaitu kembali kemasyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat. Seluruh anak buahnya setuju dan mereka kembali ke kampungnya masing-masing.

Walaupun mereka sudah membubarkan diri dan kembali kekampungnya masing-masing namun Kang Mus sebagai Pimpinan Preman yang diberikan amanah oleh Almarhum Kang Bahar selalau memantau anak buahnya dan mencari informasi tentang kehidupan masing-masing.

Tak terasa 3 Tahun pun telah berlalu, tepat pada peringatan 1000 hari meninggalnya Kang Bahar , anak bungsu kang Badrun menghubungi Kang Mus dan berkata bahwa keluarganya akan mengunjungi Makam Ayah mereka di Bandung dan ingin bertemu dengan Kang Mus. Kang Mus sangat senang sekali dapat bertemu dengan putri Bungsunya Kang Bahar karena gadis ini sangat dekat , hangat, ramah dan perduli dengan anak buah Almarhum Ayahnya sehingga setiap Kang Mus bertemu dengan Putri Bungsunya Kang Bahar dia seperti melihat sosok Kang Bahar di dalam diri putrinya.

Di lain sisi memang tak mudah bagi anak buah Kang Mus untuk kembali ke masyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat. Beberapa diantara mereka ada bekerja sebagai satpam, pedagang pakaian, pawang kuda lumping dan sebagainya. Ada juga yang berusaha merintis usaha namun mengalami kegagalan dan kembali ke jalan hidup yang lama yaitu menjadi preman lagi, disinilah konflik-konflik mulai bermunculan.

Karena Film Preman Pensiun digarap dengan genre drama komedi maka jalan cerita filmnya menjadi sangat dinamis dan berwarna. Banyak sekali adegan lucu dan kocak yang ditampilkan. Apalagi kehadiran kedua sosok Preman yang bertubuh tinggi dan besar namun berhati lembut Murad dan Pipit membuat film ini menjadi lebih meriah dan lucu.

Penokohan.
Menurut Pendapat saya setiap tokoh dalam Film Preman Pensiun mempunyai karakter yang kuat dan unik. Contohnya saja karakter Kang Mus, dalam Film ini digambarkan Kang Mus merupakan Mantan Ketua Preman yang berperawakan kecil, punya kebiasaan tidur di sofa, hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek jika di rumah namun sangat disegani oleh anak buahnya. Demikian pula dengan tokoh Murad dan Pipit, dua orang mantan preman yang memiliki tubuh kekar namun hatinya lembut. Terutama sekali Pipit yang sangat manja dengan Murad sampai helm saja minta dibukakan. Tingkah polah kedua preman yang kocak ini memberikan nuansa yang berbeda dalam film ini.

Untuk kemampuan acting para pemainnya tidak perlu diragukan lagi karena banyak diantara pemain film ini yang berperan aktif di dunia teater sehingga acting mereka sangat natural sekali contohnya Kang Epy Kusnandar. Selain itu yang menariknya Film Preman Pensiun juga dimainkan oleh Pemain yang juga pernah berprofesi sebagai Preman sungguhan sehingga mereka bisa memberikan masukan kepada para pemain lainnya bagaimana kehidupan Para Preman yang sesungguhnya sehingga membuat Film ini lebih berkarakter dan kuat.

Alur Cerita
Menurut pendapat saya Film Preman Pensiun menggunakan alur campuran karena saat Kang Mus mengingat Almarhum Kang Bahar dia seperti kembali ke masa lalu seakan-akan Ia sedang mendapatkan nasihat dari Kang Bahar. Begitu pula saat kang Mus bertemu dengan Putri Bungsunya Kang Bahar ia seperti sedang berbicara dengan Almarhum Kang Bahar.

Sedangkan untuk isi ceritanya sendiri, menurut saya Film ini sangat sederhana sekali karena membahas kehidupan keseharian para mantan preman yang sudah pensiun, namun yang menariknya dari film Preman Pensiun setiap tokoh yang ada dalam film ini mempunyai konflik yang berbeda-beda. Kang Mus dengan segala persoalannya di rumah , demikian juga dengan tokoh lainnya.

Jadi film ini tidak hanya memfokuskan konflik pada tokoh utamanya saja tetapi setiap tokoh dalam film ini punya peranannya masing-masing dan menghadapi konflik yang berbeda-beda pula inilah yang membuat film ini menjadi lebih dinamis dan berwarna.

Tehnik pengambilan gambar
Walaupun saya tidak begitu mengerti dengan tehnik pengambilan gambar di dalam pembuatan sebuat film , tetapi sebagai penikmat film saya bisa memberikan penilaian bahwa tehnik pengambilan gambar dalam film Preman Pensiun cukup baik, apalagi saat adegan flashback dimana Kang Mus berdialog dengan kang Bahar. Untuk menggabungkan gambar saat masih ada Almarhum Didit Petet dengan kondisi saat ini pastilah tidak mudah namun tim editing berhasil menyelaraskannya sehingga terlihat alami dan pas.




Saya sangat senang sekali dapat menyaksikan tayangan Perdana Fim Preman Pensiun ini yang ditayangkan pada hari Kamis tanggal 17 Agustus yang lalu di Cinema 21 Blok M Square Jakarta Selatan. 



Bagi saya film Preman Pensiun merupakan tontonan alternatif yang patut kita tonton bersama keluarga kita terutama anak-anak kita yang mulai menjelang remaja.

Kenapa Remaja ? Karena masa remaja merupakan masa yang labil, anak-anak muda ini selalu ingin tau banyak hal dan ingin mencoba banyak hal. Banyak sekali anak-anak remaja yang terlibat dalam kenakalan remaja, tauran antar pelajar , terjerat narkotika dan premanisme.

Satu pelajaran berharga yang bisa kita sama-sama ambil dari Film Preman Pensiun ini adalah ketika kamu sudah masuk ke dalam dunia Premanisme ini akan sulit bagimu untuk keluar dari dunia ini dan untuk kembali ke masyarakat dibutuhkan kerja keras dan kemauan yang sangat besar untuk beubah menjadi lebih baik. 

Kenapa sulit ? Karena ketika kamu masuk ke dunia ini kamu akan merasa berkuasa dan bisa mengintimidasi orang lain sehingga kamu tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang . Cukup dengan meminta dan mengancam para pedagang di Terminal Bus, penumpang dan supir angkutan umum, maka uang dengan mudah didapatkan. Atau ada juga diantaranya yang bekerja menjadi pengaman ditempat-tempat hiburan malam, diskotik dan sebagainya. 

Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan gaya hidup seperti ini akan sulit untuk keluar dan memutuskan pensiun dari dunia ini. hal ini bisa dilihat dari kehidupan Kang Mus, yang beralih profesi sebagai juragan Kecimpring. Tidak mudah menjalani usaha ini dan penghasilannya juga tidak menentu sesuai dengan minat dan selera dari pembelinya, demikian pula dengan kehidupan anak buah Kang Mus lainnya.

Saya berharap Film Preman Pensiun ini ada kelanjutannya karena masih banyak kisah yang bisa diangkat dari kehidupan para Preman yang sudah pensiun ini, bagaimana kehidupan mereka yang sukses dan bagaimana dengan mereka yang gagal.

Ada lagi satu kalimat yang disampaikan oleh Kang Bahar kepada Kang Mus sebelum beliau wafat yang bisa kita ambil hikmahnya "Setiap Pertanyaan Harus Terjawab di Kamu, Setiap Persoalan Harus Selesai di Kamu".

Menurut kalian apa makna dari kalimat ini ?

Menurut saya pernyataan yang disampaikan oleh Kang Bahar kepada Kang Mus merupakan sebuah amanan yang sangat besar. Karena Kang Bahar mempercayakan nasib anak buahnya ke tangan kang Mus.

Kang Mus harus bertindak sebagai seorang Pemimpin yang dapat mengayomi seluruh anak buahnya, menjaga mereka agar mereka dapat menemukan jalan pulang masing-masing dengan aman. Kang Mus harus bisa mengatasi konflik yang ada diantara anak buahnya serta memberikan solusinya.

Setiap diri kita adalah pemimpin karena itu pesan yang disampaikan oleh Kang Bahar kepada Kang Mus juga bisa kita jadikan sebagai moto hidup kita bahwa kita harus dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan kepada kita dan kita harus dapat menyelesaikan persoalan hidup yang kita hadapi hingga selesai. karena itu kita akan menjadi orang yang mampu membimbing orang lain dan bertanggungjawab atas diri dan keluarga kita sendiri.

Nahhh bagi kalian yang belum nonton film Preman Pensiun silahkan menyaksikan film ini dan saksikan kekocakan duo Preman Murad dan Pipit. Baiklah sampai berjumpa di film Indonesia selanjutnya. Salam....!!!