Tuesday, November 1, 2016

Pertemuan Forum BAKOHUMAS 2016 :Implementasi Kebijakan Program JKN Dalam Pembangunan Kesehatan



Pertukaran Plakat antara Ketua Pelaksanan BAKOHUMAS dengan Sekertaris Jendral Kemenkes RI
Pada hari Selasa, 25 Oktober 2016 yang lalu, telah dilaksanakan Pertemuan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (BAKOHUMAS) 2016 dengan tema "Implementasi Kebijakan Program JKN Dalam Pembangunan Kesehatan". Pertemuan ini dilaksanakan di Ruang DR.Laimena  Kementrian Kesehatan RI Jl Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan.

Acara ini di hadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof Dr.dr. Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K), Sekertaris Jendral Kementrian Kesehatan RI, Direktur Jendral Informasi Dan Komunikasi Publik, selaku Wakil Ketua BAKOHUMAS, Ketua Dewan Jaminan Kesehatan Nasional , Kepala  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nasional, Kepala Dirut, Kepala Biro , Kepala Devisi Asisten Deputi yang Membidangi Kehumasan, Atau Komunikasi Publik di Kementrian dan Para Direktur Rumah sakit dan para undangan.

Sebelum acara di mulai para peserta Pertemuan Forum koordinasi Hubungan Masyarakat Atau BAKOHUMAS 2016 menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa sesuai dengan Agama dan kepercayaan masing-masing. Acara dilanjutkan dengan Laporan Panitia  yang disampaikan oleh Sekertaris Jendral Kementrian Kesehatan RI Dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes.
 
Sekertaris Jendral Kementrian Kesehatan Dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes
Dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta  dari berbagai pihak yang terkait seperti Eselon satu di Kementrian Kesehatan RI, BPJS, Kepala Biro, Para Dirut, Kepala Biro di lingkungan kementrian lembaga bagian Kehumasan Instansi Pemerintah Pertemuan ini biasanya dilaksanakan secara bergiliran setiap tahunnya oleh Anggota BAKOHUMAS dan pada saat ini akan di bahas tentang JKN . Dr. Untung juga menyampaikan susunan acara yang akan diselenggarakan pada hari itu yang terdiri dari pembukaan yang akan dilaksankan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan selanjutnya adalah diskusi interaktif. 
 
Ketua Pelaksanan BAKOHUMAS
Acara dilanjutkan dengan sambutan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat yang akan disampaikan oleh Ketua Pelaksana BAKOHUMAS Brigjen Sofian Madika. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan, tanpa kesehatan hidup seseorang kurang sempurna sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Kesehatan juga merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sehubungan dengan hal itu maka pemerintah dan negara harus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan Jaminan Kesehatan Kepada Masyarakat dan sebaliknya bahwa setiap masyarakat juga harus ikut serta dalam program atau kebijakan yang di buat oleh pemerintah , dalam hal ini mengenai Jaminan Kesehatan Nasional , sehingga akan lahirlah Masyarakat Indonesia yang lebih Sehat. Sebagai Humas Indonesia BAKOHUMAS harus dapat mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang disampaikan di lembaganya masing-masing dan dengan adanya kegiatan ini diharapkan informasi yang di dapat dapat disosialisasikan kepada seluruh kalangan masyarakat. Demikianlah sambutan yang disampaikan oleh Ketua pelaksanan BAKOHUMAS 2016 Bapak Sofian Madika.

Setelah sambutan yang disampaikan oleh Ketua penyelenggara BAKOHUMAS maka acara selanjutnya adalah sambutan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof Dr.dr. Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K) sekaligus meresmikan Pertemuan Forum BAKOHUMAS 2016 ini.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Prof Dr.dr. Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K)
Dalam sambutannya Ibu Nila Moeloek menyampaikan "Bahwa kita perlu melihat dan mengkaji paparan implementasi pelaksanaan JKN dari berbagai sisi. Baik itu  sisi positif dan negatif atau kelebihan dan kekurangan dari program JKN sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan itu. 
Sesuai dengan visi dan misi presiden Jokowi dan Bapak Jusuf Kalla mengenai Tri Sakti. Namun pada kesempatan ini Ibu Nila hanya fokus pada Visi Dan Misi Pak Jokowi mengenai Nawa Cipta yaitu 'Untuk menjaga kualitas hidup manusia Indonesia'. Oleh karena itu program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui program Indonesia Sehat ini yaitu membuka pola pikir masyarakat Indonesia untuk mau menerapkan pola hidup sehat namun tetap kita harus memberikan layanan kesehatan dan saat ini sudah dilaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Program ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya agar visi dan misi Presiden dapat dilaksanakan salah satunya adalah menciptakan Sumber daya Manusia Indonesia yang berkualitas.

Selama ini kita kurang menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang heterogen, karena masih banyak daerah terpencil, pedalaman, daerah perbatasan , daerah tertinggal kepulauan , sehingga kita perlu memikirkan keadilan agar  daerah-daerah tersebut  dapat tersentuh dengan pelayanan kesehatan . Oleh karena itu Kementrian Kesehatan membuat suatu program dimana mengirimkan tenaga medis muda dalam tim Nusantara Sehat , yang tujuannya walaupun di daerah kecil dan terpencil namun mereka dapat merasakan pelayanan kesehatan. Pemerintah menginginkan keluarga Indonesia menjadi keluarga sehat baik yang di kota maupun di daerah pedalaman."

Ibu Nila menjelaskan mengapa program JKN ini diadakan ?  setiap manusia mempunyai faktor resiko untuk sakit namun kebanyakan kita bandel dan kurang memperhatikan kesehatan diri, lebih penting jalan-jalan ke Mall dari pada untuk berobat. Dengan adanya program JKN setidaknya dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun yang perlu disadari adalah bahwa Asuransi ini adalah Asuransi Sosial ini merupakan Gotong Royong, sehingga kita harus dapat mengelolanya dengan baik agar masyarakat Indonesia dapat terproteksi dengan baik. 

Selanjutnya Ibu Nila juga menyampaikan bahwa sebelumnya di Indonesia belum pernah melaksanakan atau membuat asuransi yang dilaksanakan secara Nasional sehingga data yang diidapatkan belumlah memadai. Perhitungan yang dibuat masih bersifat stimulasi Hal ini menyangkut kepada dana yang harus dipersiapkan negara untuk memberikan premi  jaminan kesehatan kepada masyarakat yang kurang mampu. Pada awalnnya dana yang dikeluarkan belum melihat pada data yang sebenarnya di masyarakat karena data belum ada

Namun memasuki tahun Ke-3 Melalui data yang diperoleh dari BPJS dapat dilihat perkembangannya dari data yang ada dapat dilihat kenaikan yang progresif di mana jumlah peserta JKN meningkat menjadi 170 Juta jiwa. Yang menerima bayar iuran dari APBN 91 Juta , yang menerima Bayar Iuran dari APBD 14,5 Juta , Pekerja penerima upah 40 Juta , Pekerja bukan Peneriman Upah 18 juta dan Bukan Pekerja 5 Juta jiwa.

Nah untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan ada sekitar 25.828 yang melayani JKN, termasuk juga optik , apotik dan laboratorium yang melayani JKN. Untuk melihat tingkat kepuasannya kita bisa melihat grafiknya, selama ini yang sering terdengar adalah tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap layanan BPJS. Satu orang yang sakit jika tidak terlayani dengan baik entah yang salah oranggnya atau Fasilitas Kesehatannya namun beritanya sudah tersebar kemana mana , namun mereka yang sudah merasakan fasilitas kesehatan dari program ini hanya diam saja dan tidak terdengar beritanya. Oleh karena Itu Ibu Nila mengharapkan para Blogger dapat menyampaikan berita  kepada masyarakat secara berimbang sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa Program ini juga sudah banyak manfaatnya untuk masyarakat.

BPJS bisa saja Koleps atau merugi jika premi yang dibayarkan oleh pemerintah kepada 91 juta jiwa adalah uang pemerintah yang dipakai oleh masyarakat tanpa mengeluarkan uang. ini di tingkat primer , bagaimana ditingkat lanjut sama juga. Ibu Nila juga menyadari bahwa kekurangan memang ada karena program ini baru berjalan selama 3 tahun sehingga masih banyak yang harus diperbaiki.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kemenkes RI bahwa penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia adalah gagal ginjal ada sekitar 2000 jiwa yang mengalami gagal ginjal. Selain itu penyakit yang mematikan lainnya adalah Jantung , saat ini penderita penyakit jantung juga mengalami peningkatan hal ini bisa terjadi karena faktor makanan dan tingkat stres yang tinggi. Dan penyakit jantung banyak menyedot anggaran jaminan kesehatan.

Ibu Nila juga menjelaskan bahwa saat ini pasien Rawat Inap di rumah sakit jauh lebih tinggi dibandingkan pasien yang berada di Fasilitas Kesehatan Primer. Kita juga perlu menyadari bahwa saat ini di Indonesia sedang mengalami masa transisi epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Apa yang termasuk penyakit tidak menular yaitu Jantung, Diabetes, Kolestrol, dan ISPA. Penyakit Katastropik ini yang paling banyak mengambil dana BPJS hampir 30% dana BPJS digunakan untuk penyakit ini. Sedangkan di anak penyakit yang banyak diderita anak-anak dan ditanggung oleh BPJS adalah penyakit Talasemia. Dan penyakit ini karena faktor keturunan oleh karena itu Ibu Nila sangat berharap untuk pasangan yang hendak menikah, jika dua-duannya punya gen Talasemia maka lebih baik untuk tidak menikah karena jika pasangan suami-istri ini punya gen Talasemia maka anaknya pun akan menderita Talasemia.

Ibu Nila juga berharap bahwa peserta BPJS juga aktif membayar iurannya secara rutin setiap bulannya jangan hanya saat membutuhkan BPJS rutin membayar iurannya namun setelah tidak sakit kita enggan untuk membayar iuran bulanannya. Karena dana yang kita bayarkan bisa membantu menyelamatkan orang lain yang juga membutuhkannya. 

selain itu Kita juga harus memperbaiki pelayanan kesehatan mulai dari fasilitas Kesehatan primer, sehingga sistem rujukan perlu dilakukan dokter di Faskes Pertama . Faskes Pertamalah yang mempunyai peranan penting untuk menentukan apakah pasien ini perlu di rujuk ke Fasilitas Kesehatan selanjutnya atau bisa di tangani di fasilitas kesehatan primer , intinya pelayanan difasilitas primer harus baik sehingga pasien dapat tertangani dengan baik sehingga tidak perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan selanjutnnya.

Ibu Nila juga menyampaikan bahwa layanan kesehatan di rumah sakit juga harus di tingkatkankan sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat dan Ibu Nila juga menyadari bahwa fasilitas kesehatan yang ada saat ini belum merata, karena itu dengan adanya program Nusantara Sehat diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan hingga masyarakat yang sulit untuk dijangkau.  anak-anak yang tergabung dalam tim Nusantara Sehat adalah para pemuda yang dengan kesadaran diri bersedia untuk mengabdi di daerah terpencil selama 2 tahun. Mereka dibekali banyak ilmu tidak hanya keterampilan medis tetapi mereka juga di gembleng untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan di mana mereka akan bertugas dan mereka juga diberi bekal ilmu bela negara sehingga mereka punya semangat juang yang tinggi dan siap ditugaskan di daerah terpencil.

 
SASARAN NUSAntara SEHAT

Daerah Sebaran Tim  Nusantara Sehat
IBu Nila menyampaikan bahwa bahwa tugas Kementrian Kesehatan sangat banyak oleh karena itu Kementrian Kesehatan RI tidak dapat bekerja sendirian perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk menciptakan masyarakat indonesia yang sehat. Kerjasama ini bisa lintas sektoral yang melibatkan banyak pihak. selain itu untuk menciptakan masyarakat yang sehat perlu dilaksanakan strategi pendekatan keluarga yaitu antara lain :
  1. Melakukan pendekatan secara Promotif dan preventif disertai penguatan UKBM
  2. Sasaran utamanya adalah keluarga
  3. dengan melakukan kunjungan keluarga : Home visit / home care dan total coverage
  4. Melalaui pendekatan Daur kehidupan / Life Cycle Approach
  5. Priritas pendanaan pada pemenuhan kegiatan promotif dan preventif , baru digunakan untuk kuratif.
Demikianlah sambutan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr.dr. Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K). Acara selanjutnya adalah peresmian Pertemuan Forum BAKOHUMAS 2016 yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Kepala Biro Komunikasi Dan Yanmas Kemenkes RI drg. Oscar Primadi, MPH. Diskusi ini menghadirkan para nara sumber yang kompeten dibidangnya yang terdiri dari : Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Dr.dr.H.TB. Rachmat Santika, Sp.A.,MARS, Direktur Pelayanan BPJS R. Maya Amiarny Rusadi,Sekertaris Jendral Kemenkes RI Dr.Untung Suseno Sutarjo,M.Kes,Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr.Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K),Direktur Jendral Farmasi dan Alkes, Kemenkes RI Maura Linda Sitanggang, PhD dan Sekertaris Direktorat Jendral Pelayanan Kemenkes RI Dr.Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K) M,Epid, MH
Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Prof Dr.dr. Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K) membuka Pertemuan Forum BAKOHUMAS 2016

Kanan-kiri : Dr.dr.H.TB. Rachmat Santika, Sp.A.,MARS, R. Maya Amiarny Rusadi, Dr.Untung Suseno Sutarjo,M.Kes, Prof.Dr.dr.Nila Djuwita. F.Moeloek SP.M(K), Maura Linda Sitanggang, PhD, Dr.Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K)M,Epid, MH , drg. Oscar Primadi, MPH
Demikianlah rangkaian acara yang saya ikuti dalam Pertemuan Forum BAKOHUMAS 2016 banyak sekali manfaat yang saya dapatkan melalui acara ini dan satu pelajaran penting yang saya dapatkan bahwa walaupun kita sudah memiliki Jaminan Kesehatan namun kita harus menjaga kesehatan kita agar kita tidak perlu menggunakan jaminan kesehatan  untuk berobat. bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati ?

Sampai berjumpa di lain kesempatan ya.


4 comments:

  1. Aku juga pakai JKN jaga2 buat ngapa2
    pelayanannya juga bagusss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Suria, sepupu dian yang mengalami gagal ginjal juga benar-benar terbantu dengan program JKN , terimakasih ya atas kunjungannya^^

      Delete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^