Friday, June 23, 2017

Tidak Semua Permasalahan Pencernaan Pada Bayi Disebabkan Karena Alergi Susu Sapi


Berbicara tentang masalah pencernaan pada Balita merupakan topik yang sangat menarik bagi para orang tua khususnya para orang tua muda karena permasalahan ini sering kali dihadapi oleh para orang tua muda yang baru memiliki balita. Banyak sekali orang tua muda yang belum memahami permasalahan pencernaan pada balita dan mereka sering mengganggap bahwa permasalahan pencernaan balita karena alergi susu sapi. Padahal tidak semua permasalahan pencernaan pada balita disebabkan karena alergi susu sapi.

Mengapa demikian ??

Karena berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sendiri saat putra saya masih balita. Waktu bayi , putra saya mengalami masalah pernafasan dan pencernaannya. Hal ini terjadi karena saya mengalami masalah saat melahirkannya, waktu itu bayi saya diperkirakan berat badannya lebih dari 4 kg, dan saya tidak dapat melahirkan dengan normal padahal pembukaan sudah penuh dan air ketuban pun sudah pecah, peristiwa ini terjadi tahun 2003. 

Akhirnya saya dipindahkan ke Rumah Sakit besar yang lebih lengkap peralatannya karena di klinik tempat saya melahirkan peralatannya belum lengkap dan tidak ada ruang operasinya. 

Perjalanan menuju Rumah Sakit cukup lama makan waktu sekitar 2 jam saya harus menahan rasa sakit selama diperjalanan, harus menarik nafas panjang dan tidak boleh dikejankan padahal perut rasanya sudah mulas tak tertahankan. Setelah sampai di Rumah Sakit saya langsung dibawa ke Ruang operasi dan dilakukanlah tindakan Cecar. 

Saat itu bayi saya sempat dinyatakan kuning dan harus disinar, namun sayangnya karena kurangnya pengalaman saya, saya tidak sampai menanyakan secara mendetil kenapa dia kuning dan berapa persen kuningnya.

Setelah operasi selesai dilaksanakan, sayapun dimasukan ke ruangan pemulihan, setelah kondisi saya pulih saya dipindahkan kembali ke klinik tempat saya pertama kali masuk untuk melahirkan.

Setelah pulang dari klinik bersalin kondisi bayi saya sudah normal, tidak kuning lagi, namun disarankan untuk dijemur saat pagi hari oleh dokter yang anak yang menanganinya.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata ada masalah terhadap kesehatan bayi saya, nafasnya tidak lega, seperti ada slem yang tidak keluar dan sering batuk dan pilek selain itu pencernaannya juga bermasalah.

Saya sempat berkonsultasi dengan dokter anak yang menanganinya namun dokternya bilang tidak ada masalah yang berarti ini karena daya tahan tubuhnya yang lemah.

Tidak puas dengan penjelasan dokter yang menanganinya akhirnya saya pindah ke dokter anak lainnya karena kondisi anak saya semakin parah bukan hanya karena dia sering terserang batuk, pilek dan buang-buang air tetapi perkembangannya pun terhambat, saat ia berusia 9 bulan tubuhnya sangat lemah dan dia tidak bisa duduk dengan tegak.

Akhirnya saya bertemu dengan Dokter Spesialis Anak yang sangat perhatian sekali beliau adalah Dr. Romundang L. Toruan yang saat ini praktek di Jln.Panjang Cidodol no.1 Dekat Komplek Sekneg. Beliau melihat bahwa anak saya ini sangat terlambat perkembangannya dan jika tidak segera di tangani dia bisa lumpuh.

Orang tua mana yang tidak syok mendengar hal ini namun beliau memberikan harapan dan semangat kepada saya bahwa anak ini masih bisa tertolong jika segera di tangani, akhirnya beliau menyarankan kepada saya untuk melakukan tes laboratorium terhadap anak anak saya dan ronsen paru-parunya untuk mengetahui apa penyebabnya sehingga pernafasannya bermasalah.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes laboratorium terhadap anak saya barulah di ketahui bahwa ada flek di paru-parunya dan pencernaannya pun bermasalah hal ini terjadi karena riwayat melahirkan saya yang bermasalah . Karena pencernaannya bermasalah maka dia tidak bisa mengkonsumsi susu sapi dengan kadar laktosa tinggi, sehingga dokter menyarankan untuk memberikan susu sapi dengan kadar laktosa rendah sebagai tambahan ASI.

Setelah menjalani pengobatan flek paru-parunya kondisi kesehatan anak saya pun semakin membaik dan daya tahan tubuhnya pun semakin meningkat dan , pencernaanya pun sudah semakin kuat sehingga lambat laun ia dapat mengkonsumsi susu sapi dengan kadar laktosa tinggi dan saat ini dia sudah menjadi remaja dan duduk di kelas dua SMP.


Berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami maka saya sangat percaya bahwa tidak semua permasalahan pencernaan yang terjadi pada anak karena disebabkan alergi susu sapi.


Karena itu saat #Enfaclub mengadakan acara diskusi interaktif dengan Tema "Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi" saya segera mendaftar karena menurut saya acara ini sangat bagus sekali untuk para orang tua karena tidak semua orang tua paham dengan hal ini. Acara diskusi interatif ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Juni 2017 di Tanamera Cuisine Lantai 2 Jln. Kh. Ahmad Dahlan No.16A Kramat Pela, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam acara diskusi interaktif ini hadir sebagai pembicara :
  1. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A yang membahas tentang "Kenali Permasalahan Pencernaan si Keci"l
  2. M.Nuh Nasution Tim Ahli EnfaA+ yang membahas tentang "Kenali Alergi Si kecil Lewat Tes Alergi Susu Sapi"
  3. Group Head Digital Zenit Optimedia Parjono Sudiono yang membahas tentang Cara Membuat Artikel SEO Friendly
Namun dalam kesempatan ini saya akan lebih banyak membahas tentang materi yang di sampaikan oleh dr. Ariani dan Bapak M.Nuh Nasution karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan masalah Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Dalam diskusi interaktif ini dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A menjelaskan bahwa "Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi", para orang tua harus memahami serba-serbi masalah pencernaan pada balitannya.
dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A
Beliau menjelaskan bahwa seluruh anggota tubuh kita memiliki peranan yang sanggat penting, demikian halnya dengan pencernaan. Pencernaan berperan untuk memproses makanan yang sarinya akan diserap oleh usus kemudian zat gizinya didistribusikan kedalam tubuh melalui pembuluh darah keseluruh bagian tubuh untuk pertumbuhan perkembangan kecerdasan.

Namun sebagian besar bayi mengalami masalah pencernaan pada usia dini hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain ;
1. Functional GI Discomfort sering terjadi pada usia < 1 Tahun
2. Ketidak Nyamanan Pencernaan akibat :
    Nutrisi
  • Gas dalam usus berlebihan
  • Gangguan penyerapan karbohidrat
  • Cara pemberian minuman
  • Alergi Protein susu sapi/intoleransi
    Non Nutrisi
  • Motilitas
  • GER
  • Hormon Usus
  • Gangguan flora usus
Dan 50% bayi mengalami gejala ketidaknyamanan (discomfort) selama tahun pertama.

  
Gejala-gejala yang timbul jika pencernaan mengalami masalah yaitu antara lain :
  • Kembung
  • Sering buang gas
  • Mual atau muntah 
  • BAB tidak lancar
  • Rewel tanpa sebab yang jelas.
Jika hal ini berlangsung dalam jangka panjang lebih dari 3 bulan akan menyebabkan resiko kesehatan mental dikemudian hari seperti :
  • Agresi
  • Hiperaktif
  • Cemas (anxiety)
  • Gangguan Tidur
  • Migrain
  • Alergi
Mengapa masalah pencernaan sering kali dikaitkan dengan alergi?
Karena gejala alergi terjadi pada 3 area yaitu antara lain :
  1. Kulit antara 50-70%
  2. Saluran cerna 50-60%
  3. Pernafasan 20-30%
Tidak semua masalah Pencernaan disebabkan oleh alergi karena 50% permasalah pencernaan pada bayi karena sistem pencernaanya yang belum matang serta perut sensitif. Sedangkan angka kejadian disebabkan oleh alergi protein susu sapi hanya sekitar 7%

Pada bayi saluran pencernaan anak belum matang sehingga pencernaannya akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan berkembangnya usiannya. Saat bayi ukuran lambung masih kecil dan produksi enzim masih terbatas khususnya Eterokinase dan Laktase.

Lalu apa yang harus dilakukan ibu jika pencernaan bayi mengalami masalah ?
  • Eksplorasi masalah pencernaan pada anak
  • Catat makanan yang dikunsumsi selama 3 x 24 jam terakhir
  • Konsultasi dengan Dokter Anak 
Nah menyambung pembahasan yang disampaikan oleh dr. Ariani , Bapak M.Nuh Nasution menyampaikan bahwa di #enfaclub sudah ada #Tesalergisususapi melalui website https://www.enfaclub.com/testalergi-sususapi/
Di website ini ayah dan bunda dapat melakukan tes alergi pada bayinya dengan mengisi pertanyaan yang ada dengan berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh si bayi. Isilah pertanyaan yang ada sesuai dengan kondisi yang dialami oleh si bayi dengan sebenarnya untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Dengan melakukan tes alergi susu sapi pada bayi  ini orang tua dapat mengetahui dengan pasti apa penyebab masalah pencernaan pada bayinya apakan memang karena alergi susu sapi atau karena pencernaan bayi yang belum matang dan sensitif. Dengan demikian orang tua dapat mengambil tindakan lebih lanjut atau berkonsultasi dengan Dokter Anak mengenai susu apa yang sebaiknya diberikan kepada bayinya sebagai  pendamping ASI.
Selain itu di website ini juga ayah dan bunda bisa mengetahui produk-produk enfagrow yang tepat untuk kondisi bayinya, enfagrow juga memiliki produk susu dengan kadar laktosa yang sangat rendah sehingga baik dikonsumsi oleh bayi yang bermasalah pencernaannya seperti masalah pencernaan yang di alami oleh anak dian.

Demikian lah rangkaian pembahasan yang disampaikan dalam diskusi interaktif ini yang berhubungan dengan masalah pencernaan pada bayi, terimakasih kepada Bunda Elisa Koraag, #Bloggercihuy dan mba Nury Sybli yang sudah mengizinkan saya untuk ikut hadir dalam acara ini. 

Sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya ya salam..

10 comments:

  1. Benar ya tidak semua masalah pencernaan karena alergi susu sapi..pengalaman n info bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas kunjungannya^^

    ReplyDelete
  3. Semua ibu pasti menginginkan yg terbaik untuk anaknya yaa mb. Mengikuti acara talkshow ini pun bertujuan untuk menambah ilmu demi anak. Akupun baru paham tentang alergi anak setelah dateng ke acara ini.
    Salam kenal mb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, terimakasih atas kunjungannya ya^^

      Delete
  4. Wah, untunglah anaknya Mbak Dian segera tertolong. Jadi makin hati-hati ya, termasuk soal kasih nutrisi biar ngga mencetus alergi.
    Tes alerginya membantu banget ya, Mbak. Ngga cuma mendeteksi aja, tapi kasih gambaran, gejala yg mana yang parah, sedang atau justru aman. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sekarang dia sudah besar dan sehat, memang kita harus mempelajari masalah pencernaan pada bayi, apakah karena pencernaannya yang belum matang atau ada faktor lain seperti kasus anak dian ini, dengan berkonsultasi dgn dokter anak dan melakukan #testalergisususapi , dengan demikian kita bisa melakukan langkah selanjutnya dan mencari solusinya. Terimakasih atas kunjungannya mba Murni^^

      Delete
  5. sama kayak anak pertamaku nih mbak, dia sempet alergi susu sapi.. tapi kesininya lama-lama alerginya menghilang, dia udah bisa minum susu sapi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya kalau anaknya mba Mami sudah bisa minum susu Sapi,mungkin pencernaanya sudah semakin matang^^, terimakasih atas kunjungannya mba^^

      Delete
  6. wah. untung segera tertolong. infonya bagus mbak

    ReplyDelete
  7. Iya, betul banget, terimakasih atas kunjungannya ya ^^

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^