Wednesday, December 18, 2013

Kesehatan Itu Mahal Harganya

     Ketika usia saya masih remaja dulu tanpa saya sadari saya sering kali mengabaikan pentingnya kesahatan. Awalnya dulu saya takut gemuk karena keluarga besar saya memang mempunyai kecendrungan berpostur tubuh tinggi dan besar  sehingga pada saat itu saya berusaha diet mengurang makan agar badan saya tidak gemuk. Namun karena program diet yang saya lakukan tanpa mendapatkan arahan dan bimbingan dari ahlinya sehingga saya salah menerapkan program dietnya.

      Awalnya saya mencoba mengurangi makan namun karena ketidak tahuan saya bagaimana pola makan yang baik untuk diet megakibatkan pola makannya saya menjadi  tidak teratur,  selain itu kebiasaan saya mengkonsumsi mie instant masih terus berlanjut ditambah lagi saya menyukai makanan yang pedas dan asam. Rasaya jika saya makan tanpa sambal atau saos sambal rasanya kurang nikmat. Apalagi saya sering sekali mengkonsumsi mie ayam dengan saosnya yang banyak.

     Akibatnya lambat laun lambung saya mengalami iritasi  karena saya masih menerapkan pola makan yang salah dengan makanan yang salah pula.  Tanpa saya sadari saya sudah menyakiti diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan yang tidak baik untuk kesehatan. Apalagi saya jarang sekali makan sayuran itu lah yang memperburuk kondisi lambung saya.

     Dan setelah memasuki usia 35 tahun keatas saya baru merasakan akibatnya penyakit maag saya semakin hari semakin parah. Awalnya yang saya rasakan adalah perut terasa kembung dan mual sertan nyeri pada ulu hati. Semakin lama saya jadi sulit untuk buang angin dan sembelit serta keluar keringat dingin. Dan makin lama lagi jika saya salah makan sedikit saja atau terlambat makan maka penyakit saya kambuh lagi dan jika gas lambunya terus naik ke ulu hati nafas saya terasa sesak, keringat dingin mengalir dan kepala sakit luar biasa.

     Hal ini saya sudah rasakan beberapa tahun belakangan ini sampai usia saya 37 tahun penyakit saya belum tertangulangi walaupun sering minum obat dari dokter atau pun obat tradisional tapi jika saya salah makan dan banyak persoalan, penyakit itu akan kembali kambuh lagi. Saya sudah berobat ke dokter ahli penyakit dalam dan mereka hanya memberikan obat untuk meredakannya saja tapi tidak dapat menyembuhkannya secara total.

     Ternyata dari pola makan yang salah,  mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet  dan kurang berolah raga sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan kita. Kini saya baru menyadari bahwa kesehatan itu mahal harganya. Kita tidak dapat membayarnya dengan apapun untuk dapat membeli kesehatan. Oleh karena itu sahabat jagalah kesehatan kita sedari muda kurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang serba instant dan cepat saji, banyaklah mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, kurangi minuman yang mengandung soda , rajinlah berolah raga dan cepatlah berobat jika ada keluhan pada kesehatan kita, jagalah kesehatan kita sedari dini karena sehat itu mahal harganya.

    
    

6 comments:

  1. Benar-benar patut dicontoh nih..
    Dan saya juga sering mendengar ini bu..
    Bahwa memang sering bergaul dengan oran-orang akan membuat kita bugar dan awet muda..

    Salam..

    ReplyDelete
  2. wuih... sehat bener ya si nenek?

    salam kenal dari djogja

    ReplyDelete
  3. Salam juga pak , trimakasih atas kunjungannya semoga tetap sehat dan bugar ya pak ^_^

    ReplyDelete
  4. Salam kenal juga mba Entik :) ya nenek yang enerjik heeeheee

    ReplyDelete
  5. Tua itu dari pikiran & hati yang terpenjara angka. Nice post mak :D

    ReplyDelete
  6. trimakasih atas kunjungannya mak Lusi ^_^

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^