Monday, May 29, 2017

New Wave Sustainable Agribusiness : Suatu Upaya Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Mutu Pertanian Di Indonesia





Para Nara Sumber Acara New Wave Sustainable Agribusiness



Bicara tentang pertanian di Indonesia merupakan satu topik yang sangat menarik bagi saya karena hal ini menyangkut hajat hidup seluruh rakyat Indonesia , namun tak banyak yang kita ketahui tentang kondisi pertanian di Indonesia yang sebenarnya, karena selama ini saya masih beranggapan bahwa negara kita ini kaya dengan hasil pertaniannya , tetapi kenapa kok  mengimpor beras dari Thailand ?. Demikian pula dengan gula pasir, menurut saya perkebunan tebu di Indonesia cukup berhasil tetapi negara kita juga mengimpor gula dari India.

Kini timbul satu pertanyaan besar di dalam benak saya, sebenarnya kondisi pertanian di Indonesia saat ini seperti apa sih ?

Akhirnya pertanyaan besar saya terjawab sudah setelah saya menghadiri diskusi dengan Teman "New Wave Sustainable Agribusiness" yang dilaksanakan pada hari Jum'at 19 Mei 2017 di @America Pacific Place Mall - SCBD Jl. Jendral Sudirman Jakarta. Acara diskusi ini isi oleh Nara Sumber yang berkompeten dibidangnya yaitu antara lain : Dr. Bayu Krisnamurthi  Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Tahun 2010-2011 , Said Abdullah Koordinator Nasional Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan dan Dea Salsabila Amira Founder dan CEO of Ur-Farm. 

Pada kesempatan pertama yang menjadi pembicara dalam diskusi ini adalah Dr. Bayu Krisnamurthi. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan Bagaimana mencapai Sustainable dalam Agribusiness di Indonesia, namun sebelum mencapai hal seperti ini hal yang harus kita pahami bersama adalah tentang kondisi pertanian yang ada di Indonesia. 

Secara global saat ini lahan pertanian di dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan hal ini dapat kita lihat dari grafik di bawah ini.

Kondisi Lahan pertanian di Dunia

Thursday, May 18, 2017

Penganugrahan TKI Inspiratif Tempo : Apresiasi Terhadap Kerja Keras Dan Kesuksesan TKI Indonesia



Suatu kehormatan bagi saya untuk hadir dalam acara
Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Tempo

Saat ada keluarga atau teman yang ingin menjadi TKI apa yang terlintas di dalam benak kita ?

Pasti banyak tanggapan dan  reaksi yang bermunculan dilingkungan sekitarnya, ada yang mengucapkan selamat karena bisa bekerja di luar negeri namun tidak jarang ada juga yang menanggapinya dengan tatapan sinis dan mencibir.

Namun tanpa kita sadari saudara atau teman-teman kita yang bekerja di luar negeri telah banyak menyumbangkan devisa bagi Negara dan mereka sangat berjasa dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Pengembangan  dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI) Periode 2016 Penempatan Tenaga Kerja Indonesia mengalami penurunan dari tahun sebelumnya Tahun 2015 dari 275.736 menjadi 234.451. Penurunan angka ini biasa jadi disebabkan karena semakin membaik dan selektifnya sistim perekrutan, penyeleksian serta pengiriman calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri yang dilaksankan oleh BNP2TKI dan hal ini patut kita berikan apresiasi.

Selama ini yang menjadi permasalahan mendasar bagi pengiriman TKI Indonesia adalah masih banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang kurang terampil dan terlatih sehingga mereka kalah bersaing dengan tenaga kerja dari Negara Tetangga seperti Filipina dan Thailand. Hal ini berpengaruh pula terhadap penghasilan dan sector industry yang dapat mereka masuki.

Selain itu masih banyaknya  pengiriman tenaga kerja Indonesia secara Ilegal dan tidak mengikuti standar pengiriman yang ada. Dan kondisi seperti ini sangat membuka peluang besar untuk terjadinya praktek Human Traficking. Jika kita mengunjungi web Site Resmi BNP2TKI yaitu www.bnp2tki.go.id kita dapat melihat secara langsung informasi ini dan kita juga bisa mendowload informasi Penempatan dan Perlindungan terhadap TKI dari Tahun 2011 hingga Maret 2017 secara gratis.

Keterbukaan informasi yang diberikan BNP2TKI ini menunjukan bahwa saat ini Pemerintah semakin gencar memperbaiki system pengiriman TKI ke Luar Negeri dan hal ini didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari  jajaran pemerintahan  baik itu dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Departemen Luar Negeri yang wakili oleh pihak Imigrasi, DPR  serta dari Kalangan Media Masa baik Elektronik maupun Online dan Citizen Jurnalis.

Selain itu bentuk dukungan media masa terhadap perkembangan kemajuan TKI Indonesia adalah pemberian penghargaan berupa "Penganugrahan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo" yang telah dilaksanakan pada hari Senin,15 Mei 2017 bertempat di Hotel Millenium Jl.Facrudin Tanah Abang Jakarta Pusat.

Delapan Orang Penerima Penghargaan TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo


Acara pemberian penghargaan terhadap 8 (Delapan) orang TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo ini di hadiri oleh para pejabat Pemerintahan Republik Indonesia yaitu antara lain Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dakiri, Wakil dari Komisi IX  yaitu Dede Yusuf, Wakil dari Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yaitu Nusron Wahid, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, serta Direktur Utama dan jajaran Direksi Majalah Tempo.

Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli

Acara ini dibuka oleh Pimpinan Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arief Zulkifli. Dalam sambutannya Zulkifli menyampaikan bahwa " Selama ini media masa selalu mengangkat berita yang mengerikan tentang TKI", ujar beliau. Namun lewat acara ini tempo ingin mengangkat sisi lain dari TKI.

Menurut Arief Zulkifli saat ini Tenaga Kerja Indonesia banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Negara-Negara Timur Tengah, Terutama di Arab Saudi dan beberapa Negara Eropa. Banyak juga kisah sukses yang bisa kita dengar dan lihat dari para TKI. Mereka berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih bahkan ada yang sukses membuka usaha setelah kembali bekerja dari luar negeri.

Para penerima Anugrah Penghargaa ini adalah 8 (Delapan) TKI inspiratif yang merupakan hasil seleksi dari 5.000 orang. Proses penyeleksian ini berdasarkan dari data-data dari berbagai lembaga salah satunya adalah Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Para Peraih penghargaan itu antara lain Budi Firmansyah, Heni Sri Sundari, Maria Bo, Niok, Nurul Hasanah, Tantri Sakinah, Siti Badriyah, Sutriyani dan Yusuf.

Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dzakiri , kepada 8 (Delapan) orang Penerima Penghargaan TKI inspiratif pilihan Majalah Tempo.


Penyerahan Penghargaan oleh Menteri Ketnagakerjaan RI
Kepada 8 (Delapan) orang TKI

Selain pemberian penghargaan kepada TKI Inspiratif Pilihan Majalah Tempo acara dilanjutkan dengan Diskusi Interatif antara seluruh Jajaran Pemerintahan yang hadir dalam acara ini , Para Tamu undangan, Media dan Blogger. Dalam diskusi ini memebahas tentang Urung Rembuk "Perbaikan Sistem Perlindungan TKI".

Diskusi ini sangat menarik menurut saya karena dalam diskusi ini dibahas secara mendalam apa sebenarnya yang menjadi permasalahan mendasar bagi Sistem Perlindungan TKI yang sudah dijalankan saat ini.

Dari pembicaraan yang di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam diskusi ini dapat saya ambil kesimpulan bahwa masih lemahnya perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri dari pihak Pemerintah Indonesia. hal ini terlihat dari masih tingginya kasus trafficking, pengiriman Tenaga Kerja Indonesia secara Ilegal, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. Hai ini juga dilihat dari masih lemahnya perlindungan hukum bagi TKI Indonesia.

Dan peraturan Pemerintah yang di buat dinilai kurang pro terhadap para TKI sehingga lebih banyak menguntungkan pihak Majikan , karena itu perlu adanya revisi terhadap peraturan Pemerintah atau Undang-Undang Ketenagakerjaan yang ada saat ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) bahwa saat ini masih banyak peraturan Pemerintah yang kurang pro terhadap TKI, dan masih menempatkan TKI sebagai satu komoditi, sehingga perlu adanya revisi peraturan Pemerintah mengenai TKI Indonesia termasuk dalam hal perlindungan terhadap TKI Indonesia.

Bahkan dari pihak Kementrian Luar Negeri juga menyampaikan bahwa perlu adanya perubahan mekanisme pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia dari Hulu ke Hilir dan harus dilaksanakan secara progresif atau gerak cepat karena sangat banyak permasalahan yang di hadapi dalam hal Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia, termasuk kepada kelengkapan dokumen Tenaga Kerja Indonesia dan seharusnya ditangani oleh pihak-pihak yang berkompeten dan Professional.

Mendengar tanggapan dari berbagai pihak Dede Yusuf sebagai Perwakilan DPR Komisi IX menanggapi bahwa saat ini memang masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam tata kelola Tenaga Kerja Indonesia dan semua pihak harus ikut terlibat bukan hanya Pemerintah sebagai pembuat kebijaksanaan, tetapi juga BPN2TKI sebagai Badan yang menempatkan TKI di berbagai Negara ,Departemen Luar Negeri memberikan pengawasan yang lebih lengkap terhadap keaslian dan kelengkapan dokumen calon TKI yang akan Keluar Negeri dan DPR sebagai Badan yang mengawasi kinerja Pemerintah dan ikut menetapkan Kebijakan bagi Pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia.

Media Online dan Elektronik serta Blogger juga diharapkan partisipasinya dalam mengawal proses perbaikan ini agar permasalahan Tenaga Kerja Indonesia dapat segera teratasi sehingga kasus-kasus permasalahan yang terjadi pada TKI dapat diminimalisir.

Demikian lah kegiatan yang saya ikuti semoga informasi ini dapat bermanfaat sampai berjumpa dilain kesempatan ya.












Sunday, May 7, 2017

Mencoba Memahami Permasalahan Pabrik Semen Rembang Dari Sudut Pandang Orang Awam

Para Nara Sumber Diskusi Rembang Untuk Indonesia Bpk Agung Wiharto dan Dr. Ir. Budi Sulistijo, M.T

Sebagai masyarakat awam saya kurang mengikuti perkembangan Industri Semen di Indonesia, karena itu saya tidak tahu jika ada permasalahan yang cukup rumit yang sedang dihadapi oleh PT. Semen Indonesia (Persero) sehubungan dengan pembangunan Pabrik Semen Rembang Jawa Tengah. 

Hingga pada akhirnya saya berkesempatan untuk mengikuti Diskusi Interaktif yang diselenggarakan oleh PT Semen Indonesia dengan Tema Rembang Untuk Indonesia pada hari Jum'at 05 Mei 2017 yang berlangsung dari pukul 14.00-17.00 WIB yang bertempat di Kembang Goela Restaurant  Jln. Jendral Sudirman Kav. 47-48 Karet, Semanggi - Jakarta Selatan.

Dalam diskusi ini hadir dua orang Nara Sumber yang sangat kompeten dibidangnya yaitu Bapak Agung Wiharto selaku Sekertaris Perusahaan PT. Semen Indonesia dan Dr. Ir. Budi Sulistijo. M.T Pakar Geologi dan Pertambangan ITB. 

Diskusi ini di bagi dalam dua sesi yaitu Sesi Pertama dan Sesi Kedua. Sesi Pertama dibawakan oleh Bapak Agung Wiharto dengan judul materi "Fakta dan Kondisi Terkini Pembangunan Pabrik semen Indonesia di Rembang". Sedangkan Sesi ke dua dibawakan oleh Bpk. Dr.Ir. Budi Sulistijo, M.P dengan judul materi "Dampak dan Pengelolaan Lingkungan Semen Rembang".

Untuk dapat memahami jalannya diskusi ini saya juga mencari informasi mengenai pokok permasalahan yang sedang di hadapi oleh PT Semen Indonesia sehubungan dengan Pembangunan Pabrik Semennya di Rembang. 

Menurut Koran online Tempo.co edisi Jum'at 18 September 2015 dengan judul postingannya "Kenapa Pabrik Semen di Rembang Menuai Kontoversi ?". dari pemberitaan ini dapat di ambil kesimpulan bahwa Pembangunan Pabrik Semen di Rembang menuai kontroversi panjang karena sebagian Penduduk Pegunungan Kendeg Utara menolak rencana pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang. Bahkan mereka sampai mengajukan gugatan ke pengadilan Tata Usaha Negara Semarang dan sempat kalah, selanjutnya mereka mengajukan Banding ke tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya.

Permasalahan ini tidak hanya melibatkan sebagian besar penduduk Pegunungan Kendeng Utara Tetapi juga melibatkan Para pakar dan akademikus. Mantan Kepala Badan Geologi Surono mengatakan bahwa kawasan yang bakal menjadi lokasi penambangan merupakan  Cekungan Air Tanah ujar Surono yang lebih dikenal dengan panggilan mbah Rono. Selain itu juga Peneliti Geologi asal Intitut Pertanian Bogor , Untung Sudadi juga mengatakan bahwa kawasan Kendeng Utara juga merupakan karst yang juga berfungsi untuk menyerap air . "Karst ini sangat penting menjaga pasokan air" katanya. Menurut Untung penambangan karst akan merusak lingkungan. 

Nah, untuk menanggapi isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat maka PT. Semen Indonesia (Persero) mengundang para Netizen untuk sama-sama berdiskusi tentang persoalan pembangunan PT Semen Indonesia di Rembang. Lewat diskusi ini Bapak Agung Wiharto selaku Sekertaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) berusaha meluruskan pemberitaan yang semakin simpang-siur dimasyarakat luas.

Bapak Agung Winarto Sekertaris Perusahaan PT.Semen Indonesia (Persero)
Dalam diskusi ini, Bapak Agung menjelaskan bahwa pembagian kapasitas pengelolaan semen di Indonesia yaitu antara lain Perusahaan BUMN 34% dan Perusahan Asing dan Swasta 66%.  Saat ini PT Semen Indonesia menempati peringkat pertama dalam memenuhi kebutuhan semen di Indonesia. 

Namun persaingan Industri semen sangat ketat di Indonesia, sebab selain bersaing dengan perusahaan swasta PT. Semen Indonesia juga harus bersaing dengan 4 (empat) perusahaan asing tingkat dunia yang ikut bersaing di pasaran Semen Indonesia. Dengan ketatnya persaingan bisnis semen di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan semen yang dulunya milik negara, saat ini sudah dibeli oleh perusahaan asing.

Bagaimana dengan PT. Semen Indonesia sendiri ?
PT. Semen Gresik diresmikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno pada tanggal 07 Agustus 1957 dengan kapasitas produksi 250.000 ton semen pertahun. Pada tanggal 08 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan bursa Efek Surabaya, sehingga menjadi BUMN pertama yang Go Public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. 

Pada tanggal 20 Desember 2012 melalaui Rapat Umum Pemegang Saham  Luar Biasa (RUPSLB) Persero. PT Semen Indonesia (persero) Tbk resmi berganti nama dari sebelumnya PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Pergantian nama tersebut , merupakan langkah awal dari upaya untuk merealisasikan terbentuknya Strategic Holding Group yang di yakini mampu mensinergikan seluruh kegiatan operasional. Saat ini kapasitas terpasang Semen Indonesia sebesar 29 juta ton semen per tahun, menguasai sekitar 42% pangsa pasar semen domestik. Pt Semen Indonesia memiliki anak perusahaan antara lain PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, PT. Sementonasa dan Thang Long Cement (Sumber informasi Wikipedia Indonesia-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk).

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan semen yang cukup tinggi yang disebabkan karena pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2015-2019 maka PT Semen Indonesia melakukan ekspansi dengan mendirikan Pabrik Baru di Rembang sejak Februari 2014. 

Pembangunan Pabrik Baru yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia juga tidak main-main , karena sebelum melakukan pembangunan pabrik mereka juga harus memperhatikan aspek Perundang-Undangan Pendirian Pabrik Baru. Pembangunan Pabrik Baru dilakukan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 26 Juni 2012 yang isinya "Menyetujui Pembangunan Pabrik Semen Di rembang Jateng".

Pelaksanaan Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Jawa Tengah dengan memperhatikan peraturan Undang-undang antara lain :
  1. Undang-Undang no.26/2007 tentang Penataan Ruang
  2. Peraturan Pemerintah No.26/2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.
  3. Perda Provinsi Jawa Tengah No.6/2010 Tentang Rt/Rw  provinsi JawaTengah
  4. Perda Kabupaten Rembang No.14/2011 tentang Rt/Rw Kabupaten. Rembang
  5. Perbup Rembang No.37/2011 Tentang Perijinan Pemanfaatan Ruang di Kab. Rembang
  6. Kep Man ESDM No.0398k/40k/pmp 2005 Tentang penetapan Kawasan Karst Sukolilo
  7. Per Gub Jawa Tengah no 128/2008/ Tentang Penetapan Kawasan Lindung Sukolilo
  8. Keputusan Menteri ESDM No.2641K/40/MEM/2014 Tentang Penetapan Bentang Alam Karest Sukolilo.
Setelah memperhatikan aspek peraturan Perundang-Undangan dan AMDAL yaitu pengamatan yang dilihat dari aspek ekologi,geologi, sosial-ekonomi, tehnik dan sosial lingkungan maka Semen Indonesia mendirikanlah Pabrik Semen di Rembang. Sedangkan peraturan dan perizinan pra project memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut :
  • Memenuhi Peraturan : Memenuhi 35 perizinan yang di persyaratkan
  • Amdal : Proses studi Amdal penambangan dan pembangunan Pabrik Semen di kabupaten Rembang telah memenuhi 12 tahap persyaratan yang ditentukan.
  • surat Persetujuan Prinsip Pinjam Pakai Kawasan Hutan Seluaas 131,87Ha oleh Menteri Kehutanan No.S.661/Menhut-VII/2003 tanggal 2013
  • Surat Keputusan Menteri Kehutanana No.SK-471/Menhut-11/2004 Tentang Pelepasan Kawasan Hutan Produksi Tetap Bagian Hutan Sulang Timur untuk likasi Plant site Atas Nama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang terletak di kabupaten Rembang , Provinsi Jawa Tengah Seluas 56,8 Hektar
Jika kita melihat begitu banyaknya Peraturan Perudang-Undangan , Amdal serta Peraturan Menteri Kehutanan yang harus dipatuhi  oleh PT. Semen Indonesia untuk membangun Pabrik Semen di Rembang, sebagai orang awam, saya menilai bahwa pembangunan  ini tidak ada masalah, karena sebelum dilakukan proyek pembangunan seharusnya  sudah dilakukan penelitian secara mendalam dan menyeluruh terhadap  lokasi yang akan dibangun pabrik.

Selain itu pembangunan Pabrik Semen Rembang di Desain dengan konsep Modern dengan pengelolaannya yang ramah lingkungan. Sebelum melakukan proses pembangunan pabrik banyak faktor yang harus diperhatikan seperti iklim, kelembaban udara,temperatur untuk melakukan penelitian ini maka dibuatlah Laboratorium dan Stasiun Klimatologi. 

Selain itu dilakukan juga sistem monitoring sumber daya air seperti pembuatan Sumur pantau dalam upaya sebagai laboratorium sustainable mining dan keperdulian Perseroan terhadap lingkungan selain itu dengan membuat Desain penambangan Block Mining system yang setelah selesai di tambang daerah tersebut dapat menjadi lahan yang lebih hijau dan produktif serta penambangan yang dilakukan harus ramah lingkungan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. 

Selain mengembangkan penambangan yang ramah lingkungan , Pembangunan Pabrik baru di Rembang juga berupaya untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di daerah tersebut. Satu hal yang harus kita ketahui bahwa struktur tanah di derah Rembang adalah batuan kapur sehingga sulit untuk mendapatkan air, untuk mendapatkan air bersih dibutuhkan perjalanan panjang ke sumber mata air. kini dengan di bangunnya pabrik semen baru di daerah Rembang kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.   

Pemenuhan kebutuhan air ini merupakan salah satu Program CSR yang dilakukan oleh Pabrik Semen Rembang dalam rangka meningkatkan Perekonomian Masyarakat di sekitar Pabrik. Walaupun Pabrik Baru ini belum melakukan penambangan karena adanya sengketa ini namun masyarakat sekitar sudah merasakan manfaat dari kehadiran Pabrik Semen Rembang di tengah-tengah mereka.

Upaya pemenuhan Kebutuhan air bagi warga Rembang  dilakukan dengan cara membangun Embung di tiga wilayah yaitu antara lain Tegal Dowo, Kumendung dan Maguan. fungsi dari dibuatnya embung ini antara lain :
  1.  Recicle air untuk operasi pabrik
  2.  Menampung air hujan (Pengendalian Banjir)
Selain itu membangun program pipanisasi di daerah Pasucen dan Kajar, dengan demikian daerah-daerah yang dulunya kekurangan air kini dapat merasakan nikmatnya mendapatkan air bersih. 

Selain itu program CSR yang dilakukan oleh Pabrik Semen Rembang terhadap warga sekitarnya adalah penyerapan tenaga kerja. Dengan dibangunnya pabrik Semen Rembang dapat menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar mulai mengalami peningkatan .

Kemudian program CSR selanjutnya adalah dengan melakukan kemitraan dengan masyarakat sekitar seperti memajukan UKM yang berkembang di masyarakat Rembang, Pembangunan sarana dan Prasarana, Program Jamban Sehat Program Bedah rumah, Program Seni dan Budaya, olahraga serta sosial kemasyarakatan, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan , pasar murah, program penghijauan dan pelestarian alam.

Dari apa yang sudah kita lihat terlepas dari pro dan kontra yang berkembang di masyarakat tentang pembangunan Pabrik Semen Rembang, apa yang sudah dilakukan oleh Pabrik Rembang sudah di rasakan oleh masyarakat sekitarnya, mereka merasakan bahwa kebutuhan mereka akan air bersih sudah mulai terpenuhi, penghasilan mereka pun mulai mengalami peningkatan karena penduduknya banyak yang bekerja di pabrik, ekonomi di daerah rembangpun sudah menunjukan geliatnya. 

Satu saja pertanyaan yang saya ingin sampaikan jika Pabrik Semen Rembang ditutup dan tidak boleh berproduksi akankah masyarakat sekitarnya kembali ke masa lalu ? dan siapa yang akan mengambil alih pabrik yang sudah di bangun oleh PT. Semen Indonesia jika di tutup dan tidak boleh berproduksi dan menambang lagi. Apakah akan di jual ke pihak asing lagi ??