Monday, December 9, 2013

Jika Sang Kakak Cemburu Kepada Adik Bayinya.. , Apa Yang Harus Dilakukan Bunda ?

     Tanggal 01 Desember 2013, keluarga besar kami bertambah lagi anggotanya karena adik ipar saya baru melahirkan putrinya yang kedua. di tengah kebahagiaan kami semua, saya memperhatikan putri pertamanya yang baru berusia 3 tahun mulai menujukan perubahan sikap. Biasanya dia sudah mulai mengerti dan berbicara dengan ibunya jika ingin buang air kecil. Tapi sekarang dia tidak seperti itu, dia mulai buang air kecil di mana pun di suka dan tanpa berkata apa pun kepada ibunya . Hal ini membuat ibunya marah kepadanya dan akhirnya dia pun menangis.

     Tidak hanya sampai di situ banyak sekali hal-hal yang dilakukannya yang membuat ibunya marah kepadanya , seperti mudah marah tanpa sebab, memukul dan melempar orang lain dengan benda-benda yang sedang dipegangnya, lebih senang bermain di luar rumah. Hal ini membuat saya merasa prihatin karena saya yakin perubahan sikapnya itu pasti ada sebabnya.



     Namun sayangnya ibunya tidak begitu memperhatikan perubahan sikap pada si kakak dan hanya memarahinya jika dia melakukan hal-hal yang di luar dari kebiasaanya  yang membuat ibunya kesal. Saya rasa si kakak sedang mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.

    Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh keponakan saya merupakan suatu hal yang wajar sekali terjadi pada anak-anak balita seusia itu, karena pada awalnya dia adalah pusat perhatian dari orang tua, keluarga dan lingkungan terdekatnya. Dengan hadirnya adik bayi di tengah-tengah keluarga  membuat perhatian orang tua terutama sang ibu mulai terpecah . Sang ibu pasti akan memberikan  perhatian yang lebih kepada sang adik yang baru lahir ketimbang kakaknya yang sudah mulai besar. Perubahan sikap orang tua dan sekitarnya ini lah yang membuat sang kakak merasa tersisihkan, yang pada akhirnya menimbulkan sikap kecemburuannya dengan berbagai tingkah laku yang membuat orang tuanya kesal, marah dan bingung menghadapi tingkah lakunya itu.


     Nah, untuk mengatasi hal seperti itu ada beberapa hal yang dapat di lakukan oleh  adik ipar saya dan para bunda yang mengalami problematika yang sama:



  1. Kenalkan adik sejak dalam kandungan. Bunda dapat memberikan penjelasan sederhana kepada sang kakak jika di dalam perut bundanya ada adik bayinya yang akan segera lahir. izinkan sang kakak mengelus perut bunda dan merasakan gerakan sang adik.
  1. Berikanlah contoh kepada sang kakak bagai mana memperlakukan dan bersikap dengan adik bayinya, seperti menyayanginya, membelainya dengan lembut, dsb.
  1. Libatkanlah sang kakak dalam mengurus adik bayinya sesuai dengan kemampuannya, buatlah kesan bahwa bunda sangat membutuhkan bantuanya. seperti membantu  mengambilkan popok sang adik, mengambilkan bedak , melucu  dan bernyanyi untuk sang adik. Ucapkan terimakasih kepada sang kakak karena telah membantu bunda sehingga dia merasa dibutuhkan dan di hargai.
  1. Untuk beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama, ajaklah sang kakak dekat dengan bunda dan adiknya . Misalkan sang kakak boleh makan dekat dengan  bunda yang sedang menyusui adik bayinya.  Biarkanlah sang kakak merasa tetap dekat dengan bunda walaupun ada adiknya.
  1. Jika bunda terlalu sibuk dengan si adik bayi, libatkanlah suami atau keluarga terdekat untuk mengasuh dan memberikan perhatian kepada si kakak .
  1. Sediakanlah waktu luang bersama si kakak, sehingga dia tidak merasa disisihkan. Ajaklah dia bermain di saat adiknya sedang tidur, biarkanlah dia merasakan bahwa kasih sayang kedua orang tuanya tidak pernah berubah .
  1. Melanjutkan aktivitas yang  biasa dilakukan . Seperti membacakan dongeng kepada sang kakak sebelum tidur, mengajaknya bermain ke taman bermain anak-anak, dsb.
  1. Mengajak sang kakak bermain dengan adik bayinya. Dengan begitu sang kakak akan terbiasa jika mainannya di pinjam  si adik dalam waktu lama. Agar sikap cemburu si kakak tidak terpicu biarkanlah si kakak bermain dengan adik kecilnya dalam waktu lama agar dia terbiasa bermain dengan adiknya, tentu saja dengan pengawasan dari bunda.
  1. Jangan membeda-bedakan atau membanding-bandingkan si kakak dengan adiknya . Karena setiap anak berbeda-beda . Maka berikanlah perlakuan yang sama terhadap kedua-duanya agar sang kakak tidak merasa disisihkan atau di beda-bedakan.
  1. Bantu sang kakak mengungkapkan perasaannya.  Anak membutuhkan waktu untuk mengungkapkan rasa sayangnya  terhadap sang adik. Biarkan sang kakak mengungkapkan perasaannya terhadap sang adik. Jika dia marah dan menyakiti sang adik alih kanlah perhatiannya dan ajaklah dia berbicara, tanyakan apa keinginannya . Jangan memukulnya karena hal itu akan membuat sang kakak tambah marah dan semakin  dendam dan cemburu kepada adiknya.
  1. Ajak bicara keluarga besar seperti kakak, nenek, om dan tante , mintalah agar mereka tetap memberikan perhatian kepada sang kakak. Karena biasanya kehadirian adik bayi membuat perhatian keluarga besar  berpindah dari sang kakak ke adik. Usahakan peralihan perhatia itu sehalus mungkin.
  1. Sabar, berikanlah waktu kepada sang anak untuk beradaptasi dengan perubahan ini karena setiap anak berbeda-beda tanggapannya dalam menghadapinya .Orang tua sangat berperan penting dalam memberikan pengertian kepada sang kakak sesuai dengan usia. Dan dibutuhkan waktu, kesabaran serta kerjasama antara ibu dan ayah untuk melakukan ini semua karena anak memerlukan waktu untuk dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang sudah berbeda.
Demikianlah beberapa cara yang dapat dilakukan para bunda untuk mengatasi problematika ini, semoga informasi yang saya dapatkan dari beberapa website ini dapat bermanfaat untuk orang banyak. Marilah kita ciptakan keluarga kecil yang bahagia, selamat mencobanya bunda  :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber :
http://balitasmart.com/2011/02/jika-anak-cemburu-pada-adik-baru/
https://www.sahabatnestle.co.id/Page/anak/parenting/tips/kakak-cemburu-pada-adiknya
ditulis oleh Dra.Adriani Purbo, Psi, MBA


    

8 comments:

  1. hal ini sudah biasa karena sang kakak merasa kurang perhatian atas kehadiran adiknya. Ntar juga kakak ngerti sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas Yitno, tapi memang mereka butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan kehadiran adik bayinya dan setiap anak balita berbeda-beda tinggal bagaimana orang tua memberikan pandangan untuk sang kakak sesuai dengan usianya. Dan trimakasih atas kunjungannya salam kenal dari dian :)

      Delete
  2. info yang sanag menarik sekali bu dian ... sayang saya belum menikah , nanti kalau sudah menikah saya inget - inget deh info ini ... hehehe keep blogging ^_^ Salam Sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. heeeheee, iya mas semoga info ini bisa bermanfaat untuk bapak bapak juga atau calon bapak seperti mas Sholihin. Trimakasih sudah bersedia mampir ke sini ^_^

      Delete
  3. Kami juga menerapkan hal yang seperti tip di atas sehingga ke empat anak kami saling menyayangi dan Alhamdulillah mereka sedang menunggu dengan sabar kelahiran adiknya lagi yang In sya Allah hadir bulan Januari nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali pak, anak-anak memang perlu diberikan pemahaman yang terus menerus oleh orang tuanya dan orang tua juga harus bisa mengerti bahwa kondisi seperti ini merupakan perubahan besar bagi anak-anak apalagi jika dia anak tunggal atau anak pertama dan setiap anak punya cara yang berbeda dalam menyikapinya.
      Selamat ya pak semoga persalinan ibu berjalan dengan lancar dan trimakasih atas kunjungannya, salam kenal dari dian :)

      Delete
  4. disatu sisi si ibu harus merawat si kecil yang butuh lebih banyak perhatian, tapi si kakak juga harus di perhatikan agar tidak cemburu... intinya kerja sama antara suami dan istri ya mbak.. tips yang sangat bermanfaat mbak... jadi pembelajaran buat saya dan istri juga... :D

    ReplyDelete
  5. Wah sedang saya alami nih. Malah kakak terang2aan bilang "adik bayi nakal! "=(

    ReplyDelete

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^