Thursday, May 24, 2018

Diskusi Publik #RuangAksi02 : Mengenai Kendaraan Listrik


Saya sangat senang menghadiri seminar atau diskusi yang membahas topik yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan baik di media cetak , elektronik maupun media sosial karena bagi Saya ini merupakan Ilmu Pengetahuan Baru yang tidak mudah Saya dapatkan. Karena itu ketika Saya ditawarkan untuk menghadiri Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia oleh Bunda Elisa Koraag Saya sangat senang sekali.

Diskusi Publik yang diprakarsai oleh Coaction Indonesia #RuangAksi dilaksanakan pada Hari Kamis, 24 Mei 2018 berlokasi di Tanamera Coffee Jl. KH. Ahmad Dahlan Kby. No.16, RT.13/RW.1, Kramat Pela, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130.

Diskusi ini merupakan Agenda Rutin yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia #RuangAksi setiap Dua Bulan Sekali dengan Isue-isue yang sedang trand yang banyak di bahas di Media dan Beberapa Komunitas yang mereka ikuti. Terutama yang berkaitan dengan Topik Energi Terbaharukan. Dengan harapan melalui diskusi yang dilakukan ini dapat dibahas di berbagai komunitas yang ada dalam Jejaring Coaction Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi ini merupakan Diskusi kedua yang diselenggarakan yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Pejabat Pemerintahan , Para Ahli, Akademia, Mahasiswa, Media, Blogger, serta masyarakat umun dengan harapan bahwa Isue-isue yang disampaikan dalam diskusi ini terutama mengenai Energi Terbaharukan dapat menjadi wacana yang semakin besar karena Energi Terbaharukan sangat potensial dilaksanakan di Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi kedua ini dibuka oleh Direktur Executive Coaction Indonesia Ibu Rebecca Angeline yang memaparkan tentang apa itu Coaction Indonesia dan Topik yang akan dibahas kali ini.
Rebecca Angeline Direktur Executive Coaction Indonesia

Diskusi Publik #RuangAksi kedua kali ini mengambil Tema mengenai Kendaraan Listrik yang saat ini sedang menjadi Issue hangat di Masyarakat. Diskusi Publik kali ini dihadiri oleh Narasumber yang Ahli di Bidangnya masing-masing. Seperti Bapak Aryo Panji Pramono Jati  dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya  Manusia Koordinator Ketenaglistrikan Direktorat Ketenagalistrikan , kemudian Bapak Ikhsan Asaad General Manager PLN Disjaya, dan Bapak Bambang Tri Soepandji Direktur Tehnik  PT. Mobil Anak Bangsa.

Diskusi Publik #RuangAksi ke Dua ini dibuat dalam bentuk talkshow, sehingga tidak ada Pemaparan Materi, yang kemudian akan di tanggapi oleh 4 (empat) orang Peserta yaitu antara lain Zacky Ambadar dari GIZ Sutri Nama, kemudian Achmad Safrudin dari KPBB, selanjutnya Darmaningtyas Direktur Institute Instran, Dan Terakhir Rifqi Azmi dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta.
Bapak Aryo Panji Pramono Aji Perwakilan daru KESDM

Menurut Pak Aryo dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia melihat pengembangan Kendaraan Listrik ini dari segi Energi Securities yang dilihat dari beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu antara lain :
  1. Availability yang perlu diperhatikan bahwa terkait pada kemampuan untuk menyediakan Energi Listrik secara mandiri tidak tergantung pada pihak asing dan memprioritaskan pada Energi lokal.
  2. Accessibility bagaimana kemampuan Kita untuk memberikan access bahwa Energi itu mudah untuk dicapai Masyarakat. 
  3. Accountability Terkait dengan harga, akan percuma jika Energi itu telah sampai kepada masyatakat akan tetapi harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
  4. Aksesibility terkait dengan Perlindung terhadap lingkungan menjadi prioritas utama .
Bergerak dari sisi itulah maka KESDM melihat setiap Tahun dari 2006 hingga 2016 Konsumsi BBM untuk Perjalanan Darat selalau Naik 5% setiap tahunnya. Ini menjadi issue bagi KESDM bahwa sekarang Indonesia sudah menjadi Net Importir untuk Minyak Bumi ini menjadi permasalahan bagi KESDM.

Disisi Pembangkit Tenaga Listrik usah-usaha untuk mengurangi ketergantungan dengan Minyak Bumi selalu dilakukan dengan Cara mengurangi porsi Pembangkit Listrik dengan bahan bakar Minyak. Melihat kondisi ini KESDM sudah berupaya mengurangi penggunaan bahan Minyak mengkonversi dengan energi yang tersedia banyak di Indonesia dan memang pada saat ini penggunaan Energi paling besar untuk bahan bakar yaitu pada Batubara.

Melihat dari sisi Transportasi adanya perkembangan positif dengan adanya Peningkatan penggunaan kendaraan listrik dari Tahun 2006 hingga Tahun 2016 sebesar 11,5%/tahun.

Ini Hal yang harus diantisipasi oleh KESDM ketika nanti pertumbuhan Kendaraan meningkat, Permintaan BBM meningkat  dan sangat tergantung dengan Minyak Eksport sehingga hal ini yang melatarbelakangi KESDM until mengembangkan Kendaraan Listrik. Dengan menggunakan Energi Listrik akan banyak pilihan Energi primer yang bisa digunakan, bisa menggunakan Batubara, Gas, renewable energy, untuk menggerakan Mobil itu.

Untuk Mobil Listrik yang dikembangkan mungkin tidak zero emission tetapi setidaknya less emission. Kenapa ?  Karena kendaraan Listrik yang menggunakan motor bakar pastinya menghasilkan emisi, tetapi Emisi di sini lebih minimum dari hasil pembakaran Minyak Bumi

Hal tersebut ada juga di Pembangkit Tenaga Listrik. Comtohnya kita membakar Batubara menghasilkan emisi CO2 dan yang lainnya namun mendapatkan pengawalan ketat ada Peraturan Permen LH yang menentukan batasan Emisi untuk Pembangkit Listrik. Kemudian ada peralatan-peralatan untuk mengontrol emisi tersebut. Ditambah dengan mengkonversi dari energi primer untuk Pembangkit Listrik besar maka emisinya Akan bertambahnya namun dalam bentuk yang berbeda hasil pembakarannya.

Di Tahun 2017 Satu bulan setelah Lebaran Ada inisiatif dari KESDM untuk mempercepat perkembangan mobil listrik di Indonesia. Secara regulasi sudah termasuk dalam Ruen secara peraturan ada Prepres Nomer 22 Tahun 2017 terkait dengan kendaraan listrik di Indonesia. Dan masing-masing kementerian sudah mendapatkan tugasnya masing-masing sesuai dengan ruang lingkup kerjanya. Sedangkan untuk KESDM bertugas mengembangkan SPLU dan terkait juga dengan supply daya listriknya.

Tengah Bapak Ikhsan Asaad General Manager
PLN Disjaya

Sehubungan dengan hal ini menurut General Manager PLN Disjaya bapak Ikhsan menjelaskan bahwa selama ini ada kesan PLN alergi dengan energi terbarukan , sebenarnya bukannya alergi tetapi untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan energi terbarukan membutuhkan dana yang cukup besar karena dari pusat sumber energi sangat jauh dari lokasi pengolahan listriknya sehingga membutuhkan biaya yg tinggi.

Misalkan untuk menghasilkan 5.000 Ribu Mega Watt listrik membutuhkan kabel berpuluh kilometer untuk bisa menarik bebannya. Sehingga prosesnya menjadi mahal.

Sebagai contoh untuk melakukan pemasangan istalasi listrik di daerah Papua membutuhkan 120 Juta/keluarga rata-rata. Karena dalam satu Desa jumlah penduduknya hanya beberapa orang saja. Belum lagi menarik kabelnya.

Di tahun 2025 PLN diberikan target untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% . Membicarakan pasokan listrik Bapak Ikhsan menjelaskan lebih dari cukup. Apalagi ada program dari pemerintah yaitu menghasilkan 35.000 Ribu Mega Watt yang merupakan programnya Pak Jokowi dan saat ini sudah dilaksanakan dan menghasilkan 12.000 Ribu Mega Watt. Hal ini dilakukan karena kita tidak ingin terjadi devisit energi listrik di Indonesia seperti 10 tahun lalu.

Selanjutnya Bapak Ikhsan menjelaskan bahwa PLN juga sudah menandatangani MOU dengan berbagai produsen Mobil dan Motor Listrik terkait dengan pengujian untuk kendaraan listrik dan saat ini  tersedia 1400 SPLU diberbagai titik di Jakarta yang disediakan oleh PLN yang pada awalnya dibangun untuk mempermudah pedagang Kaki 5 untuk mendapatkan listrik secara resmi. Sehingga pemilik kendaraan  motor Listrik tidak perlu khawatir jika kehabisan listrik di jalan

PLN juga sudah menjalin kerjasama dengan produsen Motor Listrik VR. Pada saat ini sudah beredar 1000 kendaraan bermotor listrik. Bapak Ikhsan juga mengaJak komunitas Motor Listrik untuk melakukan uji coba jalan jalan dari Gambir menuju Kota Tua bolak balik ternyata batrainya masih kuat cuma menggunakan 2 KW/jam sekitar Rupah 3.200,- bandingkan jika menggunakan motor dengan bahan bakar minyak bisa sekitar 2 liter. Inilah yang mendorong PLN untuk terus meyakinkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. Dan Pemerintah supaya Perpres ini segera disyahkan.

Menurut Pak Ikhsan "Listrik ini jika digunakan dengan baik akan membuat hidup ini lebih nikmat". Karena itu Taqline PLN adalah membuat masyarakat Lebih Mudah dan Nikmat dalam menggunakan listrik. Memang saat ini harga kendaraan Mobil listrik masih mahal sekitar 4 Milyar untuk Merk BMW High Five yang plugin namun untuk perjalanan di jalan berlubang tidak ada masalah.

Terkait dengan energi bersih yang dihasilkan oleh PLN Bapak Ikhsan menjelaskan kembali bahwa tahun 2025 PLN ditargetkan untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% memang untuk menghasilkan listrik ini memerlukan biaya yang cukup besar dan masih mahal dibandingkan dengan Batubara, walaupun beberapa waktu lalu Batubara mengalami peningkatan harga sekitar 108 dolar/ton. Menurut Pak Ikhsan kita memang harus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan untuk mencapai peningkatan 25% di tahun 2025. Saat ini sudah ada 170 rumah tangga yang menggunakan Roof toof . Dan tidak menutup kemungkinan bahwa SPLU yang disediakan nanti akan menggunakan tehnologi Roof Toof untuk menghasilkan Energi listrik.

Narasumber ketiga Bapak Bambang Tri Soepandji
Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa

Pembahasan selanjutnya beralih kepada Bapak Bambang yang merupakan Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa. Beliau menjelaskan bahwa PT. Mobil Anak Bangsa didirikan atas inisiatif Jendral Purnawirawan Moeldoko pada waktu itu tahun 2016 Pak Bambang diminta untuk mengembangkan kendaraan yang bertenaga listrik.

Saya menyarankan untuk mengembangkan Bis listrik. Kenapa saya pilih untuk membuat Bis Listrik ?? Karena biaya investasinya tidak terlalu besar. Kemudian infrstruktur untuk membuat Bus Listrik jauh lebih mudah dari pada membuat mobil listrik.

Saat ini ada 5 perusahaan produsen mobil kecil atau karoseri yang terkenal. Jika kita mulai produksi mobil kecil seperti sedan maka biaya produksinya sangat mahal jika dibandingkan dengan memproduksi kendaraan Bus listrik lebih murah.

Jika kita lihat di Indonesia untuk saat ini pembuatan Mobil listrik di Indonesia baru pada tahap untuk penelitian belum diproduksi secara komersial.

Karena itu MAB melakukan trobosan baru, yang dilakukan oleh MAB dikhususkan pada disainnya dulu sedangkan komponennya multisorsing , mungkin di Indonesia hal ini belum populer terdengar tapi hal ini sudah dilakukan oleh produsen mobil besar seperti BMW, Mercedes, untuk melakukan multisorsing. Untuk MAB ada tiga hal yang perlu kita ketahui :
Pertama untuk body Bus kita produksi di 100% di Indonesia. Untuk Komponen elektroniknya yang prototype ke dua sudah di produksi di Indonesia, sedangkan prototype yang pertama untu komponen elektroniknya kita beli dari luar negeri. Ada yang dari Cina, Jepang dan Korea itu diintregrasikan dan diterapkan di prototype satu untuk menguji cova apakah sistem kelistrikannya sudah berjalan dengan baik.

Setelah prototype kesatu diuji coba dan evaluasi kira kira sekarang sudah 4.000 ribu kilo jarak pengujiannya jadi dari Jakarta ke Magelang , Magelang-Jakarta. Untuk menguji sistem megatroniknya. Setelah selesai menguji prototype satu , maka di kembangkan dan diuji coba Prototype dua yang  nantinya akan digunakan di Bandara. Untuk prototype kedua Body full dikerjalan di Indonesia, sedangkan komponennya masih banyak dari Jerman, Untuk batrainya dilakukan sorsing dari China.

Mobil listrik berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak. Untuk memproduksi mobil listrik kita bisa bertanya kepada end-user berapa jarak tempuh  untuk mobil yang ingin mereka miliki. Dan harga batrai pada kendaraan listrik sekitar 45% dari seluruh harga produksi mobil listrik. Untuk di Indonesia lebih baik mengembangkan pada body dan  komponen bus saja sedangkan batrai biarlah import dari negara lain seperti China. Menuru Bapak Bambang MAB lebih memfokuskan pada pengembangan hilirnya dulu. Pak Bambang juga menjelaskan bahwa MBA membuat bus listrik berdasarkan kebutuhan.

Pembahasan yang disampaikan oleh para Narasumber sangat menarik sekali sayang sekali karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak dibuka forum tanya jawab. Hanya tanggapan dari keempat penaggap saja.

Menurut saya satu hari tidak cukup untuk membahas topik yang sangat menarik ini, karena pembahasanya sangat menarik dan bermanfaat sekali, saya berharap agar fotum seperti ini di gelar kembali agar kita dapat menggali informasi yang lebih dalam lagi mengenai kendaraan listrik ini.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan tanggapan dari para penanggap, diskusi dan penyerahan cendramata kepada para Narasumber dan diakhir dengan buka puasa bersama .

Demikianlah acara diskusi yang saya ikuti, sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya.














4 comments:

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^