Friday, October 1, 2021

Mengatasi Malas Menulis

 



Berdasarkan pengalaman pribadi, ada satu masa di mana saya merasa enggak ada keinginan sama sekali untuk menulis. Seperti saat ini saya lagi enggak ada mood untuk menulis rasanya seperti kehabisan ide untuk menulis, enggak tau apa yang mau ditulis, enggak ada semangat buat menulis dan sebagainya. 

Di saat seperti ini ada baiknya memang kita tidak memaksakan diri untuk menulis, tetapi jika ada date line menulis mau tidak mau harus menuliskan ha..ha..ha.., apalagi yang profesinya sebagai penulis full time harus punya cara tersendiri untuk mengatasi penyakit malas menulis ini.

Namun pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit cerita dan pengalaman saya saat menghadapi penyakit Malas Menulis ini,  mudah-mudahan bisa mengatasi penyakit malas menulis yang teman-teman alami.

Biasanya pada saat saya berada di titik puncak kejenuhan untuk menulis, saya hentikan kegiatan menulis saya untuk beberapa waktu,  nah disaat seperti ini saya biasanya manfaatkan waktu saya pergi ke toko buku untuk membeli buku-buku baru yang menarik buat saya baca, atau pergi ke perpustakaan umum untuk meminjam beberapa buku . Dulu saya sering main ke Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta sebelum masa Pandemi Covid 19, untuk meminjam buku-buku mereka karena saya senang belajar Bahasa Korea jadi saya suka sekali main ke perpustakaannya. Di sana selain kita bisa meminjam bukunya kita bisa juga meminjam CD Drama Korea original yang kita suka. Tapi sebelum menjadi anggota perpustakaan , kalian harus mendaftar sebagai anggota Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta terlebih dahulu, setelah kalian sudah menjadi anggota barulah kalian bisa mendaftar menjadi anggota perpustakaanya. 

Oh ya di Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta , selain ke perpustakaanya saya juga sering mengikuti kegiatannya seperti nonton Film Korea bareng , menghadiri Pameran Lukisan Dan Kaligrafi yang mereka selenggarakan dan masih banyak kegiatan lainnya. Selain berkunjung ke Pusat Kebudayaan Korean, saya sering menghabiskan waktu luang saya untuk nonton Film bersama anak saya, ngobrol bareng teman-teman kantor atau teman-teman main, dan sebagainya. 

Namun setelah masa pandemi seperti ini pasti kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena kondisinya seperti ini, untuk mengatasi kejenuhan saat menulis biasanya saya hentikan menulisnya dan saya baca buku novel atau komik atau buku-buku ringan lainnya. Selain itu saya biasanya memanfaatkan waktu untuk nonton Film atau Drama Korea yang saya suka. Kadangkala setelah kita baca novel, nonton film atau Drama ada ide baru untuk menulis . Yang terpenting adalah kita lepaskan beban pikiran kita sejanak, kita nikmati waktu luang kita untuk melakukan hal-hal yang kita gemari agar pikiran kita menjadi lebih santai dan tenang. 

Biasanya setelah pikiran kita lebih rileks dan tenang ide-ide baru untuk menulis akan bermunculan dan kita seperti mendapatkan energi baru untuk mulai menulis. Saya berharap menulis menjadi satu kegiatan yang menyenangkan buat kita karena kita bisa menyalurkan ide-ide kita melalui tulisan yang kita buat.  Dan untuk teman-teman yang menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah profesi saya berharapa agar mereka selalu memiliki energi dan ide-ide baru untuk tulisan mereka karena mereka pasti sudah memiliki jadwal yang ketat untuk menulis. 

Tetapi bagi kita yang menjadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang, ini merupakan waktunya bagi kita untuk meningkatkan kualitas tulisan kita, menulislah dengan segenap rasa yang kita miliki, menulislah dengan menggunakan hati dan pikiran kita dan menulislah berdasarkan fakta dan data yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Terutama jika kita menulis tentang satu kejadian maka kita harus menulis berdasarkan fakta dan data yang bisa dipertanggungjawabkan dan harus  dari nara sumbernya langsung. Jangan kita menulis berdasarkan asumsi atau perkiraan atau berdasarkan kata orang karena itu tidak bisa dipertanggungjawabkan keaslian datanya. 

Jadi kegiatan menulis adalah satu kegiatan menyenangkan , tetapi jangan biarkan tulisan kita menghancurkan reputuasi atau nama baik seseorang jika kita tidak benar-benar mencari informasi yang jelas mengenai orang tersebut. Karena Tulisan itu seperti sebilah pisau dia bisa bermanfaatkan dengan baik apabila digunakan dengan baik, tetapi dia bisa menyakiti seseorang jika kita salah dalam menggunakanya.

Sampai berjumpa dilain cerita, salam.. !


Sunday, September 19, 2021

Langkah-langkah Dalam Menyusun Skripsi (Bagian 1)

 



Beberapa buku yang dijadikan referensi dalam menyusun skripsi

Seperti dalam postingan saya sebelumnya mengenai "Bagaimana Cara Mudah Menyusun Skripsi"  maka dalam kesempatan ini saya akan berbagi cerita dan pengalaman mengenai langkah-langkah dalam menyusun Skripsi. Mungkin bagi teman-teman yang sudah terbiasa membuat Karya Ilmiah atau Skripsi  apa yang akan saya bahas dalam kesempatan ini merupakan hal biasa dan tidak ada yang istimewa, Tetapi bagi adik-adik dan teman-teman yang belum terbiasa untuk menulis karya ilmiah atau skripsi mungkin apa yang akan saya sampaikan dapat sedikit membantu mereka dalam menyusun skripsi yang sedang mereka buat.

Apa yang saya sampaikan pada teman-teman nantinya ini merupakan hasil dari pengalaman dan informasi yang saya dapatkan baik dari buku-buku referensi, diskusi , seminar mengenai penulisan. Dan saya akan membahasnya dalam beberapa bagian dan dalam gaya bahasa yang santai agar tidak terlalu membosankan untuk dibaca. 

Baiklah sebelum kita masuk ke dalam pembahasan mengenai Langkah-langkah Dalam Menyusun Skripsi ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu mengenai definisi skripsi .  Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya bahwa definisi Skripsi menurut Sugiyono adalah Karya Imliah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa, program sarjana (S1), sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana (Sugiyono 2014: 5). Menurut Hariwijaya dan Djaelani (dalam Hayati ,2008) Skripsi adalah tulisan ilmiyah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi program sarjananya.

Dari dua definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Skripsi merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa program sarjana berdasarkan hasil penelitian mandiri sebagai prasyarat untuk mendapatkan gelar akademik Sarjana (S1) yang disusun secara sistematik dan terstruktur. 

Menurut Sugiyono dalam bukunya yang berjudul Cara Mudah Menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi ada 4 kunci sukses dan cara mudah menulis Skripsi , Tesis dan Disertasi, selanjutnya Beliau menyingkat ketiga karya ilmiah dengan singkatan (STD). 4 Kunci tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Memahami Bidang yang diteliti
  2. Memahami Metode Penelitian 
  3. Memahami Pedoman Penulisan
  4. Menjalin hubungan baik dengan Pembimbing
Nah, kalau kita lihat 4 kunci sukses dan cara mudah menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi  (STD) yang disampaikan oleh Sugiyono, saya jadi teringat dengan postingan saya sebelumnya mengenai "Cara Mudah Menyusun Skripsi"  karena saya sudah membahas sedikit tentang hal ini hanya saja dalam penjelasan yang sangat sederhana.  Namun dalam kesempatan ini saya akan memaparkan apa yang disampaikan oleh Sugiyono dalam bukunya . (Sugiyono, 2014 :10-12)

Pertama : Memahami Bidang Yang diteliti 
Menurut beliau seorang Peneliti harus memahami bidang yang diteliti, kalau peneliti tidak memahami, maka akan sulit untuk menemukan permasalahan, menenetukan apa yangakan diteliti, ruang lingkup yang diteliti, membuat kerangka berpikir, menyusun instrumen penelitian, mengelompokan hasil penelitian, memberikan pembahasan terhadap hasil penelitian, memberikan, membuat kesimpulan dan saran.

Mata kuliah pembuatan skripsi, tesis dan disertasi dikerjakan pada semester akhir pada setiap program dengan harapan mahasiswa telah memahami apa yang diteliti, melalaui berbagai kegiatan perkuliahan dan seminar. oleh karena itu beliau mengharapkan sebelum melakukan penelitian mahasiswa perlu belajar melalui membaca, diskusi, seminar dan kegiatan akademik lainnya yang relevan, sampai memahami apa yang diteliti dan ruang lingkupnya. Seorang Peneliti yang tidak memahami bidang yang diteliti akan sulit untuk melakukan penelitian, bahkan bertanya saja tidak mampu. Beliau mengambil contoh mahasiswa program studi pendidikan akan sulit bertanya dalam bidang hukum, ekonomi, kedokteran dan lain-lain demikian sebaliknya. 

Kedua : Memahami Metode Penelitian
Karena penulisan Skripsi, Tesisi dan Disertasi (STD) dilakukan melalui penelitian maka mahasiswa juga harus memahami metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Dengan memahami metode penelitian , maka peneliti telah mempunyai peta jalan untuk bertindak melakukan penelitian dan menyusun laporannnya. Dengan menguasai metode penelitian, maka pekerjaan menulis skripsi, tesis dan disertasi 50% sudah selesai . Penelitian untuk penulisan skripsi, tesis dan disertasi adalah merupakan penelitian akademis. Dalam penelitian ini yang lebih diutamakan adalah cara dan metode penelitiannya yang harus benar. Oleh karena itu dalam penelitian akdemis diperlukan pembimbing agar cara-cara yang dilakukan tidak salah. Bila peneliti telah memahami metode penelitian yang digunakan, maka tugas pembimbing menjadi lebih ringan.

Ketiga : Memahami Pedoman Penulisan
Pada umumnya setiap perguruan tinggi telah memiliki pedoman penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi (STD).  Maka pedoman ini harus diikuti oleh setiap mahasiswa dalam melakukan penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Oleh karena itu maka mahasiswa harus memahami pedoman penulisan ini sebelum melakukan penulisan. Biasanya pedoman ini mangatur warna sampul, ukuran kertas, sistematika penulisan , ukuran dan jenis huruf , cara mengutip, cara memberikan nomor dan nama gambar, nomor dan nama tabel ,dan cara menuliskan daftar pustaka.

Keempat : Menjalin Hubungan Baik Dengan Pembimbing
Hubungan yang baik antara mahasiswa dan Pembimbing harus diciptakan sedemikain rupa, sehingga proses pembimbingan dan penulisan berjalan lancar, memenuhi standar dan cepat selesai.  Indikator kelancaran penulisan skripsi , tesis dan disertasi adalah tidak ada hambatan psikologis (tidak merasa takut dan tertekan) dan teknis pembimbingan. Memenuhi standar , berarti kualitan penulisan memenuhi mutu yang ditentukan. Indikator cepat adalah tidak meliebihi waktu yang sudah ditentukan.  

Hubungan yang baik dengan pembimbing akan terjadi apabila mahasiswa memiliki tatakrama dalam pembimbingan dan menguasai materi yang akan dikonsultasikan. Tatakrama ini terkait dengan caraberpakaian pada waktu bimbingan, prilaku pada proses pembimbingan dan gaya bicara pada saat berdiskusi. Pada saat bimbingan materi yang akan dikonsultasikan harus sudah dikuasai . Indikator pengusaan materi adalah setiap ditanya oleh pembimbing bisa menjawab dengan benar. Selain itu untuk menjalin hubungan yang baik maka mahasiswa juga harus memahami profil pembimbingnya. Dengan memahami profil pembimbingan maka strategi yang dipilih untuk bimbingan lebih tepat.

Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kunci dan cara mudah untuk menyusun Skripsi, Tesis Dan Disertasi (STD) menurut Sugiyono adalah seorang mahasiswa harus memahami bidang apa yang akan dia teliti jadi sebelum dia melakukan penelitian dari awal dia sudah tau apa yang akan dia teliti , tujuan dari penelitian tersebut , batasan penelitianya  dan mengusai bidang yang akan dia teliti, setelah dia menahami  semuanya maka selanjutnya dia harus memahami metode penelitian yang akan dia gunakan dalam peleitian tersebut, jika dia tidak menguasai metode penelitian yangakan diagunakan maka dia akan mengalami kesulitan dalam memetakan penelitiannya. 

Oleh karena itu penting sekali bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian untuk membaca buku referensi mengenai metode penelitian yang akan digunakan dan menggali informasi sebanyak banyaknya mengenai metode penelitian tersebut. Setelah dia memilih metode penelitiannya maka langkah selanjutnya adalah memahami metode penulisan, seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya bahwa setiap univeristas memiliki aturan tersendiri dalam penyusunan skripsinya maka perlu kita mencari tahu bagaimana metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan skripsi kita nanti setelah kita tahu maka akan sangat membantu kita saat pelaksaanya kelak. 

Dan yang terakhir adalah karena ini merupakan penelitian akademis maka kita akan mendapatkan bimbingan dari Dosen yang telah kita pilih atau dipilihkan oleh universitas , penting sekali menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing agar proses bimbingan kita berjalan dengan lancar. Ada baiknya sebelum kita memilih dosen pembimbing yang akan membimbing kita dalam penyusunan skripsi nanti kita pahami profil mereka terlebih dahulu , kapan  waktu beliau ada di kampus , bagaimana karakternya dan sebagainya, sehingga kita bisa menentukan mana dosen pembimbing yang pas untuk kita.

Tetapi jika dosen pembimbinya ditentukan oleh univerisitas maka mau tidak mau kita harus menerima siapapun yang akan memebimbing kita nantinya. Setelah kita sudah tahu siapa yang akan membimbing kita maka kita pelajari profil beliau, karakternya, kapan waktu beliau ada dikampus dan bagaimana cara menghubungi beliau sehingga kita bisa memepersiapkan diri kita saat melakukan bimbingan . Penting sekali bagi kita menjaga tatakrama, cara berpakaian kita dan sikap kita saat menemui dosen pembimbing  dan yang tak kalah pentingnya dadalah kita harus menguasai materi apa yang akan kita diskusikan dengan dosen pembimbing kita agar waktu yang kita pergunakan dalam bimbingan benar-benar efektif dan efisien.

Nah, teman-teman saya rasa demikian dulu pembahasan saya mengenai langkah-langkah dalam menyusun skripsi  bagian pertama, Insya Allah akan saya bahas pada pembahasan selanjutnya. semoga cerita dan pengalaman ini bermanfaat untuk teman-teman yang sedang menyusun skripsi ya , sampai jumpa dan salam ...!


Daftar Pustaka 

Sugiyono, 2014 , Cara Mudah menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi , Bandung : Alfabeta, cv
https://www.e-jurnal.com/2013/10/pengertian-skripsi.html


Wednesday, September 15, 2021

Hidup Tidak Selalu Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan

Foto Koleksi Pribadi 


Setiap individu pasti punya cita-cita dan harapan yang ingin dicapai. Sejak kecil kita punya mimpi dan keinginan yang ingin kita raih, menjadi seperti orang yang kita idolakan dan sebagainya. Namun dengan bertambahnya usia kita dengan begitu banyaknya pengalaman hidup yang kita rasakan dan alami mulai dari masa kanak-kanak, remaja,  hingga beranjak dewasa lama-kelamaan impian dan harapan kita mengalami perubah. 

Waktu anak-anak begitu banyak impian dan harapan kita yang ingin kita raih dan capai.  Kita ingin cepat dewasa sehingga kita bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Setelah beranjak remaja kita merasakan begitu banyak pengalaman baru yang akhirnya membuat mimpi kita dimasa kecil menjadi buyar, saat remaja kita sudah mulai tahu dan belajar menghadapi realita kehidupan yang dihadapi. 

Bersyukur sekali jika masa anak-anak dan remaja kita baik-baik saja, semua keinginan kita bisa diwujudkan oleh Orang Tua Kita, tetapi bagaimana dengan para remaja yang keadaan ekonomi keluarganya menengah ke bawah ?. Kita tidak bisa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan dengan mudah, contohnya saja untuk membeli tas baru kita harus menunggu saat Ayah kita punya dana lebih untuk membelinya. Kita belajar untuk bersabar dan menunggu, memang agak menyedihkan karena mungkin harga tas itu tidak seberapa mahal bagi mereka yang memiliki keuangan lebih. Tetapi bagi keluarga menengah ke bawah membeli tas baru, sepatu baru, baju baru, Smartphone baru memerlukan dana yang lebih dari yang mereka miliki.

Jika kita dari remaja sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini maka hal ini akan berpengaruh pada pola pikir dan kejiwaan kita, kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus belajar bersabar dan menerima kenyataan bahwa "Hidup Tidak Selalau Sesuai Dengan Apa Yang Kita Harapkan" .  Ada beberapa reaksi dari anak remaja ini ketika mereka dihadapkan pada kondisi seperti ini ada yang menerima dengan pasrah kondisi seperti ini, namun ada juga yang merasa bahwa hidup ini  tidak adil bagi mereka, dan mereka melakukan pemberontakan terhadap kondisi ini. 

Satu contoh saja, ini saya ambil dari kejadiaan saat saya SMP dulu, jadi setelah pulang sekolah Saya bersama sahabat saya diajak salah satu teman kelas untuk jalan-jalan ke Mall yang tidak jauh dari sekolah dan rumah saya, kejadian itu sekitar tahun 1991 an lah, eranya Dilan ya ha..ha..ha.. . Saya sih senang aja diajak jalan-jalan ke Mall walaupun enggak beli apa-apa  cuma liat-liat doang ha...ha..ha.. .

Singkat cerita kami bertiga jalan-jalan mengelilingi Mall, melihat lihat baju , sepatu , tas dan kami mamapir di salah satua bagian mall yaitu dibagian alat tulis dan buku bacaan. Karena saya suka baca maka saya senang banget ke situ karena saya ingin lmeihat Komik dan Novel terbaru , dua teman saya yang lainnya berpencar melihat barang-barang dan pernak-pernik kebutuhan sekolah lainnya.  Setelah kami merasa lelah akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena kondisinya sudah mulai sore. Namun saat kami berjalan menuju pintu keluar Mall tiba-tiba kami dihentikan oleh Petugas Keamanan Mall.

Saya dan teman dekat saya merasa bingung kenapa kami tidak boleh pulang , sedangkan teman saya yang mengajak kami berdua pergi ke Mall hanya diam saja, Sahabat saya yang cukup berani bertanya kepada Petugas Keamanan "Mengapa kami tidak boleh pulang ? " .Dan Petugas Keamanan menjawab bahwa salah satu dari kami ada yang mencuri.  Karena kami berdua tidak merasa mencuri kami marahlah sama Petugas Keamanan itu dan kami menjawab bahwa kami tidak mencuri apapun. 

Akhirnya kami bertiga dibawa ke Ruang Keamanan dan diminta untuk mengeluarkan isi tas kami, karena saya dan teman saya tidak meraka mencuri kami ikuti saja apa perintah dari Petugas Keamanan itu , perasaan kami saat itu tentu saja marah dan kesal karena kami merasa tidak mencuri, namun teman saya  yang satunya dari tadi diam aja enggak ngomong apa-apa , ekspresi wajahnya ketakutan tapi dia enggak memberikan komentar apa-apa. 

Satu demi satu tas kami diperiksa oleh Petugas Keamanan dan mereka tidak menemukan barang yang mereka cari di tas saya maupun tas sahabat  saya, namun setelah mereka menggeledah tas teman saya yang satunya lagi, mereka menemukan barang yang dicuri, teman-teman mau tau apa yang teman sekolah saya ambil waktu itu ? hanya satu bingkai foto saja. Saya tidak mengerti kenapa dia mencuri bingkai foto itu mungkin dia ingin membelinya tetapi tidak punya uang untuk membelinya. 

Setelah saya dewasa dan kembali mengingat kejadian waktu itu saya berpikir mungkin bagi sebagian orang yang memiliki keuangan yang lebih harga bingkai itu tidak seberapa dan bisa dibeli dengan mudah, tetapi bagi mereka yang memiliki keuangan menengah ke bawah membeli barang seperti itu bisa menjadi sebuah pemborosan , lebih baik membeli kebutuhan sehari-hari dari pada membeli satu bingkai foto saja. Orang dewasa mungkin punya pemikiran seperti itu , tetapi bagi remaja yang dalam masa puberitas hal seperti ini bisa menjengkelkan bagi mereka .

Kenapa saya enggak boleh beli bingkai foto itu ? , kenapa orang tua saya tidak bisa memenuhi keinginan saya ? semua pertanyaan berkecamuk di dalam dadanya. Karena keinginan besar untuk memiliki bingkai foto itu sangat kuat akhirnya dia mencuri. Setelah ketahuan siapa yang mencuri akhirnya saya dan sahabat saya diizinkan untuk pulang dan teman saya yang satunya lagi ditahan di ruang keamanan dan sepertinya Petugas Keamanan akan menghubungi Orang Tua teman saya itu.
Saya tidak tahu lagi kelanjutannya karena sejak kejadian itu saya dan sahabat saya tidak lagi berteman dengannya. Karena kami takut jika kami pergi dengannya lagi kami akan menghadapi masalah yang sama lagi.

Dari cerita saya di atas bisa kita simpulkan bahwa Hidup ini merupakan satu perjalanan yang singkat di mana dari perjalanan itu kita menemukan banyak hal dan peristiwa. Pada saat kita balita dan anak-anak mungkin hidup ini terasa begitu indah dan menyenangkan , tetapi setelah kita memasuki masa remaja hingga dewasa kita mulai dibenturkan pada kondisi dan situasi yang ada, kita belajar untuk menerima keadaan , kita belajar untuk bersabar, kita belajar bahwa tidak semua orang itu baik banyak juga orang yang memiliki pemikiran dan niat yang buruk terhadap kita, kita belajar untuk menerima kegagalan, kita belajar menerima kekecewaan karena penghianatan dan sebagainya. 

Semua rangkaian kejadian itu pada akhirnya membentuk cara pandang,  pola berpikir serta sikap kita saat ini. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang melakukan tindakan kriminal atau tindakan negatif lainnya karena mungkin mereka tidak bisa menerima keadaan yang mereka hadapi, atau mereka mencoba keluar dari permasalah mereka namun dengan cara yang salah. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita, membimbing kita , menjaga kita dan menunjukan mana jalan yang benar kepada kita , karena tanpa Bimbingan dan PetunjukNya kita bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Pengendalian diri itu sangat penting, membangun kesadaran diri sangat diperlukan. Orang yang berilmu juga harus beriman agar ada yang menguatkan diri kita, ada yang mengingatkan kita kalau kita mulai menyimpang dari jalan yang benar, 

Demikianlah sekedar cerita dan pengalaman saya, semoga ada hal yang bisa teman-teman ambil hikmahnya dari cerita di atas. Sampai bertemu di cerita selanjutnya, salam !



Tuesday, September 14, 2021

Sekedar Berbagi Cerita Dan Pengalaman

Koleksi Foto Pribadi

 

Sejak saya mengurangi aktivitas saya di dunia Blogger , otomatis kegiatan menulis saya semakin berkurang karena saya tidak banyak memiliki bahan tulisan yang ingin saya posting di Blog saya, tapi lama-kelamaan saya merasa kemampuan menulis saya semakin berkurang karena jarang menulis lagi. Oleh karena itu sejak awal tahun 2021 saya berusaha untuk mulai menulis lagi.

Untuk mulai menulis lagi ternyata tidak mudah , karena saya harus menentukan topik apa yang ingin saya tulis dan topik apa yang menarik untuk ditulis. Karena latar belakang pendidikan saya adalah Sarjana Ekonomi seharusnya saya menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan Bidang Ekonomi. Tetapi karena saya lebih berminat pada Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya , Seni , maka tulisan saya menjadi lebih bervariasi, namun tetap saja gaya penulisan yang formal tidak bisa dihilangkan , karena saya terbiasa menulis Makalah dan Karya Nonfiksi lainnya.

Yang perlu teman-teman ketahui adalah saya menulis di Blog untuk sekedar berbagi cerita dan pengalaman saya. Saya bukanlah Dosen atau Guru , saya hanyalah karyawan biasa yang bekerja di salah satu SMP Negeri di Jakarta yang bertugas Mengelola Perpustakaan. Pekerjaan saya mungkin tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, namun karena saya suka membaca maka saya senang saja dapat bertugas di Perpustakaan walaupun hanya di Perpustakaan Sekolah yang ruang lingkupnya kecil dan sederhana. 

Namun hal ini menjadi tantangan buat saya untuk bisa memajukan Perpustakaan Sekolah, dan merubah pandangan orang mengenai Perpustakaan itu sendiri. Dan ini merupakan pekerjaan rumah buat saya dan saya rasa untuk melakukan hal ini saya sangat membutuhkan kerjasama dan dukungan dari Warga Sekolah khususnya dan Masyarakat sekitar pada umumnya.

Kembali lagi pada obrolan kita di awal, jadi apa yang saya tulis di blog ini merupakan cerita dan pengalaman saya baik yang saya dapatkan dari pelatihan, mengikuti seminar, buku-buku referensi maupun pengalaman pribadi. Teman-teman juga bisa memberikan pendapatnya atau berbagi pengalaman , mengenai hal apa saja yang saya bahas di blog ini  melalui kolom komentar , karena di sini kita saling berbagi pengalaman dan cerita, saya bukanlah orang yang lebih tahu atau ingin Sok tau tapi saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman saya dengan teman-teman.

Mungkin teman-teman juga punya pengalaman menarik contohnya Bagaimana Menyusun Proposal Skripsi yang mudah ? atau pengalaman lainnya yang bisa di share silahkan saja dengan senang hati saya akan menanggapinya . Atau mungkin kita akan membahas tentang Drama Korea atau Film-film yang sedang menjadi topik hangat saat ini ? , boleh-boleh saja.

Semoga kedepannya semakin banyak hal yang bisa saya bagi dan ceritakan kepada teman-teman , mudah-mudahan hal ini bisa menjadi satu bahan referensi untuk teman-teman nantinya dan ini juga merupakan pekerjaan rumah lagi bagi saya untuk terus memperluas pengetahuan dan ilmu saya sehingga kita bisa saling berbagi cerita dan pengalaman.  Amin...

Kalau begitu sampai jumpa dicerita selanjutnya ya , Salam...






Sunday, September 12, 2021

Bagaimana Cara Mudah Menyusun Skripsi ?

Berdasarkan Foto Pribadi

Terus terang tidak mudah untuk membuat Karya Ilmiah seperti Makalah Tugas Kuliah , Makalah sebagai persyaratan Kenaikan Pangkat Bagi Pegawai Negeri Sipil , Jurnal , apalagi Skripsi , Tesis dan Disertasi. Masing-masing Karya Ilmiah ini memiliki tujuan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda . Kalau Karya Ilmiah berupa Tugas Kuliah mungkin tingkat kesulitannya tidak begitu besar dan pembahasannya tidak terlalu berat, Sedangkan Makalah untuk kenaikan pangkat bisa diambil temanya dari aktivitas kesehariannya di tempat bertugas topiknya bisa beragam tergantung dengan si Pegawai Negeri tersebut menguasai bidang apa .

Nah yang cukup sulit menurut saya adalah untuk menulis Jurnal, Skripsi apalagi Tesis dan Desertasi karena pembahasannya cukup berat mulai dari pemilihan judul, penentuan metode penelitian apa yang akan digunakan , membuat layout penelitian , hingga pembuatan proposal penelitian. Apabila Proposal Penelitian sudah disetujui oleh Pihak Universitas maka penelitian baru bisa dilakukan.

Sampai saat ini saya masih terus mencari bagaimana cara mudah untuk menyusun karya ilmiah, oleh karena itu perlu bagi kita untuk mencari buku-buku refensi yang bisa membantu kita untuk menemukan cara yang mudah untuk menyusun karya ilmiah. Salah satu buku yang saat ini masih saya pelajari adalah buku yang berjudul "Cara Mudah Menyusun : Skripsi, Tesis Dan Disertasi" Karya Prof. DR. Sugiyono. 

Secara umum Skripsi, Tesis dan Disertasi oleh Sugiyono didefinisikan sebagai Karya Tulis Imiah yang bersifat narasi yang disusun berdasarkan hasil penelitian mandiri guna untuk memperoleh gelar akademik (Sugiono 2014 : 6) . Jadi kalau Skripsi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program sarjana (S1), sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana. Sedangkan Tesis adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program magister (S2) sebagai syarat untuk memperoleh gelar magister, selanjutnya Disertasi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program doktor (S3) , sebagai syarat untuk mendapat gelar doktor ( Sugiyono 2014 : 5).

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Skripsi, Tesis dan Disertasi merupakan karya Tulis Imiah yang disusun berdasarkan penelitian mandiri yang hasilnya akan paparkan di depan tim penguji untuk mendapatkan pengesahan dari tim penguji sehingga dia berhak mendapatkan gelar akademik tersebut. Jadi tentu saja proses pembuatannya lebih rumit dari karya ilmiah yang biasa. 

Karena tingkat kesulitannya cukup tinggi maka tidak jarang banyak mahasiswa yang gagal dalam menyusun Skripsi dan Tesis ini, karena mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mencari bahan penelitian , penggunaan metode penelitian , pengolahan data penelitian yang didapatkan dan banyak juga mahasiswa yang tidak suka menulis dan membaca buku-buku referensi yang mendukung penelitiannya.  Apalagi yang bekerja sambil kuliah menurut saya tidak mudah untuk mengatur waktu antara bekerja dan melakukan penelitian . Jadi saran saya bagi yang kuliah sambil bekerja mungkin bisa menjadikan tempatnya bekerjanya  sebagai tempat  penelitian dan mencari data-data penelitian karena ini bisa mengefektifkan waktu juga.

Sedangkan bagi mahasiswa yang tidak bekerja pasti lebih banyak waktu untuk melakukan penelitian , saran saya carilah judul penelitian yang kita kuasai temanya, pelajari dan kuasai metode penelitian yang akan kita gunakan dalam penelitian tersebut karena itu kita memang harus banyak membaca dan mencari informasi mengenai metode penelitian yang akan  dipergunakan . 

Seringkali kita idealis ingin mencari Judul Skripsi yang berbobot temanya, tetapi satu hal yang harus kita pahami apakah kita bisa mencari data-data untuk mendukung penelitian kita nanti , jangan sampai karena kita idealis memilih judul atau tema yang "berat" akan mempersulit kita dalam mencari data untuk penelitian. Saran saya untuk membuat Skripsi ada baiknya mencari tema dan judul yang tidak terlalu sulit untuk mencari datanya. 

Selain itu kita juga harus sering-sering datang ke Perpustakaan Universitas untuk mencari bahan referensi, kita juga bisa baca-baca Skripsi yang sudah dipublikasikan untuk melihat cara penyusunannya sehingga kita punya gambaran seperti apa skripsi yang akan kita buat nanti dan bagaimana pengolahan datanya .  

Kalau kita sudah punya gambaran bagaimana cara penyusunannya maka akan mempermudah kita untuk pembuatan layout Skripsi yang akan kita susun, Yang perlu kita perhatikan bahwa Skripsi ini merupakan karya mandiri kita maka keasliannya sangat penting. Karena itu tunjukanlah kemampuan kita dalam membuat Skripsi ini dengan baik jika kita sudah melakukan usaha yang besar serta kerja keras  saya yakin kalian akan mendapatkan nilai yang sepadan dengan perjuangan kalian. Selamat Berjuang ya.. 




Thursday, September 9, 2021

Pentingkah Menguasai Metode Penelitian Yang Akan Digunakan Dalam Membuat Karya Imiah ?

 

Foto Koleksi Pribadi
Buku-Buku Referensi Dalam Membuat Karya Imiah

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa sejak SMP saya sudah belajar membuat karya ilmiah walaupun dalam bentuk yang masih sangat sederhana dan terbatas topiknya. Namun kebiasaan menulis karya ilmiah terus berlanjut hingga saya SMA, Kuliah dan sampai sekarang.

Bahkan ketika saya SMA saya sering diminta tolong untuk membantu teman-teman saya yang sudah duduk dibangku kuliah dalam menyusun karya ilmiah mereka. Buat saya ini pengalaman yang luar biasa walaupun tidak banyak yang saya lakukan seperti membantu mengetik dikomputer, karena kemampuan mengetik saya lumayan lancarlah ha..ha..ha... , tetapi dari sinilah saya belajar secara langsung bagaimana menyusun sebuah karya ilmiah seperti Makalah tugas kuliah,  Skripsi dan Jurnal. Dan pengalaman ini sangat berguna sekali saat saya mulai kuliah karena saya sudah terbiasa membantu teman-teman saya jadi sedikit banyak saya sudah mengerti cara menyusunnya. Dan setelah saya bekerja ilmu ini masih berguna karena ada beberapa teman kantor yang juga minta saran dan pendapat saya dalam menyusun karya ilmiah mereka. 

Berdasarkan pengalaman saya dalam membantu teman-teman ingin membuat karya ilmiah seperti makalah , Skripsi dan Jurnal sebelum menyusun hal yang paling terpenting yang harus kita lakukan adalah menentukan Judul dan Tema makalah, Skripsi dan Jurnal yang akan kita buat. Saran saya untuk teman-teman yang saat ini bekerja sambil kuliah dan sedang menyusun skripsi ada baiknya memilih judul dan tema Skripsi yang sesuai dengan bidang yang sedang kita geluti saat ini .  Apalagi jika kita bekerja sesuai dengan Jurusan yang kita ambil itu akan sangat membantu kita dalam mengambil judul atau tema skripsi yang akan kita susun.

Syukur-syukur jika tempat kita bekerja bisa dijadikan tempat untuk melakukan penelitian tentu saja dengan mengikuti prosedur dalam pengajuan lokasi penelitian, jika memenuhi syarat mungkin kita bisa mengajukan permohonan untuk melakukan penelitian di sana. Jika pihak kantor tidak keberatan dengan judul dan tema skripsi kita  mungkin kita bisa memulai melakukan penelitian di sana. 

Jadi sekali lagi penentuan judul dan tema Skripsi atau Jurnal yang akan kita buat itu sangat penting sekali pilihlah judul dan tema yang kita kuasai karena jika tidak kita kuasai akan menyulitkan kita nanti dalam penyusunannya. Setelah kita menentukan judul atau topik penelitian selanjutnya adalah membuat kerangka karangan , tujuan dari membuat kerangka karangan adalah agar isi dari skripsi atau jurnal yang akan kita buat ini jelas dan terstruktur dengan baik.  

Biasanya setiap Universits memiliki standar dalam penyusunan Skripsi , Tesis atau Jurnal mereka jadi ada baiknya sebelum teman-teman membuat proposal skripsi teman-teman mengunjungi perpustakaan kampus untuk mencari referensi cara penyusunan proposal dan Skripsi yang sesuai dengan standar Universitas teman-teman.  Dengan melihat contoh Skripsi yang sudah dipublikasikan di Perpustakaan Universitas akan memberikan gambaran kepada kita bagaimana membuat kerangka karangan dan menyusun Proposal Skripsi yang akan kita ajukan. 

Selain itu yang tidak boleh kita abaikan kita harus menentukan terlebih dahulu metode penelitian apa yang akan kita gunakan dalam penelitian tersebut, ada baiknya sebelum melakukan penelitian kita pelajari dulu metode penelitian yang ada baik itu Metode Penelitian Kuantitatif  maupun Metode Penelitian Kualitatif. Kita baca buku refrensi mengenai metode penelitian tersebut dimana kelebihan dan kekurangannaya . Dan kita menilai mana kira-kira metode penelitian yang kita kuasai dan bisa kita pergunakan dalam penelitian yang akan kita lakukan .

Penting sekali kita mengetahui dan menguasai metode penelitian apa yang akan kita gunakan karena metode penelitian tersebut akan kita jadikan pedoman dalam penyusunan skripsi yang akan kita buat , jika kita tidak menguasai metode penelitian yang akan kita gunakan akan menyulitkan kita pada saat kita melakukan pengolahan data yang kita dapatkan dari penelitian . Ada beberapa bidang ilmu yang bisa menggunakan metode penelitian Kuantitatif dan Kualitatif  jadi kita bisa memilih salah satu metode penelitian yang paling kita kuasai , tetapi ada beberapa bidang ilmu yang hanya bisa menggunakan metode penelitian Kuantitatif saja  atau Kualitatif saja. 

Jadi dari disiplin ilmu yang kita ambil bisa kita bisa lihat apakah penelitian yang kita lakukan ini bisa menggunakan kedua metode itu sehingga kita bisa memilih salah satunya, atau bisa kita mau menggunakan kedua metode tersebut dalam penelitian kita ? terserah pada teman-teman sendiri, tetapi saran saya pilihlah salah satu metode penelitian yang kita kuasai karena kita masih pemula jadi belum menguasai kedua metode itu dengan baik .

Setelah kita menentukan judul atau tema Skripsi , kemudian metode penelitian apa yang kita buat barulah kita membuat krangka karangan atau layout yang akan kita jadikan panduan dalam menyusun proposal skripsi yangakan kita ajukan. Saya rasa jika proposalnya sudah disusun dengan baik Insya Allah proposal Skripsi kalian bisa lolos dan kalian bisa melanjutkan menyusun skripsi kalian.  Pesan saya jangan pernah putus asa ya jika proposal kalian di tolak susun lagi yang baru dengan isi yang lebih baik lagi, jika kalain mengerjakan dengan optimal Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar, selamat berjuang ya... Semangat!!




Monday, September 6, 2021

Menulis Karya Ilmiah

 


Saya tidak ingat betul sejak kapan Saya mulai suka menulis karya ilmiah, tetapi seingat Saya sejak SMP dulu Saya seringkali mendapatkan tugas untuk membuat makalah , sebenarnya ini merupakan tugas kelompok namun karena saya seringkali kebagian kelompok yang anak-anaknya tidak suka menulis akhirnya saya terpaksa membuat makalah itu sendirian demi mendapatkan nilai dari Guru.

Kalian pasti tau kan rasanya dalam kondisi seperti itu, antara jengkel, marah tetapi tugas itu harus dikerjakan juga, untungnya Saya memiliki Ibu yang bekerja sebagai Sekertaris di Sebuah BUMN,  jadi dari Beliaulah Saya belajar bagaimana  cara menyusun sebuah makalah dan membuatnya .  

Pada masa SMP dulu, sekitar tahun 1990an saya belum mengenal komputer karena pada masa itu komputer merupakan barang mewah dan hanya kantor-kantor saja yang baru menggunakan komputer.  Jadi saya belajar membuat makalah itu dengan menggunakan mesin tik biasa . Kalian biasa membayangkan bagaimana mengetik dengan menggunakan mesin tik biasa apalagi bagi pemula seperti saya, banyak sekali kesalahan yang saya buat saat mengetik makalah tersebut.

Berapa banyak kertas yang saya buang untuk mengetik satu halaman saja. Namun walaupun kondisinya seperti itu bagi saya itu merupakan pengalaman yang sangat berharga , karena saya  banyak belajar mengenai  bagaimana cara membuat makalah dengan baik dan sesuai dengan ketentuannya. Sebelum menyusun sebuah makalah yang terpenting adalah membuat kerangka karangan atau layoutnya. 

Saya sangat berterimakasih kepada Ibu saya , karena dari Beliaulah saya belajar bagaimana cara membuat kerangka atau layout sebuah karya Ilmiah mulai dari pemilihan judul, Kata Pengantar , kemudian apa saja yang dimuat dalam Daftar Isi hingga isi dari karya ilmiah itu sampai Daftar Pustaka.  Bagi saya pengetahuan yang diberikan oleh Ibu saya merupakan fondasi dasar dalam menyusun sebuah karya ilmiah yang lebih rumit lagi seperti Skripsi, Tesis dan Jurnal.

Selain itu dari Beliau saya belajar untuk membuat konsep sebuah tulisan yang berstruktur, dan bagaimana cara menyusun konsep itu menjadi sebuah tulisan yang utuh, saya juga belajar bagaimana mencari referensi dari berbagai sumber terutama buku referensi yang ada di perpustakaan.  Pada masa saya mulai belajar membuat karya ilmiah atau makalah saya masih mengandalkan sumber referensi dari buku-buku yang ada perpustakaan Daerah maupun Perpustakaan Nasional. Pada masa itu belum ada internet seperti saat ini , kami tidak akan bisa mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya jika kita tidak mencarinya di Perpustakaan. 

Karena itulah saya sangat betah berlama-lama di Perpustakaan , karena untuk membuat sebuah makalah diperlukan banyak referensi dan kita harus bisa menulis dengan cepat dan mencari intisari dari buku yang kita baca karena ada beberapa buku referensi yang hanya bisa kita baca di perpustakaan saja. Jadi saya harus bisa mencari poin-poin mana yang bisa saya ambil untuk memperkuat karya ilmiah yang saya buat. 

Kadang kala saya merasa iri dengan anak-anak zaman sekarang karena segala fasilitas sudah disediakan bagi mereka , mereka bisa mencari informasi dengan mudah dengan menggunakan internet dan melalui Mesin Pencari seperti Google , Yahoo dan sebagainya . Dan saat ini sudah ada juga Perpustakaan Digital dimana kita bisa meminjam buku tanpa harus pergi keperpustakaan. Namun sayangnya kemudahan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bahkan tak jarang ada beberapa orang yang memanfaatkan kemudahan ini dengan mencopy paste hasil karya ilmiah orang lain yang dipublikasikan melalaui internet. Kebiasaan seperti ini bukanlah hal yang baik karena ini dapat mematikan kreativitas yang kita miliki.

Saya yakin setiap pelajar dan  mahasiswa memiliki kemampuan untuk membuat sebuah karya ilmiah, makalah atau Skripsi  tinggal  ada atau tidaknya keinginan untuk membuatknya. Saat ini zaman sudah banyak berubah kalian tidak perlu lagi menggunakan mesin tik untuk membuat karya ilmiah atau makalah karena saat ini sudah ada leptop, komputer, tablet yang bisa kalian gunakan untuk menyusunnya. Untuk mencari sumber referensi juga sangat mudah dan banyak kalian bisa melakukannya dari rumah tanpa harus cape-cape mengunjungi perpustakaan, tetapi bagi saya perpustakaan merupakan termpat terbaik untuk mencari sumber refensi karena saya tumbuh di era yang berbeda dengan kalian. 

Jadi buat adik-adik yang sedang menyusun Makalah, Karya Imiah dan Skripsi selamat berjuang, saya yakin kalian bisa membuatnya tanpa mengcopy paste Karya IImiah dan Skripsi yang sudah dipublikasikan, kalian bisa belajar dari karya mereka , terutama bagaimana membuat layoutnya, cara penyusunannya tetapi isinya harus hasil karya kalian sendiri karena itu merupakan satu kebanggaan bagi diri kita jika kita bisa membuat satu karya ilmiah yang berbeda dan asli hasil buah pemikiran kita sendiri. Selamat berjuang ya ....