Saturday, August 15, 2015

Makna Kemerdekaan

foto koleksi pribadi diananthie.blogspot.com

Besok, Hari Senin, tanggal 17 Agustus 2015 , Rakyat Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke 70 Tahun. Usia 70 tahun merupakan usia yang sangat matang, pada usia ini jika kita analogikan sebagai orang dewasa telah banyak merasakan pahit dan manisnya kehidupan dan sangat kaya akan pengalaman.

Namun bagaimana dengan kita ?. Sudahkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya ?. Sudahkah pikiran kita merdeka ? atau kita masih terbelenggu oleh paradikma lama dan hal-hal yang melemahkan semangat kita untuk maju dan berkembang. Jika kita masih terbelenggu dengan itu, maka kita belum merdeka.

Merdeka bukan berarti bebas melakukan hal-hal yang diinginkan, tanpa disertai rasa tanggungjawab. Merdeka menurut pendapat saya adalah kita mampu memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita tanpa ragu-ragu lagi. Seringkali sulit bagi kita untuk berkembang karena kita merasa bahwa diri kita banyak kekurangannya. Kurang terampil, kurang pengetahuan, kurang pengalaman dan sebagainya.

Namun jika kita terbelenggu dengan segala kekurangan yang ada di dalam diri kita, kapankah kita akan maju dan berkembang ?. Ada pepatah yang mengatakan "Tak ada gading yang tak retak", tak ada manusia yang sempurna. Semua memerlukan proses untuk mencapai sebuah tujuan.

Bagaimana kita bisa terampil,  jika kita tidak melakukan apa-apa !. Bagaimana kita bisa banyak memiliki pengetahuan, jika kita malas untuk belajar dan membaca. Dan bagaimana kita bisa memiliki banyak pengalaman jika kita tidak mencoba melakukannya.

Semua bisa dilakukan jika kita mau berusaha dan bergerak. Seseorang yang diam dan tidak melakukan apa-apa lebih buruk dari orang yang melakukan sesuatu dan mengalami kegagalan. Kegagalan itu bukanlah akhir dari perjalanan, tapi itu merupakan bagian dari proses pembelajaran . Dengan mengalami kegagalan ia akan belajar untuk memperbaiki kesalahannya dan berusaha untuk lebih baik lagi.

Orang yang merdeka adalah orang yang mampu mengekspresikan dirinya dan tampil sebagaimana dirinya sendiri. Dia tidak akan meniru orang lain. Tapi dia akan tampil dengan segala kemampuan dirinya dengan tersenyum bahagia karena saya mampu menjadi diri sendiri.


Semoga kita bisa memanfaatkan momen Kemerdekaan Indonesia ini, untuk menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter. Selamat berjuang.......
Merdeka....!!!!

Friday, August 14, 2015

Tak Ada Yang Abadi

Foto Koleksi Pribadi Diananthie.blogspot.com



Banyak hal yang saya temui selama 39 tahun ini, pelajaran yang berharga yang hanya saya dapatkan lewat Akademi Kehidupan. Pendidikan yang saya dapatkan lewat perjalanan hidup ini telah membuat mata dan hati saya terbuka.

Begitu banyak orang yang berusaha untuk mengejar kebahagiaan dunia, kebahagiaan yang nampak begitu indah di depan mata, namun semuanya hanya lah fatamorgana, semu dan tak ada yang abadi.

Harta, kedudukan dan keluarga adalah tujuan yang ingin diraih oleh setiap manusia dan itu adalah hal yang wajar. Tapi berapa lamakah kita dapat menjaga dan mempertahankannya ?, ini sebuah pertanyaan yang terus berkecamuk di dalam pikiran saya.

Semua yang manusia miliki di dunia ini tak ada yang abadi. Semua akan pergi dan meninggalkan kita pada saatnya nanti. Mungkin teman-teman bertanya,"Dari mana kamu punya pemikiran seperti itu ?". Saya dapat berkata seperti ini berdasarkan pengalaman hidup yang telah saya lalui.

 Selama hidup saya, saya telah mengalami banyak kehilangan, terutama kehilangan orang-orang yang saya sayang. Pertama saya kehilangan Ayah saya pada tahun 1999, sebelum beliau meninggal beliau ingin saya melanjutkan sekolah saya sampai saya mendapatkan gelar S-1 Ekonomi. Cita-cita yang tinggi dari seorang ayah yang ingin melihat anaknya di wisuda dengan mendapatkan gelar sarjananya. Tapi ketika saya hendak melanjutkan kuliah dari program D-3 Ke S-1 beliau wafat dan saya hampir tak jadi melanjutkan kuliah.

Tapi, Allah punya rencana lain, berkat uang Taspen dari almarhum Ayah saya, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan kuliah saya sesuai dengan amanah beliau. Dan akhirnya saya berhasil mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi sesuai dengan keinginan almarhum ayah. 

Setelah kehilangan ayah, saya juga mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga, saya tak akan mengatakan siapa yang paling bersalah dalam hal ini. Tapi bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat menyakitkan namun dari pengalaman ini saya mendapatkan pelajaran hidup yang luar biasa. 

Dan masih banyak lagi pengalaman hidup yang penuh dengan kesedihan, kekecewaan, kemarahan. Dari semua itu saya belajar banyak, yaitu saya belajar untuk mengenal karakter dan watak orang lain. Saya belajar untuk menilai orang lain, saya belajar bahwa di dunia ini jangan terlalu mudah untuk menaruh kepercayaan kepada orang lain. Apalagi orang yang tidak kita benar-benar kenal baik itu mengenal sifat, watak dan karakternya. Karena saat ini banyak sekali orang yang mencoba mencari keuntungan dari ketulusan orang lain dan menurut saya tindakan itu tidak benar.

Namun jangan jadikan hal itu sebagai batu sandungan untuk terus melangkah maju dan percayalah suatu saat ketulusan itu akan berbuah manis, walaupun kita di khianati oleh orang yang paling kita percaya dan sayangi, yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya. Jangan terpuruk dan kecewa karenanya,berdoalah semoga suatu saat nanti Allah akan mengganti semuanya dengan sesuatu yang lebih indah dan luar biasa.






Thursday, August 13, 2015

Belajar Dari Sebuah Permasalahan


Foto koleksi pribadi Diananthie.blogspot.com

"Alangkah indahnya hidup ini, jika kita tak memiliki masalah!". Namun pada kenyataannya selama manusia masih bernafas dan menjalani kehidupan di dunia maka manusia akan selalu berhadapan dengan yang namanya "Masalah".

"Sebenarnya apa sih, makna yang terkandung dari pengertian 'masalah' itu sendiri ?" Tanyaku di dalam hati. Pengertian Masalah menurut Wikipedia, Bahasa Indonesia "Masalah, merupakan 'kata' yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan". Masalah biasanya dianggap sebagai suatu keadaan yang harus diselesaikan.

Umumnya masalah disadari "ada" saat seorang individu menyadari keadaan yang ia hadapi tidak sesuai dengan keadaan yang diinginkan. Dalam beberapa literatur riset, masalah seringkali didefinisikan sebagai sesuatu yang membutuhkan alternatif jawaban, artinya jawaban masalah atau pemecahan masalah bisa lebih dari satu. Selanjutnya dengan kriteria tertentu akan dipilih salah satu jawaban yang paling kecil risikonya. Biasanya, alternatif jawaban tersebut bisa diidentifikasi jika seseorang telah memiliki sejumlah data dan informasi yang berkaitan dengan masalah bersangkutan.

Dengan adanya penjelasan yang cukup lengkap tentang pengertian "Masalah" dapat saya ambil kesimpulan bahwa masalah timbul karena adanya konflik  baik itu dari dalam diri seseorang maupun di luar dari dirinya konflik itu timbul karena adanya ketidak sesuaian apa yang ia harapkan dengan kenyataan yang ada. Sering kali seseorang berharap terlalu besar terhadap dirinya dan orang lain, namun ketika pada saat kenyataan yang ada tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan maka lahirlah sebuah konflik.

Berapa besar konflik itu tergantung dari masing-masing individu dalam menanggapinya. Karena setiap individu memiliki pola pikir dan emosional yang berbeda-beda maka cara pandang terhadap sebuah konflik pun akan berbeda. Misalkan saja jika saya menggulirkan satu buah permasalahan kepada lima orang teman saya, maka saya yakin bahwa kelima orang tersebut akan memberikan jawaban yang berbeda-beda.

Perbedaan pola pandang dari setiap individu ini terjadi karena tingkat pengetahuan dan pengalaman hidup setiap orang berbeda-beda.  Ada orang yang menanggapi konflik tersebut sebagai persoalan kecil dan dapat diselesaikan dengan mudah, karena sebelumnya ia pernah mengalami kondisi yang sama atau bahkan lebih buruk dari pada itu. Sedangkan ada sebagian orang juga yang menanggapi persoalan itu sebagai sebuah persoalan yang besar dan menguras tenaga serta pikirannya, karena ia belum pernah mengalami persoalan seperti itu.

Dari kondisi ini dapat kita ambil pelajaran bahwa masalah atau persoalan merupakan Sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu di mana dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti karena setiap diri akan berusaha mencari jawaban dari persoalan yang ia hadapi dan dari persoalan yang ia hadapi itu,  ia akan mendapatkan pengalaman baru yang mungkin saja akan merubah cara pandang seseorang terhadap sebuah kondisi yang ada.