Saturday, June 18, 2016

Memperingati Asean Dengue Day 2016: Bergerak Bersama Cegah DBD Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

 Dr. H. Mohamad Subuh , MPPM

Adanya Perubahaan Iklim yang tidak menentu membuat siklus Musim Hujan dan Musim Panas mengalami perubahan yang cukup signifikan terbukti saat ini saja seharusnya kita sudah memasuki Musim Panas namun pada kenyataannya Musim hujan masih terus berlanjut. Dampak dari musim hujan ini adalah  banyak genangan air yang tertinggal setelah hujan reda. Genangan air ini adalah tempat yang sangat bagus bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur dan berkembang biak, sehingga di musim punghujan biasanya kasus Demam Berdarah Dengue mengalami peningkatan di beberapa wilayah di Indonesia.

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue terus meningkat di Indonesia dan bertepatan dengan peringatan Hari Dengue se Asean atau Asean Dengue Day 2016 maka Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ)  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan simposium dengan tema : "Bergerak Bersama Cegah DBD melalui Gerakan 1 rumah 1 Jumantik" bertepat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 15 Juni 2016 yang lalu.

Simposium ini seharusnya di buka oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) namun karena Beliau ada tugas Kenegaraan maka Beliau tidak dapat hadir di acara simposium ini dan  diwakilkan, namun demikian acara simposium  tetap  terselenggara dengan baik dan lancar.

Bapak, Dr. H. Huhamad Subuh, Ibu  Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH
Acara simposium ini menghadirkan para pembicara yaitu antara lain  Dr. H Muhamad Subuh, MPPM, Beliau adalah Direktur Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hj Airin Rachmi Diany, SH, MH Beliau adalah Walikota Tangerang Selatan dan  Prof. Dr. dr Sri Rejeki Hadinegoro, Sp.A(K) Beliau adalah Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Dan pada kesempatan ini pula diberikan Penghargaan kepada para Jumantik Teladan dan Pemenang kompetisi Ibu sigap DBD.

Para jumantik Teladan dan Pemenang kompetisi Ibu Sigap DBD

Pada kesempatan ini Dr. H Muhamad Subuh, MPPM, menjelaskan bahwa "Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik memiliki tujuan untuk menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan. gerakan 1 rumah 1 jumantik sudah digaungkan sejak Asean Dengue Day 2015 yang lalu di Indonesia. Program ini akan berjalan dengan baik jika ada dukungan dan peran serta masyarakat Indonesia".

Gerakan 3 M Plus

Juru Pemantau Jumantik adalah anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau perkembangan jentik nyamuk guna pengendalian penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus :Menguras Bak Mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas Plus mencegah gigitan nyamuk.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa DBD masih menjadi masalah di Indonesia dan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menularkan Dengue, Zika dan Chikungunya dan nyamuk ini  hidup dan berkembang biak hampir di seluruh wilayah Indonesia dan yang menjadi kekhawatiran adalah adanya Fenomena Transfarial, fenomena ini adalah nyamuk yang sudah memiliki virus DBD jika bertelur maka anaknya sudah membawa virus DBD sejak ia lahir sehingga jika dia menggigit manusia maka ia akan menularkan virus itu kepada manusia yang sehat tanpa harus menggigit penderita DBD terlebih dahulu dan fenomena ini semakin sering ditemukan . Oleh karena itu strategi yang digunakan untuk pencegahan dan pengendalian DBD adalah dengan pendekatan keluarga dan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik perlu diterapkan terutama di daerah Epidemis DBD dan daerah yang telah melaksanakan kegiatan ini salah satunya adalah di Tangerang Selatan dan sudah menjadi daerah percontohan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik.

Dalam acara ini para peserta simposium termasuk  saya dapat mendengarkan penuturan dari Hj Airin Rachmi Diany , SH, MH , Walikota Tangerang Selatan mengenai pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik yang telah dilaksanakan di daerah Tangerang Selatan. Di daerah Tangerang Selatan sudah ada 3 (tiga ) RW  yang telah menerapkan gerakan 1 rumah 1 Jumantik yaitu antara lain : di RW 10 kelurahan  Pondok Benda Kecamatan Pamulang, RW 24 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang.

Gerakan 1 Rumah 1 jumantik Di RW 10 Kelurahan  Pondok Benda Kecamatan Pamulang








Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di RW 24 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang
Menurut Ibu Airin program ini merupakan salah satu pelaksanaan dari program DBD Kota Tangerang Selatan dengan tujuan : menurunkan Angka kesakitan, Menurunkan Angka Kematian dan Mencegah KLB dan sebagai  indikator dari program ini adalah :
  • Angka Kesakitan < 40 /100.000
  • angka Kematian < 0,5 %
  • Angka Bebas Jentik > 95 %
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempunyai target penurunan angka kesakitan dan kematian DBD serta realisasi selama tahun 2009-2015 sebagai berikut :

Target Penurunan Angka Kesakitan Dan Kematian DBD di kota Tangerang Selatan







Angka Kesakitan DBD yang mengalami penurunan sejak 2009-2015

Angka Kematian DBD yang mengalami penurunan sejak 2009-2015














Dan dasar hukum yang digunakan untuk pelaksanaan gerakan 1 Rumah 1 Jemantik yang dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan adalah :
  1. Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah
  2. Permenkes No 560 tahun 1989 tentang Jenis penyakit potensi wabah
  3. Keputusan Menkes 581/1992 Tentang Program Pemberantasan DBD
  4. Restra Kota tangerang Selatan  2016-2021
  5. Instruksi Walikota Tangerang Selatan no 443.4/340/Dinkes Tentang pemberantasan Sarang Nyamuk sama dengan Bebas Jentik
Tahapan dan target daerah Bebas Jentik yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan yaitu antara lain :
  1. Tahun 2016 seluruh  RT Bebas Jentik DBD 
  2. Tahun 2017 Seluruh  RW Bebas Jentik 
  3. Tahun 2018  Seluruh Kelurahan Bebas Jentik
  4. Tahun 2019 Seluruh Kecamatan Bebas Jentik
  5. Tahun 2020 Seluruh Kecamatan bebas Jentik maka Kota Tangerang Selatan Bebas Jentik DBD.
Dengan ketentuan angka Bebas Jentik >  95 %
Kegiatan yang biasa dilaksanakan untuk menunjang gerakan 1 Rumah 1 Jumantik yang dilaksanakan di Tangerang Selatan yaitu antara lain :
  1. Pembangunan Pusat Budidaya Tanaman Anti nyamuk di setiap RW yang dilaksanakan oleh Forum Kota Sehat Tangerang Selatan
  2. Pencanangan 1 Rumah 1 Jumantik Di RW Wilayah Kota Tangerang Selatan 
  3. Sosialisasi program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan Supervisor jumantik dan Koordinator Jumantik
  4. Dengan memberikan penyuluhan kepada Anak Sekolah tentang peran dari Jumantik
  5. Kegitatan Pemantauan Jumantik Tim dari Mahasiswa , hal ini dengan melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Semua ini dapat terlaksana berkat kesadaran masyarakat dan kerjasama berbagai pihak yang terkait dan lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa kader Jumantik di daerah Tangerang Selatan bersifat sukarela, dengan kata lain tidak mendapatkan insentif. Beliau beralasan bahwa ini merupakan kepentingan bersama sehingga diharapkan para kader ini melaksanakan tugas mereka atas dasar kerelaan dan kesadaran pribadi demi untuk kepentingan bersama. Ibu Airin sangat berterimakasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah mempercayakan Tangerang Selatan Sebagai salah satu daerah percontohan yang nantinya akan terus di pantau dalam pencegahan DBD.

Dan dalam Simposium ini juga dijelaskan mengenai Deman Berdarah Dengue oleh Ibu Prof. Dr. dr. Sri  Rejeki  Hadinegoro , Sp.A(K) . beliau memaparkan bahwa Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue  yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan sering kali dijumpai di daerah tropis. 

Gejala Awal DBD pada umumnya yaitu demam tinggi, nyeri kepala, pendarahan pada kulit, mimisan dan nyeri pada otot serta persendian. pada Anak sering disertai mual dan muntah sehingga tidak mau makan . Apabila tidak segera ditindaklanjuti akan membawa kepada kondisi syok dan pendarahan saluran cerna sehingga menyebabkan kematian.

beberapa Gejala Demam berdarah Dengue
Hal lain sebagai penyebab kematian karena pasien datang terlambat , oleh karena itu jika anak demam 3 hari tidak turun, segera bawa kefasilitas kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Hal yang sangat perlu kita ketahui bahwa siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti sebagai berikut ;

Siklus hidup Nyamuk Aedes Aegypti







Proses Penularannya yang cepat sekali
Jarak Penularan virus Dengue













Nyamuk ini senang sekali hidup di antara manusia dan mereka sangat suka dengan aroma tubuh manusia sehingga mereka suka tinggal ditumpukan baju kotor kita , selain itu mereka juga bisa kita temui di dalam rumah kita seperti di dalam vas bunga, di air minum burung, di tempat pembuangan air dispenser, di bak mandi, di sisa kaleng bekas yang ada genangan airnya, di tatakan pot bunga yang ada di dalam maupun di halaman rumah beginilah proses kehidupan nyamuk Aedes Aegypti :

Daur Hidup Nyamuk Aedes Aegypti





 
Derah Endemis DBD


























Masalah Infeksi Dengue merupakan masalah kesehatan di Wilayah daerah Katulistiwa













Adapun beberapa cara yang ddapat dilakukan oleh masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan DBD adalah dengan menjaga lingkungan sekitar rumah agar bersih dari tempat berkembang biaknya nyamuk, dengan cara membersihkan jentik-jentik nyamuk, Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan melakukan kegiatan 3 M Plus,  yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas dan melakukan kegiatan lain yang mendukung pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida di penampungan air, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu dan menanam tanaman pembasmi nyamuk seperti berikut ini ;

Marygold
























Zodia


Tapak Dara

























Selain itu kegiatan selanjutnya dalam simposium ini adalah peresmian portal edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum terhadap dengue melalui website Dengue Buzz Barometer  yang diluncurkan dalamn rangka Asean Dengue Day tahun 2015. Inisiatif ini diprakarsai oleh Asean Dengue Vaccine Advocacy (ADVA) dengan didukung oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Sanofi Group Indonesia

Website Dengue Buzz Barometer yang di resmikan pada acara simposium ini
Dengan adanya website ini kita bisa mencari informasi yang lebih mengenai dengue , Website ini memberikan edukasi kepada kita untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Dengue di beberapa negara Asean yang terpilih termasuk Indonesia. Wah menurut saya portal ini sangat bermanfaat sekali agar kita lebih waspada dan dapat mencegah penyebaran DBD lebih lanjut.

Saya sangat beruntung sekali karena dapat hadir dalam simposium ini karena pengetahuan saya semakin bertambah mengenai #demamberdarahdengue dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya . melalui peringatan #AseanDengueday ini diharapkan masyarakat lebih perduli untuk menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya karena keperdulian kita akan menyelamatkan banyak orang. Tulisan ini merupakan opini pribadi dan didukung oleh Sanofi group Indonesia. 

Terimakasih Sahabat JKN dan Blogger Cihuy atas kesempatan yang diberikan kepada saya dan sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya. Salam ^_^

7 comments:

  1. lengkap banget artikelnya, berguna banget nih mba, apalagi musim ujan kayak gini.., makasih yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba Zata, trimakasih kunjungannya ya :)

      Delete
  2. keren aya acaranay, memang dbd itu mengerikan , jadi pensegahan mulai dari mencegah janagn sampai ada jentik nyamuk di sekitar rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Tira,makanya peran dari jumantik sangat penting sekali, tapi sayangnya program ini belum banyak di realisasikan di daerah tempat tinggal kita ya , trimakasih atas kunjungannya ya

      Delete
  3. Wah sayang banget kemarin saya ga ikutan acara ini mbk dian. Lagi ada keperluan hehe.

    Penyakit DBD memang harus di waspadai mbk dian. Apalagi saya tinggal di jakarta, di Komplek banyak got yang kotor dan itu jd sarang nyamuk. Harus lebih hati2 deh, apalagi kalau sering hujan ya mbk dian.

    Sangat bermanfaat artikelnya mbk dian.
    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mas Bowo, trimakasih atas kunjungannya ya 😄

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^