Sunday, January 29, 2017

Taman Wisata Dan Taman Satwa Lembah Hijau: Destinasi Wisata Di Pusat Kota Bandar Lampung

Pintu Masuk Taman Satwa Lembah Hijau
Kunjungan kami ke Taman Lembah Hijau merupakan perjalanan terakhir Ekspedisi Lampung Edisi Perdana #BloggerCihuy. Rasanya sedih sekali harus meninggalkan Bandar Lampung namun apalah daya waktu berkunjung kami memang cukup singkat. Menurut saya untuk menjelajahi Bandar Lampung 3 hari tidaklah cukup, semoga kami bisa segera kembali mengunjungi Bandar lampung kembali. 

Selama kami tinggal di Bandar Lampung  #BloggerCihuy ditemani Bang Indra Pradya berjalan-jalan mengelilingi Bandar Lampung dan daerah sekitarnya. Mulai dari Muncak Tropong Laut, berwisata kuliner di Pavilion Resto & Cafe dengan pemandangan Teluknya yang keren, menikmati indahnya Pulau Pahawang, menikmati Hidangan khas Lampung di Cikwo Coffee & Resto, Foto bersama di Surya Maxima Studio hingga yang terakhir berwisata ke Taman  Lembah Hijau.

Saya dan teman-teman sangat menikmati perjalanan #BloggerCihuyGoesToLampung ini dan kami sangat berterimakasih sekali kepada Bang Indra karena dengan sabarnya beliau menemani  kami berjalan-jalan di Bandar Lampung

Menutup perjalanan #BloggerCihuy di hari ke tiga, Minggu 22 Januari 2017 di Lampung adalah Kunjungan ke Taman Wisata Lembah Hijau Bandar Lampung. Taman Wisata Lembah hijau terletak di Pusat Kota Bandar Lampung yang berlokasi di Jln. Raden Imba Kesuma Ratu No.21 Sukadanaham Bandar Lampung, Tlp 0721-8030936.

Melihat lokasinya yang cukup strategis membuat Taman Lembah hijau selalu ramai didatangi pengunjung terutama hari libur, hari besar dan bulan-bulan tertentu  seperti libur sekolah. Total luas area Taman Lembah Hijau ini sekitar 30 Ha terdiri dari Taman Wisata Lembah Hijau 15 Ha, Taman Hewan Lembah Hijau 14 Ha dan WaterBoom 1 Ha.

Taman Wisata Lembah Hijau memiliki Fasilitas yang cukup lengkap terdiri dari:
1. Cottages (Restoran & Meeting Room)
  • Cottages
  •  Restoran
  • Meeting room
  • Hiburan Keluarga 
2. WaterBoom
  • Twins Boomerang
  • Torpedo slide
  • Spiral Slide
  • Kolom Arus
  • Water Splash
  • Gelas Tumpah
  • Water Canon 
3. Outdoor Activity
  • Outbound Traning Center
  • Outbound Kids & Children Play Ground
  • Camping Ground
  • Paintball & air soft Guns 
4. Wahana Bermain 
  • Mini Train
  • Carousel  
  • Cinema 4 Dimensi
  • Bom-Bom car
  • rumah Hantu
Taman wisata Lembah Hijau ini sudah berdiri selama 9 tahun dan dikelola oleh pihak swasta, untuk tarif masuk biasanya mereka menetapkan paket-paket wisata untuk jelasnya dapat dilihat di website resmi Taman Wisata & Taman Satwa Lembah Hijau
Pengunjung Taman Wisata Lembah Hijau dari berbagai golongan usia, dan berbagai kalangan dari anak sekolah hingga pekerja karena Taman Wisata Lembah Hijau memiliki fasilitas Cottage atau penginapan dan  Meeting room untuk mengadakan rapat atau diskusi. Selain itu Taman wisata Lembah Hijau juga di lengkapi area Outdoor Activity  dan wahana bermain sehingga banyak pilihan bagi para pengunjung.
selain itu fasilitas yang ada di Taman Wisata lembah hijau ini adalah area Water Boom yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti yang telah disebutkan di atas.
Area Water Boom Taman Wisata Lembah Hijau
Sedangkan Taman Satwa Lembah Hijau baru berdiri selama 2 tahun dan belum diresmikan.Taman Satwa Lembah hijau ini baru memiliki 36 jenis satwa dengan jumlah sebanyak 365 ekor. Rencananya mereka akan meresmikan Taman Satwa lembah hijau ini setelah koleksi hewannya mencukupi.
Keistimewaan dari taman Satwa Lembah hijau ini adalah konsep penataan ruang bagi satwanya, dibuat berdasarkan konsep kebun binatang modern dimana penggunaan kerangkeng dikurangi untuk menjaga keamanannya dibuat parit besar agar hewan tidak bisa keluar dari kandangnya.
 
Kandang Pelikan yang minim dengan kerangkeng

 Kandang didesain sedemikian rupa sehingga aman untuk Pelikan
Binturong Hewan Nokturnal
 
Beruang Madu














 
 
Owa Sumatra

 
Gajah sumatra





















Selain itu di buat peraturan untuk pengunjung Taman Satwa Lembah hijau ini yaitu pengunjung dilarang memberikan makan pada hewan yang ada di sini kecuali yang telah diizinkah oleh Taman Satwa Lembah hijau, selain itu juga pengunjung diilarang mengganggu hewan yang ada di sini seperti melempar atau menyakiti hewan yang ada.

Untuk koleksi burung yang ada di Taman Satwa Lembah Hijau ada sekitar 250 Jenis burung yang dimiliki oleh Taman Satwa ini dengan kondisi kandang yang ukurannya tidak kalah besar dengan Kebun Binantang. 
  
Fasilitas yang bisa pengunjung nikmati di Taman Satwa Lembah hijau antara lain  :
  1. Taman Satwa
  2. Pentas Atraksi Satwa
  3. Gazebo/Saung
  4. Panggung musik  
  5. Playground
Selain itu juga pengunjung bisa foto bersama dengan satwa-satwa yang cukup jinak seperti burung kakak Tua, saya pun menyempatkan diri untuk foto bersama, menarik sekali.
Burung Kakak Tua yang Bersahabat
Pengunjung juga bisa naik gajah sambil berkeliling-keliling lapangan, sayang sekali saya tidak berani naik gajah takut gajahnya protes keberatan katanya  hehehehe 
Pengunjung juga dapat naik gajah dengan membeli tiketnya terlebih dahulu
Sayang sekali karena waktu kami sangat terbatas sehingga tidak banyak tempat yang kami kunjungi, rasanya kami belum puas bermain-main di Taman Wisata Lembah hijau ini semoga di lain waktu kami bisa berkunjung kembali ke sini dan mencoba semua semua wahana yang ada.

Kami sangat gembira bisa mengunjungi Taman Wisata & Taman Satwa Lembah Hijau ini, kami pun selalu mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto bersama-sama.
 
Momen menyenangkan yang tak pernah kami lewatkan

Jika anda dan keluarga berkunjung ke Bandar Lampung jangan lewatkan berkunjung ke Taman Wisata Lembah Hijau, kita bisa berlibur bersama keluarga tercinta sambil menikmati fasilitas yang ada di Taman Lembah hijau ini. Baiklah sampai berjumpa di jalan-jalan selanjutnya ya... Salam Damai^^


 
  


Wednesday, January 25, 2017

Pulau Pahawang Lampung Surganya Pencinta Snorkeling dan Diving

Gapura Selamat Datang Pulau Pahawang di Dermaga Jalarangan

Perjalanan kami, Bloggercihuy di hari kedua Eksplorasi Lampung pada tanggal 21 Januari 2017 semakin seru dan menarik karena pada hari ke dua eksplorasi Lampung Bloggercihuy diundang oleh ke dua orang pemilik Pavilion Resto & Cafe yaitu Bapak Arie Nanda Djausan dan Ibu Mayang Djausan kakak beliau, untuk mengunjungi Pulau Pahawang Lampung.
Kedua kakak beradik ini sangat mencintai olah raga air terutama menyelam atau diving karena itu mereka ingin kami semuanya berkunjung ke pulau Pahawang karena pulau ini memiliki pemandangan alam bawah laut yang sangat indah dan  merupakan surganya para penyelam atau diver. Dan kebetulan sekali Mas Arie sendiri merupakan Ketua Lampung Diving Club. 

Pulau Pahawang sendiri terpisah menjadi dua yaitu Pahawang Kecil dan Pahawang Besar. Pulau Pahawang berada di Kecamatan Punduh Padada kabupaten Pesawaran Lampung Selatan. Pulau Pahawang Kecil sudah dimiliki oleh orang Perancis yang memiliki luas kurang lebih 11 Ha. Sedangkan Pulau Pahawang Besar di huni oleh kurang lebih 500 orang penduduk dan terdiri dari beberapa dukuh atau desa.

Untuk menuju Pulau Pahawang kami harus naik kapal dari Dermaga ketapang Lampung, beginilah pemandangan Dermaga Ketapang di pagi hari. Udaranya sangat segar dan pemandangannya pun indah.
Dermaga 2 Ketapang
 
Ini adalah perahu nelayan yang disewakan untuk menuju Pulau Pahawang dan sekitarnya
Sambil menunggu kapal siap untuk diberangkatkan saya dan beberapa teman memanfaat waktu yang ada dengan berfoto-foto. Foto bagi kami sangat penting karena merupakan satu bukti bahwa kami sudah datang ke sini.
Selfie dulu sebelum menuju Pulau Pahawang
buda Elisa, saya dan Lathifah Edib

Sebelum kami berangkat menuju Pulau Pahawang kami mendapatkan pengarahan dari Ibu Mayang mengenai bagaimana cara menggunakan alat Snorkeling dan peraturan  yang harus kami patuhi bersama ketika berada di laut maupun di Pulau Pahawang. 
Ibu Mayang memberikan pengarahan cara memakai peralatan Snorkeling
Selama di laut kami dilarang untuk membuang sampah sembarangan di laut dan di Pulau Pahawang, jika ada sampah di perahu saat kita hendak menyebrang maka sampah-sampah tersebut harus dikumpulkan dan tidak boleh di buang ke laut. Jika kita melihat sampah di laut maka kita harus mengumpulkan sampah-sampah tersebut dan di buang ke tempat sampah. Satu hal lagi yang sangat penting saat kita Snorkling dan diving dilarang untuk menginjak trumbu karang yang ada karena dapat merusak trumbu karang dan mati. Hal ini dilakukan agar kita dapat melestarikan dan menjaga ekosistem bawah laut yang ada sehingga keberlangsungan hidupnya dapat terus terjaga.

Akhirnya berangkatlah kami menuju Pulau Pahawang, para penumpang di perahu diberikan pelampung untuk menjaga keselamatan dan peralatan untuk Snorkeling juga telah disiapkan oleh asisten ibu Mayang yang menemani kami diperjalanan.
Keceriaan Kami
Setelah menemukan spot yang bagus maka perahu dimatikan dan alat pemberatpun diturunkan agar perahu bisa tetap berada di tengah laut, para instruktur diving mengarahkan kita untuk snorkeling di area tersebut karena disinilah tempat yang bagus untuk snorkeling. Teman-teman saya pun akhirnya berenang dan ada diantara mereka yang snorkeling. 

Untuk melakukan snorkeling pelampung harus di lepas agar kita bisa menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut yang sangat cantik dengan trumbu karangnya yang berwarna-warni. Namun tidak semua bisa melakukan hal itu karena untuk menyelam dibutuhkan  kemampuan berenang yang baik karena arus bawah laut cukup deras. Jadi mereka cukup senang dengan berenang-renang saja di sana.
Uwan sedang asik berenang

Bastian sangat menyukai pemandangan bawah lautnya
Vanesa sangat gembira bermain air


Temen-temen Bloggercihuy sedang snorkeling
Tugu Selamat datang yang di Tanam di Laut Pahawang
 
Keindahan trumbu karang yang ada di Teluk Lampung
















Bagi teman-teman yang suka berenang dan snorkeling pemandangan  alam bawah laut di Teluk Lampung sangatlah indah dan masih terjaga keasliannya hal inilah yang dijaga oleh Mas Arie, Ibu Mayang dan teman-temannya yang tergabung dalam Lampung Diving Club. 

Lampung Diving Club baru berdiri selama 1 bulan dan merupakan satu komunitas para Diver Lampung yang ingin membuat suatu wadah yang dapat mengkoordinir para Diver Lampung yang masih berjalan sendiri-sendiri.

Setelah kami puas berenang dan snorkeling perjalanan pun dilanjutkan menuju Pulau Pahawang Besar Sebelum sampai di Pahawang Besar perahu kami singgah sebentar di Pulau Pahawang Kecil. di pulau ini pengunjung tidak dapat masuk ke dalam pulau karena pulau ini merupakan pulau pribadi  sehingga kami hanya bisa bermain-main di pinggiran pantainnya saja. pemandangan di pulau Pahawang Kecil sangat indah di sini pengunjung bisa menyewa Banana Boat dan Donut Boat atau sekedar foto-foto seperti saya dan teman-teman lakukan.
saya berada di pulau Pahawang Kecil
Keceriaan Kami di Pulau Pahawang Kecil

Rasanya ingin kembali ke sini
Pulau Pahawang memang eksotis membuat kami jatuh cinta
Rasanya belum puas bermain-main air di Pulau Pahawang Kecil tetapi perjalanan harus kami lanjutkan menuju pulau Pahawang Besar. Akhirnya kami kembali ke perahu dan petualangan kami menuju pulau pahawang Besar dilanjutkan. 

Pulau Pahawang Besar letaknya tidak terlalu jauh dari pulau Pahawang Kecil, menurut Asisten ibu Mayang yang menemani perjalanan kami di perahu awalnya Pulau Pahawang besar dan Kecil itu menyatu namun karena adanya peristiwa alam yang terjadi menyebabkan kedua pulau itu terpisah. Perahu kami pun terus melaju menuju Pulau Pahawang Besar.

Pulau Pahawang Besar


Dermaga Jalarangan

 
Pantai Dukuh Jalarangan
















Akhirnya kami sampai di Pulau Pahawang Besar dan bersandar di Dermaga Jalarangan. Dermaga ini diberinama Jalarangan karena terletak di Dusun Jalarangan. Menurut Ibu Mayang di Pahawang Besar ada beberapa Dusun yaitu antara lain Jalarangan, Pahawang, Kalangan, Suak Buah, Penggetahan, Cukuh Nyai. Luas Pulau Pahawang Besar ini sekitar 1020 Ha, merupakan kawasan pesisir terdiri dari laut, pantai, rawa daratan dan daerah perbukitan. Pulau Pahawang ini merupakan satu-satunya pulau yang airnya tidak payau sehingga airnya enak untuk di buat mandi.

Menurut Bapak Sinek Kurniawan, beliau adalah seorang Diver senior yang telah menyelam sejak tahun 80 an  Pulau Pahawang berada di gugusan pulau-pulau kecil yang merupakan hasil letusan dari gunung Krakatau dan terletak di Teluk Lampung.
Bapak Sinek Kurniawan

Sebelum tahun 1980 Teluk Lampung terkenal dengan Keindahan alam bawah lautnya dan dikenal sebagai surganya para penyelam, namun setelah tahun 1981 ekosistem di laut mulai terganggu dengan adanya pengeboman di laut dan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau. Penggunaan pukat harimau ini di laut tidak hanya membahayakan keberlangsungan hidup ekosistem di laut saja tetapi juga dapat membahayakan para penyelam karena pernah ada peristiwa di mana penyelam terkena jaring nelayan hingga tidak bisa lepas.

Kondisi seperti ini lah yang yang mendorong para para penyelam di Lampung untuk  membangun kesadaran   masyarakat setempat tentang betapa pentingnya menjaga keberlangsungan hidup ekosistem bawah laut di Teluk Lampung pada umumnya dan Pulau Pahawang pada khususnya.

Saat ini para Diver Lampung yang tergabung dalam Lampung Diving Club mencoba untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setempat dan kepada para pengunjung untuk menjaga ekosistem bawah laut salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah dilaut edukasi ini akan terus dilanjutkan sehingga kelestarian alam bawah laut di Teluk Lampung ini dapat terjaga.

Saat ini anggota Lampung Diving Club baru 26 orang, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas diperlukan diver-diver pemula agar mereka dapat menyebarkan informasi penting kepada masyarakat setempat dan para pengunjung yang ingin diving dan snorkeling untuk menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah di laut dan mengganggu ekosistem bawah laut terutama sekali menginjak trumbu karang yang ada.

 Mayang Djausan

Oleh karena itu rencananya Lampung Diving Club akan melahirkan para diver pemula sebanyak 200 orang untuk menunjang program ini hal sesperti yang dijelaskan oleh Ketua Lampung Diving Club mas Arie Nanda Djausan. Ditambahkan oleh Ibu Mayang bahwa untuk membangun kesadaran masyarakat ini perlu dukungan dari Pemerintah Daerah setempat dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat membantu program Pelestarian Alam Bawah Laut Teluk Lampung selain itu peran serta para Blogger juga sangat diharapkan untuk menyebarkan informasi penting ini kepada masyarakat melalui media social. Karena para Diver tidak dapat berjalan sendirian mereka butuh dukungan dari kita semua agar keindahan Pulau Pahawang dan pulau-pulau lainnya serta ekosistem bawah laut di Teluk Lampung dapat terus terjaga keasriannya.

Rasanya perjalanan kami Bloggercihuy belum terpuaskan karena masih banyak tempat eksotik di Lampung yang belum kami kunjungi. Namun dengan berkunjung ke Pulau Pahawang ini kami semakin merasa bangga dan cinta pada Tanah Air kita karena Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang banyak dan indah karena itu kita harus bias memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan sebaik-baiknya tanpa merusaknya. Karena untuk memperbaiki sumberdaya alam yang rusak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat kembali seperti semula. Mencegah lebih baik dari pada memperbaikinya.

Sampai berjumpa di eksplorasi Lampung selanjutnya... salam Damai^^