Wednesday, November 21, 2018

Menulis Adalah Hiburan Untukku


Aku tidak ingat dengan pasti kapan aku mulai suka menulis, tetapi seingatku saat kelas V  (lima) SD aku sudah mulai suka menulis terutama di buku Diary. Sejak kecil aku termasuk anak yang jarang sekali bergaul dengan teman-teman sebaya. Aku lebih senang menghabiskan waktuku untuk membaca buku cerita sambil mendengarkan siaran radio kegemaranku. 

Apalagi tahun 1987-1988 tidak banyak hiburan yang bisa aku lihat di televisi . Saat itu siaran tv yang bisa kita tonton hanyalah TVRI satu-satunya Stasiun Televisi yang ada di Indonesia waktu itu.

Jadi jika siaran televisinya kurang menarik aku lebih suka mendengarkan siaran radio karena banyak sekali Lagu-lagu serta Sandiwara Radio yang bagus-bagus yang diputar saat itu.

Beberapa Sandiwara Radio yang booming sekitar akhir tahun 80 an dan awal tahun 90 an antara lain Tutur Tinular, Saur Sepuh, misteri Gunung Merapi, dan masih banyak sandiwara radio lainnya yang cukup menarik. Bahkan beberapa diantaranya sempat diangkat kelayar kaca Seperti Saur Sepuh, Tutur Tinular dan Misteri gunung Merapi.

Kembali lagi soal hobi menulisku. Karena karakterku yang tertutup maka aku tidak banyak memiliki teman akrab karena itu bagiku menulis di buku Diary seperti berbicara dengan sahabat karibku, aku bisa menceritakan banyak hal kepadanya tanpa merasa khawatir dicemooh atau diejek.

Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku tidak suka berteman ? Sebenarnya aku suka berteman tetapi ada beberapa peristiwa yang menyebabkan aku tidak suka lagi berteman dan lebih memilih untuk bermain sendirian di rumah.

Waktu aku Sekolah Dasar dulu, keluarga kami masih tinggal dirumah nenek dari Ayahku, keadaan ekonomi kami belum mapan saat itu jadi kami masih tinggal bersama Nenek. Sedangkan keadaan ekonomi kakak-kakak ayah sudah jauh lebih baik dari keluarga kami sehingga mereka sudah tinggal dirumahnya masing-masing.

Karena rumah mereka berdekatan dengan rumah nenek maka kami anak-anaknya suka bermain bersama. Nah ada salah satu sepupuku yang karakternya kurang bagus dia suka memprovokasi teman-temannya untuk memusuhiku, dan mereka tidak boleh bermain denganku akibatnya aku sering ditinggal main sendirian.

Setiap pulang bermain aku selalu menangis karena dimusuhi teman-temanku, ya karena ada provokator kecilnya. Karena kejadian ini sering berulang setiap hari akhirnya Nenek marah juga, dan melarang aku untuk bermain dengan mereka.

Akhirnya aku terbiasa bermain sendirian di rumah atau bermain dengan nenekku, karena kedua orang tuaku harus bekerja di kantor . Pengalamanku yang kurang menyenangkan mengenai pertemanan di waktu kecil membuat aku lebih memilih dalam berteman sehingga aku tidak mempunyai banyak teman akrab.

Karena itulah sejak anak-anak hingga remaja, aku lebih suka menghabiskan waktuku berjam-jam di kamar hanya untuk membaca buku, mendengarkan musik , menulis dibuku Diary atau bermain komputer dibandingkan kumpul-kumpul dengan teman sebaya.

Menulis bagiku adalah hiburan, dengan menulis aku bisa mencurahkan semua perasaaanku yang tidak bisa aku ungkapkan secara lisan. Dengan menulis bisa mengungkapkan ideku, pandanganku, Pemikiranku serta pengetahuanku.

Tetapi yang mengherankan adalah aku sulit sekali menulis dalam bentuk fiksi. Jika menulis hal non fiksi ideku selalu ada tetapi jika disuruh untuk membuat karangan fiksi aku tak berdaya. 

Aku seperti kehilangan kata-kata saat berhadapat dengan karangan fiksi, seperti cerpen misalnya, tetapi jika aku diminta untuk menulis tentang tema-tema kesehatan, sosial, senio seni , budaya  dan sebagainya aku selalu punya ide.

Dan waktu SMA dulu aku sering membantu kakak kelasku yang sudah Kuliah menyiapkan skripsi mereka terutama dalam hal pengetikan, dan pernah ada adik kelasku yang dulunya satu SMP minta bantuanku untuk menyusun tugas PKLnya hingga selesai hahahaha, mungkin ini hal yang kecil bagi orang lain. Tapi bagiku ini sebuah kehormatan bisa membantu teman-temanku menyusun tugas akhir mereka sampai selesai.

Jadi menulis fiksi adalah tantangan terbesarku saat ini, betapa sulitnya menulis karangan fiksi itu. Karena untuk menulis karangan fiksi daya imajinasi kita haruslah tinggi. kemampuan kita untuk membuat setting tempat, nama tokoh , karakter dari setiap tokoh juga harus kuat. Pokoknya untuk menulis fiksi banyak banget deh persiapannya.

Nah saat aku menghadapi masalah terbesar dalam hidupku menulis juga bisa menjadi semacam terapi. Karena sifatku yang tertutup membuatku sulit untuk berbagi perasaan dengan orang lain karena itu dengan menulis aku bisa menyalurkan emosiku dan rasanya lega banget jika aku bisa mengungkapkan seluruh keluh kesahku di buku Diary.

Jika ditanya sampai kapan aku akan menulis terus ? aku akan menjawab sampai aku tidak mampu lagi untuk menulis, karena menulis adalah bagian dari hidupku....
Bagaimana dengan kalian ?







No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^