Thursday, November 3, 2016

Perayaan Hari Osteoporosis Sedunia 2016 : Cintai Dan Lindungi Tulangmu Demi Masa Depanmu

Peserta Senam Osteoporosis

Hari Minggu bagi saya merupakan hari untuk keluarga karena biasanya saya memanfaatkan waktu hari minggu untuk beristirahat di rumah sambil bercengkrama dengan anak semata wayang saya yang kini sudah mulai beranjak remaja. Namun khusus tanggal 30 Oktober 2016 minggu lalu, saya berangkat pagi-pagi sekali dengan penuh semangat dari rumah menuju Taman Kota 2 Bumi Serpong Damai Jln. Tekno Widya BSD untuk memenuhi undangan dari Kemenkes Republik Indonesian yaitu  mengikuti acara senam bersama dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia 2016.

Acara ini diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, yang dihadiri oleh  Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dr.Lili.S.Sulistyowati,M.M, Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa,  Dr.Fidiansyah, Sp.KJ, MPH  ,Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Drs.Suharno, MKes, Wakil dari Perwatusi Agus Guntur dan  Para Pejabat Eselon 2 di Lingkungan Pemerintahan Tangerang Selatan , anggota Perwatusi serta warga setempat.

Sebelum acara dimulai Direktur Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit menyampaikan sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa,  Dr.Fidiansyah, Sp.KJ, MPH. Dalam sambutannya Bapak Dirjen menyampaikan bahwa "Acara senam bersama dalam memperingati Hari Osteoporosis Sedunia merupakan hal yang strategis dan relevan dengan kebutuhan indonesia saat ini. Seperti kita ketahui bahwa prevalensi atau kejadian Osteoporosis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan bisa menjadi ancaman yang serius jika tidak kita lakukan upaya pencegahan dan pengendaliannya. Laporan dari Riset Asia Pasifik yang telah melakukan sebuah riset menyatakan bahwa Prevalensi Osteoporosis pada wanita berusia antara usia 50-85 tahun sekitar 23 % ini berarti bahwa 1 diantara 4 orang wanita di Indonesia berusia 56 tahun mengalami Osteoporosis jika kita tidak memberikan perhatian. Sedangkan lebih tinggi lagi untuk wanita berusia di atas 70 tahun 1 diantara 2 wanita mempunyai resiko mengalami Osteoporosis jadi hal ini benar-benar harus kita perhatikan.


Saat ini secara tekhnologi kita sudah dapat melakukan pengukuran tingkat Osteoporosis yang di alami oleh tulang kita dengan alat ukur Bone Mineral Entity dan caranya sangat sederhana. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh International Osteoporosis Fondation mengungkapkan bahwa 1 diantara 4 orang wanita di atas 50 tahun mengalami Osteoporosis atau pengeroposan tulang dimana tulang yang tadinya padat dan berisi dengan zat-zat yang penting kemudian kropos. Dapat kita bayangkan jika tulang kita kropos maka tubuh kita tidak kuat dan rapuh sehingga kita tidak dapat beraktivitas dengan normal.

Apa yang terjadi pada Osteoporosis menjadi perhatian kita semua bahwa diantara 200 dari 100.000 wanita Indonesia di atas 50 tahun mengalami Osteoporosis oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang serius dengan melakukan pendekatan yang inovatif, mudah dan sederhana yang bisa kita lakukan . Kementrian Kesehatan di bawah koordinasi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tdak Menular Dr.Lili.S.Sulistyowati,M.M telah melakukan berbagai upaya mulai dari kebijakan hingga strategi-strategi yang mudah  dilakukan masyarakat. Namun kita juga menyadari bahwa Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tidak dapat bekerja sendirian tanpa kerjasama dari seluruh komponen masyarakat khususnya yang hadir dalam acara senam bersama ini". 

Selanjutnya Bapak Dirjen juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia yang banyak ikut andil dalam berbagai acara, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, kemudian Perhimpunan WArga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) mulai dari tingkat pusat hingga tingkat cabang serta seluruh komponen yang ada dalam organisasi ini sesuai dengan tugas yang bisa dilaksanakan. Komponen masyarakat ini merupakan kekuatan yang luar biasa yang dapat membantu pemerintah dalam menciptakan Indonesia Sehat khususnya keluarga sehat. Bapak Dirjen juga menyampaikan harapannya agar acara senam bersama ini dapat berjalan dengan baik dan para peserta dapat mengikuti senam bersama ini dengan sungguh-sungguh sehingga tujuan kita dapat tercapai. Demikianlah sambutan yang disampaikan oleh Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang dibacakan oleh Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa,  Dr.Fidiansyah, Sp.KJ, MPH. Kemudian sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Drs.Suharno, MKes, beliau menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kementrian Kesehatan RI yang telah memilih Tangerang Selatan untuk dijadikan tempat pelaksanaan Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia 2016 dan difokuskan di Tangerang Selatan. Beliau juga melaporkan bahwa posyandu dan kader-kader kesehatan di Tangerang Selatan sangat aktif demikian pula para lansianya juga aktif mengikuti senam karena kesehatan harus dimulai dari diri kita sendiri. "Semoga dengan angka harapan hidup yang tinggi di Tangerang Selatan kita bisa tetap sehat". Demikianlah sambutan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan.

Acara selanjutnya adalah acara inti yaitu senam bersama, para peserta sangat antusias sekali mengikuti acara ini, gerakan senamnya pun sangat mudah dipelajari sehingga kita bisa melakukannya dirumah, para peserta senam yang mayoritas ibu-ibu berusia diatas 40 tahun  terlihat sangat aktif dan bersemangat mengikuti senam bersama ini .

Para peserta sangat antusia mengikuti senam Osteoporosis
 
Kaum Muda juga tidak ingin ketinggalan ikut melakukan senam bersama
Setelah saya mengikuti senam bersama rasanya tubuh terasa lebih segar, keringat menetes dengan deras rasanya menyenangkan sekali karena sudah lama juga saya tidak ikut  kegiatan senam bersama seperti ini. Setelah seluruh rangkaian acara saya ikuti tidak lengkap rasanya jika tidak foto bersama dengan teman-teman blogger yang juga turut hadir dalam kegiatan ini dan yang lebih menyenagkan Ibu Lili pun berkenan untuk ikut foto bersama kami.

Foto bersama para Blogger dengan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dr.Lili.S.Sulistyowati,M.M
Demikianlah rangkaian acara senam bersama dalam rangka Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia 2016 yang saya ikuti bersama teman-teman blogger , terimakasih atas undangannya Bunda Elisa Koraag , Mba Tri Septi Suprihatini dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Sampai berjumpa di acara selanjutnya.
 

7 comments:

  1. Kegiatan yg oke banget ya mbaaa.. Supaya kita sehat selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mba kayaknya kita harus rutin berolahraga ya biar tulang kita tetap sehat, Terimakasih atas kunjungannya ya^^

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. olahraga memang perlu, seusiaku lebih ke jalan kaki ya, minimal 30 mneit sehari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu Tira, kita memang harus berolahraga minimal berjalan kaki, terimakasih ya atas kunjungannya bu Tira^^

      Delete
  3. Ternyata senam untuk kesehatan tulang tidak terlalu sulit dilakukan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul banget, bahkan kita bisa lakukan dirumah setiap pagi, Terimakasih atas kunjungannya ya^^

      Delete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^