Friday, October 14, 2016

Ayo Kita Dukung Gerakan Cegah, Obati Dan Lawan Diabetes

Dr. Lili. S Sulityowati Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI

Mungkin sebagian besar masyarakat sudah familier dengan Penyakit Diabetes Melitus karena penyakit ini merupakan salah satu dari empat penyakit tidak menular yang cukup ditakuti oleh masyarakat disamping Jantung, Kanker dan Hipertensi.

Mengapa Diabetes sangat ditakuti oleh masyarakat ? karena Penyakit Diabetes merupakan penyebab utama untuk kebutaan, serangan jantung, stroke, gangguan ginjal dan amputasi kaki. Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi. 

Tubuh kita memang sangat membutuhkan glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber intermediet metabolisme tubuh. Glukosa merupakan zat yang diproduksi oleh tubuh yang bersumber dari makanan yang mengandung Karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang, singkong, ubi dan sebagainya. 

Karbohidrat yang kita makan mulai dari mulut dicerna dan dipotong-potong menjadi bagian kecil-kecil dengan bantuan enzim amilase yang ada di dalam air liur. Enzim ini memiliki PH yang cukup asam untuk membantu pemotongan senyawa karbohidrat kompleks. Setelah itu barulah masuk kesaluran pencernaan seperti lambung, usus besar dan usus halus. Setelah melalui proses yang cukup panjang barulah zat glukosa itu dapat dimanfaatkan oleh tubuh kita. 


Berapakah jumlah kadar gula yang dibutuhkan oleh tubuh ? Menurut  anjuran Kemenkes Ri untuk anak-anak (balita) hingga dewasa, yakni : Gula perorangan perhari 50 gram (setara dengan 4 Sendok Makan) (Sumber : http://tabloidnova.com/Kesehatan/Umum/Anjuran-Batas-Konsumsi-Gula-Garam-Dan-Lemak-Menurut-Kemenkes). Bisa kita bayangkan jika kita sehari-hari minum teh manis, ngopi dan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sudah berapa banyak kadar glukosa yang ada di dalam darah kita?

Di keluarga besar saya sendiri penyakit Diabetes bukanlah penyakit yang asing lagi,  hampir sebagian besar keluarga besar saya menjadi Penyandang Diabetes. Mulai dari almarhum Ayah saya, kemudian kakak-kakaknya hingga adiknya yang perempuan juga menyandang Diabetes. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan bagi saya karena besar kemungkinan saya juga bisa terkena diabetes karena faktor keturunan sangat kuat.


Nah saat Bunda Elisa Koraag mengajak saya untuk hadir ke Acara Blogger Gathering bersama Sun Life Financial yang bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan tema "Cegah, Lawan Dan Obati Diabetes" saya sangat antusias sekali dan dengan senang hati saya hadir ke Acara ini yang berlangsung pada Hari Sabtu, 01 Oktober 2016 yang lalu di Cafe XXI Plaza Indonesia Jakarta Pusat.

Acara ini rencana awalnya akan di hadiri oleh Elin Waty Presiden Direktur Sun Life Financial kebetulan beliau tidak bisa hadir dan diwakili oleh Shirly Gee Head Of Marketing Sun Life Financial, sedangkan dari kementrian kesehatan di wakilkan oleh Dr. Lili. S Susilowaty, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan Republik Indonesia  dan Prof.Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E sebagai nara sumber.

Shirly Ge Head Of Marketing  Sun Life Financial

Acara Blogger Gathering bersama Sun Life dibuka secara resmi oleh Shirly Gee Head Of Marketing Sun Life Financial. ddalam kesempatan ini Shirly menjelaskan tentang Company Profile Sun Life Financial Ia menjelaskan bahwa Sun Life Financial Berdiri pada tahun 1865 dan saat ini Sun Life Financial beroperasi di pasar utama dunia seperti, Kanada, Amerika Serikat, inggris Irlandia, Hongkong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, vietnam dan Bermuda. 

Sedangkan di Indonesia Sendiri Sun Life Indonesia mulai beroperasi sejak tahun 1995. Visi dari Sun Life Financial adalah Menjadi Salah Satu dari 10 Perusahaan Asuransi Terbesar di Indonesia. Misi dari Sun Life financial adalah Membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finanacial. Sedangkan nilai-nilai yang di pegang adalah Integritas, Keikutsertaan, Fokus pada Nasabah, Unggul, Mempunyai Nilai, Inovatif.

Shirly Gee menjelaskan bahwa " Acara yang dilaksanakan hari ini oleh Sun Life Financial dengan mengundang para Blogger bukanlah acara pertama kali yang yang diselenggarakan oleh Sun Life Financial , karena Sun Life financial ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bukan hanya mengenai diabetes , tetapi juga topik lain yang juga bermanfaat  seperti bagaimana mengelola keuangan, bagaimana hidup sehat dan sebagainya".

Ditambahkan oleh Shirly "Acara seperti ini dapat terselenggara  berkat kerjasama antara Sun Life Financial dengan instansi-instansi yang terkait baik pemerintah maupun swasta, lembaga-lembaga kemasyarakat, sekolah-sekolah, universitas baik negeri maupun swasta dan rumah sakit".

Dalam bidang pendidikan Sun Life  Financial memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana pentingnya mengelola keuangan seperti kepada para Ibu rumah tangga hingga mahasiswa sedangkan edukasi kepada anak-anak adalah dengan membuat ensiklopedi dan game board mengajarkan bagaimana mengelola uang, SunLlife Finanacial juga melakukan tour dan mengunjungi beberapa SD di berbagai wilayah di Indonesia.

Edukasi Ke Mahasiswa mengenai Pengelolaan Keuangan


Sedangkan dalam bidang kesehatan Sun Life Finacial bekerjasama dengan Malang Merah Indonesia mengenai pengadaan sanitasi dan kebersihan di sekolah Melalui Program "Sehati" bekerja sama dengan PMI Jawa Tengah dan Bali. Selain itu karena rasa perduli yang sangat tinggi terhadap persoalan kesehatan maka Sun Life Financial melakukan survai di 9 Negara dan saat ini merupakan kedua kalinya Sun Life Finanacial ,melakukan survei yang diberi nama "Survei Health Index. Berdasarkan survei yang dilaksanakan ditemukan satu fakta menarik "Bahwa Saat ini disebut dengan Generasi O" yang di maksud dengan generasi O adalah generasi yang over work, over weight dan over welth. Permasalahan yang dihadapi oleh generasi ini adalah berkembangnya penyakit tidak menular yang di khawatirkan masyarakat yaitu antara lain :
  • Diabetes
  • Jantung
  • Gangguan Saluran Pernafasan 
Karena itu Sun Life Financial memberikan dukungan terhadap penangan Diabetes. Dukungan Sun Life Financia terhadap penanganan diabete bukan hanya di Indonesia saja tetapi juga di lakukan di beberapa negara di dunia. diabetes memang bukan penyakit yang langsung menimbulkan kematian namun diabetes merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi dan menimbulkan penyakit lainnya seperti jantung, gagal ginjal dan sebagainya.

Sebagai wujud dari dukungan Sun Life Linancial terhadap penanganan diabetes yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan ikut terlibat secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan yang di lakukan oleh pemerintah seperti Mendukung Acara Diabetes Walk yang di selenggarakan pada tahun 2015. acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Internasional.
Kegiatasn yang didukung oleh Sun Life Financial dalam bidang kesehatan

selain itu Sun Life Financial juga  Bekerja Sama dengan RSCM membuat Klinik Edukasi Diabetes, Sun Life Financial sangat menyadari untuk memberikan edukasi Sun Fife financial tidak bisa melakukannya sendirian oleh sebab itu Sun Life financial menggandeng semua pihak untuk mengkampanyekan hal ini kepada masyarakat salah satunya adalah dengan menggandeng blogger dengan harapan para blogger dapat mennyampaikan informasi ini kepada masyarakat melalui tulisan di media sosial.

Sun Life Finance Bekerja Sama dengan RSCM membuat Klinik Diabetes


Melalaui gerakan Cegah, Lawan dan Obati Diabetes  sun Life Financial ingin mengedukasi masyarakat agar mengetahui bahwa penyakit diabetes sangat berbahaya dan memiliki dampak yang luas sehingga masyarakat pun  dapat lebih waspada.

Dr. Lili. S Sulityowati Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI
Acara selanjutnya adalah pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Lili S. Sulistyowati Direktur Penyakit Tidak Menular Kementrian Republik Indonesia. Dalam sambutannya  Dr. Lili menyampaikan bahwa "Penyakit Diabetes trandnya terus menaik dari tahun ke tahun.Menurut survei yang dilakukan oleh WHO pada tahun 2014 1 dari 10 penduduk  berusia 18 tahun ke atas menderita diabetes dan pada tahun 2015 terjadi kenaikan 4 x lipat dari tahun 1980an dari 108 juta menjadi 115 juta orang dewasa. Dan di perkirakan tahun 2040 akan naik menjadi 642 Juta (IDF Atlas 2015), Melihat kondisi ini kita tidak bisa diam dan berpangku tangan saja", ujar Dr .Lili.

"Diabetes disebabkan karena pola makan kita yang keliru kurang memperhatikan sayuran dan buah-buahan,  serta gaya hidup masyarakat saat ini seperti merokok, minum minuman beralkohol, kurang berolah raga. Di indonesia sendiri hasil Rekis Das 2007 Privalensi sekitar 5,7 % dan tahun 2013 mencapai 6.9% dengan jumlah penduduk indonesia kurang lebih 225 juta. Oleh karena itu Kementrian Kesehatan tidak bisa bekerja sendirian tetapi melalui para blogger , kami berharap informasi mengenai diabetes ini dapat sampai ke masyarakat dan pada tanggal 14 November 2016 akan di peringati Hari Diabetes Sedunia dan pada tahun ini juga peringatan  hari Kesehatan Nasional 2016 mengambil tema tentang Diabetes dengan mengkampanyekan selogan Cegah, Obati Dan Lawan Diabetes" Ujar Dr. Lili lagi.


Dalam Presentasinya beliau menjelaskan bahwa diabetes adalah suatu keadaan atau kondisi di mana kadar gula ( Glukosa) di dalam darah tinggi. Diabetes dapat di bedakan menjadi dua tipe yaitu : 
  1. Diabetes Tipe 1 : biasanya diderita anak-anak bahkan balita, tidak diketahui penyebab tepatnya dan tidak dapat di cegah. Tubuh anak-anak ini benar-benar berhenti memeproduksi insulin , karena itu si penyandang sangat tergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya.
  2. Diabetes Tipe 2 : Diabetes tipe ini umumnya disandang oleh sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Pankreas menghasilkan insulin yang tidak memadai atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar.  

Seperti yang dijelaskan sebelumnya survei yang dilakukan oleh WHO pada tahun 2014 1 dari 10 penduduk  berusia 18 tahun ke atas menderita diabetes dan pada tahun 2015 terjadi kenaikan 4 x lipat dari tahun 1980an dari 108 juta menjadi 115 juta orang dewasa. Dan di perkirakan tahun 2040 akan naik menjadi 642 Juta (IDF Atlas 2015) menakutkan sekali. Dan menurut WHO lagi Diabetes tipe 2 mencapai 90% dan sebenarnya 80% dapat di cegah, bagaimana pencegahannya ? akan kita bahas kemudian. 

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. pada Tahun 2012 gula darah tinggi  bertanggungjawab atas 3,7 juta kematian di dunia. Dari angka ini 1,5 juta kematian disebabkan langsung oleh Diabetes (WHO). 

Diabetes juga berdampak secara ekonomi bagi penderitanya maupun keluarganya karena Diabetes termasuk penyakit katastropik dimana penyandangnya harus mengkonsumsi obat seumur hidupnya dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Tahun 2010-2030 kerugian global dari GDP karena Diabetes diestimasikan sekitar 1,7 Triliun Dolar. oleh karena itu diabetes menjadi isu yang sangat sesuai bagi masyarakat dunia , serta para pemangku kepentingan, termasuk diantaranya pemerintah. lembaga kemasyarakatan , sektor swasta serta lembaga -lembaga antar pemerintah.
Di dunia Diabetes menjadi salah satu penyakit Tidak Menular yang menjadi fokus permasalahan. Pada Tahun 2011 di buatlah Political Declaration On The Prevention and control of NCDs serta Sustainable Development Goals (SDG) 2016-2030 yang telah menetapkan  target untuk mengurangi jumlah kematian dini akibat Penyakit tidak Menular, termasuk diantaranya Diabetes sebanyak 1/3.
Who juga mengeluarkan rencana aksi untuk pencegahan  dan pengendalian Penyakit Tidak Menular  tahun 2013-2025, salah satu sasarannya adalah "Menghentikan pertumbuhan jumlah diabetes dan obesitas yang menjadi salah satu faktor resiko penyebab diabetes tahun 2025 Hal ini agak sulit untuk di capainya karena harapan kita tahun 2025 obesitas tidak menambah  dan penderita diabetes mengalami penurunana sebersar 25% Karena itu demi meningkatkan kesadaran dan untuk mengerakan masyarakat dunia  maka WHO menjadikan diabetes sebagai tema kampanye Hari Kesehatan Sedunia tahun 2016. 
Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia  ada 10 penyebab kematian utama  ( semua umur) sesuai Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 yaitu antara lain :

1.
Stroke (I60-I69)
21,1%
2.
Penyakit Jantung Koroner (I20-I25)
12,9%
3.
Diabetes Melitus Dengan komplikasi (E10-E14)
6,7%
4.
Tubercolosis Paru (A15-A16)
5,7%
5.
Hipertensi dan komplikasi (I11-I13)
5,3%
6.
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (J40-J47)
4,9%
7.
Penyakit Hati (K70-K76)
2,7%
8
Kecelakaan Lalulintas (V01-V99)
2,6%
9.
Pneumonia (J12-J18)
2,1%
10.
Diare dan Penyakit infeksi saluran
1,9%


Kesepuluh penyakit ini menjadi penyebab dari kematian di Indonesia saat ini. dulu Saat ini kita mengalami masa transisi perubahan trand penyakit yang berkembang saat ini . Dulu Penyakit yang sering di hadapi adalah seperti penyakit malaria, diare Tubercolosis. dan perlu kita ketahui bahwa penyakit Diabetes erat kaitanya dengan penyakit TB mengapa demikian karena dengan kadar gula darah yang tinggi obat sebanyak apapun tidak dapat diserap dengan baik sehingga penyakit-penyakit tersebut akan tetap bertengger di tubuh kita.

 Selain itu yang menjadi masalah di Indonesia  selain diabetes adalah masalah gizi jika gizi tidak baik maka penyakit akan mudah masuk kedalam tubuh kita. Indonesia merupakan salah satu dari 17 negara di dunia dengan 3 (tiga) masalah gizi (Global Nutrition Report, 2014)
  • 37,2% (8,92 juta) Balita Pendek yang merupakan generasi penerus di Indonesia
  • 12,1% Balita Kurus
Kedua hal ini dapat menghambat kemampuan kognitif (intelegensi) dan motorik anak selain itu juga dapat meningkatkan resiko Penyakit Tidak Menular pada masa dewasa.
  • 11,9% Kegemukan Pada Balita
  • 28,9% Kegemukan pada penduduk >18th 
Kedua hal ini memiliki potensi resiko Penyakit Tidak Menular atau Diabetes
Faktor -faktor resiko prilaku apa saja yang menjadi penyebab terjadinya diabetes yang harus di perbaiki dan diketahui oleh masyarakat yaitu antara lain :
  1. 26,1% Penduduk kurang aktifitas fisik, semakin banyaknya kesibukan bekerja di dalam ruangan  membuat seseorang lebih banyak diam di tempat sehingga kurang sekali aktifitas fisiknya, Hal ini menyebabkan orang bisa menjadi obesitas.
  2. 36,3%  Penduduk usia >15 tahun yang merokok , 1,9% Perempuan usia > 10 th Merokok , menurut Dr. Lili merokok dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, 
  3. 9,.5% Penduduk > 10 th kurang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Menurut dokter lili ada 2 jenis makanan yaitu makanan enak dan makanan sehat. Jika makanan sehat pola pikir kita yang harus diubah.
  4. 4,6% Penduduk > 10 Th minum minuman berakohol.Alkohol menyebabkan gangguan kesehatan.
 
Saat ini 2/3 penduduk indonesia tidak mengetahui jika ia terkena Diabetes. Menurut Dr. lili hipetensi dan diabetes merupakan penyakit silance killer, jadi pesan utama kampanye yang harus di sampaikan ke masyarakat adalah :
  1. Diabetes dapat dicegah lakukan aksi sekarang juga
  2. Lawan Diabetes , konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayuran  5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok sehari atau 50 gram perhari , hindari  makanan/minuman yang manis dan berkarbonasi. Vitamin dan mineral banyak di kandung oleh sayuran dan buah-buahan.
  3. Lawan diabetes, Banyak melakukan aktivitas fisik dan jika mungkin secara teratur seperti berolah raga , berjalan kaki, memebersihkan rumah, upayakan dilakukan secara BBTT ( Baik, benar, teratur dan terukur)
  4. Lawan  Diabetes, lalukan pemeriksaan secara teratur,awasi berat badan agar tetap ideal dan tidak beresiko (IMT: 18-23), periksa gula darah dan tensi darah secara teratur.
  5. Lawan Diabetes , penderita diabetes dapat hidup sehat dengan teratur mengikuti pengobatan  Dengan Tepat dan Benar.
  6. Lawan Diabetes, seluruh komponen masyarakat , Pemerintah Pusat dan Daerah, Organisasi Profesi Kemasyarakat dan Sosial harus bergerak bersama-sama untuk menekan peningkatan angka diabetes, upaya dilakukan di mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarkakatm di pedesaan dan perkotaan , ditingkat kabupaten/kita, propinsi dan ditingkat nasional. 
 Masyarakat  juga harus bisa  menerapkan pola hidup cerdik, yaitu antara lain:
  1. Cek kesehatan secara rutin dan berkala, yaitu membiasakan orang untuk screaning tes kesehatan atau general check up
  2. enyahkan asap rokok 
  3. Rajin olah raga
  4. Diet secara seimbang 
  5. Istirahat cukup
  6. Kelola stres  
Karena itu blogger memiliki komunitas  yang luas dan setia dengan tulisannya mempunyai peranan penting dalam hal promotif dan prefentif untuk Diabetes yaitu antara lain :
  • Menyampaikan informasi tentang diabetes  yang benar kepada masyarakat.
  • Mengajak komunitasnya untuk memulai  kebiasaan hidup sehat dengan diet sehat, meningkatkan aktivitas fisik, tidak merokok, atau menggunakan tembakau atau minum minuman beralkohol.
  • Mengajak komunitasnya untuk cek diri secara teratur , lakukan deteksi dini untuk mencegah dan memeperlambat perjalanan penyakit.
  • Mengajak penyandang diabetes untuk minum obat dengan  teratur dan menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi.
  • Mengajak pemangku kepentingan untuk membuat  lingkungan yang mendukung untuk  menunjang gaya hidup sehat.    

Setelah dr. Lili . S Susilowati menyampaikan pemaparannya, maka pembicara selanjutnya adalah Prof Sidartawan Soegondo, M.D, PdD. beliau adalah Dokter ahli Penyakit Diabetes. Menurut Prof. Sidartawan Diabetes adalah suatu kelainan atau kondisi di mana gula darah tinggi. diabetes ada beberapa Diabetes yang tipe 2 adalah paling banyak 90% penderita diabetes berasal dari tipe 2 dan 90% merupakan faktor keturunan. Hanya jika seluruh keluarga keturunan berpenyakit Diabetes apakah kita akan terkena Diabetes juga ?

Jika keturunan kita berpenyakit Diabetes yang harus dilakukan adalah menerapkan pola hidup sehat dan menjaga jangan sampai over weight. berdasarkan Atlas diabetes dunia pada tahun 2000 Penderita Diabetes mencapai 151 juta dan 15 tahun kemudian mencapai 415 Juta orang dengan menyandang Diabetes. dan setiap 6 Detik sekali 1 orang meninggal karena Diabetes (Menurut Atlas Diabetes dunia Th 2015)

Yang menarik menurut Prof. Sidartawan adalah  50% orang tidak menyadari bahwa dia menyandang Diabetes. Bagaimana perkembangan Diabetes di daerah perkotaan dan di desa di dunia ? tahun 2015 penyandang Diabetes di perkotaan sebanyak 268,7 juta sedangkan di pedesaan sekitar 145,1 juta dan di perkirakan tahun 2040 penyandang diabetes di perkirakan sebanyak 477,9 juta sedangkan di pedesaan sekitar 163, 9 juta .

Tahun 2012 Diabetes menjadi penyebab kematian 1,5 juta di dunia, 43 % meninggal di usia dibawah 70 tahun. Pada tahun 2014 sekitar 422 juta orang mengidap Diabetes di dunia. prevalensinya sekitar 8,5% diantara penduduk dewasa. mengapa bisa mengalami kenaikan ? Karena semakin banyak masyarakat dunia yang mengalami berat badan lebih atau over wight.
 

Diabetes suatu penyakit progresif yang tidak bisa sembuh, jadi untuk mengontrol bahwa Diabetes kita baik atau tidak harus ada pemeriksaan HbA1c test untuk mengetahui apakah gula darah kita stabil atau tidak. jika gula darah kita terkontrol dengan baik seorang penyandang Diabetes dapat hidup normal seperti orang kebanyakan. 

Di daerah berkembang pemeriksaan HbA1c test jarang dilakukan sehingga agak sulit mengetahui kondisinya dengan akurat, apa lagi di daerah di mana orang sulit menemukan rumah sakit yang memiliki laboratorium lengkap sditambah lagi kondisi ekonimi yang menyebabkan orang tidak pernah memeriksakan kadar gula darahnya. . Untuk mengetahui kondisinya dengan baik maka seorang penyandang diabetes harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala misalnya sebulan sekali, tiga bulan sekali atau satu tahun sekali misalnya. 

Tahun 2013 indonesia menpati posisi ke 7 tertinggi di dunia Tahun 2014 indonesia menenpati posisi ke 5 di dunia dan tahun 2014 kembali menduduki posisi ke 7 di dunia. Berdasarkan Riskesdas 2007 penduduk indonesia terdiagnosa sebesar 1,5% dan yang tidak terdiagnosa Diabetes sebanyak 4,2%. Banyak masyarakat yang tidak tahu tentang Diabetes apa lagi masyarakat di daerah.

Diabetes semakin banyak karena gaya hidup banyak mengalami perubahan , dulu masyarakat lebih banyak aktifvitas fisiknya, seperti jalan kaki, bersepeda, bertani yang banyak melakukan mengeluarkan tenaga. Saat ini di era serba canggih membuat orang malas untuk bergerak sehingga sangat sedikit sekali aktivitas fisiknya. Kurangnya Aktivitas fisik membuat seseorang bisa mengalami obesitas 

Obesitas
Selain itu pola makannya pun mengalami perubahan , dulu masyarakat banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran sedangkan saat ini banyak makanan cepat saji yang mengandung kadar lemak, gula dan garam tinggi. 

Seseorang dikatakan Diabetes apabila gula darah puasa di atas 126 atau setelah puasa diatas 200. Jika gula darah puasa di atas 100 dan setelah puasa 140 maka orang tersebut punya potensi terkena Diabetes. normalnya jika gula darah puasanya dibawah 100 dan gula setelah puasa di bawah 126.

Perkembangan Diabetes

Setelah kita melakukan pemeriksaan gula secara menyeluruh untuk mengetahui apakah kita terdiagnosa menyandang diabetes, langkah selanjutnya adalah mengenali gejala diabetes seperti gambar di bawah ini 

10 Gejala Diabetes
Bagaimana ternyata dalam pemeriksaannya kita terdiagnosa menyandang penyakit gula ? Seseorang yang sudah di pastikan menyandang Diabetes maka ia harus mengkonsumsi obat Diabetes seumur hidupnya dan antara pasien diabetes yang satu berbeda dengan pasien diabetes yang lainnya sehingga kita tidak bisa minum obat diabetes sembarangan, harus konsultasi terlebih dahulu kedokter Ahli Penyakit Dalam atau dokter Ahli Diabetes.
 
Beberapa obat yang digunakan untuk penyakit diabetes

dan yang tidak kalah penting yang harus kita ingat adalah saat kita terdiagnosa diabetes usahakan jangan terjadi komplikasi. ada dua komplikasi yang bisa terjadi pada penyandang Diabetes yaitu komplikasi Makro Vaskuler dan Mikro Vaskular

Komplikasi yang bisa terjadi pada penyandang Diabetes

 Komplikasi Makro Vaskular ke otak bisa menyebabkan gangguan pada fungsi otak yang berakibat fatal pada kematian demikian pula pada organ lain seperti jantung, ginjal dan paru-paru. Sedangkan Mikro Vaskular menyebabkan terjadinya penyumbatan di otak maka akan berdampak pada strok, sedangkan jika penyumbatan di syaraf mata akan menyebabkan kebutaan dan sebagainya.

Jadi sebelum hal ini terjadi pada kita marilah kita jaga kesehatan kita, rubahlah pola berpikir kita bahwa kita makan bukan untuk enak tetapi makan agar tubuh menjadi sehat, mulailah mengatur pola makan kita, tinggalkan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, jika buka kita yang menjaga tubuh kita maka siapa lagi yang mau menjaganya. 

Saya ucapkan terimakasih kepada Sun Life Financial, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia serta bunda Elisa Koraag yang mengizinkan saya untuk mengikuti acara ini. Bagi saya ini adalah pelajaran yang sangat luar biasa agar saya lebih perduli dan mencintai diri saya sendiri dengan berusaha menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan diabetes secara berkala. 

Sampai berjumpa di acara selanjutnya ya 

6 comments:

  1. baru2 ini aku medical check up keseluruhan, dan alhamdulillah gula darah normal.. :) . sebenernya udh sjk umur 25 k atas, aku udh ngurangin banget yg namanya gula mba.. soft drink2 mah udh a big no banget.. suami nih yg susah bgt diksh tau :( . yg aku msh susah utk ngurangin itu nasi sbnrnya.. pgn ngeganti karbo ama jenis karbo lain yg lbh sehat.. tp masalahnya penghuni rumah yg lain msh blm mau.. hrs pelan2 sih sebenernya ngebiasain ini ke org2 rumah yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Fanny , saya juga masih suka minum kopi susu , kalau lihat dari penjelasan Dokter di atas tubuh kitq cuma butuh 4 SM gula sehari haduh berarti saya sudah melebihi konsumsi gulanya, jadi mulai hari ini saya harus mendisiplinkan diri jika ingin sehat ya^^
      Trimakasih atas kunjungannya ya

      Delete
  2. Alhamdulillah sudah mulai enggak minum minuman manis dalam kemasan, tapi masih minum teh manis anget segelas kalau pagi. Lagi mau rutinin lari pagi lagi... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe ayo, semangat Mba Riski, dian juga lagi mulai nih ngurangin minum manis semoga bisa ya, Trimakasih atas kunjungannya ya^^

      Delete
  3. kemarin pernah cek di lab...kadar gula saya normal....lagian mmg tak suka yg manis-manis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalau kadar gula darahnya baik mba Ana, Trimakasih ya atas kunjungannya^^

      Delete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^