Thursday, November 6, 2014

Menjadi " Single Mom " Yang Bahagia .....!!

 
Google Image


Perceraian bukanlah akhir dari kehidupan berkeluarga, namun perceraian  merupakan awal dari kehidupan berkeluarga baru . Kehidupan berkeluarga yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Sebelum perceraian terjadi kita terbiasa hidup di dalam keluarga yang utuh di mana ada ayah, ibu dan anak-anak. Namun setelah perceraian terjadi banyak sekali perubahan di dalam keluarga kecil kita. Biasanya hak asuh anak-anak  jatuh kepada sang ibu dengan pertimbangan anak-anak yang di bawah umur masih sangat membutuhkan perawatan dan kasih sayang dari sang ibu dan sang ayah berkewajiban memberikan dukungan dari segi finansialnya.

Namun pada kenyataannya dalam beberapa kasus perceraian yang terjadi di Indonesia setelah perceraian terjadi banyak mantan suami yang tidak memberikan dukungan finansial secara semestinya sehingga para wanita yang telah bercerai harus melakukan kerja keras dan berperan ganda baik sebagai seorang ibu maupun sebagai kepala rumahtangga.


Melakukan peran ganda seperti ini bukanlah hal yang mudah, diperlukan kesabaran dan kerja keras untuk melakukannya. Bagaimana seorang ibu harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang utuh kepada putera-putrinya sementara dia juga harus mencari nafkah di luar rumah. Selain itu seorang ibu juga harus bertindak sebagai seorang ayah dalam menentukan aturan-aturan di dalam keluarga, seorang  ibu juga harus bisa melakukan hal-hal yang mungkin biasanya dilakukan oleh seorang ayah, walaupun tak sepenuhnya peran ayah dapat tergantikan namun setidaknya para single Mom harus lebih mandiri dan lebih kreatif dari sebelumnya. 

Perceraian ini sendiri merupakan persoalan yang kompleks dan menguras perhatian dan pemikiran kita, sehingga kita harus dapat mengatasi gejolak batin kita namun di satu sisi kita harus dapat tampil sebagai orang tua yang ceria, bahagia dan penuh kasih sayang kepada putera-putri kita.Hal ini harus kita lakukan demi perkembangan kejiwaan putera-putri kita sendiri, kita tidak ingin mereka merasakan apa yang kita rasakan, setidak-tidaknya sebagai orang tua kita berharap anak-anak akan tetap merasa memiliki ayah dan ibu mereka walaupun tidak di dalam satu rumah lagi.

Namun para Singe Mom tidak harus memaksakan dirinya menjadi seseorang yang tegar dan kuat, kita juga masih sangat membutuhkan dukungan baik dari keluarga, kaum kerabat dan teman-teman. Karena kita hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan.. Jika kita memaksakan diri untuk melakukan semuanya sendirian, akibatnya kita akan menjadi kelelahan dan bisa menimbulkan stress. Hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental kita dan jangan sampai anak-anak menjadi korbannya. 

Seorang Single Mom  juga membutuhkan waktu luang untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya dan melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari. Ambilah satu waktu di mana kita bisa memanjakan diri kita dengan aktifitas yang bisa menyegarkan pikiran kita seperti bertemu dengan teman-teman atau pergi bertamasya atau aktifitas lain yang sesuai dengan hobi kita. dengan demikian setelah kita memanjakan diri kita, tubuh dan pikiran kita akan kembali segar sehingga kita siap menghadapi rutinitas dan persoalan-persoalan sehari-hari yang sangat menyita perhatian ini. Dan kita akan kembali menjadi orang tua yang ceria, bahagia dan aktif bagi putra-putri tercinta.


2 comments:

  1. gak mudah banget ya menjadi single mom... saya aja merasa amat ketergantungan sama suami. salut buat yg kuat menghadapi kondisi seperti ini. salam kenal ya bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Bu atas kunjungannya dan salam kenal kembali ^_^^_^

      Delete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^