Saturday, May 19, 2018

Waspadalah.. ! , Anak-anak Itu Peniru Yang Ulung

Saya dan Keponakan Perempuan yang Kecil

Kebetulan sekali Saya punya 2 ( Dua) Orang Keponakan yang masih Balita laki-laki  dan perempuan usianya yang laki-laki 2 tahun Dan yang perempuan menjelang 4 Tahun Dan yang paling besar, perempuan dan sudah bersekolah di Sekolah Dasar, usianya  7 Tahun.

Memiliki 3 ( Tiga) orang Keponakan yang masih kecil-kecil sangat menyenangkan karena mereka lucu Dan menggemaskan. Tetapi di sisi lain memiliki anak atau keponakan yang masih Balita dan anak-anak juga banyak hal yang harus Kita jaga dan perhatikan dengan baik-baik karena anak-anak dan Balita sangat cepat sekali meniru apa yang kita ucapkan dan lakukan. 

Contohnya saja setiap main dengan teman-teman di luar Rumah Ada saja kosa kata baru yang mereka bawa ke Rumah. Seperti kemarin saat keponakan Saya yang paling besar bermain dengan adik perempuannya mereka bertengkar dan terdengar kata- kata "Bego..loh..". dari bibir sang Kakak.

Mendengar si Kakak berucap kasar seperti itu kepada adiknya membuat Saya terkejut mendengarnya, karena kami di rumah tidak pernah berkata kata kasar seperti itu apalagi di depan anak-anak.

Saya bertanya kepada Ibunya dari mana si Kakak mendapatkan kata-kata kasar itu ? . Ibunya menjawab tadi Siang dia main dengan anak tetangga yang tidak jauh dari rumah dan pulang-pulang sudah membawa bahasa makian baru.

Karena saya dekat dengan keponakan, Saya bertanya kepadanya kenapa dia berkata seperti itu kepada adiknya, itu kata-kata yang jelek jangan di tiru. Tapi karena mereka masih anak-anak agak sulit memang memberikan pemahaman kepada mereka, jadi Saya berusaha memberikan pemahaman sesuai dengan usiannya.

Nah yang Saya sangat khawatikan adalah anak tetangga ini yang kesehariannya memang sering berkata kasar dan memaki. Karena dirumahnya Orang Dewasanya pun melakukan hal yang sama sehingga mereka dengan mudah meniru kebiasaan dirumah Dan prilaku itu akan Ia bawa sampai ke luar Rumah.

Saya tidak mengerti mungkin itu sudah menjadi Hal yang biasa bagi mereka namum bagi anak-anak keluarga yang kesehariannya suka berkata kasar dan memaki bukanlah sebuah contoh yang baik.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan Keluarga yang suka berkata kasar dan memaki akan tumbuh menjadi orang yang tidak mengerti etika dan Tata krama, dia tidak bisa membedakan dengan siapa Dia berbicara.

Kata-kata yang Dia ucapkan akan kasar dan tidak mengikuti aturan, bukan karena dia tidak mau mengikuti aturan tetapi karena Dia tidak mengerti bagaimana aturan bersikap dan bertutur kata yang baik dan sopan.

Kita tidak bisa memyalahkannya 100% kepada anak-anak karena anak-anak ini belajar dari lingkungan terdekatnya, Orang Tua dan Keluarga yang harusnya bertanggung jawab terhadap pembentukan mental dan karakter si anak.

Jadi sebagai Orang Tua, Tante, Om atau Nenek Kita harus lebih waspada dalam bersikap dan bertutur kata karena anak-anak adalah Peniru Yang ulung. Mereka belum bisa membuat penilaian apakah ucapan ini baik atau tidak , pantas atau tidak diucapkan oleh mereka.Karena Keluarga adalah Madrasah pertama bagi seorang anak yang menorehkan tinta-tinta keemasan dalam kehidupannya. 

Orang Tua dan Keluarga adalah peletak Batu pertama dalam pembentukan karakter watak , serta mentalitas seorang anak. Jika kita salah langkah dalam mendidiknya maka masa depan mereka akan suram dan hancur.

Karena itu sebagai Orang Tua Kita harus banyak berintrospeksi diri, banyak belajar tentang Ilmu Parenting, Ilmu Agama dari berbagai sumber yang bisa Kita percaya dan tauladani agar Kita dapat menjaga prilaku, ahlak, sikap dan perkataan kita dihadapan anak-anak sehingga kita dapat menjadi Suri Tauladan yang baik bagi Buah Hati Kita tercinta.
Saya Dan Kedua Keponakan
Sumber Foto Koleksi Pribadi


Demikianlah lah sharing dari Saya sampai berjumpa dilain topik Dan pembahasan.






2 comments:

  1. betul mbak. Orang tua harus mendidik anak dengan baik, karena proses akhlak seorang anak tak jauh dari sikap orang tuanya, dan ada lagi yaitu faktor lingkungan,...

    ReplyDelete
  2. Betul sekali mas faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi mentalitas Dan karakter seorang anak, namun itu setelah ia belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, contohnya keponakan Saya yang mendapatkan bahasa Baru setelah dia main dengan teman-temannnya. Tetapi jika di Rumah Kita arahkan bahwa apa yg dia ucapkan itu bukan Hal yg baik maka setidaknya dia bisa tahu app yg dia ucapkan itu bukan kata-kata yang baik. Tetapi jika di rumahnya biasa menggunakan kata-kata kasar dan memaki maka dia anggap apa yg Ia ucapkan bukan Hal yg salah itu yang membuat Saya sangat prihatin.

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^