Monday, April 2, 2018

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2018 Dengan Tema "Perduli TBC Indonesia Sehat"



Pada hari Sabtu, tanggal 24 Maret 2018 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertempat di Lapangan Silang Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat. 

Acara Peringatan Hari Tuberkulosis  Sedunia 2018 di Lapangan Monumen Nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K) beserta jajarannya, Puskesmas, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat umum. Acara ini mengambil tema "Perduli TBC Indonesia Sehat".

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K)

Dalam Pidato Beliau pada puncak peringatah Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek SpM(K) menyampaikan bahwa "Dalam menangani TBC Fokus Kepada Pencegahan dan Pengendalian TBC dengan menemukan kasus TBC dan  melakukan pengobatan". Beliau menitikberatkan untuk menemukan Penderita TBC dan segera diobati hingga sembuh total agar terhindar dari resistensi.

Dalam mewujudkan hal ini maka salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangkaian Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 adalah dengan melakukan kegiatan serentak 34 Provinsi dimana Petugas Puskesmas, Kader, Ormas selama dua minggu sejak tanggal 5 Maret 2018 melakukan kegiatan mengunjungi masyarakat , meningkatkan pengetahuan. Pada tanggal 22 Maret ditemukan 57.082 jiwa satu jam kemudian dilakukan investigasi. Kalau di Jakarta disebut "Ketuk Pintu" layani dengan hati. Ketuk pintu ini berhasil dengan menscreaning dan mengedukasi TBC ini pada 174.148 orang yang terduga TB, dari 20.909 orang dan18.000 jiwa diantaranya dirujuk ke Fasilitas Kesehatan, dan  1.857 terkonvirmasi dengan Tuberkulosis. Jadi kegiatan ini merupakan satu kegiatan yang menyebar dan mendorong masyarakat agar termotivasi untuk berobat sampai tuntas" ujar Beliau.

Dan dalam kesempatan ini  Menteri Kesehatan Republik Indonesia juga ingin memberikan penghargaan kepada kepada Dinas Kesehatan , Rumah Sakit , Puskesmas, serta Kader kesehatan yang turut aktif dalam kegiatan penanggulangan TBC di daerahnya. Dengan diberikannya penghargaan ini diharapkan Instansi, Rumah Sakit, Puskesmas dan Kader Kesehatan di daerah lain termotivasi untuk melakukan hal yang sama di daerahnya masing-masing.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan Teleconference dengan 5 Kabupaten Dinas Kesehatan yang berada di Provinsi Aceh, Riau, Sulawesi Selatan,  Sulawesi Barat, dan Papua. Masing-masing daerah memaparkan tentang program-program apa saja yang telah dilaksanakan dalam menanggulangi Tuberkulosis. Selanjutnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia memberikan tanggapan terhadap penjelasan yang disampaikan oleh tiap Kabupaten dan tak lupa pula Beliau menyampaikan penghargaan atas usaha yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dalam menangani kasus TBC di daerahnya masing-masing.




Setelah Teleconference usai Menteri Kesehatan Republik Indonesia didampingi oleh Ketua penggerak PKK , Deputi Bidang Kesehatan Kemenko PMK dan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyerahkan penghargaan kepada Rumah Sakit terbaik yang melaporkan data tentang TBC sesuai dengan bebannya yang tinggi, Puskesmas terbaik tingkat Nasional, Kader Tuberkulosisi terbaik yang telah berkontribusi dalam menemukan, dan merujuk terduga TBC ke Puskesmas. Selain acara pemberian penghargaan, acara selanjutnya adalah pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Film Pendek tingkat SMA dan acara lainnya.

Pada Puncak  Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Silang Monumen Nasional disediakan stant-stant yang diisi oleh Rumah Sakit, Puskesmas, Kader Kesehatan guna memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat yang turut hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 tentang segala hal yang berkaitan dengan penanganan Tuberkulosis.




Saya melihat masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Silang Monumen Nasional ini , hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke acara ini, mereka dapat bertanya banyak hal kepada Petugas kesehatan yang ada di Stant-Stant yang disedikan mengenai penanganan Tuberkulosis dan cara pengobatannya.

Selain itu masyarakat juga bisa mengikuti game-game yang dibuat oleh masing-masing stant untuk menarik minat pengunjung dan mereka juga menyediakan hadiah menarik untuk para masyarakat yang mengikuti game tersebut.

Demikianlah rangkaian acara Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan silang Monas Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan untuk menggugah berbagai pihak untuk mau perduli terhadap penaggulangan Tuberkolosis, karena penanganan Tuberkulosis bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan RI saja tetapi seluruh lapisan masyarakat juga harus berperan dalam penggulangan Tuberkulosis karena diharapkan pada tahun 2030 Indonesia sudah mampu mengeliminasi Tuberkulosis dan diharapkan seluruh sektor turut berperan aktif dalam menangulangi Tuberkulosis termasuk juga dunia usaha agar target yang ingin dicapat dapat terwujud dan diharapkan tahun 2030 permasalahan Tuberkulosis di Indonesia dapat teratasi.