Thursday, May 18, 2017

Penganugrahan TKI Inspiratif Tempo : Apresiasi Terhadap Kerja Keras Dan Kesuksesan TKI Indonesia



Suatu kehormatan bagi saya untuk hadir dalam acara
Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Tempo

Saat ada keluarga atau teman yang ingin menjadi TKI apa yang terlintas di dalam benak kita ?

Pasti banyak tanggapan dan  reaksi yang bermunculan dilingkungan sekitarnya, ada yang mengucapkan selamat karena bisa bekerja di luar negeri namun tidak jarang ada juga yang menanggapinya dengan tatapan sinis dan mencibir.

Namun tanpa kita sadari saudara atau teman-teman kita yang bekerja di luar negeri telah banyak menyumbangkan devisa bagi Negara dan mereka sangat berjasa dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Pengembangan  dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI) Periode 2016 Penempatan Tenaga Kerja Indonesia mengalami penurunan dari tahun sebelumnya Tahun 2015 dari 275.736 menjadi 234.451. Penurunan angka ini biasa jadi disebabkan karena semakin membaik dan selektifnya sistim perekrutan, penyeleksian serta pengiriman calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri yang dilaksankan oleh BNP2TKI dan hal ini patut kita berikan apresiasi.

Selama ini yang menjadi permasalahan mendasar bagi pengiriman TKI Indonesia adalah masih banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang kurang terampil dan terlatih sehingga mereka kalah bersaing dengan tenaga kerja dari Negara Tetangga seperti Filipina dan Thailand. Hal ini berpengaruh pula terhadap penghasilan dan sector industry yang dapat mereka masuki.

Selain itu masih banyaknya  pengiriman tenaga kerja Indonesia secara Ilegal dan tidak mengikuti standar pengiriman yang ada. Dan kondisi seperti ini sangat membuka peluang besar untuk terjadinya praktek Human Traficking. Jika kita mengunjungi web Site Resmi BNP2TKI yaitu www.bnp2tki.go.id kita dapat melihat secara langsung informasi ini dan kita juga bisa mendowload informasi Penempatan dan Perlindungan terhadap TKI dari Tahun 2011 hingga Maret 2017 secara gratis.

Keterbukaan informasi yang diberikan BNP2TKI ini menunjukan bahwa saat ini Pemerintah semakin gencar memperbaiki system pengiriman TKI ke Luar Negeri dan hal ini didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari  jajaran pemerintahan  baik itu dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Departemen Luar Negeri yang wakili oleh pihak Imigrasi, DPR  serta dari Kalangan Media Masa baik Elektronik maupun Online dan Citizen Jurnalis.

Selain itu bentuk dukungan media masa terhadap perkembangan kemajuan TKI Indonesia adalah pemberian penghargaan berupa "Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo" yang telah dilaksanakan pada hari Senin,15 Mei 2017 bertempat di Hotel Millenium Jl.Facrudin Tanah Abang Jakarta Pusat.

Delapan Orang Penerima Penghargaan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo


Acara pemberian penghargaan terhadap 8 (Delapan) orang TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo ini di hadiri oleh para pejabat Pemerintahan Republik Indonesia yaitu antara lain Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dakiri, Wakil dari Komisi IX  yaitu Dede Yusuf, Wakil dari Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yaitu Nusron Wahid, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, serta Direktur Utama dan jajaran Direksi Majalah Tempo.

Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli

Acara ini dibuka oleh Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli. Dalam sambutannya Zulkifli menyampaikan bahwa " Selama ini media masa selalu mengangkat berita yang mengerikan tentang TKI", ujar beliau. Namun lewat acara ini tempo ingin mengangkat sisi lain dari TKI.

Menurut Arief Zulkifli saat ini Tenaga Kerja Indonesia banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Negara-Negara Timur Tengah, Terutama di Arab Saudi dan beberapa Negara Eropa. Banyak juga kisah sukses yang bisa kita dengar dan lihat dari para TKI. Mereka berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih bahkan ada yang sukses membuka usaha setelah kembali bekerja dari luar negeri.

Para penerima Anugrah Penghargaa ini adalah 8 (Delapan) TKI inspiratif yang merupakan hasil seleksi dari 5.000 orang. Proses penyeleksian ini berdasarkan dari data-data dari berbagai lembaga salah satunya adalah Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Para Peraih penghargaan itu antara lain Budi Firmansyah, Heni Sri Sundari, Maria Bo, Niok, Nurul Hasanah, Tantri Sakinah, Siti Badriyah, Sutriyani dan Yusuf.

Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dzakiri , kepada 8 (Delapan) orang Penerima Penghargaan TKI inspiratif pilihan Majalah Tempo.


Penyerahan Penghargaan oleh Menteri Ketnagakerjaan RI
Kepada 8 (Delapan) orang TKI

Selain pemberian penghargaan kepada TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo acara dilanjutkan dengan Diskusi Interatif antara seluruh Jajaran Pemerintahan yang hadir dalam acara ini , Para Tamu undangan, Media dan Blogger. Dalam diskusi ini memebahas tentang Urung Rembuk "Perbaikan Sistem Perlindungan TKI".

Diskusi ini sangat menarik menurut saya karena dalam diskusi ini dibahas secara mendalam apa sebenarnya yang menjadi permasalahan mendasar bagi Sistem Perlindungan TKI yang sudah dijalankan saat ini.

Dari pembicaraan yang di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam diskusi ini dapat saya ambil kesimpulan bahwa masih lemahnya perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri dari pihak Pemerintah Indonesia. hal ini terlihat dari masih tingginya kasus trafficking, pengiriman Tenaga Kerja Indonesia secara Ilegal, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. Hai ini juga dilihat dari masih lemahnya perlindungan hukum bagi TKI Indonesia.

Dan peraturan Pemerintah yang di buat dinilai kurang pro terhadap para TKI sehingga lebih banyak menguntungkan pihak Majikan , karena itu perlu adanya revisi terhadap peraturan Pemerintah atau Undang-Undang Ketenagakerjaan yang ada saat ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) bahwa saat ini masih banyak peraturan Pemerintah yang kurang pro terhadap TKI, dan masih menempatkan TKI sebagai satu komoditi, sehingga perlu adanya revisi peraturan Pemerintah mengenai TKI Indonesia termasuk dalam hal perlindungan terhadap TKI Indonesia.

Bahkan dari pihak Kementrian Luar Negeri juga menyampaikan bahwa perlu adanya perubahan mekanisme pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia dari Hulu ke Hilir dan harus dilaksanakan secara progresif atau gerak cepat karena sangat banyak permasalahan yang di hadapi dalam hal Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia, termasuk kepada kelengkapan dokumen Tenaga Kerja Indonesia dan seharusnya ditangani oleh pihak-pihak yang berkompeten dan Professional.

Mendengar tanggapan dari berbagai pihak Dede Yusuf sebagai Perwakilan DPR Komisi IX menanggapi bahwa saat ini memang masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam tata kelola Tenaga Kerja Indonesia dan semua pihak harus ikut terlibat bukan hanya Pemerintah sebagai pembuat kebijaksanaan, tetapi juga BPN2TKI sebagai Badan yang menempatkan TKI di berbagai Negara ,Departemen Luar Negeri memberikan pengawasan yang lebih lengkap terhadap keaslian dan kelengkapan dokumen calon TKI yang akan Keluar Negeri dan DPR sebagai Badan yang mengawasi kinerja Pemerintah dan ikut menetapkan Kebijakan bagi Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia.

Media Online dan Elektronik serta Blogger juga diharapkan partisipasinya dalam mengawal proses perbaikan ini agar permasalahan Tenaga Kerja Indonesia dapat segera teratasi sehingga kasus-kasus permasalahan yang terjadi pada TKI dapat diminimalisir.

Demikian lah kegiatan yang saya ikuti semoga informasi ini dapat bermanfaat sampai berjumpa dilain kesempatan ya.












8 comments:

  1. kalo bicara soal buruh migran/tki di indonesia kadang rasanya pengen bejek-bejek oknum yang ngirim tki ilegal ke luar negeri. susah juga ngelindungin tki saat kita gatau ada tki disitu.

    belom lagi kebijakan penyalur yang banyakan ngerugiin tenaga kerjanya & pemerintah juga nggak punya 'taring' di diplomasi internasional soal buruh migran ini.

    jadi gemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang masih banyak hal yang harus di benahi mas Agi dan semua pihak harus ikut membantu mendorong perubahan tata kelola TKI mulai dari hulu hingga hilir dan semua pihak harus berperan aktif dalam melakukan perubahan ke arah yg lebih baik lagi.

      Delete
  2. Keren banget TKI yang terpilih, dari sekian ribu yang diseleksi ya. Moga ada perbaikan pada nasib TKI, para penyetor devisa negara, pejuang untuk keluarganya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn, terimakasih atas kunjungannya mba Hidayah^^

      Delete
  3. saya sangat suka dg TKI yang mau maju shg kelak dia gak abkal jd tki lagi, aku punya banyak teman TKI yg mau maju dan skrng sdh kembali ke indo dg membuka usaha, jadi penulis, bahkan blogger terkenal, hebat kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya memang untuk menjadi TKI harus memiliki bekal ilmu dan pengetahuan serta keterampilan yang mencukupi agar mereka dapat bersaing dengan TK asing lainnya. Yang nenjadi masalah di pengiriman TKI, masih banyak TKI kita yang memiliki Pendidikan serta keterampilan yang minim sehingga kalau bersaing dengan TK dari negara tetangga akibatnya upah yg mereka dapatkan pun di bawah tenaga kerja dari negara lain, serta sektor industry yang bisa mereka masuki pun terbatas. Karena itu banyak yg bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, karyawan Pabrik dan di sektor perkebunan.
      Nah bagi mereka yang berpikiran maju akhirnya memilih bekerja sambil sekolah di sana karena itu banyak juga yg pulang dgn membawa gelar sarjana dan bayak juga yg menjadi penulis ya mba Tira ?.
      Terimakasih atas kunjungannya ya

      Delete
  4. Memang benar mbak dian anthie kalau dilihat sekrang memang berita tentang TKI yg muncul ke permukaan adalah yg mengerikan, mulai dari kekerasan, TKI ilegal dll. Tapi sebenarnya malah banyak TKI yg mampu berprestasi dan menyumbangkan devisa besar bagi negara seperti tulisan mbak anthie ini ,😁, mudah2an tempo bisa menghasilkan berita sesuai fakta sehingga melecut semangat TKI untuk berprestasi di luar negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn, terimakasih atas kunjungannya ya^^

      Delete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^