Wednesday, October 8, 2014

Cobalah Menjalin Silaturahmi Dengan 'Sang Mantan'



Sumber Gambar Dari Google

Perceraian pada akhirnya akan menimbulkan luka, bukan hanya di hati pasangan yang telah bercerai, tapi luka yang teramat dalam sering kali dirasakan oleh anak-anak pasangan yang telah bercerai. Sering kali sikap dan perlakuan yang mereka terima dari lingkungan sekitar membuat luka itu semakin dalam.

Anak-anak korban perceraian, sering kali tidak mengetahui apa penyebab kedua orang tuanya berpisah. Apalagi perpisahan itu terjadi di kala mereka masih kecil. Dan seringkali mereka mendengarnya bukan dari kedua orang tuanya langsung, tetapi dari lingkungan sekitarnya yang belum tentu tahu persoalan yang sebenarnya. Sehingga pemberitaan yang mereka dengar tidak lengkap bahkan berlebihan.

Dan tak jarang pula masyarakat dilingkungan sekitarnya menyudutkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan dan perkataan yang tidak layak mereka dengar. Bahkan mereka sering menjadi objek ejekan teman-teman sebayanya, ya... tentu saja anak-anak ini mendengarkan perkataan dari orang-orang dewasa yang senang mempergunjingkannya..

Perlakuan buruk sepeti ini sangat berdampak besar pada perkembangan kejiwaan seorang anak. mereka menjadi pemurung, rendah diri, pemarah dan sulit untuk bersosialisasi. Jika hal ini terjadi siapa yang patut dipersalahkan ? sering kali kedua pasangan yang telah bercerai saling menyalahkan antara yang satu dengan yang lainnya, tapi ini tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada, malah menambah buruk keadaan. 

Yang harus dilakukan oleh kedua pasangan ini adalah duduk bersama-sama dalam kondisi yang tenang, tidak dalam keadaan emosi atau marah-marah, jika diperlukan adanya pihak mediator untuk menjadi penengah di dalam pembicaraan ini, bisa itu psikologi, kerabat atau sahabat yang dapat dipercaya dan bersifat netral. Bicarakan dengan pikiran yang jernih bagaimana solusi yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi bukan hanya untuk mereka berdua, namun yang terlebih penting lagi adalah bagaimana memepersiapkan mental anak-anak dalam menghadapi situasi yang baru ini.

Kedua pasangan ini harus saling bekerjasama, menciptakan suasana senyaman mungkin bagi putera dan putri mereka dalam memberikan pemahaman tentang perceraian ini. ajaklah mereka pergi bertamasya, atau jalan-jalan ke mall, ciptakan suasana sealamiah mungkin walaupun mungkin tak mudah bagi kedua pasangan yang akan bercerai atau telah bercerai. Bicarakan dengan anak-anak sesuai dengan usia mereka mengapa kedua orang tua mereka harus berpisah, dan katakan kepada mereka walaupun ayah dan ibu tidak tinggal bersama lagi, kasih sayang, cinta serta perhatian ayah dan ibu tidak akan berubah kepada mereka.

Setelah perpisahan itu terjadi selayaknya pasangan yang telah bercerai berusaha untuk tetap menjalin silaturahmi dengan baik dan keluarga besarnya harus ikut mendukung hal ini. Hal ini dilakukan demi kepentingan anak-anak mereka semata. Perpisahan yang tiba-tiba dan perselisihan diantara kedua keluarga besar seringkali membuat anak-anak dalam posisi yang sulit dan membuat mereka menjadi bingung, meraka tidak dapat menerima perubahan ini dengan cepat. Hal inilah yang harus disadari oleh kedua pasangan yang telah bercerai, hilangkanlah keegoisan pribadi dan kebencian diantara mereka. Demi perkembangan kejiwaan anak-anak tercinta mengapa tak kita redam segala amarah dan cobalah tetap menjalin tali silaturahmi dan kekeluargaan walaupun tidak lagi di dalam ikatan pernikahan.




1 comment:

  1. Saran bijak meski mungkin akan susah dilakukan. Sukses terus dengan semua pencerahannya.

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^