Sunday, December 1, 2013

Apa yang dimaksud dengan Sindrom Down ?

     Beberapa minggu yang lalu ketika saya naik kendaraan umum saya melihat seorang ibu sedang memangku anaknya yang usianya sekitar 3 tahun. Saya mengamati  ada perbedaan yang sangat jelas sekali pada anak tersebut baik dari raut wajahnya maupun prilakunya dari anak balita seusianya. Karena sang ibu tidak mengerti apa yang dia inginkan menyebabkan balita ini terus meronta dan bergerak-gerak membuat penumpang di sampingnya merasa terganggu. Sang ibu berusaha menenangkan putranya namun sepertinya si balita ini tak mengerti apa yang di sampaikan sang ibu, dia terus meronta dan menangis membuat sang ibu merasa serba salah dan tak enak hati dengan penumpang disebelahnya yang terus cemberut melihat tingkah laku putranya yang kelihatan tidak normal.

     Saya merasa iba melihatnya karena seharusnya penumpang yang duduk disampingnya dapat  mengerti bahwa balita ini memang istimewa dan sikap yang ditunjukannya itu adalah bagian dari prilaku balita yang menderita sindrom down. Melihat balita ini saya kembali teringat dengan pembicaraan saya  beberapa bulan yang lalu dengan salah seorang Psikolog yang mengelola sebuah page psikologi di facebook yang bernama TEMAN 'Tumbuh Kembang Anak'.


     Beliau menjelaskan bahwa Sindrom Down adalah kelainan Kromosom, tepatnya terjadi kelainan pada kromosom 21. Penyebab kelainan kromosom ini sampai saat ini masih di teliti. Beberapa kemungkinan adalah karena faktor genetis, kimia, polusi , radiasi dan sebagainya.

   " Anak dengan Sindroma Down  memiliki masalah pada kemampuan kognitif, intelektualnya. Tingkat kecerdasannya di bawah rata-rata. Karena mereka tergolong anak berkebutuhan khusus dan istimewa, maka penanganannya pun khusus. Kita dapat mengajarkan angka, huruf, warna, menulis, membaca seperti anak normal kepada mereka. namun, harus sedikit sabar dan perlahan karena mereka lambat dalam menangkap informasi. Bicara dengan anak-anak dengan Sindroma Down juga seperti bicara dengan anak-anak, meskipun usia mereka sudah remaja atau dewasa. Secara mental, mental mereka adalah mental anak-anak yang polos".


       Mengingat penjelasan beliau yang cukup terperinci membuat saya bisa mengerti kondisi balita ini dan juga ibunya. Sudah selayaknya kita juga harus dapat memahami kondisi anak-anak istimewa ini  dan berempati terhadap mereka karena anak-anak istimewa ini sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jangan kucilkan mereka karena setiap anak yang terlahir di muka bumi ini memiliki potensi besar, didik dan rawatlah mereka dengan layak agar mereka kelak bisa hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain.

No comments:

Post a Comment

Selamat Datang Di blog ini, silahkan sahabat meninggalkan jejaknya dan Trimakasih atas kunjungannya ya ^_^