Saturday, April 9, 2016

Road To IsoC 2016 : Building Sociopreneur Ecosystem


Pada hari Rabu, 06 April 2016 yang lalu saya mendapatkan satu kesempatan yang sangat berharga, karena dapat menghadiri satu acara talk and sharing diselenggarakan oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), DKPP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan)  Tangerang Selatan bekerjasaman dengan Surya University dalam rangka  Road To IsoC dengan Tema " Building Sociopreneur Ecosystem".

Acara diskusi ini sangat menarik menurut pendapat saya karena acara ini di hadiri oleh Pemerintah Daerah Tanggerang Selatan yang diwakili oleh Bapak Hari Sungkari selaku  Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Tangerang Selatan dan para Pebisnis Muda yang sangat perduli lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya diwilayah Tangerang Selatan seperti dari Kinara Indonesia dan Kitabisa .com


i

Ide awal penyelenggaraan  acara diskusi adalah karena keperihatinan Pemerintah Daerah Tangerang Selatan terhadap banyaknya permasalahan yang timbul dikalangan masyarakat mulai dari pengangguran hingga permasalahan sampah yang menumpuk . Sehingga perlu dicarikan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kota Tangerang Selatan.

Melalui acara ini Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan dan Surya University ingin membuka hati dan pikiran masyarakat untuk ikut serta mengambil peranan dalam membangun Ekosistem Social Entrepreneur di Kota Tangerang Selatan.

Ekosistem Social Entrepreneur adalah sebuah jenis usaha yang tidak hanya memberikan keuntungan kepada pemiliknya, melainkan juga berdampak pada lingkungan sekitar baik pada masyarakat maupun pada alam di mana usaha tersebut dijalankan.

Di harapkan dengan dibangunnya ekosistem ini permasalahan yang ada di masyarakat mulai dari pengangguran, sampah hingga isu-isu sosial lainnya dapat teratasi . Dan untuk merangsang pertumbuhan Ekosistem Social Entrepreneur ini badan-badan penanaman modal seperti Kinara Indonesia yang hadir pada acara ini diwakili oleh Dondi Hananto, bersedia menginvestasikan dananya pada bidang usaha ini dengan persyaratan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang ini benar-benar layak untuk mendapatkan dana investasi. 

Menurut Dondi Hananto untuk menilai bisnis ini layak mendapatkan dana investasi dapat dilihat dari dua sisi yaitu Pertama bisnis modelnya, pertanyaannya adalah :
  1. Apakah bisnis ini dapat memberikan problem solving kepada permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Bisnis yang paling baik adalah bisnis yang dapat memecahkan permasalahan pada masyarakat dan usahanya. contohnya Google. Google memecahkan masalah dalam masyarakat untuk mendapatkan informasi dan Google sendiri mendapatkan income dari iklan. Iklan yang dipasang di google sangat mudah membuat iklan lebih overtable dan targeted dan harganya pun tidak mahal sehingga dapat memecahkan masalah para pengusaha pemula atau UKM yang bisnisnya ingin di kenal.
  2. Apakah ada potensi untuk meningkatkan income dari bisnis sosial ini, contohnya Google mendapatkan penghasilan dari iklan murah yang dipasang di sana.
Kedua dilihat dari kemampuan Founder untuk mengeksekusi usahanya dan untuk bisnis startup hal ini sangat penting.  Untuk bisnis yang baru sangat tergantung kepada kemampuan Foundernya untuk mengelola usahanya, menyusun strategi dan memiliki kemampuan untuk meningkatnya usahanya.

Selain Kinara Indonesia, turut hadir juga Kitabisa.com yang diwakili oleh Iqbal. Kitabisa.com merupakan salah satu startup yang bergerak dalam Social Entrepreneur yang banyak berkembang saat ini. Kitabisa.com adalah Website untuk berdonasi dan menggalang dana secara online untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari program yayasan/NGO, inisiatif komunitas, gagasan mahasiswa, bantuan bencana alam, hingga patungan untuk pribadi yang membutuhkan. 

Kitabisa melakukan verifikasi untuk setiap pengguna yang menggalang dana, serta mewajibkan setiap penggalangan dana untuk memberikan laporan penggunaan dana kepada donatur.

Untuk setiap donasi yang terkumpul, Kitabisa mengenakan biaya administrasi (5%) kecuali untuk kategori bencana alam dan darurat medis (0%). Sebagai social enterprise Kitabisa menggunakan fee ini sebagai penunjang kebutuhan operasional. Oganisasi yang menggalang dana masyarakat untuk memberikan donasi kepada mereka yang membutuhkan.

Sedangkan BEKRAF (Badan Kreatife Republik Indonesia) berperan sebagai pembuat kebijakan dan pendanaan untuk mendukung  pertumbuhan startup dalam ekosistem social Entreprenaur yang berkembang saat ini. 

Salah satu langkah nyata untuk membangun Ekosistem Social Entrepreneur di Indonesia, tahun lalu pemerintah telah membuat satu lomba yang disebut "Indonesia Sociopreneur Challenge atau disebut juga dengan IsoC. Dengan adanya lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan keinginan masyarakat untuk turut serta mengambil bagian dan memberikan solusi terbaik bagi permasalahan yang ada di Indonesia tidak hanya di Kota Tangerang Selatan saja.
 
Maka pada tahun ini IsoC akan diselenggarakan kembali dengan mengangkat tema "Waste Around Us", untuk mensosialisasikan lomba ini kepada masyarakat khususnya masyarakat Kota Tangerang Selatan maka acara talk dan sharing ini di selenggarakan. IsoC2016 menjadikan Sampah sebagai isu utama dala lomba kali ini. Dengan diadakannya IsoC2016 ini pemerintah ingin membangun kesadaran masyarakat untuk menanggulangi persoalan sampah yang sampai saat ini masih menjadi persoalan besar di indonesia khususnya kota-kota besar. Dengan adanya lomba ini diharapkan munculnya ide-ide baru dan kreatif dalam menanggulangi persoalan sampah dengan menggunakan tehnologi yang tepat guna dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dan pada kesempatan ini hadir pula tiga startup Social Entrepreneur yang pernah mengikuti IsoC 2015 tahun lalu yaitu antara lain Indorelawan.org, Buku Kami dan Corpies. Mereka semua adalah para pengusaha muda yang usahanya bergerak di bidang Social Entrepreneur. Ide-ide yang mereka sampaikan sangat luar biasa . Usaha yang mereka jalankan tidak semata-mata hanya memberikan profit bagi perusahaan, tetapi memberikan dampak positif kepada lingkungan, sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. 


Bagi saya acara ini sangat penting diketahui oleh masyarakat luas karena untuk membangun sebuah Ekosistem Social Entrepreneur diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Pemerintah Daerah, Pelaku Bisnis, Praktisi, Investor hingga masyarakat umum. Dan semoga semakin berkembang starup-starup baru yang tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak hanya menguntungkan bagi para pengusaha saja tetapi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan di mana bisnis itu berada.

Mari kita dukung penyelenggaraan IsoC 2016 dengan menjadi bagian didalamnya dengan  menciptakan Ekosistem Social Entrepreneur yang sehat di Indonesia sehingga persoalan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat dapat di atasi dengan baik.

Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya ya ~^^ 




 

8 comments:

  1. saatnya masyarakat memberi kontribusi pemikiran utk masalah sosial
    salam sehat dan semangat mbak

    ReplyDelete
  2. Trimakasih atas kunjungannya mas Agung Han, memang diskusi ini sangat bermanfaat sekali ya~^^

    ReplyDelete
  3. Istilah sociopreneur ini sepertinya istilah baru yg sedang booming ya. Sejak dulu sebenarnya sudah ada, cuma ga pakai istilah2 spt ini

    ReplyDelete
  4. Istilah sociopreneur ini sepertinya istilah baru yg sedang booming ya. Sejak dulu sebenarnya sudah ada, cuma ga pakai istilah2 spt ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Maya, sebenarnya jika dilingkungan rumah kita ada Bank Sampah yang mengolah sampah menjadi kerajinan tangan atau Kain perca yang diolah menjadi keset sudah menuju Sociopreneur walaupun sekali kecil , trimakasih atas kunjungannya ya 😄

      Delete
  5. Baru denger nama surya university, maklum Visa Tengereng ku ngak pernah di approve jadi tak perna main kesana hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Surya University ada di Gading Serpong mas Cumi, bisa ditanya kok sama mba Google,makasih ya atas kunjungannya 😄

      Delete
  6. Oh..jd sociopreneur ini lebih ke arah masyarakat berkontribusi untuk menanggulangi permasalahan sosial seperti permasalahan sampah kah?

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^