Tuesday, February 23, 2016

Sunday Sharing Ke-25 : Mengasuh Anak Di Era Digital Bagian I


Senang sekali rasanya pada hari Minggu, 21 Februari 2016 yang lalu, saya dapat mengikuti kegiatan Sunday Sharing ke-25 di kantor Blogdetik.com Jl. Buncir Raya Jakarta Selatan. Senangnya karena saya dapat bertemu orang-orang hebat yang berkecimpung di dunia anak dan parenting seperti Dr. Andyda Meliala beliau adalah pemerhati Anak dan Parenting yang didampingi oleh Veronica Kristiyani beliau adalah seorang psikolog dari Recourceful Parenting Indonesia  dan Mba Myra Anastasia yang merupakan Mom Blogger.

Acara ini di bagi 2 sesi dengan materi pertama yang berjudul " Tips Mengasuh Anak Di Era Digital" yang dibawakan oleh Ibu Veronica Kristiyani dan materi keedua berjudul "Perlukah Anak mengenal dunia Digital" yang dibawakan oleh Ibu Myra Anastasia.

Pada materi pertama, ibu Veronica menjelaskan bahwa dampak positif bagi anak dengan mengenal dunia digital adalah ;
  1. Komunikasi lebih cepat dan sering dengan keluarga dan teman-teman
  2. Lebih cepat dan mudah mendapatkan informasi untuk menambah pengetahuan
  3. Melatih koordinasi tangan dengan otak dan juga kognitif anak.    


Namun di lain sisi dunia digital juga mempunyai dampak negatif bagi anak, dampak negatif secara garis besar dapat di bagi 3 yaitu antara lain :

1.  Kurangnya konsentrasi melakukan sesuatu, yang mengakibatkan : 
  • Kurangnya kemampuan dan keseriusan belajar.  Anak-anak yang sudah terbiasa bermain dengan gadget  akan sulit  berkonsentrasi pada pelajarannya sehingga kemampuan dan keseriusan belajarnya pun akan mengalami penurunan.
  • Menimbulkan kecanduan (terutama game dan chatting). Jika anak-anak sering bermain dengan gadgetnya, maka mereka akan kecanduan game dan chatting di media sosial sehingga mereka enggan untuk melakukan aktivitas lainnya.
  • Meningkatkan resiko kecelakaan. Sering kali kita melihat remaja mengendarai kendaraan bermotor    sambil bermain-main dengan gadgetnya atau mendengarkan musik. Kondisi seperti ini dapat memecah konsentrasi seseorang sehingga kesiko kecelakaan pun akan besar.


2.  Kurangnya keinginan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang mengakibatkan :
  • Kurangnya kemampuan berbicara. Anak-anak yang terbiasa bermain dengan gadget sejak balita kemampuan berbicaranya dapat berkurang, mengapa hal ini bisa terjadi ? karena ia terbiasa bermain tanpa berinteraksi dengan orang lain. Seharusnya pada masa balita anak-anak dilatih untuk mengenal kata demi kata hal ini dapat dilakukan jika ia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. tetapi jika ia terbiasa bermain dengan gadgetnya dan kurang berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya maka kemampuan berbicaranya akan kurang.
  • Kurangnya aktivitas fisik. Biasanya anak-anak yang sudah kecanduan gadget dia  terbiasa untuk diam ditempat sambil asik bermain dengan gadgetnya. Akibatnya aktivitas fisiknya pun berkurang. jika hal ini berlangsung dengan lama, maka akan menimbulkan obesitas pada anak.
  • Kurangnya bergaul dengan dunia nyata. anak-anak yang asik dengan gadgetnya akan lebih banyak berdiam diri dan enggan bergaul dengan teman-teman sebayanya. Dia  lebih asik berinteraksi dengan teman-teman dari dunia maya ketimbang dunia nyata sehingga interaksi sosialnya pun akan sedikit sekali. 


3.  Terjebak konten berbahaya di internet
  •  Konten dewasa dan kekerasan. Di internet segala macam informasi sangat mudah kita dapatkan baik itu informasi yang positif maupun negatif. Termasuk juga game-game online dewasa dengan karakter yang berpenampilan seronok dan penuh adegan kekerasan. konten-konten ini sangat mudah kita temukan saat browsing. selain itu pornografi juga mudah di temukan di dunia maya dan anak-anak dapat dengan mudah mengaksesnya.
  • Cyberbulling. Dengan semakin canggihnya smartphone maka banyak aplikasi yang digunakan untuk mengedit foto. seperti mengganti wajah seseorang dengan tubuh orang lain. Nah bahayanya jika wajah anak kita di edit dengan tubuh orang lain dengan pakaian terbuka atau tanpa busana dan digunakan oleh teman-temannya untuk dibully di media sosial maka apa yang akan terjadi pada buah hati kita ?. Oleh karena itu kita harus menjelaskan hal ini kepada anak-anak.
  • Predator Seksual. di dunia maya banyak sekali oknum-oknum yang menggunakan dunia maya untuk melakukan kejahatan baik itu penipuan maupun kejahatan seksual. oleh karena itu kita harus menjelaskan kepada buah hati kita untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya apa lagi jika mereka ingin mengajak berkenalan dan bertemu secara langsung.  

Lebih lanjut Ibu Veronica menjelaskan bahwa otak manusia bersifat fleksibel artinya adalah kita dapat membentuk otak kita dengan berbagai macam bentuk. jadi segala hal yang bersifat positif dan negatif akan mudah di rekam oleh otak manusia. Begitu pula halnya dengan anak-anak.  Otak anak-anak masih sangat fleksibel sehingga apa pun yang kita ajarkan pada anak-anak akan mereka rekam dengan baik. oleh karena itu orang tua  harus mengawasi dan menyeleksi mana informasi yang bisa di terima dan belum bisa diterima oleh anak balitanya. Namun seiring dengan bertambahnya usia anak lingkungan sekitar pun memiliki andil dalam pembentukan otak seorang anak.
Pada otak anak -anak banyak sekali perkembangan kecerdasan yang harus dimilik. Perkembangan kecerdasan tersebut merupakan kecerdasan majemuk yang bersifat menyeluruh. Hal itu dapat kita lihat melalui gambar berikut ini :


Kecerdasan majemuk ini mencakup banyak hal, antara lain kecerdasan visual spesial, matematika, Musik, Bahasa, Fisik, Spiritual, alam, Interpersonal dan Intrapersonal. Mari kita lihat satu persatu.
  1. Kecerdasan Visual spesial yaitu kecerdasan atau kemampuan memvisualisasikan berbagai hal dan memiliki kelebihan dalam hal berfikir melalui gambar.
  2. Kecerdasan Matematika yaitu kemampuan anak-anak untuk berhitung, mengenal waktu, mengingat bilangan dan sebagainya.
  3. Kecerdasan Musik  yaitu kemampuan anak untuk peka terhadap bunyi-bunyian non verbal, seperti tinggi rendah suara dan pola nada
  4. Kecerdasan Bahasa yaitu kemampuan yang dimiliki anak-anak untuk  menggunakan kata-kata dan bahasa dalam berbagai bentuk.
  5. Kecerdasan Fisik yaitu kemampuan koordinasi yang tinggi dalam  gerak tubuh dan senang menentukan segala sesuatu.
  6. Kecerdasan  Spiritual yaitu : kecerdasan atau kemampuan anak dalam memahami konsep tuhan sebagai sang pencipta dan mengenal Ajaran-ajaran Agama, Moral dan budi pekerti.
  7. Kecerdasan Alam yaitu: kemampuan yang dimiliki anak dalam mengamati lingkungan , mereka dapat menyadari perubahan yang terjadi pada lingkungan , senang melakukan percobaan, mengelompokkan benda dan menyayangi binatang.
  8. Kecerdasan Interpersonal yaitu : Kemampuan atau kecerdasan untuk peka terhadap perasaan diri sendiri yang teramat dalam, dan dapat menilai kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  9. Kecerdasan Intrapersonal yaitu kecerdasan atau kemampuan untuk mengerti dan peka terhadap orang lain.
Anak-anak yang sering bermain dengan gedget mereka mungkin bisa mengembangkan kecerdasan Visual spesial, Kecerdasan Matematika, Kecerdasan Bahasa, kecerdasan Musik, namun mereka sangat kurang sekali dalam pengembangan Kecerdasan Fisik karena biasanya anak-anak yang sudah kecanduan gedget malas sekali untuk bergerak sehingga kecerdasan fisiknya kurang terlatih. 

Selain  kecerdasan fisik, kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Alam, Kecerdasan Interpersonal dan Intrapersonal pun kurang terlatih. mengapa demikian ? Karena anak-anak yang sudah kecanduan gedget akan malas untuk bermain bersama teman sebayanya di luar rumah, mereka lebih senang mengurung diri di kamar sehingga kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan alam dan orang lain pun semakin berkurang.  Dengan demikian anak-anak yang sudah kecanduan gedget  bisa menjadi egois, mudah marah dan tidak sabaran. Dan orang tua sering beranggapan bahwa :
  1. Hal ini bukanlah masalah besar sehingga tidak menjadi masalah bila anak-anak sibuk  dengan gedgetnya.
  2. Ada sebagian orang tua yang merasa terganggu jika anak-anaknya merengek minta main gedget sehingga agar mereka berhenti untuk merengek maka diberikanlah gegdet itu. Atau jika anak-anaknnya mengganggu kesibukan orang tuanya, agar mereka diam orang tua membiarkan mereka bermain gedget.
  3. Dan masih banyak orang tua yang malas mengikuti perkembangan teknologi sehingga mereka bisa dibohongi oleh anak-anak mereka.
Oleh karena itu apa yang yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai orang tua menurut Ibu Veronica ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi dampak Era Digital terhadap anak-anak, langkah-langkah itu antara lain :
1.  Penetapan aturan dan jadwal, penetapan jadwal ini meliputi :
  • Menentukan tugas atau kewajiban yang harus dilakukan anak sebelum bermain gadget 
  • Tentukan aturan main kapan gedget itu tidak boleh digunakan.
  • Tentukan jam dalam menggunakan gedget, di Amerika sendiri  batas maksimal anak bermain gedget hanya dua jam perhari. Wahhhh... kalau di Indonesia bagiamana ya penerapnnya ? :))
2.  Tukar pikiran mengenai kegiatan anak
  • Orang tua harus memaksimalkan komunikasi dengan anak dan mengetahui jadwal kegiatan anak sehari-harinya
  • Para orang tua juga harus mengetahui dengan siapa anak-anak berhubungan di media sosial, siapa teman-temannya dan dari mana mereka berasal apakah dari satu sekolah atau dari sekolah lain. Atau orang yang mereka kenal hanya di dunia maya.
  • Orang tua harus terus meningkatkan interaksi dengan anak-anak mereka dan melakukan diskusi kecil mengenai dampak positif dan negatifnya bagi mereka jika bermain di dunia maya. Atau hal apa saja yang bisa mereka bagikan ke orang lain dan apa yang tidak bisa mereka beritahukan kepada orang asing atau orang yang baru dikenalnya.
3.  Memberikan contoh. Anak-anak akan lebih mudah memahami jika mereka diberikan contoh
      dibandingkan hanya dengan ucapan, beberapa cara memberikan contoh adalah sebagai 
      berikut :
  • Tidak bermain gedget saat waktu makan
  • Tidak bermain gedget saat kumpul keluarga
  • Tidak bermain gedget saat anak-anak berbicara dengan kita 
Jika beberapa hal tersebut dilakukan dengan konsisten dan terus menerus Insya Allah kita sebagai orang tua dapat mengawal putra-putri kita memasuki Era Digital. 

Sunday Sharing Ke 25, materi sesi pertama ini banyak diisi dengan diskusi yang dipandu oleh Dr. Andyda Meliala dan Ibu Veronica Kristiyani, materi yang disampaikan sangat menarik hingga banyak pertanyaan yang saya sampaikan kepada kedua narasumber karena menurut saya ini adalah pengetahuan yang harus dimiliki para orang tua karena memang kita berhadapan dengan kondisi seperti ini. 

Setelah materi ini disampaikan masih ada satu materi lagi yang tidak kalah menariknya, namun untuk saat ini saya membatasi pembahasan pada materi pertama. Semoga pengetahuan yang saya dapatkan di acara Sunday Sharing ke 25 dapat bermanfaat untuk kita semua ya. Sampai jumpa dipembahasan berikutnya ^_^ .


6 comments:

  1. Kalo... kumpul keluarga baiknya gadget disingkirkan aja..soalnya kehangatan berbagi dengan keluarga itu susah ngumpulnya... jadi sesekali ngumpul harus berkualitas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mba Nova, kita manfaatkan waktu kumpul bersama keluarga dengan sebaik-baiknya , trimakasih atas kunjungannya ya :))

      Delete
  2. sunday sharing sangat bermanfaat banget ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba Titis, saya merasakan banyak manfaatnya mengikuti kegiatan sunday sharing , trimakasih atas kunjungannya ya :)

      Delete
  3. Ilmu di sunday sharing waktu itu berguna bangat ya Mba Dian :)

    ReplyDelete
  4. ahhh iya soal gadget emang masih pe er banget deh buat aku yang kebetulan kerjanya gak jauh2 dari gadget :( makasih ya sharingnya mbaaa...

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^