Saturday, June 18, 2016

Memperingati Asean Dengue Day 2016: Bergerak Bersama Cegah DBD Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

 Dr. H. Mohamad Subuh , MPPM

Adanya Perubahaan Iklim yang tidak menentu membuat siklus Musim Hujan dan Musim Panas mengalami perubahan yang cukup signifikan terbukti saat ini saja seharusnya kita sudah memasuki Musim Panas namun pada kenyataannya Musim hujan masih terus berlanjut. Dampak dari musim hujan ini adalah  banyak genangan air yang tertinggal setelah hujan reda. Genangan air ini adalah tempat yang sangat bagus bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur dan berkembang biak, sehingga di musim punghujan biasanya kasus Demam Berdarah Dengue mengalami peningkatan di beberapa wilayah di Indonesia.

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue terus meningkat di Indonesia dan bertepatan dengan peringatan Hari Dengue se Asean atau Asean Dengue Day 2016 maka Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ)  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan simposium dengan tema : "Bergerak Bersama Cegah DBD melalui Gerakan 1 rumah 1 Jumantik" bertepat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 15 Juni 2016 yang lalu.

Simposium ini seharusnya di buka oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) namun karena Beliau ada tugas Kenegaraan maka Beliau tidak dapat hadir di acara simposium ini dan  diwakilkan, namun demikian acara simposium  tetap  terselenggara dengan baik dan lancar.

Bapak, Dr. H. Huhamad Subuh, Ibu  Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH
Acara simposium ini menghadirkan para pembicara yaitu antara lain  Dr. H Muhamad Subuh, MPPM, Beliau adalah Direktur Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hj Airin Rachmi Diany, SH, MH Beliau adalah Walikota Tangerang Selatan dan  Prof. Dr. dr Sri Rejeki Hadinegoro, Sp.A(K) Beliau adalah Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Dan pada kesempatan ini pula diberikan Penghargaan kepada para Jumantik Teladan dan Pemenang kompetisi Ibu sigap DBD.

Para jumantik Teladan dan Pemenang kompetisi Ibu Sigap DBD

Pada kesempatan ini Dr. H Muhamad Subuh, MPPM, menjelaskan bahwa "Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik memiliki tujuan untuk menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan. gerakan 1 rumah 1 jumantik sudah digaungkan sejak Asean Dengue Day 2015 yang lalu di Indonesia. Program ini akan berjalan dengan baik jika ada dukungan dan peran serta masyarakat Indonesia".

Gerakan 3 M Plus

Juru Pemantau Jumantik adalah anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau perkembangan jentik nyamuk guna pengendalian penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus :Menguras Bak Mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas Plus mencegah gigitan nyamuk.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa DBD masih menjadi masalah di Indonesia dan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menularkan Dengue, Zika dan Chikungunya dan nyamuk ini  hidup dan berkembang biak hampir di seluruh wilayah Indonesia dan yang menjadi kekhawatiran adalah adanya Fenomena Transfarial, fenomena ini adalah nyamuk yang sudah memiliki virus DBD jika bertelur maka anaknya sudah membawa virus DBD sejak ia lahir sehingga jika dia menggigit manusia maka ia akan menularkan virus itu kepada manusia yang sehat tanpa harus menggigit penderita DBD terlebih dahulu dan fenomena ini semakin sering ditemukan . Oleh karena itu strategi yang digunakan untuk pencegahan dan pengendalian DBD adalah dengan pendekatan keluarga dan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik perlu diterapkan terutama di daerah Epidemis DBD dan daerah yang telah melaksanakan kegiatan ini salah satunya adalah di Tangerang Selatan dan sudah menjadi daerah percontohan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik.

Dalam acara ini para peserta simposium termasuk  saya dapat mendengarkan penuturan dari Hj Airin Rachmi Diany , SH, MH , Walikota Tangerang Selatan mengenai pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik yang telah dilaksanakan di daerah Tangerang Selatan. Di daerah Tangerang Selatan sudah ada 3 (tiga ) RW  yang telah menerapkan gerakan 1 rumah 1 Jumantik yaitu antara lain : di RW 10 kelurahan  Pondok Benda Kecamatan Pamulang, RW 24 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang.

Gerakan 1 Rumah 1 jumantik Di RW 10 Kelurahan  Pondok Benda Kecamatan Pamulang








Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di RW 24 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang
Menurut Ibu Airin program ini merupakan salah satu pelaksanaan dari program DBD Kota Tangerang Selatan dengan tujuan : menurunkan Angka kesakitan, Menurunkan Angka Kematian dan Mencegah KLB dan sebagai  indikator dari program ini adalah :
  • Angka Kesakitan < 40 /100.000
  • angka Kematian < 0,5 %
  • Angka Bebas Jentik > 95 %
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempunyai target penurunan angka kesakitan dan kematian DBD serta realisasi selama tahun 2009-2015 sebagai berikut :

Target Penurunan Angka Kesakitan Dan Kematian DBD di kota Tangerang Selatan







Angka Kesakitan DBD yang mengalami penurunan sejak 2009-2015

Angka Kematian DBD yang mengalami penurunan sejak 2009-2015














Dan dasar hukum yang digunakan untuk pelaksanaan gerakan 1 Rumah 1 Jemantik yang dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan adalah :
  1. Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah
  2. Permenkes No 560 tahun 1989 tentang Jenis penyakit potensi wabah
  3. Keputusan Menkes 581/1992 Tentang Program Pemberantasan DBD
  4. Restra Kota tangerang Selatan  2016-2021
  5. Instruksi Walikota Tangerang Selatan no 443.4/340/Dinkes Tentang pemberantasan Sarang Nyamuk sama dengan Bebas Jentik
Tahapan dan target daerah Bebas Jentik yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan yaitu antara lain :
  1. Tahun 2016 seluruh  RT Bebas Jentik DBD 
  2. Tahun 2017 Seluruh  RW Bebas Jentik 
  3. Tahun 2018  Seluruh Kelurahan Bebas Jentik
  4. Tahun 2019 Seluruh Kecamatan Bebas Jentik
  5. Tahun 2020 Seluruh Kecamatan bebas Jentik maka Kota Tangerang Selatan Bebas Jentik DBD.
Dengan ketentuan angka Bebas Jentik >  95 %
Kegiatan yang biasa dilaksanakan untuk menunjang gerakan 1 Rumah 1 Jumantik yang dilaksanakan di Tangerang Selatan yaitu antara lain :
  1. Pembangunan Pusat Budidaya Tanaman Anti nyamuk di setiap RW yang dilaksanakan oleh Forum Kota Sehat Tangerang Selatan
  2. Pencanangan 1 Rumah 1 Jumantik Di RW Wilayah Kota Tangerang Selatan 
  3. Sosialisasi program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan Supervisor jumantik dan Koordinator Jumantik
  4. Dengan memberikan penyuluhan kepada Anak Sekolah tentang peran dari Jumantik
  5. Kegitatan Pemantauan Jumantik Tim dari Mahasiswa , hal ini dengan melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Semua ini dapat terlaksana berkat kesadaran masyarakat dan kerjasama berbagai pihak yang terkait dan lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa kader Jumantik di daerah Tangerang Selatan bersifat sukarela, dengan kata lain tidak mendapatkan insentif. Beliau beralasan bahwa ini merupakan kepentingan bersama sehingga diharapkan para kader ini melaksanakan tugas mereka atas dasar kerelaan dan kesadaran pribadi demi untuk kepentingan bersama. Ibu Airin sangat berterimakasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah mempercayakan Tangerang Selatan Sebagai salah satu daerah percontohan yang nantinya akan terus di pantau dalam pencegahan DBD.

Dan dalam Simposium ini juga dijelaskan mengenai Deman Berdarah Dengue oleh Ibu Prof. Dr. dr. Sri  Rejeki  Hadinegoro , Sp.A(K) . beliau memaparkan bahwa Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue  yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan sering kali dijumpai di daerah tropis. 

Gejala Awal DBD pada umumnya yaitu demam tinggi, nyeri kepala, pendarahan pada kulit, mimisan dan nyeri pada otot serta persendian. pada Anak sering disertai mual dan muntah sehingga tidak mau makan . Apabila tidak segera ditindaklanjuti akan membawa kepada kondisi syok dan pendarahan saluran cerna sehingga menyebabkan kematian.

beberapa Gejala Demam berdarah Dengue
Hal lain sebagai penyebab kematian karena pasien datang terlambat , oleh karena itu jika anak demam 3 hari tidak turun, segera bawa kefasilitas kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Hal yang sangat perlu kita ketahui bahwa siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti sebagai berikut ;

Siklus hidup Nyamuk Aedes Aegypti







Proses Penularannya yang cepat sekali
Jarak Penularan virus Dengue













Nyamuk ini senang sekali hidup di antara manusia dan mereka sangat suka dengan aroma tubuh manusia sehingga mereka suka tinggal ditumpukan baju kotor kita , selain itu mereka juga bisa kita temui di dalam rumah kita seperti di dalam vas bunga, di air minum burung, di tempat pembuangan air dispenser, di bak mandi, di sisa kaleng bekas yang ada genangan airnya, di tatakan pot bunga yang ada di dalam maupun di halaman rumah beginilah proses kehidupan nyamuk Aedes Aegypti :

Daur Hidup Nyamuk Aedes Aegypti





 
Derah Endemis DBD


























Masalah Infeksi Dengue merupakan masalah kesehatan di Wilayah daerah Katulistiwa













Adapun beberapa cara yang ddapat dilakukan oleh masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan DBD adalah dengan menjaga lingkungan sekitar rumah agar bersih dari tempat berkembang biaknya nyamuk, dengan cara membersihkan jentik-jentik nyamuk, Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan melakukan kegiatan 3 M Plus,  yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas dan melakukan kegiatan lain yang mendukung pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida di penampungan air, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu dan menanam tanaman pembasmi nyamuk seperti berikut ini ;

Marygold
























Zodia


Tapak Dara

























Selain itu kegiatan selanjutnya dalam simposium ini adalah peresmian portal edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum terhadap dengue melalui website Dengue Buzz Barometer  yang diluncurkan dalamn rangka Asean Dengue Day tahun 2015. Inisiatif ini diprakarsai oleh Asean Dengue Vaccine Advocacy (ADVA) dengan didukung oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Sanofi Group Indonesia

Website Dengue Buzz Barometer yang di resmikan pada acara simposium ini
Dengan adanya website ini kita bisa mencari informasi yang lebih mengenai dengue , Website ini memberikan edukasi kepada kita untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Dengue di beberapa negara Asean yang terpilih termasuk Indonesia. Wah menurut saya portal ini sangat bermanfaat sekali agar kita lebih waspada dan dapat mencegah penyebaran DBD lebih lanjut.

Saya sangat beruntung sekali karena dapat hadir dalam simposium ini karena pengetahuan saya semakin bertambah mengenai #demamberdarahdengue dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya . melalui peringatan #AseanDengueday ini diharapkan masyarakat lebih perduli untuk menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya karena keperdulian kita akan menyelamatkan banyak orang. Tulisan ini merupakan opini pribadi dan didukung oleh Sanofi group Indonesia. 

Terimakasih Sahabat JKN dan Blogger Cihuy atas kesempatan yang diberikan kepada saya dan sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya. Salam ^_^

Thursday, June 16, 2016

Diskusi Bersama Kementerian LHK RI : Membangun Partisipasi Publik Dalam Mengelola Perubahan Iklim Senin, 13 Juni 2016



Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Ibu Dr. Ir  Siti Nurbaya Bakar M. Sc
Suatu hari saya pernah mengalami peristiwa yang cukup ekstrim seperti ini, ketika hendak pulang kerja hujan turun cukup deras di wilayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan, hingga pakaian saya basah kuyup dan terpaksa berdingin-dingin ria di dalam angkutan umum, namun ketika angkutan umum memasuki wilayah Ciledug, hujan turun rintik-rintik, bahkan sesampainya di rumah tidak turun hujan sama-sekali. Peristiwa ini menunjukan bahwa iklim kita sudah mengalami perubahan yang sangat ekstrim, namun sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak menyadari hal ini.

Perubahan Iklim yang cukup ekstrim yang kita alami saat ini adalah musim hujan yang tidak menentu. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan Iklim Tropis yang hanya memiliki dua musim yaitu Musim Hujan dan Musim Panas. Siklusnya untuk Musim Panas sekitar bulan April-September dan Musim Hujan sekitar bulan Oktober-Maret, namun saat ini siklus musim hujan dan panas sudah mengalami perubahan yang cukup ekstrim, seharusnya bulan ini kita memasuki musim panas, namun ternyata di bulan ini saja masih sering turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Perubahan iklim yang ekstrim ini merupakan akibat dari pemanasan global yang terjadi di bumi, hal ini dapat terjadi karena sebagian besar akibat dari aktifitas manusia, seperti, efek rumah kaca, pembakaran hutan untuk dijadikan lahan perkebunan, penebangan hutan secara liar,  asap dari industri pabrik , asap dari kendaraan bermotor, pembangkit tenaga listrik, pembakaran sampah anorganik seperti plastik, ban kendaraan bermotor, sterofoam dan sebagainya.
Kebakaran hutan yang sering terjadi beberapa tahun belakangan ini





Penebangan Hutan secara liar marak terjadi di pulau Sumatra, kalimantan, Jawa




















Selain terjadinya perubahan cuaca yang tidak menentu dampak dari perubahan Iklim yang cukup ekstrim adalah turunnya badai saju di sebagain besar negara bagian Amerika Serikat pada bulan Desember hingga Januari tahun lalu, Banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Indonesia serta fenomena-fenomena alam yang cukup ekstrim yang terjadi di berbagai negara di Dunia.

Kondisi inilah yang mendorongan Kementrian lingkungan Hidup Dan Kehutanan menyelenggarakan  Acara Diskusi  dengan tema "Membangun Partisipasi Publik Dalam Mengelola Perubahan Iklim" sekaligus Buka Puasa Bersama yang di hadiri Ibu Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Dr. Ir . Siti Nurbaya Bakar, M.Sc berserta para pejabat di Kementerian LHK, para Tamu Undangan, serta Netizen dan Media 




Diskusi ini diselenggarakan pada Hari Senin, tanggal 13 Juni 2016 yang lalu, bertepat di  Auditorium Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jakarta . Acara ini di buka oleh Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan dan dilanjutkan dengan diskusi yang di moderatori oleh Bapak Imam B. Prasodjo.Saya merasa beruntung sekali karena dapat menghadiri acara tersebut.

Bpk Imam B Prasodjo
Dalam kesempatan ini Bapak Iman menggulirkan satu Topik Pembahasan Diskusi dengan judul " Hidup Di Iklim Yang Berubah". Beliau memaparkan bahwa Perubahan Iklim sudah  ini sudah sangat memprihatinkan. bahkan majalah Kompas sempat membuat artikel mengenai dampak dari perubahan iklim ini yang terjadi di Indonesia menurut artikel ini karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi maka Indonesia akan menghadapi Kemarau Basah

Salah Satu Artikel Koran Kompas Mengenai Dampak dari Perubahan iklim

Dan Prakiraan Cuaca di sebagian besar Wilayah Indonesia selama tahun 2016 masih akan terus di guyur  hujan dengan intensitas yang bervariasi hingga akhir tahun 2016.

Prakiraan Cuaca di Wilayah Indonesia selama tahun 2016

Dan sejak tahun 1990 para ilmuwan di seluruh dunia telah sepakat bahwa Pemanasan Global adalah ancaman besar pada abad 21 Mengapa ? Apa yang sesungguhnya terjadi?. Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya karena efek rumah kaca, pembakaran hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan, penebangan pohon secara liar, penggunaan AC, asap yang di timbulkan dari industri, emisi pembakaran bahan bakar seperti tenaga listrik, mobil, pesawat , sampah yang di buang sembarangan dan pembakaran sampah anorganik dan lain sebagainya merupakan penyebab terjadinya pemanasan global.

Gas pembakaran bahan bakar Kendaraan Bermotor salah satu penyebab terjadinya pemanasan global

Apabila jumlah Karbon dioksida, uap air dan metana meningkat di atmosfir maka bumi dapat berubah menjadi rumah kaca raksasa yang menyerap panas. Sehingga dampaknya udara di malam hari semakin terasa panas.

Apabila karbondioksida Berlebihan di atmosfier



























Dampaknya dari atmosfer  yang menebal udara semakin panas

Akibat  lain dari pemanasan global adalah melelehnya es di kutub Selatan dan Utara akibatknya permukaan air laut akan meningkat dan dampak terburuknya adalah beberapa pulau di Indonesia dan di beberapa negara di dunia akan tenggelam.  Melihat fenomena ini maka pada tahun 2015 dilaksanakanlah Konfrensi Perubahan Iklim di kota Paris Prancis Pada tanggal 12 Desember 2015.  Sekitar  196 negara peserta menyepakati  naskah akhir dari sebuah pakta global untuk mengurangi emisi sebagai bagian dari metode pengurangan gas rumah kaca . Dalam 12 halaman  persetujuan Paris para negara anggota sepakat untuk mengurangi produksi karbon mereka "secepat mungkin" dan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan Pemanasan Global agar berada jauh di bawah 2 derajat C". Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Perancis, mengatakan bahwa rencana yang "ambisius dan seimbang" ini merupakan suatu "titik balik bersejarah" dengan tujuan mengurangi pemanasan global.                                                                                            (https://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Perubahan_Iklim_Perserikatan_Bangsa-Bangsa_2015)

Nah, untuk di Indonesia sendiri apa yang diharapkan ? Dalam obrolan singkatnya sebelum menjelang buka puasa bersama Ibu Menteri Siti Nurbaya mengharapkan peran serta dari masyarakat khususunya dari para Netizen dan Media untuk sama-sama membangun kesadaran masyarakat luas  melalau media cetak maupun online,  bahwa saat ini kita harus mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan bumi dari bencana yang lebih besar akibat dari perubahan iklim ini, caranya adalah dengan memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat secara kongkrit dan langsung. Selain itu Beliau juga meminta saran dan pendapat dari para peserta diskusi untuk mengatasi permasalahan ini sehingga dari beberapa komunitas memunculkan ide-ide yang cukup efektif yaitu antara lain dengan mematikan kendaraan saat mengisi bahan bakar, memanfaatkan sepeda sebagai transportasi ramah lingkungan, hingga ide untuk mengkantongi sampah sehingga sampah tersebut dapat di buang di tempat sampah.

Saya rasa ide-ide yang digulirkan cukup menarik dan bisa sedikit membantu mengurangi pencemaran udara, namun menurut saya semua pihak harus terlibat untuk menyelamatkan bumi bukan hanya pemerintah namun juga para pelaku industri, praktisi, ilmuwan, para pengelola daur ulang sampah dan masyarakat  harus bahu membahu untuk menciptakan industri yang ramah lingkungan, melakukan pengelolaan sampah dengan baik, dan membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, jika perlu di buat aturan yang tegas bagi mereka yang melanggar peraturan tersebut. Jika semua pihak ikut mengambil bagian maka mudah-mudahan bumi dapat kita selamatkan dari kehancuran.Semoga Acara ini merupakan langkah awal pembuka yang baik untuk menciptakan langkah-langkah selanjutnya yang lebih nyata dan mengena di seluruh lini masyarakat. 

Trimakasih bunda Elisa Koraag dan Blogger Cihuy yang memeberikan kesempatan kepada saya untuk ikut hadir dalam acara Buka Bersama dan diskusi kali ini, semoga pengetahuan yang saya dapatkan bisa di terapkan dalam aktifitas saya di masyarakat.

Sampai berjumpa di acara selanjutnya. salam....




Tuesday, June 7, 2016

SARIHUSADA Kampanyekan Gerakan 7 Hari Minum Susu

Kanan-Kiri : Ibu Michica Wijaya, Dr.dr Inge Permadhi, MS, SpGK(K), Mr. Joris
Bernard, Bpk Arif.Mujahidin


Saya adalah seorang ibu dengan satu orang putra berusia 12 Tahun. Saat ini usia saya hampir menginjak 40 Tahun hemmm usia yang tak lagi muda ya hehehe. Sejak memasuki Sekolah Dasar, saya sudah berhenti minum susu karena saya merasa sudah cukup mendapatikan gizi dan vitamin dari makanan yang saya makan setiap hari. Apa lagi saya terlahir dengan berat badan lebih, sehingga pertumbuhan saya lebih cepat dari anak-anak yang seusia ditambah berat badan saya yang cepat naik sehingga saya merasa tidak perlu minum susu lagi .

Namun setelah saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Susu Nasional oleh SARIHUSADA berupa " Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu" pandangan saya mulai berubah. Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu ini dilaksanakan pada hari Minggu, 05 Juni 2016 bertempat di FX Sudirman, Senayan. Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu dimeriahkan dengan funwalk yang diikuti oleh 700 keluarga, minum susu bersama, senam aerobik bersama, berbagai permainan keluarga, penyeluran donasi gizi keluarga, sekaligus peluncuran SGM Nutriday.

Pemberian donasi gizi keluarga yang langsung di serahkan oleh Mr. Joris Bernard
Saya beruntung sekali karena dapat mendengarkan pejelasan secara langsung dari pihak penyelenggara Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu mengenai kegiatan ini. Acara Konfrensi Pers  di buka oleh Bapak Arif Mujahidin, Beliau adalah Communication Director Danone Indonesia. dalam kesempatan ini dijelaskan bahwa Peluncuran SGM Nutriday dan Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu juga telah digelar di Surabaya pada tanggal 29 Mei 2016 yang lalu dengan melibatkan sekitar 700 keluarga. Waktu peluncuran pada penghujung bulan Mei dan Juni ini diselaraskan dengan peringatan Hari susu Nasional tanggal 1 Juni.

Peluncuran Nutriday merupakan satu bentuk perhatian Sarihusada terhadap permasalahan gizi yang ada di Indonesia saat ini. Mr. Joris Bernard Brand Busniss Sarihusada menjelaskan bahwa " Dengan pengalaman lebih dari enam puluh tahun dalam memahami permasalahan dan kebutuhan gizi di Indonesia kami terus melakukan riset dan pengembangan untuk meningkatkan gizi di Indonesia. Kini kami menghadirkan inovasi solusi gizi untuk keluarga Indonesia dengan meluncurkan SGM Nutriday yang menyediakan zat gizi yang lengkap serta sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga".

Nutriday tersedia dalam dua rasa coklat dan vanila.
 Pada acara ini hadir pula Dr dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), beliau adalah Dokter Spesialis Gizi. Beliau memaparkan bahwa saat ini di Indonesia masih menghadapi masalah ganda , yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi pada semua kelompok usia.  Riskesdes 2013 menjelaskan bahwa 6% balita mengalami kurang gizi, sedangkan 37 % balita  dan 1 dari 3 (31%) anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek (stunting) akibat kekurangan gizi menahun sehingga mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan . Sementara pada usia produktif 45% wanita Indonesia mengalami kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kondisi Kekurangan gizi yang ada di Indonesia

Sebaliknya prevalensi kelebihan gizi juga meningkat menurut Riskesdas 2013 , angka overweight  dan obesitas pada pria di Indonesia adalah sekitar 20%, sementara wanita sebesar 35%, naik sekitar 15% dan 26% (Rikesdas 2010). Obesitas merupakan awal dari banyak penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, kanker atau stroke yang meningkatkan kematian.

Dr dr.. Inge Permadhi , MS, SpGK(K)

Oleh karena itu Dr.dr Inge Permadhi, Ms, SpGK(K) menekankan bahwa  "Diperlukan peran keluarga dalam upaya untuk meningkatkan perbaikan gizi di Indonesia. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap masing-masing anggotanya. Keluarga di Indonesia diharapkan dapat menjadi Keluarga Sadar Gizi yang mampu mengenal , mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya, sehingga tercapai keadaan gizi yang optimal untuk seluruh anggota keluarga".

Keluarga Sadar Gizi atau Kadarzi adalah keluarga dengan prilaku gizi yang baik dicirikan dengan mengkonsumsi makanan beraneka ragam dengan gizi seimbang. Keanekaragaman makanan sangat penting karena tidak ada bahan makanan yang lengkap kandungan zat gizinya . Dengan mengkonsumsi makanan beranekaragam menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan zat gizi seperti karbohidrat, lemak protein, vitamin dan mineral.
Komposisi gizi seimbang
"Sangat penting untuk mempertahankan pola makan yang baik dan berpedoman pada gizi seimbang , Makanan beragam dan seimbang adalah pilihan makanan keluarga yang mengandung zat gizi yang diperlukan seluruh keluarga dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota keluarga," tambah Dr.dr. Inge Permadhi.MS, SpGK(K).

Apabila kebutuhan protein dan gizi kita kurang mencukupi maka susu dapat menjadi pelengkap agar terpenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Karena itu Ibu Michica Wijaya , Marketing Manager SGM Nutriday menjelaskan bahwa "Sebagai susu yang diformulasikan untuk keluarga , SGM Nutriday membantu  melengkapi kebutuhan keluarga dengan 7 kebaikan yaitu : vitamin dan mineral, kalsium, serat pangan, protein, zat besi, dengan kadar gula rendah dan rasa enak yang disukai oleh seluruh keluarga".
Ibu Michica Wijaya menjelaskan tentang 7 Kebaikan SGM Nutriday

Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa peluncuran SGM Nutriday menandai dimulainya Gerakan 7 Hari Minum Susu bagi keluarga Indonesia. Kampanye Gerakan 7 hari minum susu merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari :
  1. Edukasi ke perumahan tentang pentingnya peran orang tua atau keluarga dalam membentuk kebiasaan baik atau pola makan sehat bagi anak;
  2. Edukasi ke sekolah-sekolah bagi anak usia 9-12 tahun tentang pentingnya minum susu bagi kesehatan;
  3. In store activation memeperkenalkan SGM Nutriday sebagai produk baru susu untuk keluarga;
  4. Berbagi 7 Kebaikan atau penyaluran donasi susu untuk mendukung asupan gizi keluarga yang kurang mamapu . Sarihusada bekerjasama dengan Foodbank Of Indonesia ( FOI) menyalurkan SGM Nutriday kepada 700 keluarga di Surabaya dan 700 keluarga di Jakarta, yang berasal dari kelas sosial D, memiliki anak usia 9-12 tahun dan mayoritas anak mengalami malnutrisi. 
Dan diakhir acara ini Bpk Ali Muhajidin selaku Communication Director Danone Indonesia, mengatakan " Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen mendukung perbaikan gizi di Indonesia, kami secara berkesinambungan  memeberikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat dan menyediakan produk terjangkau. Peluncuran SGM Nutriday dan Gerakan 7 Hari Minum susu, berupa edukasi gizi dan donasi gizi keluarga , merupakan salah satu wujud dari komitmen tersebut".  

Demikianlah  rangakaian kegiatan yang saya ikuti acara Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu, kegiatan ini memberikan edukasi kepada saya bahwa tubuh kita membutuhkan nutrisi tambahan jika makanan yang kita konsumsi belum memenuhi gizi yang seimbang, Nah dengan minum susu dapat membantu  menambah kekurangan gizi tersebut sehingga susu itu bukan hanya baik dikonsumsi oleh anak-anak saja tetapi orang dewasa pun butuh minum susu agar kebutuhan kita akan kalsium, protein, zat besi dan vitamin terpenuhi.

Terimakasih Bunda Elisa Koraag dan Blogger Cihuy, yang telah mengajak saya untuk hadir ke acara ini, karena banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Sampai berjumpa ditopik selanjutnya ya.
Salam ^_^