Thursday, May 24, 2018

Diskusi Publik #RuangAksi02 : Mengenai Kendaraan Listrik


Saya sangat senang menghadiri seminar atau diskusi yang membahas topik yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan baik di media cetak , elektronik maupun media sosial karena bagi Saya ini merupakan Ilmu Pengetahuan Baru yang tidak mudah Saya dapatkan. Karena itu ketika Saya ditawarkan untuk menghadiri Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia oleh Bunda Elisa Koraag Saya sangat senang sekali.

Diskusi Publik yang diprakarsai oleh Coaction Indonesia #RuangAksi dilaksanakan pada Hari Kamis, 24 Mei 2018 berlokasi di Tanamera Coffee Jl. KH. Ahmad Dahlan Kby. No.16, RT.13/RW.1, Kramat Pela, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130.

Diskusi ini merupakan Agenda Rutin yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia #RuangAksi setiap Dua Bulan Sekali dengan Isue-isue yang sedang trand yang banyak di bahas di Media dan Beberapa Komunitas yang mereka ikuti. Terutama yang berkaitan dengan Topik Energi Terbaharukan. Dengan harapan melalui diskusi yang dilakukan ini dapat dibahas di berbagai komunitas yang ada dalam Jejaring Coaction Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi ini merupakan Diskusi kedua yang diselenggarakan yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Pejabat Pemerintahan , Para Ahli, Akademia, Mahasiswa, Media, Blogger, serta masyarakat umun dengan harapan bahwa Isue-isue yang disampaikan dalam diskusi ini terutama mengenai Energi Terbaharukan dapat menjadi wacana yang semakin besar karena Energi Terbaharukan sangat potensial dilaksanakan di Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi kedua ini dibuka oleh Direktur Executive Coaction Indonesia Ibu Rebecca Angeline yang memaparkan tentang apa itu Coaction Indonesia dan Topik yang akan dibahas kali ini.
Rebecca Angeline Direktur Executive Coaction Indonesia

Diskusi Publik #RuangAksi kedua kali ini mengambil Tema mengenai Kendaraan Listrik yang saat ini sedang menjadi Issue hangat di Masyarakat. Diskusi Publik kali ini dihadiri oleh Narasumber yang Ahli di Bidangnya masing-masing. Seperti Bapak Aryo Panji Pramono Jati  dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya  Manusia Koordinator Ketenaglistrikan Direktorat Ketenagalistrikan , kemudian Bapak Ikhsan Asaad General Manager PLN Disjaya, dan Bapak Bambang Tri Soepandji Direktur Tehnik  PT. Mobil Anak Bangsa.

Diskusi Publik #RuangAksi ke Dua ini dibuat dalam bentuk talkshow, sehingga tidak ada Pemaparan Materi, yang kemudian akan di tanggapi oleh 4 (empat) orang Peserta yaitu antara lain Zacky Ambadar dari GIZ Sutri Nama, kemudian Achmad Safrudin dari KPBB, selanjutnya Darmaningtyas Direktur Institute Instran, Dan Terakhir Rifqi Azmi dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta.
Bapak Aryo Panji Pramono Aji Perwakilan daru KESDM

Menurut Pak Aryo dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia melihat pengembangan Kendaraan Listrik ini dari segi Energi Securities yang dilihat dari beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu antara lain :
  1. Availability yang perlu diperhatikan bahwa terkait pada kemampuan untuk menyediakan Energi Listrik secara mandiri tidak tergantung pada pihak asing dan memprioritaskan pada Energi lokal.
  2. Accessibility bagaimana kemampuan Kita untuk memberikan access bahwa Energi itu mudah untuk dicapai Masyarakat. 
  3. Accountability Terkait dengan harga, akan percuma jika Energi itu telah sampai kepada masyatakat akan tetapi harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
  4. Aksesibility terkait dengan Perlindung terhadap lingkungan menjadi prioritas utama .
Bergerak dari sisi itulah maka KESDM melihat setiap Tahun dari 2006 hingga 2016 Konsumsi BBM untuk Perjalanan Darat selalau Naik 5% setiap tahunnya. Ini menjadi issue bagi KESDM bahwa sekarang Indonesia sudah menjadi Net Importir untuk Minyak Bumi ini menjadi permasalahan bagi KESDM.

Disisi Pembangkit Tenaga Listrik usah-usaha untuk mengurangi ketergantungan dengan Minyak Bumi selalu dilakukan dengan Cara mengurangi porsi Pembangkit Listrik dengan bahan bakar Minyak. Melihat kondisi ini KESDM sudah berupaya mengurangi penggunaan bahan Minyak mengkonversi dengan energi yang tersedia banyak di Indonesia dan memang pada saat ini penggunaan Energi paling besar untuk bahan bakar yaitu pada Batubara.

Melihat dari sisi Transportasi adanya perkembangan positif dengan adanya Peningkatan penggunaan kendaraan listrik dari Tahun 2006 hingga Tahun 2016 sebesar 11,5%/tahun.

Ini Hal yang harus diantisipasi oleh KESDM ketika nanti pertumbuhan Kendaraan meningkat, Permintaan BBM meningkat  dan sangat tergantung dengan Minyak Eksport sehingga hal ini yang melatarbelakangi KESDM until mengembangkan Kendaraan Listrik. Dengan menggunakan Energi Listrik akan banyak pilihan Energi primer yang bisa digunakan, bisa menggunakan Batubara, Gas, renewable energy, untuk menggerakan Mobil itu.

Untuk Mobil Listrik yang dikembangkan mungkin tidak zero emission tetapi setidaknya less emission. Kenapa ?  Karena kendaraan Listrik yang menggunakan motor bakar pastinya menghasilkan emisi, tetapi Emisi di sini lebih minimum dari hasil pembakaran Minyak Bumi

Hal tersebut ada juga di Pembangkit Tenaga Listrik. Comtohnya kita membakar Batubara menghasilkan emisi CO2 dan yang lainnya namun mendapatkan pengawalan ketat ada Peraturan Permen LH yang menentukan batasan Emisi untuk Pembangkit Listrik. Kemudian ada peralatan-peralatan untuk mengontrol emisi tersebut. Ditambah dengan mengkonversi dari energi primer untuk Pembangkit Listrik besar maka emisinya Akan bertambahnya namun dalam bentuk yang berbeda hasil pembakarannya.

Di Tahun 2017 Satu bulan setelah Lebaran Ada inisiatif dari KESDM untuk mempercepat perkembangan mobil listrik di Indonesia. Secara regulasi sudah termasuk dalam Ruen secara peraturan ada Prepres Nomer 22 Tahun 2017 terkait dengan kendaraan listrik di Indonesia. Dan masing-masing kementerian sudah mendapatkan tugasnya masing-masing sesuai dengan ruang lingkup kerjanya. Sedangkan untuk KESDM bertugas mengembangkan SPLU dan terkait juga dengan supply daya listriknya.

Tengah Bapak Ikhsan Asaad General Manager
PLN Disjaya

Sehubungan dengan hal ini menurut General Manager PLN Disjaya bapak Ikhsan menjelaskan bahwa selama ini ada kesan PLN alergi dengan energi terbarukan , sebenarnya bukannya alergi tetapi untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan energi terbarukan membutuhkan dana yang cukup besar karena dari pusat sumber energi sangat jauh dari lokasi pengolahan listriknya sehingga membutuhkan biaya yg tinggi.

Misalkan untuk menghasilkan 5.000 Ribu Mega Watt listrik membutuhkan kabel berpuluh kilometer untuk bisa menarik bebannya. Sehingga prosesnya menjadi mahal.

Sebagai contoh untuk melakukan pemasangan istalasi listrik di daerah Papua membutuhkan 120 Juta/keluarga rata-rata. Karena dalam satu Desa jumlah penduduknya hanya beberapa orang saja. Belum lagi menarik kabelnya.

Di tahun 2025 PLN diberikan target untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% . Membicarakan pasokan listrik Bapak Ikhsan menjelaskan lebih dari cukup. Apalagi ada program dari pemerintah yaitu menghasilkan 35.000 Ribu Mega Watt yang merupakan programnya Pak Jokowi dan saat ini sudah dilaksanakan dan menghasilkan 12.000 Ribu Mega Watt. Hal ini dilakukan karena kita tidak ingin terjadi devisit energi listrik di Indonesia seperti 10 tahun lalu.

Selanjutnya Bapak Ikhsan menjelaskan bahwa PLN juga sudah menandatangani MOU dengan berbagai produsen Mobil dan Motor Listrik terkait dengan pengujian untuk kendaraan listrik dan saat ini  tersedia 1400 SPLU diberbagai titik di Jakarta yang disediakan oleh PLN yang pada awalnya dibangun untuk mempermudah pedagang Kaki 5 untuk mendapatkan listrik secara resmi. Sehingga pemilik kendaraan  motor Listrik tidak perlu khawatir jika kehabisan listrik di jalan

PLN juga sudah menjalin kerjasama dengan produsen Motor Listrik VR. Pada saat ini sudah beredar 1000 kendaraan bermotor listrik. Bapak Ikhsan juga mengaJak komunitas Motor Listrik untuk melakukan uji coba jalan jalan dari Gambir menuju Kota Tua bolak balik ternyata batrainya masih kuat cuma menggunakan 2 KW/jam sekitar Rupah 3.200,- bandingkan jika menggunakan motor dengan bahan bakar minyak bisa sekitar 2 liter. Inilah yang mendorong PLN untuk terus meyakinkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. Dan Pemerintah supaya Perpres ini segera disyahkan.

Menurut Pak Ikhsan "Listrik ini jika digunakan dengan baik akan membuat hidup ini lebih nikmat". Karena itu Taqline PLN adalah membuat masyarakat Lebih Mudah dan Nikmat dalam menggunakan listrik. Memang saat ini harga kendaraan Mobil listrik masih mahal sekitar 4 Milyar untuk Merk BMW High Five yang plugin namun untuk perjalanan di jalan berlubang tidak ada masalah.

Terkait dengan energi bersih yang dihasilkan oleh PLN Bapak Ikhsan menjelaskan kembali bahwa tahun 2025 PLN ditargetkan untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% memang untuk menghasilkan listrik ini memerlukan biaya yang cukup besar dan masih mahal dibandingkan dengan Batubara, walaupun beberapa waktu lalu Batubara mengalami peningkatan harga sekitar 108 dolar/ton. Menurut Pak Ikhsan kita memang harus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan untuk mencapai peningkatan 25% di tahun 2025. Saat ini sudah ada 170 rumah tangga yang menggunakan Roof toof . Dan tidak menutup kemungkinan bahwa SPLU yang disediakan nanti akan menggunakan tehnologi Roof Toof untuk menghasilkan Energi listrik.

Narasumber ketiga Bapak Bambang Tri Soepandji
Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa

Pembahasan selanjutnya beralih kepada Bapak Bambang yang merupakan Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa. Beliau menjelaskan bahwa PT. Mobil Anak Bangsa didirikan atas inisiatif Jendral Purnawirawan Moeldoko pada waktu itu tahun 2016 Pak Bambang diminta untuk mengembangkan kendaraan yang bertenaga listrik.

Saya menyarankan untuk mengembangkan Bis listrik. Kenapa saya pilih untuk membuat Bis Listrik ?? Karena biaya investasinya tidak terlalu besar. Kemudian infrstruktur untuk membuat Bus Listrik jauh lebih mudah dari pada membuat mobil listrik.

Saat ini ada 5 perusahaan produsen mobil kecil atau karoseri yang terkenal. Jika kita mulai produksi mobil kecil seperti sedan maka biaya produksinya sangat mahal jika dibandingkan dengan memproduksi kendaraan Bus listrik lebih murah.

Jika kita lihat di Indonesia untuk saat ini pembuatan Mobil listrik di Indonesia baru pada tahap untuk penelitian belum diproduksi secara komersial.

Karena itu MAB melakukan trobosan baru, yang dilakukan oleh MAB dikhususkan pada disainnya dulu sedangkan komponennya multisorsing , mungkin di Indonesia hal ini belum populer terdengar tapi hal ini sudah dilakukan oleh produsen mobil besar seperti BMW, Mercedes, untuk melakukan multisorsing. Untuk MAB ada tiga hal yang perlu kita ketahui :
Pertama untuk body Bus kita produksi di 100% di Indonesia. Untuk Komponen elektroniknya yang prototype ke dua sudah di produksi di Indonesia, sedangkan prototype yang pertama untu komponen elektroniknya kita beli dari luar negeri. Ada yang dari Cina, Jepang dan Korea itu diintregrasikan dan diterapkan di prototype satu untuk menguji cova apakah sistem kelistrikannya sudah berjalan dengan baik.

Setelah prototype kesatu diuji coba dan evaluasi kira kira sekarang sudah 4.000 ribu kilo jarak pengujiannya jadi dari Jakarta ke Magelang , Magelang-Jakarta. Untuk menguji sistem megatroniknya. Setelah selesai menguji prototype satu , maka di kembangkan dan diuji coba Prototype dua yang  nantinya akan digunakan di Bandara. Untuk prototype kedua Body full dikerjalan di Indonesia, sedangkan komponennya masih banyak dari Jerman, Untuk batrainya dilakukan sorsing dari China.

Mobil listrik berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak. Untuk memproduksi mobil listrik kita bisa bertanya kepada end-user berapa jarak tempuh  untuk mobil yang ingin mereka miliki. Dan harga batrai pada kendaraan listrik sekitar 45% dari seluruh harga produksi mobil listrik. Untuk di Indonesia lebih baik mengembangkan pada body dan  komponen bus saja sedangkan batrai biarlah import dari negara lain seperti China. Menuru Bapak Bambang MAB lebih memfokuskan pada pengembangan hilirnya dulu. Pak Bambang juga menjelaskan bahwa MBA membuat bus listrik berdasarkan kebutuhan.

Pembahasan yang disampaikan oleh para Narasumber sangat menarik sekali sayang sekali karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak dibuka forum tanya jawab. Hanya tanggapan dari keempat penaggap saja.

Menurut saya satu hari tidak cukup untuk membahas topik yang sangat menarik ini, karena pembahasanya sangat menarik dan bermanfaat sekali, saya berharap agar fotum seperti ini di gelar kembali agar kita dapat menggali informasi yang lebih dalam lagi mengenai kendaraan listrik ini.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan tanggapan dari para penanggap, diskusi dan penyerahan cendramata kepada para Narasumber dan diakhir dengan buka puasa bersama .

Demikianlah acara diskusi yang saya ikuti, sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya.














Saturday, May 19, 2018

Waspadalah.. ! , Anak-anak Itu Peniru Yang Ulung

Saya dan Keponakan Perempuan yang Kecil

Kebetulan sekali Saya punya 2 ( Dua) Orang Keponakan yang masih Balita laki-laki  dan perempuan usianya yang laki-laki 2 tahun Dan yang perempuan menjelang 4 Tahun Dan yang paling besar, perempuan dan sudah bersekolah di Sekolah Dasar, usianya  7 Tahun.

Memiliki 3 ( Tiga) orang Keponakan yang masih kecil-kecil sangat menyenangkan karena mereka lucu Dan menggemaskan. Tetapi di sisi lain memiliki anak atau keponakan yang masih Balita dan anak-anak juga banyak hal yang harus Kita jaga dan perhatikan dengan baik-baik karena anak-anak dan Balita sangat cepat sekali meniru apa yang kita ucapkan dan lakukan. 

Contohnya saja setiap main dengan teman-teman di luar Rumah Ada saja kosa kata baru yang mereka bawa ke Rumah. Seperti kemarin saat keponakan Saya yang paling besar bermain dengan adik perempuannya mereka bertengkar dan terdengar kata- kata "Bego..loh..". dari bibir sang Kakak.

Mendengar si Kakak berucap kasar seperti itu kepada adiknya membuat Saya terkejut mendengarnya, karena kami di rumah tidak pernah berkata kata kasar seperti itu apalagi di depan anak-anak.

Saya bertanya kepada Ibunya dari mana si Kakak mendapatkan kata-kata kasar itu ? . Ibunya menjawab tadi Siang dia main dengan anak tetangga yang tidak jauh dari rumah dan pulang-pulang sudah membawa bahasa makian baru.

Karena saya dekat dengan keponakan, Saya bertanya kepadanya kenapa dia berkata seperti itu kepada adiknya, itu kata-kata yang jelek jangan di tiru. Tapi karena mereka masih anak-anak agak sulit memang memberikan pemahaman kepada mereka, jadi Saya berusaha memberikan pemahaman sesuai dengan usiannya.

Nah yang Saya sangat khawatikan adalah anak tetangga ini yang kesehariannya memang sering berkata kasar dan memaki. Karena dirumahnya Orang Dewasanya pun melakukan hal yang sama sehingga mereka dengan mudah meniru kebiasaan dirumah Dan prilaku itu akan Ia bawa sampai ke luar Rumah.

Saya tidak mengerti mungkin itu sudah menjadi Hal yang biasa bagi mereka namum bagi anak-anak keluarga yang kesehariannya suka berkata kasar dan memaki bukanlah sebuah contoh yang baik.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan Keluarga yang suka berkata kasar dan memaki akan tumbuh menjadi orang yang tidak mengerti etika dan Tata krama, dia tidak bisa membedakan dengan siapa Dia berbicara.

Kata-kata yang Dia ucapkan akan kasar dan tidak mengikuti aturan, bukan karena dia tidak mau mengikuti aturan tetapi karena Dia tidak mengerti bagaimana aturan bersikap dan bertutur kata yang baik dan sopan.

Kita tidak bisa memyalahkannya 100% kepada anak-anak karena anak-anak ini belajar dari lingkungan terdekatnya, Orang Tua dan Keluarga yang harusnya bertanggung jawab terhadap pembentukan mental dan karakter si anak.

Jadi sebagai Orang Tua, Tante, Om atau Nenek Kita harus lebih waspada dalam bersikap dan bertutur kata karena anak-anak adalah Peniru Yang ulung. Mereka belum bisa membuat penilaian apakah ucapan ini baik atau tidak , pantas atau tidak diucapkan oleh mereka.Karena Keluarga adalah Madrasah pertama bagi seorang anak yang menorehkan tinta-tinta keemasan dalam kehidupannya. 

Orang Tua dan Keluarga adalah peletak Batu pertama dalam pembentukan karakter watak , serta mentalitas seorang anak. Jika kita salah langkah dalam mendidiknya maka masa depan mereka akan suram dan hancur.

Karena itu sebagai Orang Tua Kita harus banyak berintrospeksi diri, banyak belajar tentang Ilmu Parenting, Ilmu Agama dari berbagai sumber yang bisa Kita percaya dan tauladani agar Kita dapat menjaga prilaku, ahlak, sikap dan perkataan kita dihadapan anak-anak sehingga kita dapat menjadi Suri Tauladan yang baik bagi Buah Hati Kita tercinta.
Saya Dan Kedua Keponakan
Sumber Foto Koleksi Pribadi


Demikianlah lah sharing dari Saya sampai berjumpa dilain topik Dan pembahasan.






Friday, May 18, 2018

Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sedari Usia Dini

Saya Dan Keponakan
Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Saat ini banyak sekali Orang Tua yang mengeluhkan tentang sulitnya pelajaran anak-anak Sekolah Dasar khususnya anak Sekolah Dasar Kelas Satu. Dengan berlakunya Kurikulum 13 ini diharapkan para siswa lebih aktif di dalam Kelas sehingga pelajaran yang diberikan lebih banyak kepada melatih kreativitas anak dan motorik halusnya sehingga banyak sekali tugas-tugas yang diberikan kepada mereka berupa praktek, seperti mewarnai Gambar, membuat pohon dari kertas karton, Menempel Gambar dengan Kulit Telur Ayam dan Biji-bijian serta keterampilan lainnya.

Selain itu dengan adanya ketentuan Masuk Sekolah Dasar Usia 7 Tahun diharapkan anak-anak ini sudah miliki kemampuan dasar seperti , membaca, menulis dan berhitung yang cukup baik sehingga saat memasuki Sekolah Dasar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menerima pelajarannya.

Namun pada kenyataan masih banyak anak-anak Kelas Satu Sekolah Dasar yang masih mengalami kesulitan membaca dan menulis sehingga dia mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di dalam Kelas, para Guru biasanya meminta kerjasama Orang Tua Murid untuk melatih Putera-Putrinya belajar menulis dan membaca di Rumah .

Saya pun pernah mengalami hal yang sama. Sedikit sharing dari Saya, waktu Putra Saya Kelas 3 Sekolah Dasar Dia mengalami kesulitan untuk membaca sehingga banyak ketinggalan pelajaran di dalam kelasnya.

Dan saat pengambilan Rapot Semester  Ganjil Gurunya mengeluhkan hal ini kepada saya. Sebagai Ibunya Saya merasa sedih karena khawatir dia akan tinggal Kelas jika tidak bisa membaca dengan lancar karena dia akan mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajarannya.

Waktu itu Saya berpikir keras, bagaimana carannya agar anak Saya bisa membaca dengan lancar. Langkah awal yang Saya lakukan adalah mencari minatnya. Karena sulit sekali mengajarkan  membaca kepada mereka jika mereka tidak suka dengan buku bacaannya.

Setelah Saya pelajari, sepertinya anak Saya suka dengan komik, karena dia sering minta dibelikan komik walaupun tidak bisa membacanya.

Akhirnya Saya mulai, membuka Rasa ingin bisa membacanya dengan cara membacakannya buku komik yang dia suka, kemudian di lain kesempatan Saya menantang dia untuk membaca beberapa kata dalam komik itu. Jika anak kita penasaran dengan ceritannya maka dia akan berusaha untuk membacanya walaupun dengan cara dieja.

Hal ini terus menerus Saya lakukan, di lain kesempatan Saya hanya membelikan Dia komik edisi terbaru Dan membiarkannya untuk membacanya sendiri, Sedikit Demi Sedikit akhirnya Dia mulai lancar untuk membaca.

Memang tidak mudah menumbuhkan  Minat membaca pada anak-anak apalagi yang sudah agak besar seperti Putra Saya, para Orang Tua harus bekerja keras untuk mencari cara agar anak-anak ini tertarik  mau membaca buku.


Sebenarnya akan lebih mudah bagi para Orang Tua Untuk menumbuhkan Minat Membaca pada anak-anak sedari Usia Dini. Karena pada masa balita daya tangkap mereka sangat bagus sekali sehingga akan lebih mudah mengajarkan kepada mereka ketimbang anak-anak yang sudah mulai besar.

Caranya bagaimana ? Banyak cara yang bisa dilakukan Oleh Orang Tua salah satunya adalah dengan melakukan Story Telling atau Membaca Buku dengan Ekpresi Wajah dan Suara.

Balita paling senang jika berkomunikasi dengan Kedua Orang Tuanya melalui ekspresi wajah, mereka akan senang sekali jika di saat mereka hendak tidur kita membacakan sebuah buku cerita kepada mereka. Jika mereka sudah suka dengan sebuah buku maka setiap menjelang tidur atau di waktu dia bermain dia ingin kita membacakan buku itu untuk mereka. Dan dengan mudah mereka akan mengingat nama-nama tokoh dalam cerita itu.

Jika hal ini dilakukan secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan maka akan mudah baginya untuk memahami kalimat demi kalimat, selain itu kosa kata mereka pun akan semakin bertambah.

Hal ini bisa dilakukan oleh semua Orang Tua, tinggal mau atau tidak untuk mencobanya. Karena masih banyak juga para Orang Tua yang tidak suka untuk membaca buku. Sehingga tidak mengherankan jika anak-anak mereka pun enggan untuk membaca.

Semua ini memang merupakan proses pembiasaan di dalam rumah, jika  kita ingin anak-anak kita gemar membaca maka para Orang Tua pun harus menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas rutin di rumah. Dan cobalah untuk berdiskusi dengan anak-anak tentang buku bacaan yang sedang mereka baca dan berikan pujian kepada mereka atas kemampuan membacanya yang terus berkembang , sehingga anak-anak ini semakin bersemangat untuk belajar membaca.

Demikianlah sedikit sharing dari saya semoga ada manfaatnya. Sampai berjumpa dilain topik ya^^


Thursday, May 17, 2018

Aku Dan Permasalahan Kesehatanku

Foto Sebelum Sakit Pengapuran


Selama ini aku tidak bermasalah dengan Berat Badanku,walaupun sudah tergolong Obesitas namun selama tubuhku terasa sehat dan tidak ada keluhan apa-apa aku merasa semuanya baik-baik saja. Aku bisa menikmati makanan yang aku suka tanpa menghiraukan berat badan ku yang terus bertambah.

Namun pandanganku mulai berubah setelah satu peristiwa besar terjadi padaku sekitar bulan Oktober 2017 yang lalu. Pada awalnya kedua kakiku sering keram terutama saat bangun tidur di pagi hari, rasanya kakiku terasa kaku dan urat syaraf terasa tertarik dari ujung kelingking kaki hingga ke betis rasanya sakit sekali sehingga sulit untuk bergerak, kondisi ini bisa berlangsung antara 30 menit hingga 1 (satu) jam  . Dan kejadian ini berlangsung berkali-kali dengan waktu yang tidak menentu. 

Pada awalnya aku menganggap hal ini bukanlah hal yang besar, mungkin karena aku sering kerja sambil duduk dalam waktu yang lama dan kurang berolahraga maka kakiku sering keram. Namun makin lama kondisi kakiku semakin memburuk, keram itu muncul tidak hanya saat aku bangun tidur di waktu pagi hari tetapi saat aku berjalanpun kaki ku sering keram dan hal ini sering terjadi di kaki sebelah kiri.

Bahkan karena sakitnya aku tidak mampu untuk berjalan jauh karena setiap berjalan beberapa meter saja, betis sebelah kiri terasa begitu sakit dan kaku, urat-urat nya pun terasa kaku. Berbagai obat gosok yang ku gunakan untuk mengurangi rasa nyeri itu sepertinya tidak mampu mengurangi rasa sakit itu.

Akhirnya aku konsultasi ke Dokter Puskesmas di dekat kantor, aku diberikan obat radang sendi dan otot serta penghilang rasa sakit namun Dokter Puskesmas menyarankan jika rasa sakitnya masih berulang sebaiknya aku Konsultasi ke Dokter Ahli Syaraf atau Dokter Ortopedi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Saat itu aku berpikir, ahhh cukup dengan minum obat dari dokter Puskesmas pasti kondisi kakiku bisa lebih lebih baik. Saat obatnya aku minum memang rasa nyerinya banyak berkurang, tetapi saat aku tidak minum obatnya rasa nyeri itu kembali, dan aku kembali konsultasi ke Dokter Puskesmas .

Aku sempat kesal juga dengan kondisi ku ini, karena sangat menghambat aktivitas ku untuk bekerja. Tidak tahan dengan rasa sakit dan nyerinya akhirnya aku minta tolong kepada tetangga yang katanya bisa mengurut badan dan tahu urat.

Namun setelah diurut kondisi kakiku bukan semakin membaik justru sebaliknya semakin sakit, bahkan akhirnya aku tidak bisa berjalan. Dan terpaksa untuk membenarkan kondisi urat ku yang berantakan akibat salah urut ini, maka aku harus kembali di urut oleh orang yang benar-benar mengerti urat syaraf. 

Alhamdulillahnya aku menemukan orang yang bisa merapikan urat syaraf ku yang berantakan dan bersyukurnya Bapak ini rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku sehingga aku bisa berobat kerumahnya secepatnya.

Saat pertama kali berkunjung kerumah Bapak Tukang Urut kondisi kaki ku cukup parah bahkan untuk naik dan duduk di jok motor saja rasa sakitnya luar biasa. Apalagi saat pertama kali diurut rasanya sakit sekali , aku sampai meringis menangis karena menahan rasa sakit yang luar biasa. Bapak berpesan agar kaki ku ini jangan di urut, sebaiknya konsultasi ke dokter karena jika di urut oleh orang yang tidak benar-benar mengerti urat Syaraf maka kondisinya akan semakin memburuk.

Setelah dua kali diurut Bapak Tukang Urut, kondisi kakiku mulai sedikit membaik. Dan setelah aku mulai kuat berjalan akhirnya aku segera berkonsultasi ke Dokter Spesialis Ahli Syaraf tentu saja dengan meminta surat rekomendasi dari Puskesmas Faskes pertama karena aku berobat dengan menggunakan kartu BPJS.

Singkat cerita setelah diperiksa Dokter Spesialis Ahli Syaraf dan di Rontgen di RS. Bakti Asih Ciledug barulah aku tahu bahwa aku mengalami "Pengapuran" untuk mengetahu lebih lanjut tentang penyakit pengapuran tulang bisa dibaca di Website http://www.alodokter.com/macam-macam-cara-mengatasi-pengapuran-tulang  , aku rasa penjelasannya cukup terperinci.

intinya Pengapuran ini adalah penyakit yang sering disebut dengan Osteoarthritis 
yaitu adanya peradangan sendi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi menipis seiring waktu. sehingga kerusakan yang terjadi berada di sendi dan bagian tulang sekitar sendi tersebut.
Faktor utama dari Penyakit pengapuran tulang adalah :
  1. Karena Faktor Usia mempengaruhi seseorang terkena pengapuran tulang dan wanita dianggap lebih beresiko mengalami gangguan tulang jenis ini dibandingkan dengan pria walaupun belum bisa dipastikan.
  2. Karena cedera akibat pekerjaan, yaitu pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada sendi tertentu, cedera akibat olah raga dan kecelakaan juga bisa meningkatkan resiko gangguan tulang ini.
  3. Obesitas menyebabkan ada beban berlebihan pada sendi-sendi penahan berat tubuh juga meningkat kan resiko terkena Osteoarthritis.
Menurut dokter yang menangani ku proses penyembuhannya ada beberapa cara yaitu antara lain :
  1. Minum obat yang diresepkan Dokter untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri, namon obat ini ternyata tidak bisa menyembuhkan secara total pengapuran hanya mengurangi rasa sakit dan nyeri yang kita rasakan.
  2. Fisioterapi, biasanya kita akan diberi rujukan untuk melakukan fisioterapi dengan berkonsultasi kepada dokter tindakan untuk menentukan jadwal dan tindakan fisioterapi apa yang akan kita dapatkan nanti.
  3. Menurunkan Berat Badan, Sendi yang mengalami tekanan berlebihan kian memeperburuk pengapuran tulang yang diderita . Solusi mudahnya adalah dengan mengurangi tekanan pada sendi dengan menurunkan berat badan. 
  4. Olah raga secara teratur penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini membuat sendi menjadi lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat osteoarthritis yang diderita.  pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justri akan memperburuk masalah yang diderita.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter Syaraf dan membaca berbagai artikel tentang Pengapuran, maka aku mengambil satu kesimpulan bahwa penyakit ini tidak ada obatnya yang dapat menyembuhkan secara total namun rasa nyeri dan sakit ini bisa berkurang jika aku mau menurunkan Berat Badan. 

Dengan menurunkan berat badan kerja tulang pinggul , pinggang dan persendian akan semakin berkurang. Selain itu Aku juga  tidak ingin tergantung dengan obat-obatan karena dokter menjelaskan obat ini cukup keras sehingga bisa berefek ke lambung kita, apalagi aku punya sakit Maag yang cukup berat karena itu aku khawatir efek obat ini dapat berakibat kurang baik bagi lambungku jika dikonsumsi terus menerus. 

Demikianlah Sedikit cerita Pengalamanku dalam menjalani pengobatan Pengapuran yang sedang ku rasakan saat ini. Pengapuran memang tidak dapat sembuh total tapi Kita dapat mengurangi rasa sakit yang Kita rasakan selain dengan berkonsultasi ke dokter Dan minum obat Ada Cara lain yang banyak sekali manfaatnya antara lain banyak mengkonsumsi sayuran dann buah, rajin berolah raga Dan dengan menurunkan berat badan Kita yang berkebihan. Jika semua ini dilakukan Insya Allah Kita akan lebih Sehat lagi. Dan keluhan karena Pengapuran dapat diminimalisir.
Setelah Menjalani Program Penurunan Berat Badan
.