Thursday, December 12, 2019

Talkshow "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu " Di Festival Panen Raya Nusantara 2019


Para Narasumber Talkshow "Jadikan Pangan Bijak Sebagai Gaya Hidupmu"

Seperti yang saya bahas sebelumnya bahwa Festival Panen Raya Nusantara 2019 yang diselenggarakan di Atrium Paza Semanggi , Jakarta Selatan, merupakan penyelenggaraan Festival Parara yang ke tiga kalinya sejak pertama kali diselenggarakan  pada tahun 2015 di Lapangan Banteng Jakarta Pusat . Festival Panen Raya Nusantara 2019 dihadiri oleh kurang lebih 30 LSM dan perwakilan dari 100 komunitas dari berbagai daerah di Nusantara.

Festival Panen Raya Nusantara 2019 diSelenggarakan oleh Konsorsium Parara yang berasal dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas , Masyarakat Adat yang terdiri dari NTFP-EP Indonesia ,WWF Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), ASPPUK, JKTI, KEHATI, GEF SGP,Kemitraan, RECOFTC, Koperasi Produsen AMAN Mandiri (KPAM), Aliansi Organis Indonesia (AOI), Samdhana Institute, Jaringan Madu Hutan Nusantara (JMHI) , Jasa Menenun Mandiri, Sintang ,Yayasan Riak Bumi -Pontianak, Yayasan Dian Tama -Pontianak, Perkumpulan Indonesia Berseru (PIB), Rumah Organik, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM),WARSI, Jambi , Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA) Jayapura, Yayasan Mitra Insani (YMI) Riau, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung, Yayasan Palung, KIARA, Yayasan Petak Danum, Yayasan Penabulu. Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), Rimbawan Muda Indonesia (RMI).

Selain pameran produk kreatif PARARA 2019 juga menghadirkan talkshow, coaching clinic dan jamuan PARARA yang mengangkat topik-topik menarik seputar pangan dan kesehatan , industri kreatif berbasis non kayu, dan workshop craft. 


Salah satu Talkshow yang saya ikuti memiliki tema "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu". Talkshow kali ini menghadirikan Narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing yaitu antara lain :

  1. Miranda dari HIVOS yang berbicara tentang Pangan Bijak Nusantara sekaligus juga bagaimana membangun Kolaborasi atau Partnership dengan multi pihak , seperti Pemerintah , Pihak Swasta. 
  2. Abdul Manan Produsen Sagu dan pelaku konservasi di Sungai Tohor Riau.
  3. Ulfa Diniati beliau adalah pejuang dari Persaudaraan Nelayan Perempuan Indonesia.
  4. Neni Roheni berbicara tentang dukungan kepada para komunitas yang terdiri dari komunitas Masyarakat Adat dan Komunitas lokal (Local Community).
  5. Maria Aqni, yang merupakan perwakilan dari PARARA Etnical Foods.

Dalam kesempatan kali ini Prisi yang juga menjadi salah satu moderator dalam diskusi ini menjelaskan sedikit tentang latar belakang dilaksanakannya Panen Raya Nusantara 2019. Seperti yang pernah saya jelaskan dalam  blog post yang berjudul "Festival Panen Raya Nusantara Dengan Motto Jaga Tradisi Rawat Bumi" bahwa PARARA merupakan gerakan untuk mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbaga komunitas dan masyarakat adat yang digerakan oleh 30 LSM. Produk yang dipromosikan adalah Produk-produk pangan, hijau, lokal, sehat, adil dan lestari dan merupakan hasil usaha komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitasnya.

Banyak hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya  Festival PARARA dengan sekala besar dilaksankannya Asia Economic Community yaitu dimana akan ada perdagangan yang bebas dan bisa jadi produk lokal akan kalah bersaing dengan produk dari luar negeri. Jadi kita ingin melakukan promosi produk pangan nusantara secara besar-besaran ujar Prisi.

Selain itu saat ini penggunaan plastik semakin banyak sehingga dapat berdampak kepada ekosistem di sungai , hutan, jadi kita ingin melakukan promosi gaya hidup lain dengan mengurangi penggunaan plastik. Kali ini penyelenggaraan PARARA 2019 bertema "Pangan Bijak".

Saat ini jika kita lihat statistik dari berbagai sumber yang menyatakan bahwa banyak anak-anak kita di daerah yang mengalami stunting karena kurang memngkonsumsi makanan yang mengandung gizi dan vitamin yang seimbang seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sebaliknya di daerah perkotaan banyak sekali anak-anak yang mengalami obesitas karena kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, lemak dan gula yang tinggi. Dan dengan produk pangan hijau, lokal, sehat, adil dan lestari  yang dikelola oleh masyarakat kita bisa melakukan promosi gaya hidup yang lebih sehat. Demikianlah yang melatar belakangi diselenggarakan Festival Panen Raya Nusantara 2019.

Selanjutnya Talkshow dengan tema "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu" dimulai dengan Narasumber pertama yaitu Miranda dari  yang berbicara tentang Pangan Bijak Nusantara sekaligus juga bagaimana membangun Kolaborasi atau Partnership dengan multi pihak , seperti Pemerintah , Pihak Swasta.   

Menurut Miranda dari HIVOS , Pangan Bijak itu merupakan gerakan yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan pada pola hidup kita yang menuju lokal, sehat adil dan lestari karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga masalah pangan menjadi perhatian utama. Maksud dari 4 (empat) prinsip yaitu lokal, sehat adil dan lestari  adalah 
  1. Pangan lokal adalah produk pangan yang bukan import, karena Indonesia kaya dengan keanekaragaman sumber hayati dan pangannya . Di Indonesia sendiri ada 77 jenis sumber karbohidrat, sumber minyak 75 jenis, 26 jenis kacang-kacangan , 389 jenis buah-buahan , 228 jenis sayuran, 40 jenis bahan minuman , 100 jenis rempah dan bumbu. Ini belum termasuk sumber pangan dari laut dan sungai. berbagai jenis sumber pangan inilah yang ingin diperkenalkan melalui Festival Panen Raya Nusantara.
  2. Sehat maksudnya adalah pangan yang sehat harus dikelola secara higienis, dan bernutrisi, tidak mengandung bahan pengawet dan zat kimia. Di Indonesia ini banyak sekali bahan pengawet alami dan sumber-sumbernya ada.
  3. Adil adalah konsumen dapat mengakses, dapat membeli , produsen yang memproduksi juga sejahtera jadi jangan sampai yang bisa membeli hanya orang-orang yang punya uang saja tetapi produsennya tidak merasakan penghasilan yang seimbang dengan kualitas produksinya.  Dan adil bukan hanya untuk produsen dan konsumen tetapi juga untuk lingkungan.
  4. Lestari adalah bagaimana cara produksi pangan ini tetap lestari sehingga dapat di nikmati oleh generasi selanjutnya. 
Miranda menjelaskan bahwa pemangnku kepentingan pangan ini banyak jika kita lihat kepada Pemerintah maka banyak departemen yang menangani masalah pangan seperti Kementrian Pertanian , Kementerian UKM, Kementerian Kemaritiman dan diluar pemerintah pemangku kepentingannya juga banyak antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di PARARA, Universitas, Lembaga Pendidikan, Asosiasi dan media. Media sangat penting karena media sangat berpengaruh untuk perubahan gaya hidup , seperti saat ini ada Media Sosial yang memiliki pengaruh yang luar biasa dalam perubahan gaya hidup. Jadi semua ini memerlukan koordinasi dalam pelaksanaannya sehingga tidak ada yang tumpang tindih dalam pelaksanaanya , juga dilakukan koordinasi dengan BAPENAS untuk membuat sistem pangan kita ini lebih berkelanjutan .

Narasumber Abdul Manan Produser Sagu dan Pelaku Konservasi
di Sungai Tohor,  Riau. 


Pembicara Selanjutnya adalah Abdul Manan berasal dari Sungai Tohor Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Menurut Abdul Manan pohon sagu yang disebut rumbia tumbuh  subur di lahan gambut di daerah Sungai Tohor Kepulauan Meranti dan beberapa daerah lain di Indonesia. Menurut Manan pohon sagu ini sudah dikelola sejak turun temurun oleh orang tuanya, sebelum era reformasi pemerintah lebih menggalakan untuk menanam padi di daerah tersebut di bandingkan sagu, tetapi setelah era reformasi tumbuhan rumbia berkembang pesat di daerah tersebut .

Dan saat ini di sungai Tohor produksi sagu sudah mencapai 300 ton perbulan dan sudah dieksport ke Malaysia, sangat disayangkan sekali sagu yang bagus di eksport ke Malaysia dan diproses kemudian dikirim kembali ke Indonesia. Jadi jika Indonesia mengalami krisis pangan kita bisa antisipasi dengan sagu karena sagu ada di Riau, Sulawesi dan Papua. Saat ini sudah dihasilkan berbagai macam jenis makanan yang dibuat dari bahan dasar sagu ada sekitar 300 jenis makanan yang terbuat dari bahan dasar sagu. Jadi sagu bisa dibuat menjadi beras, bisa dibuat menjadi gula sagu, bisa dibuat mie sagu, dan tepung sagu.

Di Sungai Tohor sudah dibuatkan industri menengah pengolahan sagu oleh pemerintah sehingga dalam satu hari bisa menghasilkan 20 ton sagu/hari. Tamanan Rumbia sangat membutuhkan air sama seperti lahan gambut , jika lahan gambut  dipertahankan maka tidak akan terjadi kebakaran hutan. Di Desa tempat tinggal Abdul Manan masyarakatnya tidak diperkenankan untuk menanam tanaman lain selain sagu apalagi sawit. Masyarakat di daerah itu hidup dari hasil produksi sagu sehingga sagu merupakan produk lokal yang sangat berperan dalam perekonomian masyarakat Sungai Tohor.

Dengan adanya Festival Panen Raya Nusantara ini diharapkan sagu lebih dikenal lagi oleh masyarakat sebagai pangan lokal sehingga dapat permintaan atas sagu dapat meningkat terutama sagu dari daerah Kepulauan Meranti.  Menurut Manan saat ini kita ingin memotong mata rantai ekspor sagu ke Malaysia sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan sagu di dalam negeri dan bisa menjadikan sagu sebagai bahan pangan pengganti tepung terigu.

Saat ini kita banyak mengimport tepung terigu dari luar negeri sedangkan produksi tepung sagu di Indonesia sangat besar , saat ini kita harus berusaha mencari alternatif pangan untuk menggantikan beras dan terigu jika krisisi pangan terjadi di Indonesia. Dan sagu bisa menjadi salah satu pilihan untuk menggantikan beras dan terigu. Selain itu sagu juga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena beras sagu mempunyai kandungan serat yang tinggi, indeks glikemiknya rendah , mengandung pati resisten yang baik bagi pencernaan serta aman bagi penderita diabetes.


Pembicara Selanjutnya adalah Ulfa Diniati  yang merupakan pejuang dari Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia. Ulfa menjelaskan bahwa dia merupakan perwakilan dari Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) Kendal dan Komunitas Mitra Kiara. Menurut Ulfa tanpa komunitas mungkin ia tidak bisa bicara di talkshow dan mengikuti Festival PARARA.

Komunitas Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia berjualan produk hasil laut yang diolah menjadi bahan pangan seperti krupuk, empek-empek, dan makanan laut lainnya yang dikerjakan oleh perempuan-perempuan nelayan yang hasilnya penjualannya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Sebelum mereka bisa mengolah bahan dasar dari laut mereka mengikuti  pelatihan yang diselenggarakan oleh PPNI sehingga mereka berhasil membuat panganan dari hasil laut. Dari PPNI Kendal yang diolah adalah Empek-empek, Nugget , Krupuk Ikan, dan proses penjualannya melalui online .

Kemudian Pembicara selanjutnya adalah Neni Rohaeni merupakan perwakilan dari Samdhana Institute lembaga ini merupakan lembaga non profit yang  mendukung masyarakat adat dan komunitas lokal untuk memperkuat mereka dan memastikan bahwa akses sumber daya alam tidak terganggu. Memastikan mereka mendapat pengakuan dari pemerintah bahwa wilayah tempat mereka hidup bisa terjaga.

Mengapa masyarakat adat dan komunitas lokal perlu didukung ? Karena mereka itu adalah komunitas yang sibuk dengan keseharian mereka pergi berkebun sehingga akses untuk mendapatkan informasi sangat kurang sehingga mereka perlu pihak-pihak yang menjembatani mereka dengan pemerintah dan pihalk lainnya. Salah satu contohnya adalah komunitas masyarakat adat yang berasal dari salah satu Dusun di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat  . Bentuk dukungannya adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat sebetulnya potensi apa yang bisa mereka kembangkan , kemudian pasar itu membutuhkan apa ? jadi pada dasarnya masyarakat adat mempunyai potensi yang besar dimiliki oleh tetapi masih dipergunakan untuk kebutuhan dilingkungannya sendiri. Padahal jika pengelolaannya maksimal maka hasil produksi yang mereka hasilkan dapat meningkatkan perekonomian mereka dan memperkecil kerusakan hutan yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi mereka atau mereka dapat mengatasi godaan-godaan untuk  mengekplorasi lahan hutan untuk kepentingan yang lain.

Salah satu tanaman yang sedang dibudidayakan oleh masyarakat adat di daerah tersebut adalah Tanaman Tengkawang. Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki banyak manfaat dan merupakan tanaman endemik di wilayah Kalimantan. Tanaman Tengkawang dapat diolah menjadi makanan dan lemaknya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik. Upaya Samdhana Institute untuk membantu komunitas masyarakat adat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat bagaimana mengolah tanaman ini sehingga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selain itu secara tehnologi kami dukung tentunya dengan Institusi lokal mendukung sepenuhnya mini factory yaitu mengolah tengkawang menjadi produk lokal. Yang perlu kita jadikan perhatian adalah tanaman ini banyak di lirik konsumen dari luar negeri dibandingkan dalam negeri , hal ini perlu menjadi perhatian kita sehingga kita perlu melakukan riset atau penelitian mengenai manfaat dari Tengkawang dan mensosialisasikan pada masyarakat adat bahwa ini merupakan harta mereka yang harus di jaga.

Neni Rohaeni Perwakilan dati Samdhana Institute

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembahasan dari nara sumber lain dan forum tanya jawab . Acara Talkshow ini berjalan kurang lebih 1 jam 30 menit dan diakhir acara peserta talkshow juga disuguhkan makanan yang dibuat dari pangan lokal yang dibuat oleh PARARA Etnical Foods store , saya sempat merasakan kenikmatan Beras Sagu yang diolah menjadi bubur dan diberi tambahan buah pisang, menurut saya rasanya cukup unik dan enak . Sepertinya saya harus mencoba membuatnya di rumah.




Dan bagi pencinta kopi dan barista ada sesi cupping dan ngopi PARARA . Festival ini juga memberikan ruang kepada anak-anak dan keluarga, pertunjukan kesenian tradisional masyarakat Kulawi, sulawesi Tengah, Stand Up Comedy dan Jurnalis Cilik juga turut meramaikan Festival Panen Raya Nusantara 2019 selain itu ada juga hiburan dari Benedicanta Singers dan Senandung Orquestra. Demikianlah rangkaian kegiatan Festival  Panen Raya Nusantara 2019, sampai berjumpa di Festival Panen Raya Nusantara selanjutnya...., salam...........




Wednesday, December 11, 2019

Festival Panen Raya Nusantara 2019 Dengan Motto "Jaga Tradisi Rawat Bumi"

Gerbang Festival Panen Raya Nusantara 2019


Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 6-8 Desember 2019 telah berlangsung Festival Panen Raya Nusantara 2019 yang berlangsung di Atrium Plaza Semanggi Jakarta Selatan. Berbagai pangan bijak dari lokal, hijau sehat, adil dan lestari serta hasil kerajinan tangan berbahan dasar non kayu serta produk lokal lainnya dipamerkan dalam Festival Pangan Raya Nusantara 2019 ini.


Beberapa hasil kerajinan tangan dari komunitas yang mengikuti Festival Parara 2019

Festival Parara merupakan agenda dua tahunan yang diprakarsai oleh Konsersium Parara. Festival Parara pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2015 berlokasi di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, dan  kedua pada tahun 2017 di Lapangan Taman Menteng , Jakarta Pusat. Tujuan dari penyelenggaraan Festival Panen Raya Nusantara adalah Gerakan untuk mempromosikan  dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat.

Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil dari upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitas tersebut.

Hasil kerajinan tangan yang dibuat dari kain tenun


Festival Panen Raya Nusantara 2019 ini diikuti oleh kurang lebih 30 Lembaga Swadaya Masyarakat dan Perwakilan dari kurang lebih 100-an Komunitas lokal dari seluruh nusantara. Penyelenggaraan Festival Parara yang cukup heboh tahun ini dilatarbelakangi dengan akan diberlakukannya Asia Economic Continuity di mana akan terjadi pasar bebas produk pangan di Asia sehingga bisa jadi produk pangan Indonesia akan kalah bersaing dengan produk pangan dari Negara Asia lainnya oleh karena itu perlu diadakannya promosi untuk produk pangan lokal.

Selain itu juga penggunaan plastik yang jumlahnya sangat besar saat ini cukup memprihatinkan, jika sampah plastik  dibuang ke sungai atau ke laut maka dapat mempengaruhi ekosistem yang ada di sungai  dan laut sehingga mempengaruhi kesehatan  masyaraka jika mengkonsumsi panganan dari hasil sungai atau laut yang sudah tercemar sampah plastik, oleh karena itu harus dicari alternatif lain untuk mengurangi penggunaan plastik. Oleh karena itu diperlukan promosi gaya hidup yang lain untuk mengurangi penggunaan plastik.

Isue lain yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah berdasarkan data statistik masih banyak anak-anak di daerah yang mengalami Stanting karena kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, mineral, gizi yang seimbang. sedangkan di daerah perkotaan sebaliknya banyak ditemukan anak-anak yang mengalami Obesitas karena banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein,  lemak, gula yang tinggi. Sehingga perlu diadakannya promosi pangan sehat  dan gaya hidup sehat.

Pada tahun ini tema dari Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah "Pangan Bijak". Festival Parara mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi, produksi bahkan distribusi komoditas termasuk produk pangan. Dalam kesempatan ini saya berhasil berbincang-bincang dengan dua Lembaga Swadaya Masyarakat yang ikut membantu dalam mengembangkan komunitas dan masyarakat adat yang ada di daerah . 

Yang pertama adalah WALHI yang merupakan kepanjangan dari Wahanan Lingkungan Hidup Indonesia Menurut Mas Lilo yang merupakan perwakilan dari Walhi, organisasi ini berdiri sejak tahun 1980. Walhi merupakan organisasi tertua di Indonesia yang sangat perduli dengan masalah lingkungan hidup di Indonesia. Dalam hal ini WALHI khusus dalam membantu memberikan Advokasi ke masyarakat dalam hal regulasi. Di masyarakat WALHI memiliki wilayah kelola rakyat yang memproduksi produk-produk pangan. Selain produk pangan ada juga produk, kerajinan tangan, assesoris dan sebagainya.


Mas Lilo Perwakilan dari Walhi

Selain mengadvokasi masyarakat juga mengedukasi masyarakat yang mengalami konflik dilahannya. Selain mengadvokasi dari segi regulasi WALHIjuga mengedukasi masyarakat untuk bisa berdaya sendiri dalam hal ekonominya sehingga mereka bisa mandiri. Walhi membantu dalam hal tata kelolanya seperti apa, produksinya seperti apa serta pemasarannya.

Untuk pemasarannya WALHI punya market place sendiri yang namanya Toko WALHI dalam bentuk offline dan onlinenya bisa pesan melalui Whatapp atau Instragram WALHI sendiri. Selain itu Walhi juga memiliki koperasi dalam sekala besar . Dan saat ini Walhi sedang merancang sistem Market Place dalam bentuk website yang nantinya produk-produk dari manapun dapat masuk dalam website tersebut. Yang produknya sudah bersertifikasi dan kontinuitasnya terjaga, namanya Obalihara saat ini sedang dalam penguatan sistemnya nantinya Website ini seperti market place lainnya seperti Tokopedia , Bukalapak dan sebaginya. Namun market place yang sedang dirancang Walhi dikhususkan pada hasil produksi komunitas di wilayah dampingan WALHI yang produknya sudah tersertifikasi, dan dari kemasannya sudah baik dan tersertifikasi, kwalitas dan kontinuitasnya juga terjaga sehingga pembeli dapat mengorder produk yang ada di market place tersebut.

Contoh Sagu telur yang di tanam di lahan gambut  Sungai Thohor Riau


Untuk Advokasi ada beberapa kasus konflik lahan yang pernah di bantu oleh WALHI salah satunya adalah Sengketa Lahan Gambut Di Sungai Thohor Riau yang memproduksi Sagu Telur. Sengketanya dengan perkebunan sawit yang ingin membuka lahan sawit yang merupakan jenis tanaman monokulture, yang tidak bisa dicampur dengan tanaman lain. Sedangkan di sana produk sagunya sangat berpotensi sekali , karena merupakan daerah produsen sagu cukup besar. Dan jenis-jenis produk sagunya berbagai macam bukan hanya sagu telur tetapi jenis sagu lain yang bisa di buat mie sagu telur, gula sagu dan produk sagu lainnya. Dan kemasan sagunya juga sudah sangat baik , masyarakatnya juga sudah cukup kreatif dalam mengelola produk sagu ini.

Apa yang dilakukan WALHI adalah mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat agar mereka juga paham dengan regulasi yang berlaku sehingga jika ada sengketa lahan mereka dapat melakukan pembelaan atau proses hukum yang legal sehingga mereka dapat membela hak-haknya atas pengelolaan lahan hutan yang memang merupakan hak masyarakat setempat. Selain itu WALHI juga membantu menjembatani antara masyarakat dengan pihak pemerintah sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat bisa disampaikan oleh Walhkepada Pihak Pemerintah. Sejauh ini WALHI sudah ada di 28 Provinsi dari Aceh hingga Papua, masing-masing daerah memiliki permasalahan yang berbeda-beda ada yang permasalahan pertambangan, perkebunan, polusi udara , tata ruang hijau dan sebagainya dan di daerah Riau sendiri permasalah lingkungan yang ada adalah konflik lahan, kebakaran hutan . 


Kanan-kiri : Mbak Titik dan Mas Erwin dari FKKM


Selain WALHI, Lembaga Swadaya Masyarakat yang ikut meramaikan Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah FKKM, menurut Mas Erwin Setiawan FKKM yang merupakan kepanjangan dari Forum Komunikasi  Kehutanan Masyarakat berdiri tahun 1997-1998 yang didirikan oleh Alumni UGM dan kesininya sudah banyak juga yang bergabung dari Alumni IPB Fakultas kehutanan FKKM berkantor pusat di Bogor sedangkan produk-produk yang ditampilkan oleh FKKM dan mitranya antara lain kopi, madu, minyak kayu putih, 

FKKM didirikan dengan tujuan Agar pengelolaan hutan berbasis masyarakat artinya agar masyarakat ikut terlibat dalam pengelolaan hutan terutama kawasan-kawasan konservasi . Menurut Erwin selama ini kesannya masyarakat termarginalkan padahal sejak turun temurun dari nenek moyang mereka tinggal di sana, hidup dari hasil hutan, seperti mengambil madunya, rotannya, tetapi kesannya dikriminalkan karena tidak boleh mengakses hutan.

FKKM di dirikan untuk mendorong agar masyarakat  dapat mengelola  sebagian kawasan hutan karena ada zona-zona hutan yang memang dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat. Khusus untuk pengelolaan kopi wilayah yang sudah didampingi oleh FKKM adalah wilayah Bogor, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Buleleng Bali, Bandung dan Flores. Dan saat ini sedang berjalan di Aceh dan Marauke, untuk di Aceh upaya untuk pelestarian Orang Hutan di Kawasan Swaka Marga Satwa Rawa Singkil yang merupakan habitat orang hutan, sedangkan di Marauke sedang dibangun adalah Desa Perduli Lahan Gambut. Lahan Gambut adalah kawasan yang mudah terbakar , upaya yang dilakukan agar masyarakat setempat tidak mengalihfungsikan lahan gambut dengan perkebunan karena akan berbahaya dan dapat berpotensi terjadinya kebakaran.

Kembali pada pembahasan tentang kopi, Erwin menyampaikan bahwa kopi yang ditampilkan di Festival Panen Raya Nasional 2019 merupakan hasil kopi yang dikelola oleh masyarakat mitra FKKM dari pengelolaan hutan adat, hutan desa atau hutan kawasan konservasi sehingga kopi-kopi yang dihasilkan adalah kopi-kopi yang organik dan  yang ditanam dibawah tegakan pohon yang besar setelah masyarakat mendapatkan izin pengelolaan hutan konservasi namanya yang sudah diregulasikan oleh Pemerintah. Setelah FKKM mendorong masyarakat untuk mengelola kawasan hutan maka hasil kopinya bisa di dinikmati oleh masyarakat .

Sering kali hak pengelolaan hutan diberikan kepada perusahaan namun banyak perusahaan dengan hak konsesinya melakukan penebangan hutan dan merubah hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini yang tidak FKKM harapkan  karena dengan melakukan penebangan hutan dan menjadikannya sebagai lahan perkebunan seperti kelapa sawit maka akan merusak hutan dan itu akan berpengaruh pada ekosistem yang ada di hutan tersebut serta berpengaruh pada persediaan air di hutan.

Selain itu tumbuhan kopi juga sangat berpengaruh pada ekosistem yang ada disekitarnya sehingga cita rasa kopi yang dihasilkan bisa mengalami perubahan dengan adanya perubahan alam dan ekosistem tempat tumbuhan kopi tumbuh. Misalkan jika di dekat tanaman kopi ada pohon coklat yang tumbuh maka cita rasa dari kopi tersebut ada rasa coklatnya karena tumbuhan kopi menyerap apa yang ada disekitarnya. Sama seperti dengan madu cita rasa madu dapat mengalami perubahan dengan adanya perubahan ekosistem  dan iklim yang ada diwilayah tersebut.

Selain Walhi dan FKKM masih banyak Lembaga Swadaya Masyarakat dan komunitas yang meramaikan acara Festival Panen Raya Nusantara 2019 ini dan banyak sekali produk kerajinan tangan, kain tenun dari berbagai daerah di Nusantara yang unik dan cantik-cantik, sebagai bangsa Indonesia kita patut bangga melihat hasil pangan nusantara kita yang berlimpah ruah serta hasil kerajinan tangannya unik-unik dan menampilkan kekayaan budaya dan seni nusantara. 


Hasil Kerajinan Tangan dan Kain Tenun Dari Kalimantan

Selain pameran pangan nasional dan kerajinan tangan dari berbagai wilayah di nusantara kita juga bisa mengikuti berbagai macam diskusi yang sangat menarik untuk di simak salah satu diskusi yang saya ikuti adalah diskusi dengan tema "Jadikan Pangan Bijak Sebagai Gaya Hidupmu". Nah untuk pembahasan tentang diskusinya akan saya bahas dalam tulisan selanjutnya ya...


Baiklah teman-teman sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya ya.., salam...











Wednesday, October 30, 2019

Temu Blogger Kesehatan Dengan Tema "Pengendalian Faktor Resiko Stroke"

Foto Bersama Narasumber dan teman-teman
Blogger Kesehatan

Saya sangat senang sekali jika ada undangan Acara Temu Blogger Kesehatan karena banyak  sekali topik-topik menarik dan bermanfaat yang dibahas dalam setiap pertemuannya bukan hanya untuk para peserta tetapi bagi masyarakat luas. 

Acara Temu Blogger Kesehatan diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bekerjasama dangan jajaran dibawahnya dengan mengundang para Blogger yang sangat perduli dengan isue-isue  kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan ini dalam rangka memperingati Hari Stroke Se Dunia yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2019 , maka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal  Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Acara Temu Blogger Kesehatan dengan Tema "Pengendalian Faktor Resiko Stroke" yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 Oktober 2019 , berlokasi di Kementerian  Kesehatan Republik Indonesia Jl. Rasuna Said Blok X.5, Kavling 4-9 Rt.1/Rw.2 Kuningan , Kuningan Timur,  Setia Budi , Kota Jakarta Selatan.

Foto Kanan-Kiri : Narasumber Dr. dr.H Al Rasyid ,
 dr.Cut Putri Arianie
Foto Karya : Hermini

Dalam acara ini hadir dua orang Narasumber yang membahas tentang Penyakit Stroke yaitu Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Cut Putri Arianie , MH.Kes dan Sekretaris Pokdi Stroke Perdossi Dr. dr.H. Al Rasyid,Sp,S(K). Sebagai Narasumber pertama dr. Cut menyampaikan "Bahwa Acara Temu Blogger Kesehatan diselenggarakan dalam rangka Memperingati hari Stroke Se Dunia yang jatuh pada tanggal 29 Oktober Tujuannya mengingatkan kembali masyarakat Indonesia agar dapat mengenali secara dini, mengatasi dan  mengamati gejala stroke dengan tepat. Tema Global hari Stroke Se Dunia adalah "Don't Be One" maksudnya adalah jangan menjadi salah satunya . Sedangkan tema secara nasional adalah "Otak Sehat SDM Unggul" menuju Indonesia Maju.

Stroke merupakan salah Satu Penyakit Tidak Menular dan digolongkan ke dalam penyakit  Katastropik. Penyakit Katastropik merupakan penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya serta memiliki komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Menurut data Survey Registrasi System Tahun 2014 Stroke merupakan penyebab kematian nomer satu di Indonesia sekitar 21,1% . Dan Stroke memerlukan pembiayaan yang mahal dan tertinggi berdasarkan data ICN tahun 2018 sekitar 2,5 Trilyun. 

Berdasarkan Data Riskesdas 2013 privalensi Stroke nasional 12,1 per mil sedangkan pada Riskesdas 2018 privalensi Stroke nasional 10,9 per mil tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur (14,7 per mil) terendah di Provinsi Papua (4,1 per mil). Menurut dr. Cut Penyakit Stroke sangat mungkin dicegah . Beberapa faktor penyebab Stroke antara lain Hipertensi , Diabetes, sakit Jantung,  dan faktor lain seperti kurang aktifitas fisik, merokok, minum alkohol serta narkotik juga ikut berperan.

Kebijakan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI antara lain adalah 
  1. Melakukan promosi kesehatan untuk memberikan informasi, edukasi, kepada masyarakat luas untuk mencegah faktor resiko tidak terjadi Stroke, mengenali tanda awal terjadinya Stroke agar segera mendapatkan pengobatan. Bisa mencegah dan jika sudah terkena Stroke agar segera diobati. Memberikan Awareness kepada masyarakat bahwa stroke itu dapat dicegah .
  2. Melakukan Deteksi Dini , Kemenkes RI mendorong agar semua masyarakat yang punya faktor resiko Stroke , yang gaya hidupnya beresiko seperti merokok, kurang gerak, makan sembarangan, tidak memperhatikan asupan gula , garam dan lemaknya yang berlebihan agar melakukan deteksi dini minimal 1 bulan sekali. Apa saja yang dilakukan ? melakukan pengukuran tekanan darah apalagi yang pernah mendapatkan serangan Stroke minimal 1 bulan sekali melakukan pengukuran tekanan darah di Rumah jika memiliki alat ukur tekanan darah atau bisa mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apalagi jika memiliki kartu BPJS bisa mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan RI juga melakukan upaya-upaya deteksi dini kepada masyarakat dengan berbasis masyarakat yaitu dengan adanya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Satu Desa Satu Pos Pembinaan Terpadu. Apa yang dilakukan di sana yaitu melatih kader-kader untuk dapat melakukan deteksi dini seperti melakukan pengukuran tekanan darah , gula darah sewaktu, indeks masa tubuh.
  3. Apabila kita sudah terserang Hipertensi, Diabetes, Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan Stroke datanglah ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik tingkat primer, ataupun ditingkat sekunder . Dengan memiliki Kartu BPJS bisa melakukan pemeriksaan di Dokter Praktek Mandiri seperti Klinik atau Puskesmas. Jika kondisinya cukup serius bisa di rujuk ke tingkat sekunder seperti Rumah Sakit Umum Daerah atau Rumah Sakit Swasta yang bekerjasama dengan BPJS.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah dalam mencegah penyakit tidak menular antara lain :
  1. Mendorong agar cukai rokok naik ini berkaitan dengan kementerian yang berwenang dalam menentukan kenaikan biaya cukai rokok
  2. Mendorong dinaikan cukai minuman dan makanan  yang mengandung gula tinggi agar masyarakat teredukasi untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi.
Bagaimana Cara mengenali Stroke ?
  1. Senyum tidak Simetris, sulit menelan air minum secara tiba-tiba 
  2. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  3. Bicara pelo , tiba-tiba bicara tidak nyambung
  4. Kebas, baal , kesemutan 
  5. Rabun pandangan kabur
  6. Sempoyongan , sakit kepala
atau secara Internasional dikenal sebagai FAST 
  1. Face Dropping
  2. Arm Weakness
  3. Speech Difficulty
  4. Time To Call
Setelah orang mengalami tanda-tanda seperti ini harus segera dibawa ke Rumah Sakit atau IGD makin cepat di bawa kerumah sakit makin dapat dicegah kecacatan permanennya. Hal ini yang pertama harus dilakukan jika ada anggota keluarga kita yang menunjukan gejala Stroke.

Pencegahanya :
  1. Memasyarakatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
  2. Terapkan Pola kehidupan CERDIK di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Setelah dr. Cut menyampaikan pemaparannya maka acara dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Dr. dr. H Al Rasyid dengan tema "Deteksi Dini Dan Pengendalian Faktor Resiko Penyakit Stroke" 

Menurut Data WHO, Stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia , sekitar 328.500 orang meninggal karena Stroke pada tahun 2012. Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian. Menurut WHO tahun 2014 Stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak , umumnya akibat pecahnya pembulu darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga pasokan nutrisi dan oksigen berkurang.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 , kejadian Stroke di Indonesia menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan Indonesia Stroke Registry tahun 2012-2014 memperlihatkan kejadian Stroke iskemik/Sumbatan (67%) lebih banyak dibandingkan Stroke Hemoragik/Pendarahan (33%).

Begitu gejala Stroke terlihat , pasien harus segara dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit dalam waktu kurang dari dua jam. Ia perlu secepatanya mendapatkan penanganan tim medis dalam periode "Emas Stroke", yaitu 4,5 jam , untuk mengurangi resiko kematian dan kecacatan permanen. Pasien juga harus melakukan pemeriksaan CT Scan agar diketahui jenis strokenya. 

Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor atau sering disebut multi faktor . Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian Stroke dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Faktor Resiko yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah seperti umur, jenis kelamin, Ras Tertentu dan Genetik atau riwayat keluarga.
  2. Faktor Resiko yang dapat di modifikasi atau dapat diubah seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, Obesitas , Dislipidemia, Atrial Fibrilasi, Stenosis Arteri Karotis, dll . Selain itu Merokok, Migrain, Penyalahgunaan Obat, Kurang Aktivitas Fisik, Konsumsi Alkohol , pemakaian kontrasepsi hormonal.
Faktor resiko tersering yang memicu stroke di Indonesia adalah usia yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi , dan kolestrol tinggi. Pentingnya tata laksana yang optimal pada fase akut stroke akan menentukan perbaikan pasca stroke dan mengurangi kecacatan . Deteksi dini dan faktor resiko dan promosi hidup sehat sejak usia dini perlu digalakan agar memperkecil kejadian faktor resiko dan Stroke. Jika sudah terlambat maka penanganannya akan sulit. Karena langkah pencegahan begitu penting untuk menghindari serangan stroke. memerapkan gaya hidup sehat adalah upaya mencegah berbagai penyakit , termasuk stroke. Demikianlah apa yang disampaikan oleh Dr. dr.H Al Rasyid, Sp,S(K) , selanjutnya acara dilanjutkan dengan testimoni dari penderita penyakit Stroke dan forum tanya jawab.

Demikian lah rangkaian kegiatan Temu Blogger kesehatan dengan Tema "Pengendalian Faktor Resiko Stroke" yang diselenggarakan pada Tanggal 28 Oktober 2019 yang lalu , semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sampai berjumpa dipembahasan lain.






Thursday, August 22, 2019

Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak



Sebelum saya bercerita banyak tentang Acara Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak, Saya ingin bertanya terlebih dahulu  kepada teman-teman semuanya. Apakah ada yang mengetahui tentang penyakit Pneumonia ?

Terus terang saja saya masih sangat asing dengan istilah Pneumonia ini, hingga akhirnya saya mengikuti Acara Talkshow Ruang Publik KBR yang disiarkan di 100 radio jaringan KBR yang tersebar diseluruh nusantara dari Aceh hingga Papua, 89.2 Power FM Jakarta. 

Acara Talkshow Ruang Publik KBR dilaksanakan pada Hari Minggu 18 Agustus 2019 berlokasi di Halaman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat dengan mengambil Tema " Merdeka Dari Pneumonia". Dengan menghadirkan Narasumber antara lain :
  1. Selina Patta Sumbung - Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik Partner Save The Children
  2. Windra Woworuntu dari P2PML Kemenkes R.I
  3. Erna Mulasih- Direktur Kesja Kemenkes R.I
  4. Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A - Ikatan Dokter Anak Indonesia
  5. Orang Tua dari Survived Pneumonia.

Selain acara Diskusi dengan para Narasumber Talkshow pada kesempatan ini dilaksanakan  pula Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak yang diselenggarakan oleh Save The Children Indonesia. Acara Kampanye ini  akan dilaksankan dalam bentuk Outdoor Event , Kompetisi Blogger dan Vlogger dengan hadiah kunjungan ke wilayah kerja Save The Children untuk 2 (Dua) orang pemenang, wahhh teman-teman Blogger dan Vlogger harus ikut nih.



Sebelumnya saya akan sedikit membahas tentang Pneumonia. Sebelum kita bahas tentang Pneumonia ada baiknya kita mengetahui informasi sebagai berikut , menurut penjelasan Ibu Selina "Berdasarkan data-data dari Kemenkes RI, Save The Children, WHO dan UNICEF menunjukan fakta-fakta yang sangat menghawatirkan terkait Pneumonia pada Balita, yaitu:
  1. Pneumonia merupakan penyebab kematian anak nomor satu di dunia yang seharusnya dapat dicegah, dengan diperkirakan sekitar 1 juta anak setiap tahunnya. Diperkirakan tahun 2030, Pneumonia akan membunuh 11 juta anak jika tidak segera dicegah. 
  2. Pneumonia menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita, itu lebih banyak dari pada AIDS, Malaria dan Campak sekaligus dan sayangnya masyarakat masih banyak yang belum mengetahu hal ini.
  3. Setiap 1 menit 2 balita meninggal akibat Pneumonia. Data Dari Kemenkes RI menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri dari 5 kematian balita 1 diantaranya disebabkan karena Pneumonia. Faktor utama dari penyebab kematian karena Pneumonia disebabkan karena Polusi Udara, seperti asap rokok, debu, asap kendaraan bermotor dan sebagainya.

Untuk Pneumonia sendiri dijelaskan oleh Dr. Madeleine dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yaitu : " Pneumonia adalah suatu kondisi penyakit yang mengenai paru-paru pada anak atau orang dewasa yang bisa disebabkan karena infeksi Virus, infeksi bakteri, infeksi jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru anak yang pada akhirnya menyebabkan gejala sesak, nafasnya menjadi tidak enak dan itu dapat beresiko fatal yang mengakibatkan resiko kematian".

Bagaimana dengan kondisi Pneumonia di Indonesia ? Menurut Dr. Winda Woworuntu situasi di Indonesia, Pneumonia merupakan penyebab kematian pada anak nomer 2 di Indonesia sedangkan penyebab utamanya adalah Diare. Di Indonesia 5 dari kematian anak di Indonesia disebabkan karena Pneumonia. Pertama Pemahaman masyarakat di Indonesia mengenai Pneumonia masih. Jika masyarakat sudah banyak yang mengerti tentang penyakit ini mungkit tingkat kematian pada anak akibat Pneumonia dapat berkurang karena penyakit ini dapat dideteksi lebih awal sehingga penaganan yang diberikan kepada pasien lebih cepat dan tepat. 

Bagaimana caranya mendeteksi apakah anak-anak terkena Pneumonia ? yaitu dengan dengan melihat gejala awal seperti Batuk, Flu, Demam, yang disertai  dengan Sesak Nafas. Cara melihat sesak nafasnya adalah dengan menghitung ritme sesak nafasnya  per/menit dan  ada cekungan di dinding dadanya saat anak sesak nafas. Jika kondisinya sudah seperti ini harus dibawa ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Bagaimana Peran serta keluarga dalam mengatasi Pneumonia ?Peran Keluarga sangat penting, keluarga harus tahu apa itu Pneumonia, apa bahayanya bagi anak bagaimana mengenali secara dini, penyebabnya apa saja dan bagaimana perawatannya di rumah apabila anak itu tidak memerlukan perawatan di Fasilitas Kesehatan. 

Disamping itu Kemenkes RI atau pemerintah memastikan bahwa fasilitas kesehatan mempunyai kemampuan dan memastikan bahwa mereka memeberikan pelayanan sesuai dengan standar baik itu di Fasilitas Kesehatan dasar maupun rujukan. Dan ini tentunya  tergantung dari prilaku tenaga kesehatan itu sendiri , ketersediaan obat dan juga ketersediaan alat-alat kesehatan untuk mendukung perawatan Pneumonia. 

Selain itu juga Pemerintah memiliki Regulasi Kesehatan untuk meningkatkan kesehatan anak agar terhindar dari Pneumonia atau paling tidak dia kebal terhadap Pneumonia, ataupun paling tidak jika terkena pneumonia kompikasi tidak akan berat. Regulasi itu antara lain adalah dengan :
  1. Memberikan ASI Ekslusif dimana diharapkan semua anak mendapatkan ASI saja hingga usia 6 bulan.
  2. Kemudian anak mendapatkan Vitamin A, setiap 6 bulan.
  3. Memberikan Makanan Pendamping Asi dengan benar artinya orang tua paham betul bagaimana cara memberikan makan yang baik baik itu dari segi jumlah, maupun jenis, serta dari segi pemberian.
  4. Memberikan Imunisasi yang lengkap pada anak.
Pemerintah juga mempunyai regulasi SOP dimana anak-anak yang kekurangan gizi mendapatkan Makanan Pendamping ASI dengan diberikan MP ASI yang tepat diharapkan kondisi anak tersebut dapat pulih demikian juga dengan anak-anak dengan gizi buruk karena jika kondisi gizinya buruk maka akan memperberat memderita Pneumonia.


Apa kaitannya antara Save The Children dengan Pneumonia ?Save The Children adalah Organisasi Non Pemerintah yang berdiri di London Inggris. Di Indonesia sendiri sudah berdiri sejak 1976. Save The Children mempunyai peran yaitu Pertama Meningkatkan kesadaran masyarakat terutama orang tua tentang bahaya Pneumonia. Pemerintah telah mengeluarkan Regulasi , Save The Children mempunyai peran mengkampanyekan Stop Pneumonia Pada Anak sejak tahun 2019-2021 sebagai upaya menolong Anak-anak Indonesia agar terhindar dari Pneumonia melalui program peningkatan kesadaran tentang bahaya Pneumonia serta mobilisasi pelibatan orang tua, anak muda dan publik. Promosi Pencegahan Pneumonia dengan cara yang mudah, sederhana serta dapat dicerna dan dapat dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  1. Memberikan Asi ekslusif kepada bayi minimal hingga usia 6 bulan.
  2. Memberikan Imunisasi lengkap pada anak-anak.
  3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun hal ini sangat sederhana tetapi penting sekali.
  4. Stop merokok dan menimbulkan polusi udara.
Gejala Pneumonia biasanya diawali dengan deman, batuk, pilek, yang kemudian berkembang menjadi sesak. Sesak itu seperti apa ? Yaitu Nafasnya cepat dan berat serta tersengal-sengal. Bisa dilihat ada tarikan dinding dada ke dalam jadi jika orang tua melihat anaknya nafasnya cepat dan sesak serta ada cekungan di dinding dadanya maka itu salah satu pertanda bahwa anaknya terkena Pneumonia.
Cara menghitung nafasnya letakan tangan di perut anak, kemudian setiap anak menarik nafas hitung 1,2,3 terus sampai 1 menit. Pada anak dari usia 2 bulan hingga 12 bulan apabila dia lebih dari 50 kali lebih/menit nafasnya cepat maka bisa dipastikan dia terkena penyakit Pneumonia. Lebih dari usia 12 bulan lebih dari 40 kali/menit sudah bisa dikategorikan mengalami Pneumonia.


Acara ini juga dihadiri Bayu Oktara, salah seorang artis Indonesia yang menceritakan pengalamannya menjadi Ayah Asi. Pengalaman yang dibagikan sangat bermanfaat untuk para ayah karena peran ayah sangat penting di dalam keluarga terutama untuk kesehatan keluarga.

Kenapa peran ayah  sangat penting ? Karena Ayah juga berperan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang bersih dan sehat seperti tidak merokok di dalam rumah , membantu istri dalam memberikan Asi ekslusif kepada bayinya hingga usia 6 bulan, memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, memberikan Imunisasi lengkap kepada anak. Ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan sejak kecil dan yang penting sekali tidak merokok.


Acara ini juga diramaikan dengan lomba posting Instagram serta tari Cokek yang langsung diliput oleh tv nasional. Demikian lah rangkaian kegiatan kampanye Stop Pneumonia Pada Anak, sampai berjumpa dilain kegiatan ya.







Friday, June 28, 2019

Belajar Toleransi, Saling Menghargai, Dan Mencintai Melalui Film Koki-Koki Cilik 2

Foto Koleksi Pribadi
Libur Sekolah Akhir Tahun Pelajaran  telah tiba, para Orang Tua pasti ingin mengajak anak-anak mereka untuk pergi berlibur keluar kota bahkan ada yang ke luar negri  untuk menghabiskan waktu libur panjang anak-anak mereka. 

Tetapi bagi Orang Tua yang sudah harus bekerja kembali seperti saya mungkin tidak akan bisa mengajak anak-anak mereka untuk pergi liburan keluar kota seperti yang kita harapkan kecuali di hari Sabtu dan Minggu.

Namun, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir karena menjelang Libur Panjang Akhir Tahun Pelajaran ini banyak sekali Film-film Anak hasil karya Sutradara Indonesia mulai ditayangkan di Bioskop-bioskop kesayangan keluarga. 

Dengan mengajak anak-anak untuk nonton film bisa menjadi alternatif pilihan untuk mengisi libur panjang mereka. Salah satu Film Anak-anak yang mulai tayang Minggu ini adalah Film Koki Koki Cilik 2. 



Film Koki Koki Cilik 2 mulai ditayangkan secara serentak pada tanggal 27 Juni 2019 di Seluruh Bioskop di Indonesia. Film ini diproduksi oleh MNC Pictures dan diSutradarai oleh Viva Westi. Serta diperankan oleh Artis-artis Papan atas Indonesia yaitu antara lain : 
  • Ringgo Agus Rahman
  • Christian Sugiono
  • Kimberly Ryder
  • Farras Fatik 
  • Adhiyat 
  • Alifa Lubis
  • Marcello
  • Ali Fikry
  • Romaria Magdalena Simbolon
  • Clarice Cutie



Fim Koki Koki Cilik 2 bergenre Komedi Keluarga dengan menggunakan alur campuran .

Sinopsis :

Jalan Cerita pada Film Koki-koki Cilik 2 masih ada kaitannya dengan Film Koki Koki Cilik sebelumnya. Namun tidak perlu khawatir karena diawal penayangan Film Koki Koki Cilik 2 Para penonton akan melihat cuplikan adegan film Koki Koki Cilik sebelumnya, sehingga bagi yang belum menyaksikan film sebelumnya bisa mengikuti jalan cerita di film Koki Koki Cilik 2 ini.

Koki Koki Cilik 2 Bercerita tentang Alumni Cooking Camp yaitu Bima, Alfa Kevin , Niki, Mely dan Key yang datang kembali ke Area Cooking Camp untuk mengadakan reunian. Namun Setelah mereka tiba disana ternyata Cooking Camp sudah Ditutup.

Kejadian ini berawal dari omongan Evan , mantan Chef terkenal yang meragukan kredibilitas dari Grant sebagai pengelola Cooking Camp. apalagi keluarga Pak Malik sebagai pemilik dari lahan Cooking Camp ingin menjual lahan Camp.

Akhirnya Anak-anak bersepakat untuk mempertahankan Cooking Camp dan mengumpulkan dana untuk membuka kembali Cooking Camp caranya dengan menjual makanan dan minuman dengan memanfaatkan truck yang ada di Cooking Camp sebagai Food Truck . Masalahnya adalah Chef Grant tidak bisa menyupir mobil. 

Beruntung sekali Tante Adel dan Adit datang ke Cooking Camp dan Tante Adel menawarkan diri untuk menjadi supir Food Truck, akhirnya mulailah mereka membuka usaha makanan dengan menggunakan Food Truck, namun ternyata untuk mengumpulkan dana tidak semudah yang mereka bayangkan , karena mereka harus berhadapan dengan berbagai persoalan. 

Puncaknya adalah saat Sandwich bikinan Adit dituduh menjiplak restoran yang dikelola oleh Evan yang ternyata adalah alumni Cooking Camp angkatan pertama, nahh kini saatnya anak-anak harus bersatu dan bekerja keras untuk mempertahankan Cooking Camp.

Pelajaran yang bisa diambil dari Film Koki Koki Cilik 2

Sepanjang penayangan film Koki Koki Cilik 2 kita akan menyaksikan banyak adegan lucu dan menggemaskan dari tingkah polah anak-anak ini namun ada juga pelajaran berharga yang bisa kita ambil melalui film ini yaitu :

  1. Saling menghargai, karena di dalam menjalin pertemanan atau persahabatan  kita tidak selalu sependapat, karena itu saling menghargai pendapat masing-masing adalah hal yang harus dipegang dalam sebuah jalinan persahabatan .
  2. Toleransi, sikap toleransi harus dibangun sejak dini agar anak-anak terbiasa untuk dapat menerima perbedaan yang ada dan tidak bersikap ingin menang sendiri atau egois. Caranya dengan bermain bersama, saling bertukar mainan misalnya, bergantian dalam menaiki ayunan dan sebagainya
  3. Mencintai, melalui film ini anak-anak bisa melihat keakraban antara alumni Cooking Camp dan bagaimana sikap mereka dalam menjaga perasaan dan melindungi antara satu dengan yang lainnya. Belajar mencintai adalah belajar untuk memberi perhatian , keperdulian, rasa sayang dan keinginan untuk saling menjaga.
Fim Koki Koki Cilik 2 merupakan film Keluarga yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga mulai dari anak-anak hingga Kakek dan Nenek, kita bisa mengajak seluruh anggota keluarga kita untuk menyaksikan Film ini. Menurut pendapat saya film ini sangat cocok disaksikan anak-anak Usia 3 tahun ke atas karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan suasana di dalam bioskop , dan mengikuti jalan ceritanya. 

Selain itu selama menyaksikan film Koki Koki Cilik 2 anak-anak juga akan dihibur dengan sountrack Film Koki-Koki Cilik 2 yang bagus-bagus, mereka pasti akan suka dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Mely dan kawan-kawan Cooking Camp .

Baiklah Ayah dan Bunda silahkan mengajak anak-anak untuk menyaksikan Film Koki Koki Cilik 2 di bioskop kesayangan keluarga yang ada di kota-kota anda, selamat menyaksikan filmnya dan selamat menikmati libur panjang Akhir Tahun Pelajaran untuk Adik-adik semuanya... 

Salam.....

Saturday, June 1, 2019

Ngabuburit Sehat Bersama Kemenkes Dan Kemenhub RI : Mudik Aman, Selamat, Sehat Sampai Tujuan

 Dirjen Kesmas dr. Kirana Pritasari, Kesehatan RI Prof.Dr.dr. Nila.F Moeloek  SPM (K), Sekjen Kemenhub Bpk Joko Sasono, Dirjen Yankes Bpk dr. Bambang Wibowo,


Menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagian besar masyarakat yang tinggal didaerah perkotaan melakukan tradisi mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Biasanya tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat perkotaan yang berasal dari daerah yang merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya , Medan Yogyakarta dan kota besar lainnya.

Karena tradisi Mudik, di Indonesia sudah bersekala Nasional dan sudah menjadi agenda tahunan maka Pemerintah Republik Indonesia memberikan perhatian khusus dalam penanganan arus mudik setiap tahunnya. Terutama sekali dalam hal menyiapkan sarana dan prasarana penunjang untuk membantu masyarakat yang akan mudik seperti sarana dan prasarana kesehatan serta infrastruktur yang akan digunakan oleh para pemudik untuk sampai kehalamannya masing-masing.

Oleh karena itu untuk mensosialisasikan program Pemerintah kepada masyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan pemudik di tahun 2019 ini, maka Kementerian Kesehatan dan Perhubungan Republik Indonesia menyelenggarakan satu kegiatan yang diberi nama Ngabuburit Sehat Bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan dengan Tema "Mudik Aman, Selamat , Sehat Sampai Tujuan ".


Acara Ngabuburit Sehat diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2019 di Parkir Inap Utara Stasiun Gambir dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr. Nila.F Moeloek SPM (K), Sekjen Kemenhub Bpk Joko Sasono, Dirjen Kesmas dr.Kirana Pritasari, Dirjen Yankes Bpk dr. Bambang Wibowo, dan beberapa pejabat di jajaran Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Acara ngabuburit Sehat dibuka dengan doa bersama dan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Kiranan selaku Dirjen Kesmas dan penyelenggara acara Ngabuburit Sehat 2019. Menurut Ibu Kirana acara Ngabuburit Sehat yang diselenggarakan oleh Kemenkes dan Kemenhub RI ini merupakan tradisi tahunan dan mudah tahun yang ketiga, tahun lalu diselenggarakan di Terminal Kampung Rambutan , juga dihadiri oleh para Blogger dan masyarakat setempat. 

Tujuan dari acara Ngabuburit Sehat adalah Karena para Blogger dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas, sehingga diharapkan melalui informasi yang disampaikan oleh Blogger dapat mengedukasi masyarakat untuk mempersiapkan diri agar mudik mereka dapat berjalan dengan Aman, Selamat, Sehat Sampai Tujuan. Dan ada tamu khusus dalam acara Ngabuburit Sehat , yaitu Mas Kamal dari Vlogger Otomotif yang akan berbicara mengenai tips aman dalam berkendaraan selama mudik. Dalam kesempatan ini juga Ibu Kirana juga mengharapkan kerjasamanya dengan Sekjen Kemenhub Bpk Joko Sasono dalam memberikan pembinaan kepada para pedagang di sekitar stasiun dan terminal mengenai pentingnya menjaga kesehatan panganan yang akan dijual kepada para pemudik.

Kemudian acara dilanjutkan dengan dialog dengan Menteri Kesehatan RI  dan Sekjen Kemenhub. Dalam kesempatan pertama Sekjen Kemenhub Bpk Joko Sasono menyampaikan "Karena Mudik merupakan kegiatan tahunan tentu saja kita ingin terus melakukan peningkatan, apa saja temuan-temuan yang kita temukan setiap tahunnya tentu saja ingin kita perbaiki. Salah satunya yang menariknya saat ini adalah  setiap tahun terus menerus terjadi perbaikan prasarana baik itu jalan, bandara , stasiun bahkan pelabuhan. Karena kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang akan mudik. Sebelum berangkat mereka juga harus benar-benar menjaga kesehatan sehingga mereka dapat berkonsentrasi di perjalanan dengan demikian perjalanan mereka akan aman, selamat, sehat sampai tujuan. 

Untuk Infrastrukturnya saat ini sudah ada 1.500 km jalan tol , 500 km dari Palembang menuju Bakawuni Lampung dan 1000 km dari Merak menuju Probolinggo. Dengan adanya pembangunan infrastruktur ini memberikan kesempatan besar kepada pengguna kendaraan pribadi sehingga pasti akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sepedah motor juga masih diminati walaupun mungkin angkanya akan mengalami penurunan dan kita senang, karena dengan adanya penurunan pemudik dengan menggunakan kendaraan motor keselamatan penumpang akan mengalami peningkatan.

Demikian pula dengan kereta api juga mengalami peningkatan karena dengan adanya jalur ganda Jakarta-Surabaya akan meningkatkan kapasitas angkut sebagian penumpang dijalur selatan. Untuk Penerbangan kita memang sedang berada dalam situasi yang tidak stabil namun kita tetap berharap bahwa penerbangan masih menjadi salah satu transportasi pilihan pemudik di tahun ini apalagi pemerintah sudah melakukan penurunan tarif. Demikian pula dengan transportasi laut mengalami peningkatan penumpang sekitar 20-30%.

Selanjutnya Menkes RI menyampaikan "Saat ini sudah jauh sekali peningkatan sarana dan prasarana transportasi yang akan digunakan oleh pemudik baik itu peningkatan sarana dan prasarana yang ada di stasiun kereta api , bandara demikian juga transportasi yang digunakan jauh lebih bersih, tertib dan teratur contohnya saja kereta api. Karena itu kita patut berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan, PT.KAI atas perbaikan sarana dan prasarana yang sudah dilakukan.

Saat ini Insya Allah transportasi untuk mudik sudah jauh lebih baik, karena itu kita berharap para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, selamat dan sehat sampai tujuan karena itu saat ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak demi kelancaran dan keselamatan para pemudik seperti dengan Kementerian Perhubungan, Polri, Jasa Marga dan pihak lainnya. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan adanya koordinasi antara departemen dalam persiapan Mudik 2019

Menteri Kesehatan RI berharap bahwa pengemudi kendaraan umum untuk mudik dalam keadaan sehat dan prima serta terbebas dari pengaruh alkohol ,obat-obatan terlarang karena ini menyangkut keselamatan para penumpang yang akan dia bawa. 

Sangat diperlukan adanya cek kesehatan untuk para pengemudi baik itu untuk pengemudi kendaraan umum maupun pengemudi kendaraan pribadi untuk memastikan kesiapan fisik mereka dalam membawa kendaraan. Dan saat ini untuk mengantisipasi Mudik 2019 Kementerian Kesehatan RI sudah menyediakan Posko Kesehatan, Puskesmas serta Rumah Sakit sebanyak 6.047 titik sepanjang jalur mudik dari Pulau Sumatra, Jawa serta pulau-pulau lainnya.

Jika saat perjalanan pemudik merasa kurang sehat dapat mengunjungi posko-posko kesehatan yang disedikan oleh Kementerian Kesehatan RI di sepanjang jalur mudik secara gratis. Dan diharapkan para pemudik membawa bekal makanan dan minuman serta obat-obatan yang cukup untuk persiapan diperjalanan termasuk kartu BPJS untuk mengantisipasi jika sakit di perjalanan.
Dalam keadaan darurat BPJS dapat digunakan di daerah jika kondisinya sangat mendesak. Pasan Menteri Kesehatan RI "Sebelum berangkat mudik beberapa hari sebelumnya  sebaiknya kita melakukan cek kesehatan untuk memastikan bahwa kita siap secara fisik dan mental untuk melakukan perjalanan jauh"

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan forum tanya jawab dengan Menteri Kesehatan RI Ibu Nila beserta Sekjen Kemenhub Bapak Joko.S. dalam forum tanya jawab ini Sekjen Kemenhub Bpk Joko. S menjelaskan untuk mengantisipasi kemacetan di jalan tol maka akan diberlakukan sistem satu Arah dan untuk pelaksanaannya akan dipantau oleh Kemenhub beserta pihak Polri dan Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiapkan posko kesehatan di Rest Area sepanjang jalur tol jadi bagi pemudik yang merasa kurang sehat dapat berkunjung ke posko kesehatan yang sudah disiapkan .

Dan bagi pengguna kendaraan pribadi diharapkan membawa supir cadangan untuk mengantisipasi jika pengemudi utama mengantuk dan apabila tidak membawa supir cadangan sebaiknya beristirahat di rest area agar dapat beristirahat yang cukup sebelum melanjutkan perjalanan. 


Para Pendukung Acara Ngabuburit Sehat Bersama Kemenkes dan Kemenhub RI
setelah acara diskusi dan tanya jawab selesai dilaksanakan acara selanjutnya adalah buka puasa bersama . Demikianlah rangkaian kegiatan Ngabuburit Sehat Bersama Kemenkes dan Kemenhub RI sampai berjumpa di acara selanjutnya. salam.