Monday, February 29, 2016

Peringatan Rare Disease Day 28 Februari 2016




Pada hari Minggu, 28 Februari 2016 yang lalu saya merasa sangat bersyukur dan beruntung  sekali karena dapat  hadir dalam Acara Peringatan Rare Disease Day.  Acara ini bertemakan "Patient Voice: Join Us In Making The Voice Of Rare Diseases Heard" yang diselenggarakan oleh Komunitas Indonesia Rare Disorders bekerja sama dengan berbagai komunitas seperti Sahabat Pierre Robin Sequance, Indonesia Cornelia de Lange Syndrome Family, Love My Face- Treacher Collins Syndrome, Tambah Asi Tambah Cinta, Premature Indonesia, Super Premature, Perduli Kesehatan Jiwa Ibu Perinatal Indonesia, Indonesia Difable Care Community dan PT. PFIZER. 

Peringatan Rare Disease Day diselenggarakan  di Jl. Teluk Betung Area CFD Bundaran HI. Peringatan Rare Disease Day dibuka oleh salah seorang Founder Komunitas Indonesia Rare Disorders yang bernama Yola Tsagia yang merupakan ibu dari seorang putri bernama Odilia  berusia 7 Tahun penyandang TCS (Treacher Collins Syndrome)


Menurut YolaTsagia Rare Disease Day ini diselenggarakan setiap akhir bulan Februari antara tanggal 28 atau 29 setiap tahunnya untuk meningkatkan awareness bagi orang-orang yang terlahir dengan Rare Disease atau Disorder, yang walaupun kecil jumlahnya namun juga memiliki hak untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat Bapak dr.HR Dedi Kuswenda, M.Kes 


Menurut beliau Rare Disorders belum diketahui penyebabnya namun hal ini terjadi karena adanya kalainan genetikal dan mutasi. Saat ini ada sekitar 6000-8000 kelainan yang tergolong Rare Disease. Dan masih banyak dokter dan masyarakat umum yang belum memahami tentang hal ini oleh karena itu acara ini sangat baik sekali untuk memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa ada kelainan langka yang berkembang saat ini dan bagaimana menyikapinya.

Menurut Dr. Widya Eka Nugraha, MSi.Med dalam buklet Serba-Serbi Rare Disease secara umum 7% dari populasi akan mengalami salah satu dari rare disorders tersebut pada suatu masa dalam hidupnya. Sekitar 75 % rare disorders akan mengenai anak-anak, 30% dari pasien dengan rare disorders tidak mencapai usia 5 tahun. 

Mengapa Rare Disorders bisa terjadi ? Sekitar 80% rare disorders disebabkan karena kelainan genetikal , kelainan genetikal terjadi bisa meliputi kelainan pada kromosom, kerusakan gen tertentu ataupun multi faktorial.

Sekitar 20% sisanya terjadi karena faktor non-genetikal seperti  lingkungan ataupun faktor lain yang berpengaruh pada saat kehamilan.

Tidak semua faktor genetik terjadi karena keturunan. Sebagian besar kelainan genetik yang bersifat autosomal dominan terjadi secara spontan. Namun demikian , untuk kelainan genetik yang bersifat autosomal resesif, proses pewarisan bisa saja terjadi. Dan tidak ada kaitan antara kelainan genetik dengan mitos-mitos yang berkembang dimasyarakat.
 
Beberapa contoh kelainan yang termasuk rare disorders adalah : 
  •  Treachers-Collins Syndrome
  • Cornelia de Lange Syndrome
  • Pierre Robin Sequence/Syndrom
  • Immunogenic Trhrombocytopenia Purpura
  • Joubert Syndrom
  • dan lain-lain.
Menurut Yola Tsagia beberapa ciri yang dimiliki oleh penyandang Treachers Collins Syndrome antara lain adalah :
 
Mas Budi Penyandang TCS Dewasa
Memiliki tulang wajah yang belum berkembang secara sempurna menyebabkan penampilan cekung di tengah wajah, hidung menonjol, rahang yang sangat kecil dan dagu. Beberapa orang yang dilahirkan dalam kondisi ini juga dilahirkan dengan bukaan di langit-langit mulut yang menyebabkan kesulitan menelan dan bernafas terutama pada masa kanak-kanak. 

Orang dengan TCS biasanya memiliki mata yang turun, bulu mata yang jarang dan lubang dibawah mata yang disebut dengan koloboma. Kondisi ini juga dicirikan dengan kuping yang kecil, berbentuk tidak normal bahkan tidak ada. Cacat pada telinga tengah (dimana terdapat tiga tulang yang mentransmisikan suara) menyebabkan hilangnya pendengaran pada sebagian penyandang TCS namun penyandang TCS biasanya memiliki intelegensi yang normal.

Sedangkan  Cornelia de Lange Syndrom adalah syndrome dengan kelainan bentuk wajah yang khas pada bayi yang memiliki ciri-ciri  alis mata yang tebal, melengkung dan bertemu ditengah, bulu mata lentik dengan hidung mencuat ke atas, sudut mulut rendah dengan bibir tipis, bulu badan lebat dengan ukuran kepala kecil dan sebagainya. Bayi-bayi yang mengalami kelainan ini biasanya lahir prematur, mengalami kelainan pada fisiknya, jarinya tidak lengkap dan mengalami gangguan pendengaran, perawakan pendek dan mengalami masalah pada saluran pencernaan dan masih banyak gangguan lainnya. Biasanya penyandang CDLS memiliki tingkat intelegensi yang rendah dan ada sebagian yang memiliki masalah pada prilaku mirip dengan  Autisme.


Berikut ini seorang remaja bernama Oyik berusia 16 tahun Penyandang CDLS
Masih banyak contoh-contoh Rare Disorders lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu yang pastinya anak-anak ini membutuhkan pengobatan serta perawatan yang khusus, namun sayangnya obat-obatan untuk Rare Diseases belum dapat di produksi di Indonesia sehingga harganyapun sangat mahal dan pengobatannya pun hanya bisa dilakukan dirumah sakit besar yang memiliki perlengkapan yang lengkap.
Oleh karena itu harapan dari  Mas Koko Prabu selaku orang tua Oyik penyandang CDLS yang mungkin saja mewakili sebagian besar orang tua penyandang Rare Disorders kepada Pemerintah dan Masyarakat adalah :
  1. Adanya pengakuan bahwa anak-anak Rare Disorders ada di Indonesia
  2. Adanya perlindungan hukum terhadap anak-anak Rare Disorders
  3. Adanya Jaminan Sosial terhadap Anak-anak Rare Disorders baik jaminan asuransi, kesehatan dan pendidikan.
  4. Adanya penelitian bersama yang dilakukan oleh Kemenkes dan Kemensos atau Instansi terkait mengenai anak-anak Rare Disorders anak-anak ini jika sudah dewasa apa yang bisa dilakukan apakah mereka mampu didik, dilatih dan sebagainnya.
 Dengan adanya perayaan Rare Disease Day ini diharapkan semua pihak baik itu Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Kemenkes maupun masyarakat dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak istimewa ini karena mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya . Walaupun mereka tidak dapat hidup seperti anak-anak normal lainnya namun jika mereka mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan setidak-tidak nya mereka bisa belajar mandiri dan tidak terlalu menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

Acara Rare Disease Day juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti donor darah, pojok konsultasi, photo corner, pembagian booklet dan pin gratis serta acara hiburan lainnya. Kita berharap semoga perayaan Rare Disease Day tahun depan dapat lebih meriah lagi dan semakin banyak pihak-pihak yang ikut bergabung menyemarakan kegiatan ini dan semakin  banyak masyarakat yang perduli dan tahu tentang Rare Disorders. Sampai jumpa di acara lainnya ya :)

Kegiatan Donor Darah




Tuesday, February 23, 2016

Sunday Sharing Ke-25 : Mengasuh Anak Di Era Digital Bagian I


Senang sekali rasanya pada hari Minggu, 21 Februari 2016 yang lalu, saya dapat mengikuti kegiatan Sunday Sharing ke-25 di kantor Blogdetik.com Jl. Buncir Raya Jakarta Selatan. Senangnya karena saya dapat bertemu orang-orang hebat yang berkecimpung di dunia anak dan parenting seperti Dr. Andyda Meliala beliau adalah pemerhati Anak dan Parenting yang didampingi oleh Veronica Kristiyani beliau adalah seorang psikolog dari Recourceful Parenting Indonesia  dan Mba Myra Anastasia yang merupakan Mom Blogger.

Acara ini di bagi 2 sesi dengan materi pertama yang berjudul " Tips Mengasuh Anak Di Era Digital" yang dibawakan oleh Ibu Veronica Kristiyani dan materi keedua berjudul "Perlukah Anak mengenal dunia Digital" yang dibawakan oleh Ibu Myra Anastasia.

Pada materi pertama, ibu Veronica menjelaskan bahwa dampak positif bagi anak dengan mengenal dunia digital adalah ;
  1. Komunikasi lebih cepat dan sering dengan keluarga dan teman-teman
  2. Lebih cepat dan mudah mendapatkan informasi untuk menambah pengetahuan
  3. Melatih koordinasi tangan dengan otak dan juga kognitif anak.    


Namun di lain sisi dunia digital juga mempunyai dampak negatif bagi anak, dampak negatif secara garis besar dapat di bagi 3 yaitu antara lain :

1.  Kurangnya konsentrasi melakukan sesuatu, yang mengakibatkan : 
  • Kurangnya kemampuan dan keseriusan belajar.  Anak-anak yang sudah terbiasa bermain dengan gadget  akan sulit  berkonsentrasi pada pelajarannya sehingga kemampuan dan keseriusan belajarnya pun akan mengalami penurunan.
  • Menimbulkan kecanduan (terutama game dan chatting). Jika anak-anak sering bermain dengan gadgetnya, maka mereka akan kecanduan game dan chatting di media sosial sehingga mereka enggan untuk melakukan aktivitas lainnya.
  • Meningkatkan resiko kecelakaan. Sering kali kita melihat remaja mengendarai kendaraan bermotor    sambil bermain-main dengan gadgetnya atau mendengarkan musik. Kondisi seperti ini dapat memecah konsentrasi seseorang sehingga kesiko kecelakaan pun akan besar.


2.  Kurangnya keinginan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang mengakibatkan :
  • Kurangnya kemampuan berbicara. Anak-anak yang terbiasa bermain dengan gadget sejak balita kemampuan berbicaranya dapat berkurang, mengapa hal ini bisa terjadi ? karena ia terbiasa bermain tanpa berinteraksi dengan orang lain. Seharusnya pada masa balita anak-anak dilatih untuk mengenal kata demi kata hal ini dapat dilakukan jika ia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. tetapi jika ia terbiasa bermain dengan gadgetnya dan kurang berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya maka kemampuan berbicaranya akan kurang.
  • Kurangnya aktivitas fisik. Biasanya anak-anak yang sudah kecanduan gadget dia  terbiasa untuk diam ditempat sambil asik bermain dengan gadgetnya. Akibatnya aktivitas fisiknya pun berkurang. jika hal ini berlangsung dengan lama, maka akan menimbulkan obesitas pada anak.
  • Kurangnya bergaul dengan dunia nyata. anak-anak yang asik dengan gadgetnya akan lebih banyak berdiam diri dan enggan bergaul dengan teman-teman sebayanya. Dia  lebih asik berinteraksi dengan teman-teman dari dunia maya ketimbang dunia nyata sehingga interaksi sosialnya pun akan sedikit sekali. 


3.  Terjebak konten berbahaya di internet
  •  Konten dewasa dan kekerasan. Di internet segala macam informasi sangat mudah kita dapatkan baik itu informasi yang positif maupun negatif. Termasuk juga game-game online dewasa dengan karakter yang berpenampilan seronok dan penuh adegan kekerasan. konten-konten ini sangat mudah kita temukan saat browsing. selain itu pornografi juga mudah di temukan di dunia maya dan anak-anak dapat dengan mudah mengaksesnya.
  • Cyberbulling. Dengan semakin canggihnya smartphone maka banyak aplikasi yang digunakan untuk mengedit foto. seperti mengganti wajah seseorang dengan tubuh orang lain. Nah bahayanya jika wajah anak kita di edit dengan tubuh orang lain dengan pakaian terbuka atau tanpa busana dan digunakan oleh teman-temannya untuk dibully di media sosial maka apa yang akan terjadi pada buah hati kita ?. Oleh karena itu kita harus menjelaskan hal ini kepada anak-anak.
  • Predator Seksual. di dunia maya banyak sekali oknum-oknum yang menggunakan dunia maya untuk melakukan kejahatan baik itu penipuan maupun kejahatan seksual. oleh karena itu kita harus menjelaskan kepada buah hati kita untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya apa lagi jika mereka ingin mengajak berkenalan dan bertemu secara langsung.  

Lebih lanjut Ibu Veronica menjelaskan bahwa otak manusia bersifat fleksibel artinya adalah kita dapat membentuk otak kita dengan berbagai macam bentuk. jadi segala hal yang bersifat positif dan negatif akan mudah di rekam oleh otak manusia. Begitu pula halnya dengan anak-anak.  Otak anak-anak masih sangat fleksibel sehingga apa pun yang kita ajarkan pada anak-anak akan mereka rekam dengan baik. oleh karena itu orang tua  harus mengawasi dan menyeleksi mana informasi yang bisa di terima dan belum bisa diterima oleh anak balitanya. Namun seiring dengan bertambahnya usia anak lingkungan sekitar pun memiliki andil dalam pembentukan otak seorang anak.
Pada otak anak -anak banyak sekali perkembangan kecerdasan yang harus dimilik. Perkembangan kecerdasan tersebut merupakan kecerdasan majemuk yang bersifat menyeluruh. Hal itu dapat kita lihat melalui gambar berikut ini :


Kecerdasan majemuk ini mencakup banyak hal, antara lain kecerdasan visual spesial, matematika, Musik, Bahasa, Fisik, Spiritual, alam, Interpersonal dan Intrapersonal. Mari kita lihat satu persatu.
  1. Kecerdasan Visual spesial yaitu kecerdasan atau kemampuan memvisualisasikan berbagai hal dan memiliki kelebihan dalam hal berfikir melalui gambar.
  2. Kecerdasan Matematika yaitu kemampuan anak-anak untuk berhitung, mengenal waktu, mengingat bilangan dan sebagainya.
  3. Kecerdasan Musik  yaitu kemampuan anak untuk peka terhadap bunyi-bunyian non verbal, seperti tinggi rendah suara dan pola nada
  4. Kecerdasan Bahasa yaitu kemampuan yang dimiliki anak-anak untuk  menggunakan kata-kata dan bahasa dalam berbagai bentuk.
  5. Kecerdasan Fisik yaitu kemampuan koordinasi yang tinggi dalam  gerak tubuh dan senang menentukan segala sesuatu.
  6. Kecerdasan  Spiritual yaitu : kecerdasan atau kemampuan anak dalam memahami konsep tuhan sebagai sang pencipta dan mengenal Ajaran-ajaran Agama, Moral dan budi pekerti.
  7. Kecerdasan Alam yaitu: kemampuan yang dimiliki anak dalam mengamati lingkungan , mereka dapat menyadari perubahan yang terjadi pada lingkungan , senang melakukan percobaan, mengelompokkan benda dan menyayangi binatang.
  8. Kecerdasan Interpersonal yaitu : Kemampuan atau kecerdasan untuk peka terhadap perasaan diri sendiri yang teramat dalam, dan dapat menilai kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  9. Kecerdasan Intrapersonal yaitu kecerdasan atau kemampuan untuk mengerti dan peka terhadap orang lain.
Anak-anak yang sering bermain dengan gedget mereka mungkin bisa mengembangkan kecerdasan Visual spesial, Kecerdasan Matematika, Kecerdasan Bahasa, kecerdasan Musik, namun mereka sangat kurang sekali dalam pengembangan Kecerdasan Fisik karena biasanya anak-anak yang sudah kecanduan gedget malas sekali untuk bergerak sehingga kecerdasan fisiknya kurang terlatih. 

Selain  kecerdasan fisik, kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Alam, Kecerdasan Interpersonal dan Intrapersonal pun kurang terlatih. mengapa demikian ? Karena anak-anak yang sudah kecanduan gedget akan malas untuk bermain bersama teman sebayanya di luar rumah, mereka lebih senang mengurung diri di kamar sehingga kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan alam dan orang lain pun semakin berkurang.  Dengan demikian anak-anak yang sudah kecanduan gedget  bisa menjadi egois, mudah marah dan tidak sabaran. Dan orang tua sering beranggapan bahwa :
  1. Hal ini bukanlah masalah besar sehingga tidak menjadi masalah bila anak-anak sibuk  dengan gedgetnya.
  2. Ada sebagian orang tua yang merasa terganggu jika anak-anaknya merengek minta main gedget sehingga agar mereka berhenti untuk merengek maka diberikanlah gegdet itu. Atau jika anak-anaknnya mengganggu kesibukan orang tuanya, agar mereka diam orang tua membiarkan mereka bermain gedget.
  3. Dan masih banyak orang tua yang malas mengikuti perkembangan teknologi sehingga mereka bisa dibohongi oleh anak-anak mereka.
Oleh karena itu apa yang yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai orang tua menurut Ibu Veronica ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi dampak Era Digital terhadap anak-anak, langkah-langkah itu antara lain :
1.  Penetapan aturan dan jadwal, penetapan jadwal ini meliputi :
  • Menentukan tugas atau kewajiban yang harus dilakukan anak sebelum bermain gadget 
  • Tentukan aturan main kapan gedget itu tidak boleh digunakan.
  • Tentukan jam dalam menggunakan gedget, di Amerika sendiri  batas maksimal anak bermain gedget hanya dua jam perhari. Wahhhh... kalau di Indonesia bagiamana ya penerapnnya ? :))
2.  Tukar pikiran mengenai kegiatan anak
  • Orang tua harus memaksimalkan komunikasi dengan anak dan mengetahui jadwal kegiatan anak sehari-harinya
  • Para orang tua juga harus mengetahui dengan siapa anak-anak berhubungan di media sosial, siapa teman-temannya dan dari mana mereka berasal apakah dari satu sekolah atau dari sekolah lain. Atau orang yang mereka kenal hanya di dunia maya.
  • Orang tua harus terus meningkatkan interaksi dengan anak-anak mereka dan melakukan diskusi kecil mengenai dampak positif dan negatifnya bagi mereka jika bermain di dunia maya. Atau hal apa saja yang bisa mereka bagikan ke orang lain dan apa yang tidak bisa mereka beritahukan kepada orang asing atau orang yang baru dikenalnya.
3.  Memberikan contoh. Anak-anak akan lebih mudah memahami jika mereka diberikan contoh
      dibandingkan hanya dengan ucapan, beberapa cara memberikan contoh adalah sebagai 
      berikut :
  • Tidak bermain gedget saat waktu makan
  • Tidak bermain gedget saat kumpul keluarga
  • Tidak bermain gedget saat anak-anak berbicara dengan kita 
Jika beberapa hal tersebut dilakukan dengan konsisten dan terus menerus Insya Allah kita sebagai orang tua dapat mengawal putra-putri kita memasuki Era Digital. 

Sunday Sharing Ke 25, materi sesi pertama ini banyak diisi dengan diskusi yang dipandu oleh Dr. Andyda Meliala dan Ibu Veronica Kristiyani, materi yang disampaikan sangat menarik hingga banyak pertanyaan yang saya sampaikan kepada kedua narasumber karena menurut saya ini adalah pengetahuan yang harus dimiliki para orang tua karena memang kita berhadapan dengan kondisi seperti ini. 

Setelah materi ini disampaikan masih ada satu materi lagi yang tidak kalah menariknya, namun untuk saat ini saya membatasi pembahasan pada materi pertama. Semoga pengetahuan yang saya dapatkan di acara Sunday Sharing ke 25 dapat bermanfaat untuk kita semua ya. Sampai jumpa dipembahasan berikutnya ^_^ .


Thursday, February 11, 2016

Grand ITC Permata Hijau Tampil Beda



Sudah lama juga, saya tidak berkunjung ke Grand ITC Permata Hijau, mungkin sekitar bulan November 2015 yang lalu  . Ternyata ada yang  berubah di Grand ITC Permata Hijau, Saat saya masuk ke lobby utama Grand ITC Permata hijau, mata saya langsung tertuju pada pohon sakura buatan  yang dihiasi dengan ornamen-ornamen Imlek seperti lampion, ada juga angpaunya yang berwarna merah menyalah, " wahhhhhh cantiknya...!! ". Saya memang suka dengan kebudayaan tradisional dari negara lain seperti Korea, Jepang, Cina dan masih banyak lagi. 

Saat saya melihat spanduk disebelahnya saya tersenyum senang karena Grand ITC Permata Hijau sedang menyelenggarakan event yang bertajuk "Fortune Market"  yang sudah berlangsung  sejak 16 Januari sampai dengan 14 Februari 2016, " Ternyata saya ketinggalan berita ya  ?! " he...he...he...

Event ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek dan menggunakan Tema "Fortune Market " yang berarti pasar keberuntungan.  Mungkin dengan tema ini Pengelola Grand ITC Permata Hijau berharap semoga di Awal Tahun Baru Imlek ini dapat membawa keberuntungan untuk kita semua, " wahhh...... .., sebuah harapan yang baik ya. ?!".

Wajar sekali,  jika ornamen-ornamen yang ditampilkan dan menghiasi Grand ITC Permata Hijau bernuansa Imlek. saya pun tertegum dengan keindahan lampion-lampion tersebut.


















Fortune Market sendiri diselenggarakan dilantai 1 Grand  ITC Permata Hijau, Fortune Market ini di buka dari jam 10.00 WIB sampai selesai.  Event ini dimeriahkan oleh stant-stant yang menjual  berbagai macam produk, mulai dari pernak pernik Imlek hingga makanan khas yang disuguhkan saat perayaan imlek.


















Berikut ini beberapa kue-kue khas yang biasa disajikaan saat perayaan Tahun Baru Imlek, antara lain kue keranjang, pia kacang hijau, manisan dan beberapa makanan ringan lainnya.




















selain itu ada juga stant-stant yang menawarkan kuliner khas Indonesia serta jajanan pasar tradisional seperti cendol, tahu gejrot yang berasal dari Cirebon , kerak telor jajanan khas Jakarta.

 































Selain menyediakan stant-stant makanan, pada event kali ini,  Grand ITC Permata Hijau juga menyelenggarakan berbagai lomba untuk memeriahkan event  Fortune Market ini, seperti Lomba Cici-Koko yang telah diselenggarakan tanggal 7- 8 Februari 2016.


Dan ada  hiburannyanya loh seperti atraksi Barongsai Meja yang diselenggarakan sejak tanggal 6, 7, dan 8 Februari lalu.




 











 












Grand ITC Permata Hijau dibangun pada tahun 2004 yang dikembangkan oleh PT Duta Pertiwi yang kini berganti nama menjadi Sinar Mas Land. dan dikelola secara professional oleh PT. Matra Olah Cipta. dengan konsep Mix-used-complex terdiri dari High Rise Residence (2 tower) shop-home-office (Kantor dan Toko) dan International Trade Center (ITC).

Lokasi Grand ITC Permata Hijau  yang cukup strategis dengan tempat pemberhentian Transjakarta tepat didepannya mempermudah para pelanggan untuk dapat mengunjungi Grand ITC Permata Hijau

Grand ITC Permata Hijau kini terus berbenah diri berupaya untuk memeberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya dan menjadikan Grand ITC Permata Hijau bukan hanya sekedar sebagai tempat berbelanja namun dapat menjadi sarana "Hang Out"  bagi keluarga, para karyawan serta kaum muda.

Dan rencananya Pengelola Grand ITC Permata Hijau  akan menyelenggarakan event-event yang berbeda setiap bulannya dengan tema yang  tidak kalah menarik dan serunya dari tema bulan Februari ini, rasanya saya tidak sabar ingin melihat tema apa yang akan di gelar bulan depan ya ?

Bagi saya, Grand ITC Permata Hijau  tidak hanya sebagai tempat untuk berbelanja tapi dapat dijadikan sebagai tempat untuk melepas lelah setelah sibuk seharian di kantor. Grand ITC permata Hijau memang  berani tampil beda. ^_^