Friday, August 14, 2015

Tak Ada Yang Abadi

Foto Koleksi Pribadi Diananthie.blogspot.com



Banyak hal yang saya temui selama 39 tahun ini, pelajaran yang berharga yang hanya saya dapatkan lewat Akademi Kehidupan. Pendidikan yang saya dapatkan lewat perjalanan hidup ini telah membuat mata dan hati saya terbuka.

Begitu banyak orang yang berusaha untuk mengejar kebahagiaan dunia, kebahagiaan yang nampak begitu indah di depan mata, namun semuanya hanya lah fatamorgana, semu dan tak ada yang abadi.

Harta, kedudukan dan keluarga adalah tujuan yang ingin diraih oleh setiap manusia dan itu adalah hal yang wajar. Tapi berapa lamakah kita dapat menjaga dan mempertahankannya ?, ini sebuah pertanyaan yang terus berkecamuk di dalam pikiran saya.

Semua yang manusia miliki di dunia ini tak ada yang abadi. Semua akan pergi dan meninggalkan kita pada saatnya nanti. Mungkin teman-teman bertanya,"Dari mana kamu punya pemikiran seperti itu ?". Saya dapat berkata seperti ini berdasarkan pengalaman hidup yang telah saya lalui.

 Selama hidup saya, saya telah mengalami banyak kehilangan, terutama kehilangan orang-orang yang saya sayang. Pertama saya kehilangan Ayah saya pada tahun 1999, sebelum beliau meninggal beliau ingin saya melanjutkan sekolah saya sampai saya mendapatkan gelar S-1 Ekonomi. Cita-cita yang tinggi dari seorang ayah yang ingin melihat anaknya di wisuda dengan mendapatkan gelar sarjananya. Tapi ketika saya hendak melanjutkan kuliah dari program D-3 Ke S-1 beliau wafat dan saya hampir tak jadi melanjutkan kuliah.

Tapi, Allah punya rencana lain, berkat uang Taspen dari almarhum Ayah saya, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan kuliah saya sesuai dengan amanah beliau. Dan akhirnya saya berhasil mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi sesuai dengan keinginan almarhum ayah. 

Setelah kehilangan ayah, saya juga mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga, saya tak akan mengatakan siapa yang paling bersalah dalam hal ini. Tapi bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat menyakitkan namun dari pengalaman ini saya mendapatkan pelajaran hidup yang luar biasa. 

Dan masih banyak lagi pengalaman hidup yang penuh dengan kesedihan, kekecewaan, kemarahan. Dari semua itu saya belajar banyak, yaitu saya belajar untuk mengenal karakter dan watak orang lain. Saya belajar untuk menilai orang lain, saya belajar bahwa di dunia ini jangan terlalu mudah untuk menaruh kepercayaan kepada orang lain. Apalagi orang yang tidak kita benar-benar kenal baik itu mengenal sifat, watak dan karakternya. Karena saat ini banyak sekali orang yang mencoba mencari keuntungan dari ketulusan orang lain dan menurut saya tindakan itu tidak benar.

Namun jangan jadikan hal itu sebagai batu sandungan untuk terus melangkah maju dan percayalah suatu saat ketulusan itu akan berbuah manis, walaupun kita di khianati oleh orang yang paling kita percaya dan sayangi, yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya. Jangan terpuruk dan kecewa karenanya,berdoalah semoga suatu saat nanti Allah akan mengganti semuanya dengan sesuatu yang lebih indah dan luar biasa.






No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^