Tuesday, November 27, 2018

#BloggerXFintechDay : Mengenal Fintech Lebih Dekat

Para CEO Fintech, Moderator dan Mas Danny Rachmat
Sebenarnya saya sering mendengar Aplikasi Dana, OVO, Sakuku dan aplikasi pembayaran lainnya tetapi saya tidak tahu bahwa aplikasi-aplikasi tersebut merupakan bagian dari Fintech. mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu Fintech termasuk juga saya

Fintech adalah singkatan dari Financial dan Technology yaitu suatu inovasi dibidang jasa keuangan dengan berbasis digital. Majunya perkembangan Financial Technology di Indonesia diawali dengan pesatnya perkembangan informasi dan telekomunikasi di Indonesia.

Dan beruntungnya saya mendapatkan kesempatan untuk mengenal Fintech lebih dalam lagi melalui acara Blogger X Fintech Day , yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 24 November 2018 di Intro Jazz Lounge BSD. Pada acara ini saya dapat bertatap muka langsung dengan para CEO startup  Fintech yang ada di Indonesia serta berdiskusi dengan mereka. Selain itu saya juga dapat mendengarkan penjelasan langsung dari Sunu Widyatmoko Wakil Ketua AFPI yang sekaligus CEO Dompet Kilat mengenai Fintech.

Sunu Widyatmoko Wakil Ketua AFPI dan CEO Dompet Kilat
Menurut Sunu, Fintech tidak akan hadir tanpa kemajuan Tehnology yang ada di smartphone. Fintech esensinya adalah sebuah platform hanya mempertemukan antara pemilik uang langsung dengan pihak yang membutuhkan uang. Keputusan pemberian pinjaman merupakan kesepakatan kedua pihak dengan kata lain Fintech adalah "Biro jodoh Plus-Plus". 

Plus-plusnya Fintech tidak hanya mempertemukan antara Pemilik Dana dengan Orang yang membutuhkan dana, tetapi Fintech juga berkewajiban mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai calon peminjam dana serta melakukan penilaian atau verifikasi  terhadap calon penerima dana pinjaman terutama kebenaran data identitasnya.

Setelah si pemilik dana setuju dengan profile calon peminjam dan tingkat bunga yang akan dikenakan  maka transaksi ini dapat terjadi. Selain itu Fintech juga melakukan penagihan kepada si peminjam dana. Pihak pemilik dana tidak boleh langsung melakukan penagihan karena dapat menimbulkan kekacauan, karena itu platformlah yang melakukan penagihan, ini yang membedakan Fintech dengan lembaga perbankan.

Fintech menjadi heboh belakangan ini karena Fintech menjangkau pangsa pasar yang tidak terjangkau secara optimal oleh lembaga keuangan konvensional seperti perbankan. Di Indonesia sendiri ada 73 Startup Fintech yang bernaung di bawah AFTECH. Ke-73 Fintech ini sudah terdaftar di OJK. Ada 3 katagori fintech didalamnya :
  1. Kredit UMKM
  2. Produk Syariah
  3. Produk Multiguna
Ketiga-tiganya menjangkau pangsa pasar yang belum terjangkau secara optimal oleh lembaga keuangan konvensional ini yang membuat Fintech tumbuh dengan cepat karena pinjamannya bersifat cepat, mudah ,praktis,dari segi kebutuhan bisa terpenuhi karena sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini Fintech sedang Booming di Indonesia indikatornya adalah dari 73 Fintech yang ada di bulan September selama 9 bulan mulai dari Januari sampai September pertumbuhannya itu 404% yang sekarang ini total dari outstanding itu sekitar 11,8 Triliyun tingkat pertumbuhannya triple digit dalam waktu 9 bulan.

Dari sisi Debiturnya itu sekitar 2,6 juta, sedangkan pemberi pinjaman memang belum banyak sekitar 130 ribu. Jadi 1 orang Pemberi pinjaman memberikan pinjaman kepada sekitar 20an lebih peminjam dana. Inilah dunia Fintech yang sedang berkembang.

Kedepannya Fintech akan semakin  berkembang  dan besar karena ada 60 Juta populasi orang dewasa yang memiliki handphone tetapi tidak memiliki akses perbankan , nah inlah yang menjadi pangsa pasar Fintech. Karena itulah Fintech sangat menarik dan pertumbuhannya sangat cepat.

Ada 73 Fintech di Indonesia dari berbagai bidang ada yang konsumtif, Syariah, Multi Guna apakah tidak akan saling berbenturan ? Menurut Sunu "Saya tidak melihat adanya crouding out justru saya melihatnya ini merupakan hal yang sangat positif karena masing-masing Fintech mempunyai pangsa pasar yang berbeda-beda sehingga mereka tidak akan saling berbenturan justru  saling melengkapi, contohnya ada Fintech yang khusus pada pemberian pinjaman untuk dana pendidikan, ada Fintech yang khusus memberikan pinjaman kepada Mahasiswa, kemudian ada Fintech yang memberikan pinjaman untuk DP rumah , Ada juga yang memberikan pinjaman kepada nelayan penghasil rumput laut dan sebagainya.

Pangsa pasar Fintech ditentukan oleh OJK, oleh karena itu Fintech hanya boleh masuk pada pangsa pasar yang ditentukan oleh OJK selain itu transaksi yang dilakukan oleh Fintech harus melalui perbankan jadi transaksi untuk pemberian pinjaman harus melalui bank dan tidak boleh diberikan secara tunai. Artinya baik si pemberi pinjaman maupun yang mendapatkan pinjaman harus memiliki rekening Bank.

Dan orang yang sudah melakukan peminjaman melalui Fintech sudah ada track recordnya sehingga ini menjadi sebuah pertimbangan apakah orang tersebut layak atau tidak mendapatkan peminjaman selanjutnya. Kedepan tantangan fintech semakin banyak , karena tantangan terbesar dari Fintech adalah Literasi Keuangan . Kenapa Literasi Keuangan  ? Karena saat ini banyak calon peminjam menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pinjaman dari beberapa Fintech yang ada untuk mendapatkan keuntungan, Selain itu kita juga ingin mengedukasi masyarakat mana Fintech yang legal dan mana fintech ilegal.

Bagaimana kita dapat mengetahui mana Fintech yang legal dan mana yang ilegal ? di Ojk selalu ada daftar perusahaan fintech yang legal sehingga peminjam dana dapat mengetahui nama perusahaan  fintech yang legal dan mana yang ilegal. Tentu saja kita berharap penegak hukum memberantas perusahaan Fintech yang ilegal agar tidak menipu masyarakat, Ujar Sunu.

Saat ini Fintech masih di anak bawangkan karena saat ini Fintech belum memiliki akses ke dukcapil, sehingga banyak yang menyalahgunakan hal ini sehingga bisa melakukan peminjaman di beberapa Fintech dan ini sangat merugikan bagi Fintech jika si peminjam itu tidak melakukan kewajibannya.

Dalam Acara #BloggerXFintechDay hadir 7 perwakilan Fintech yang ada di Indonesia yaitu antara lain Cash Wagon, Rupiah Plus, Aktivaku, Uang Me, Cash Cepat, Pin duit, Kredit Pro, Taralite. Untuk Fintech yang khusus memberikan pinjaman berupa uang untuk perseorangan antara lain : Cash Wagon, Rupiah Plus, Cash Cepat,pin duit dan sebagainya.


Perwakilan dari Cash Wagon Asri Anjarsari  dan Rupiah Plus  Bimo Adi Prabowo

Cash Wagon dan rupiah Plus merupakan dua Contoh Fintech yang bergerak dalam hal peminjaman Dana atau Pear 2 Pear Leading. Startup Fintech Pear 2 pear Leading seperti yang dijelaskan oleh Sunu Widyatmoko merupakan suatu platform teknologi yang mempertemukan secara digital peminjam dana (Borrower) dengan si pemilik dana (Leander) yang mengharapkan reaturn yang kompetitif.

Asri menjelaskan bahwa Cash Wagon memberikan akses yang mudah , cepat, transparansi serta profesional. Cash Wagon sudah tersebar di 28 kota di seluruh Indonesia saat ini Cash baru memiliki 95.000 user. Kebijakan Cash Wagon di setiap daerah berbeda-beda tergantung dengan area yang mereka tentukan. Untuk pinjaman dana tunai mereka tentukan berdasarkan resiko dari masing-masing penerima pinjaman atau Borrower.

Cash Wagon melakukan penilaian berdasarkan track record dari masing-masing borrower. Bagi Borrower yang pernah melakukan peminjaman lewat Cash Wagon dilihat kemampuan untuk membayar pinjaman dengan tepat waktu. Jika mereka menunjukan track record yang baik maka mereka akan mendapatkan keringanan biaya peminjaman pada waktu berikutnya dibandingkan saat pertama kali mereka melakukan peminjaman.

Saat ini Cash Wagon mengeluarkan satu produk zero biaya apabila Borrower melakukan pembayaran tepat waktu , jika mereka melakukan pembayaran lewat jangka waktunya baru mereka akan dikenakan biaya keterlambatan. Jadi ini merupakan salah satu cara dari Cash Wagon untuk memberikan disiplin kepada Borrower agar mereka tepat waktu dalam membayar sehingga mereka tidak dikenakan biaya.

Proses pengajuan pinjaman pun mudah tinggal mengikuti prosedur yang diberikan di Cash Wagon, semuanya dilakukan dengan menggunakan teknologi. Hanya dalam hitungan menit dokumen yang dibutuhkan tidak seperti lembaga konvensional seperti lembaga perbankan.

Kemudian Startup Fintech Pear 2 Pear Leading selanjutnya adalah Rupiah Plus. Rupiah Plus merupakan salah satu Platform yang banyak diminati Borrower, peminjaman yang diberikan berkisar antara Rp. 500.000,- hingga Rp. 1.500.000,- dengan durasi pembayaran selama 14 Hari. 

Setiap Borrower mendapatkan tingkat bunga yang berbeda-beda tergantung dengan data-data yang dimasukan apakah baik atau buruk itulah yang menentukan besar atau kecilnya bunga pinjaman yang diterapkan. Total User yang menggunakan Rupiah Plus hampir 2 juta User dan total transaksi dalan satu tahun ini hampir 3 Trilyun Rupiah.

Dibutuhkan waktu 20 menit saja untuk melakukan penilaian data peminjam berdasarkan scoring dari catatan kegiatan perbankan yang dia miliki. jika semua data yang dimasukan falid maka hanya dalam waktu 20 menit uang yang dibutuhkan bisa ditransfer kerekening Borrower. Untuk pembayaran pinjaman bisa dilakukan lewat transfer atau di alfamart yang telah melakukan kerjasama dengan Rupiah Plus.

Selain Startup Fintech Pear 2 Pear Leading ada juga startup Fintech lain yang pangsa pasarnya adalah untuk biaya Pendidikan baik itu untuk membayar Uang Kuliah, Uang Pangkal Sekolah atau Uang Kursus seperti Startup Pinduit. Ada juga Startup lain yang pangsa pasarnya adalah para petani rumput laut di maluku. Dan masih banyak Startup fintech lainnya yang dengan pangsa pasar yang berbeda-beda.

Setelah saya mengikuti kegiatan ini pandangan saya terhadap Fintech mulai terbuka ternyata cakupan Fintech sangat luas sekali dan Fintech sangat bermanfaatkan sekali bagi masyarakat menengah kebawah , mayarakat yang sulit mendapatkan dana pinjaman dari lembaga keuangan seperti Bank.

Namun kedepannya Pemerintah melalui Ojkjuga harus membuat satu kebijakan mengenai tingkat bunga pinjaman maksimum yang bisa diberikan kepada borrower , agar Startup Fintach punya acuan dalam menentukan besaran bunga maksimum yang diberikan kepada borrower ini juga untuk memberikan perlindungan konsumen kepada borrower agar bunga pinjaman yang diberikan tidak memberatkan si peminjam.

Dunia fintech memang luas mungkin dilain kesempatan saya akan menjelaskan lebih lanjut, namun ulasan singkat ini di harapkan dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita yang belum memahami apa itu Fintech.







Wednesday, November 21, 2018

Menulis Adalah Hiburan Untukku


Aku tidak ingat dengan pasti kapan aku mulai suka menulis, tetapi seingatku saat kelas V  (lima) SD aku sudah mulai suka menulis terutama di buku Diary. Sejak kecil aku termasuk anak yang jarang sekali bergaul dengan teman-teman sebaya. Aku lebih senang menghabiskan waktuku untuk membaca buku cerita sambil mendengarkan siaran radio kegemaranku. 

Apalagi tahun 1987-1988 tidak banyak hiburan yang bisa aku lihat di televisi . Saat itu siaran tv yang bisa kita tonton hanyalah TVRI satu-satunya Stasiun Televisi yang ada di Indonesia waktu itu.

Jadi jika siaran televisinya kurang menarik aku lebih suka mendengarkan siaran radio karena banyak sekali Lagu-lagu serta Sandiwara Radio yang bagus-bagus yang diputar saat itu.

Beberapa Sandiwara Radio yang booming sekitar akhir tahun 80 an dan awal tahun 90 an antara lain Tutur Tinular, Saur Sepuh, misteri Gunung Merapi, dan masih banyak sandiwara radio lainnya yang cukup menarik. Bahkan beberapa diantaranya sempat diangkat kelayar kaca Seperti Saur Sepuh, Tutur Tinular dan Misteri gunung Merapi.

Kembali lagi soal hobi menulisku. Karena karakterku yang tertutup maka aku tidak banyak memiliki teman akrab karena itu bagiku menulis di buku Diary seperti berbicara dengan sahabat karibku, aku bisa menceritakan banyak hal kepadanya tanpa merasa khawatir dicemooh atau diejek.

Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku tidak suka berteman ? Sebenarnya aku suka berteman tetapi ada beberapa peristiwa yang menyebabkan aku tidak suka lagi berteman dan lebih memilih untuk bermain sendirian di rumah.

Waktu aku Sekolah Dasar dulu, keluarga kami masih tinggal dirumah nenek dari Ayahku, keadaan ekonomi kami belum mapan saat itu jadi kami masih tinggal bersama Nenek. Sedangkan keadaan ekonomi kakak-kakak ayah sudah jauh lebih baik dari keluarga kami sehingga mereka sudah tinggal dirumahnya masing-masing.

Karena rumah mereka berdekatan dengan rumah nenek maka kami anak-anaknya suka bermain bersama. Nah ada salah satu sepupuku yang karakternya kurang bagus dia suka memprovokasi teman-temannya untuk memusuhiku, dan mereka tidak boleh bermain denganku akibatnya aku sering ditinggal main sendirian.

Setiap pulang bermain aku selalu menangis karena dimusuhi teman-temanku, ya karena ada provokator kecilnya. Karena kejadian ini sering berulang setiap hari akhirnya Nenek marah juga, dan melarang aku untuk bermain dengan mereka.

Akhirnya aku terbiasa bermain sendirian di rumah atau bermain dengan nenekku, karena kedua orang tuaku harus bekerja di kantor . Pengalamanku yang kurang menyenangkan mengenai pertemanan di waktu kecil membuat aku lebih memilih dalam berteman sehingga aku tidak mempunyai banyak teman akrab.

Karena itulah sejak anak-anak hingga remaja, aku lebih suka menghabiskan waktuku berjam-jam di kamar hanya untuk membaca buku, mendengarkan musik , menulis dibuku Diary atau bermain komputer dibandingkan kumpul-kumpul dengan teman sebaya.

Menulis bagiku adalah hiburan, dengan menulis aku bisa mencurahkan semua perasaaanku yang tidak bisa aku ungkapkan secara lisan. Dengan menulis bisa mengungkapkan ideku, pandanganku, Pemikiranku serta pengetahuanku.

Tetapi yang mengherankan adalah aku sulit sekali menulis dalam bentuk fiksi. Jika menulis hal non fiksi ideku selalu ada tetapi jika disuruh untuk membuat karangan fiksi aku tak berdaya. 

Aku seperti kehilangan kata-kata saat berhadapat dengan karangan fiksi, seperti cerpen misalnya, tetapi jika aku diminta untuk menulis tentang tema-tema kesehatan, sosial, senio seni , budaya  dan sebagainya aku selalu punya ide.

Dan waktu SMA dulu aku sering membantu kakak kelasku yang sudah Kuliah menyiapkan skripsi mereka terutama dalam hal pengetikan, dan pernah ada adik kelasku yang dulunya satu SMP minta bantuanku untuk menyusun tugas PKLnya hingga selesai hahahaha, mungkin ini hal yang kecil bagi orang lain. Tapi bagiku ini sebuah kehormatan bisa membantu teman-temanku menyusun tugas akhir mereka sampai selesai.

Jadi menulis fiksi adalah tantangan terbesarku saat ini, betapa sulitnya menulis karangan fiksi itu. Karena untuk menulis karangan fiksi daya imajinasi kita haruslah tinggi. kemampuan kita untuk membuat setting tempat, nama tokoh , karakter dari setiap tokoh juga harus kuat. Pokoknya untuk menulis fiksi banyak banget deh persiapannya.

Nah saat aku menghadapi masalah terbesar dalam hidupku menulis juga bisa menjadi semacam terapi. Karena sifatku yang tertutup membuatku sulit untuk berbagi perasaan dengan orang lain karena itu dengan menulis aku bisa menyalurkan emosiku dan rasanya lega banget jika aku bisa mengungkapkan seluruh keluh kesahku di buku Diary.

Jika ditanya sampai kapan aku akan menulis terus ? aku akan menjawab sampai aku tidak mampu lagi untuk menulis, karena menulis adalah bagian dari hidupku....
Bagaimana dengan kalian ?







Thursday, November 1, 2018

Saatnya Kita Temukan Mobil Dan Rumah Idaman Di Drive Home Expo 2018




Setiap orang yang sudah bekerja dan mempunyai penghasilan tetap pasti memiliki keinginan dan harapan, bahwa suatu saat nanti bisa memiliki rumah dan kendaraan pribadi. Apalagi orang-orang yang sudah berumahtangga seperti Saya, memiliki rumah dan kendaraan pribadi merupakan keinginan terbesar kami dan menjadi prioritas utama. Karena tidak mungkin selamanya kami tinggal di Pondok Mertua Indah atau Rumah Kontrakan selain itu kami juga ingin jalan-jalan dengan keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Namun untuk menemukan Rumah dan Kendaraan Pribadi seperti yang diinginkan tidaklah semudah yang dibayangkan, karena banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan, contohnya saja jika kita ingin membeli rumah pribadi berapa dana yang kita anggarkan dan miliki untuk membeli sebuah rumah, di mana lokasi rumah yang  diinginkan, bagaimana metode pembayarannya dan masih banyak lagi. 

Nah... kebetulan sekali pada Tanggal 02-04 November 2018 besok, akan digelar Pameran "Drive Home Expo 2018" , yang berlokasi di ICE BSD City Tangerang. Pameran Drive Home Expo 2018 ini diprakarsai dan selenggarakan oleh Rumah.com dan Mobil123.com , jadi kita bisa mendapatkan banyak informasi di Pameran ini.

Drive Home Expo 2018 merupakan Pameran yang diselenggarakan oleh Portal Property terbesar di Indonesia dan Portal Otomotif nomor 1 di Indonesia yang menggabungkan produk-produk otomotif dan property. Dengan Tagline "Juaranya Temukan Rumah Dan Mobil Idaman" , Pameran Otomotif dan Property ini akan menghadirkan lebih dari 50 proyek properti dari developer dan produsen mobil terkemuka di Indonesia.

Dengan demikian pengunjung yang datang ke pameran ini nantinya dapat melakukan riset, perbandingan,pemesanan properti serta mobil yang diinginkannya dalam satu area dengan didukung teknologi terbaru, yang tidak dimiliki oleh Portal properti dan otomotif manapun. Wahhh..... keren banget kan.. ?

Perlu kita ketahui bersama bahwa Rumah.com sebagai salah satu Penyelenggara Pameran Drive Home Expo 2018 merupakan bagian dari PropertyGuru Group selalu berperan aktif dalam memberikan advokasi yang berkualitas kepada para konsumen dan memberikan informasi terbaru kepada konsumen mengenai kondisi terkini berkaitan dengan pasar properti di Indonesia. PropertyGuru Group merupakan pimpinan pasar online properti terbesar di Asia yang telah membantu 25 Juta pencari rumah dalam menemukan rumah idaman mereka di Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia.

Menurut Marine Novita yang merupakan Country Manager Rumah.com dalam acara konfrensi pers di Jakarta beberapa waktu yang lalu, menjelaskan bahwa " Pembeli Pertama ( First Time Buyers) didominasi oleh kaum Milenial yang mempunyai mobilitas tinggi. Yang terpenting bagi mereka adalah mencari rumah atau hunian dengan akses mudah".

"Harga properti yang mahal di tengah-tengah Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya, membuat kaum milenial  lebih memilih untuk membeli rumah atau apartemen di pinggir kota. Selain harganya yang lebih terjangkau, ditunjang juga dengan akses jalan dan infrastruktur yang sudah lebih baik seperti dekat dengan Jalan Tol. Untuk itulah Rumah.com bersama dengan portal Otomotif nomor 1 (satu) di Indonesia  bekerjasama dan bersinergi menyelenggarakan Pameran Drive Home Expo 2018". 

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Marine Novita , Regina Glamouria selaku Country Manager Mobil123.com menyampaikan bahwa "Saat ini tidak hanya pasar properti yang mengalami trand positif, pasar otomotif pun mengalami hal yang sama. Berdasarkan data dari GAIKINDO, penjualan kendaraan bermotor baru dari Januari hingga september 2018 sebesar 856.439 kendaraan berarti mengalami kenaikan sekitar 7% dari periode yang sama di Tahun 2017".

"Pembangunan infrastruktur yang cukup pesat saat ini seperti jalan tol,di berbagai wilayah di Indonesia membuat permintaan kendaraan bermotor tetap tinggi. Kemudahan dalam mengakses tempat tinggal dengan tempat beraktivitas menjadi penyebab utama pasar  otomotif semakin bergairah". Ujar Regina 

"Dengan demikian saat mencari tempat tinggal ada hal lain yang juga perlu menjadi perhatian khusus yaitu bagaimana kita dapat mengakses hunian idaman dengan nyaman. Tentunya akses dan infrastruktur menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Karena itu pada Pameran Drive Home Expo 2018 nanti brand-brand otomotif akan memberikan promo-promo menarik yang dapat memberikan keuntungan kepada konsumen untuk memiliki mobil yang mereka idamkan", Imbuhnya.

Wahhh... kalau kita lihat kedua portal penyelenggara pameran Drive Home Expo 2018 dapat kita bayangkan bahwa Pameran ini akan menjadi kolaborasi yang sangat apik dan menarik karena di sini kita bisa tahu banyak mengenai perkembangan pasar properti dan otomotif saat ini. Dan hal ini sangat membantu kita para konsumen yang mengalami kesulitan dalam membeli properti dan kendaraan yang kita inginkan.

Selain itu juga pengunjung pameran dapat menikmati skema DP 0% , cicilan uang muka , promo biaya bebas KPR, dan masih banyak penawaran menarik lainnya.Dan katanya nih ada program khusus bagi pengunjung yang membeli  properti dan mobil sekaligus, wahhhh menarik sekali bukan ?.

Dan yang tidak kalah menariknya nih, Rumah.com dan Mobil123.com juga mengajak Grab Indonesia untuk bergabung dalam pameran ini dengan memudahkan masyarakat yang akan berkunjung ke Pameran Drive Home Expo 2018 di ICE BSD City Tangerang, dengan menikmati potongan harga spesial dengan memasukan kode GFBDriveHome saat melakukan pemesanan. 

Bagi teman-teman yang ingin menghadiri pameran ini segera daftarkan diri dan keluarga  kalian sebagai pengunjung bebas antrian di  Drive Home Expo 2018 untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut ini : Drive Home Expo 2018  .

Baiklah sampai berjumpa di Pameran Drive Home Expo 2018 ya, semoga kalian mendapatkan banyak manfaat dari pameran Properti dan Otomotif ini dan menemukan mobil dan rumah Idaman yang kalian inginkan.