Monday, January 25, 2021

Apakah Seorang Penulis Perlu Melakukan Penelitian atau Riset Sebelum Membuat Tulisan ?




Foto Koleksi Pribadi

Terus-terang saya sangat mengagumi novel-novel yang banyak menceritakan tentang suatu daerah atau negara baik itu yang ditulis oleh Penulis Indonesia maupun Penulis dari Luar Negeri. Contohnya "Laskar Pelang" karya Andrea Hirata yang banyak menceritakan tentang Pulau Belitung, kemudian "Bumi Cinta" karya Habiburrahman El Shirazy yang menggambil latar belakang negara Rusia dan masih banyak karya novel lainnya.

Kalau kita baca novel-novel ini rasanya kita dibawa masuk ke dalam ceritanya dan menjelajahi setiap daerah atau kota yang ada di dalam cerita tersebut. Misalnya novel Bumi Cinta saat menbaca novel ini saya seperti sedang berjalan-jalan di Kota Moscow merasakan dinginnya suhu di sana , merasakan lembutnya salju yang turun , bangunan kuno yang ada di kota itu dan jalan-jalan kecil di sudut Kota Moscow, semuanya serasa nyata bagi kita.

Setelah membaca novel ini saya berpikir, apakah penulisnya pernah berkunjung ke Kota Moscow karena penggambarannya begitu realistis bagi saya. Jika saya lihat riwayat perjalanan karier beliau, Habiburrahman El Shirazy pernah kuliah di Kairo, Mesir. Apakah beliau pernah berkunjung ke Rusia ? bisa iya bisa juga tidak, namun yang menarik perhatian saya adalah untuk membuat sebuah cerita menjadi realistis diperlukan daya imajinasi dan juga fakta serta data.

Untuk mendapatkan informasi yang aktual dan terpercaya seorang penulis harus melakukan penelitian terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan akurat, oleh karena itu menurut saya untuk membuat sebuah tulisan yang berkualitas seorang penulis harus melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum membuat sebuah cerita, opini apalagi karya ilmiah.

Yang menjadi pertanyaan seberapa besar dan dalam penelitian yang harus  dilakukan untuk membuat sebuah cerita atau opini ? kalau menurut saya tergantung pada kebutuhan si penulis itu sendiri. Jika ia ingin membuat ceritanya berkarakter dan kuat maka dia harus melakukan penelitian yang mendalam contohnya saja seperti membuat skenario drama atau film bertema sejarah. Walaupun film atau drama ini berupa karya fiksi namun latar belakang tahun, tempat, masa pemerintahan harus disesuaikan dengan sejarah yang ada. Penyimpangan terhadap sejarah akan menimbulkan kontra diksi dikalangan masyarakat oleh karena itu penulis harus berhati-hati dalam membuat sebuah cerita. 

Demikan juga untuk membuat sebuah opini, sebelum kita menyampaikan opini kita terhadap sebuah permasalahan yang harus kita lakukan adalah menunjukan fakta dan data yang aktual serta up to date atau data terbaru. oleh karena itu sebelum kita membuat opini ada baiknya kita melakukan penelitian terhadap topik yang akan kita bahas, walaupun penelitian dilakukan dalam sekala kecil tetapi kita dapat menunjukan kepada orang lain bahwa opini yang kita sampaikan memiliki dasar yang kuat karena berdasarkan informasi dan data yang akurat dan terpercaya.

Bagaimana caranya melakukan penelitian ? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan penelitian ? Apa metode penelitian yang dipergunakan ? semua itu akan kita bahas satu persatu  dilain kesempatan. Namun satu hal yang ingin saya garis bawahi adalah berkualitas atau tidaknya tulisan kita tergantung pada diri kita sendiri. Jika kita ingin tulisan kita berisi dan memiliki sebuah nilai maka kita harus melakukan riset atau penelitian terlebih dahulu. Karena penulis yang menulis tanpa memiliki persiapan yang baik maka akan menghasilkan sebuah karya yang kosong tanpa makna, apalagi jika kita mengcopy paste tulisan orang lain maka itu bukan seorang penulis namanya. 

Sampai jumpa diobrolan selanjutnya.... salam... 


 




Memulai Lembaran Baru Di Awal Tahun 2021

 


Setelah berhenti dari Kegiatan di Dunia Blogger saya jarang sekali menggunakan media sosial karena bagi saya media sosial merupakan salah satu sarana untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang saya ikuti di Dunia Blogger, jadi setelah saya berhenti dari Kegiatan Blogger secara tidak saya sadari media sosial yang saya miliki terbengkalai alias dicuekin, jangan-jangan saya juga sudah lupa paswordnya hahahahah. Jujur saya orang yang tidak terlalu suka menggunakan media sosial untuk kehidupan pribadi saya, karena enggak banyak hal yang bisa saya bagi ke orang banyak tentang kehidupan pribadi saya karena semuanya biasa saja, enggak ada yang istimewa.  

Sebenarnya banyak rencana dan cita-cita yang ingin saya raih di tahun 2020 yang lalu, tetapi sampai berakhirnya tahun 2020 tak satupun rencana dan cita-cita yang terwujud. Saya berpikir mungkin saya terlalu terlena dengan suasana santai di masa pandemi ini, dimana kita lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dari pada di luar rumah . Padahal dalam kondisi seperti ini seharusnya saya lebih produktif untuk menulis dan menanbah ilmu dan pengetahuan saya dengan banyak membaca buku dan hal ini benar-benar saya sesali.

Ya.. penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi tidak ada kata terlambat untuk memulainya diawal tahun 2021 ini karena kondisi saat ini pun belum stabil dan kembali normal sehingga banyak waktu yang saya habiskan di dalam rumah daripada di luar rumah. Seharusnya dalam kondisi seperti ini kita pergunakan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat dan mungkin saja bisa menambah penghasilan. 

Bagi yang memiliki keterampilan membuat masakan matang, kue atau makanan ringan bisa memanfaatkan instagram dan media sosial untuk mempromosikan usahanya dan bisa juga bergabung di aplikasi gofood atau grabfood, atau bagi teman-teman yang mempunyai keterampilan lain seperti menjahit, menulis, atau bercocok tanam bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk menyelurkan minat, bakatnya masing-masing. 

Kita mungkin banyak kehilangan kesempatan di masa pandemi ini, dan banyak juga yang terkena PHK karena menurunnya penghasilan dari perusahaan atau toko, lestoran tempat kita bekerja tapi mungkin kalau kita renungkan dan pikirkan baik-baik mungkin ada cara atau peluang bagi kita dimasa pandemi ini , karena kita tidak bisa berdiam diri tanpa berbuat apa-apa, memang untuk membuka usaha tidak lah mudah, perlu modal dan promosi . Tapi kita harus mencoba melakukan sesuatu hal baru diawal Tahun 2021 ini karena dengan adanya pademi Covid-19 merubah situasi dan kondisi yang ada , mau tidak mau kita harus belajar hidup dalam kondisi dan situasi seperti ini.

Pandemi ini membuat kita semua berpikir keras mencari cara bagaimana agar dapat bertahan hidup dalam kondisi seperti ini. Di saat seperti inilah kita ditantang untuk melakukan trobosan baru dan mengembangkan ide-ide cemerlang untuk mengatasi permasalahan yang ada. Oleh karena itu di awal tahun baru ini kita harus melakukan suatu perubahan yang diawali dari diri sendiri, kita ubah kebiasaan lama kita yang biasa kita lakukan sebelum masa pandemi, kita coba untuk melakukan hal baru yang lebih produktif dan bermanfaat bukan hanya untuk diri kita tetapi orang-orang disekitar lingkungan kita. Selamat mencobanya ya kawan....


Thursday, January 21, 2021

Sekedar Curhatan Dari Mantan Blogger

 


Tak terasa sudah 1 (satu) Tahun , 2 hari saya tidak menulis di blog ini, kalau dilihat dari postingan terakhir tanggal 20 Januari 2020. Sejak mengalami sakit saraf kejepit di pinggul yang berpengaruh pada kaki sebelah kiri dari tahun 2018 hingga saat ini membuat aktivitas saya terhambat. Saya tidak bisa berjalan dengan bebas seperti dulu lagi sehingga banyak kegiatan Blogger yang tidak bisa saya ikuti akhirnya pada akhir tahun 2019 saya memutuskan untuk berhenti dari segala aktivitas Blogger dan Media sosial di komunitas manapun yang pernah saya ikuti.

Kalau ditanya bagaimana perasaan saya waktu memutuskan untuk berhenti dari Dunia Blogger dan Media Sosial saat itu ? Rasanya campur aduk antara sedih, marah, jengkel pada diri sendiri karena saya sudah kehilangan banyak hal dalam hidup saya. Karena saya merasa banyak hal yang saya dapatkan dari Dunia Blogger selain penghasilan tambahan , saya mendapatkan banyak teman dan pengalaman serta Ilmu dari berbagai bidang dan profesi yang tidak saya dapatkan dari tempat saya bekerja atau pun bangku kuliah.

Bagi saya persahabatan, pengalaman dan ilmu adalah hal yang sangat berharga yang bisa merubah pola berpikir dan cara pandang saya selama ini. Sebelum mengenal Dunia Blogger saya hanya Ibu Tunggal yang miskin ilmu dan pengetahuan yang hanya berputar pada dunia saya saja. Tetapi setelah saya mengikuti kegiatan Blogger banyak pengetahuan dan ilmu yang saya dapatkan . Saya berterimakasih banyak kepada Bunda Elisa Koraag dan Teh Lygia Pencanduhujan yang telah mengenalkan saya pada dunia Blogger , merekalah sahabat dan guru bagi saya.

Dunia Blogger membuat saya ingin terus menulis dan belajar banyak hal karena saya menyadari banyak sekali hal yang tidak saya mengerti dan pahami. Dan Dunia ini juga mengajarkan kepada saya arti berbagi pengalaman. Karena dari kegiatan Blogger saya bisa berbagi ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan kepada orang lain. 

Setelah saya berhenti dari Kegiatan Blogger banyak hal yang saya lewati dan saya merasa kekeringan ilmu dan pengetahuan. Dan dalam kondisi seperti ini membuat saya banyak berpikir banyak hal apakah saya benar-benar berhenti menulis di blog karena tidak ada lagi kegiatan Blogger yang saya ikuti ?

Tapi ada satu pertanyaan lagi yang muncul, Seorang Blogger adalah Penulis juga walaupun tulisannya hanya dimuat di blog pribadinya. Apakah Seorang Penulis bisa meninggalkan dunia menulis ? karena bagi seorang penulis dunia menulis adalah bagian dari hidupnya. Dan setelah saya berpikir masak-masak saya marasa bahwa saya tidak akan bisa meninggalkan dunia menulis. Walaupun saya berhenti dari kegiatan Blogger tapi saya akan terus menulis apapun medianya dan saya sudah tidak memikirkan lagi apakah saya masih bisa dibilang seorang Blogger atau Mantan Blogger karena bagi saya walaupun saya lama tidak menulis di blog saya, saya akan tetap kembali menulis di blog saya kapanpun dan dimanapun saya berada. karena bagi saya Blog adalah bukti nyata dari keberadaan saya di dunia menulis dan mungkin tulisan saya selanjutnya akan lebih banyak mengenai pengalaman hidup saya dan cara pandang saya mengenai banyak hal yang saya temui. Semoga teman-teman masih sudi membaca curhatan saya lagi ya...

Terimakasih dan Sampai Jumpa lagi...


Monday, January 20, 2020

Vitalis Body Wash Memberikan Kesegaran Serta Sensasi Kemewahan Spa Di Rumah

3 Varian Vitalis Perfumed  Moisturizing Body Wash
Foto Koleksi Pribadi

Sebagai wanita pastilah kita ingin terlihat cantik, menarik, harum, bersih sehingga kita dapat tampil penuh rasa percaya diri. Untuk mencapai itu  semua tentunya diperlukan usaha seperti melakukan perawatan tubuh. Namun sayangnya banyak wanita yang sibuk  beraktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah kurang memperhatikan perawatan tubuhnya seperti pergi ketempat Spa atau ke Klinik Perawatan Tubuh karena selain harganya cukup mahal diperlukan waktu yang cukup banyak untuk melakukan perawatan tubuh  ditempat tersebut sehingga hal seperti ini jarang sekali dilakukan.

Nah beruntung sekali saat ini banyak di jual produk-produk perawatan tubuh di Supermarket, Mini Mart atau Toko Kosmetik sehingga kita dapat melakukan perawatan tubuh di rumah. Dan pada pertengahan tahun 2019 PT Unza Vitalis telah merilis produk "Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash".

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash merupakan Body Wash yang memiliki aroma parfume yang sangat kuat dengan memberikan kelembutan  dan rasa lembab pada kulit dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia, sehingga menghadirkan sensasi Kemewahan Spa di rumah.

Vitalis Perfumed  Moisturizing Body Wash menghadirkan 3 pilihan dengan extra benefit yang berbeda pada tiap variannya seperti White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty. 

Kanan- Kiri : Fresh Dazzle,White Glow  dan Soft Beauty.
Foto koleksi Pribadi 

Pertama Vitalis With Glow  yang memberikan manfaat Skin Brightening untuk kulit terlihat lebih cerah,  terasa halus, dan lembut. Parfum yang digunakan untuk variant ini mempunyai top note  dengan aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar.

White Glow
Foto Koleksi Pribadi

Menurut saya Vitalis White Glow aromanya sangat menyegarkan, agak kuat tetapi lembut dan manis memiliki kesan girly sehingga sangat cocok untuk wanita yang berjiwa muda dan ceria 

Kedua Fresh Dazzle memberikan manfaat Skin Refreshing untuk kulit terasa segar, halus  dan lembut. Parfum yang digunakan untuk variant ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.  

Fresh Dazzle
Foto Koleksi Pribadi
Untuk Vitalis Fresh Dazzle menurut saya aromanya cukup ringan, lembut dan segar. Vitalis Fresh Dazzle sangat cocok dipakai untuk wanita yang senang dengan aroma parfume dan body wash yang ringan tidak menyengat seperti saya. Karena itu saya sangat suka  aroma  Vitalis Fresh Dazzle.

Ketiga Soft Beauty memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulitmu tetap terasa kenyal halus dan  lembut.

Soft Beauty
Foto Kolesi Pribadi
Menurut saya aroma Vitalis Soft Beauty sangat kuat, tetapi lembut dan menyegarkan sehingga dapat mengembalikan mood kita setelah lelah beraktivitas di rumah atau di luar rumah . Dan uniknya aroma Vitalis Soft Beauty tidak hanya disukai oleh wanita, kaum pria pun menyukai aromanya yang kuat dan menyegarkan.

Berdasarkan pengalaman saya mengunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, setiap Varian memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing sehingga kita bisa memilih Body Wash mana yang sesuai dengan kepribadian kita.

Untuk saya pribadi saya lebih menyukai Vitalis Fresh Dazzle karena aromanya lebih ringan, menyegarkan serta lembut di kulit. Dan saat saya mandi aroma Vitalis Body Wash  seperti parfum menyebar di kamar mandi memberikan rasa nyaman, segar serta menghadirkan sensasi kemewahan spa di rumah.

Dengan dilauncingnya 3 Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash memberikan kesempatan kepada wanita Indonesia untuk memilih Varian Body Wash yang sesuai dengan karakter dan kepribadiannya. Nah selamat menikmati sensasi kesegaran dan kemewahan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash di rumah anda.


Tuesday, January 14, 2020

Gelar Mapan 2020 : Mengoptimalkan Media Sosial Untuk Membangun Bisnis Rumahan


Saya termasuk salah satu orang yang terlambat mengetahui tentang "Aplikasi Mapan" karena saya jarang sekali mengikuti perkembangan aplikasi saat ini apalagi yang berbasis "Arisan Barang". Namun setelah saya mengikuti Acara Gelar Mapan 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 11 Januari 2020 di Gandaria City Hall barulah saya tahu tentang aplikasi ini.

Aplikasi Mapan membantu para ibu-ibu untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan rumahtangga dengan cara mencicil namun uniknya kita tidak bisa mencicil secara perseorangan sehingga cara mencicil barangnya dengan membuat kelompok Arisan Barang. kelebihan lainnya masing-masing anggota bisa mendapatkan barang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Aplikasi Mapan

Jenis barang yang bisa dicicil bervariasi mulai dari Barang-barang kebutuhan pokok seperti pakaian, sepatu, tas, hingga barang-barang elektronik seperti Handphone, Leptop, Kamera dan sebagainya. Untuk harganya cukup bervariasi dan terjangkau oleh masyarakat luas.

diacara Gelar Mapan 2020 ini saya dapat menyaksikan produk-produk apa saja yang bisa kita cicil lewat aplikasi ini Seperti Produk Olimplast ini , terus terang saya tertarik untuk membeli lemari ini karena terbuat dari bahan dasar plastik, lemari ini cocok sekali untuk kita miliki jika daerah tempat tinggal kita sering terkena banjir .

Salah Satu produk yang bisa kita cicil di Mapan 

Tetapi sayangnya lemari cantik ini tidak bisa dibeli secara tunai, namun dapat kita miliki dengan mengikuti Arisan Barang melalui " aplikasi Mapan". Selain lemari ini masih banyak barang-barang yang ditampilkan dalam acara Gelar Mapan 2020. seperti perabotan rumah tangga elektronik seperti mixer, rice cooker, blender, dal lain-lain.

Salah Satu Stant yang ada di Acara Gelar Mapan 2020

Selain pameran barang-barang kebutuhan rumah tangga, Gelar Mapan 2020 diisi dengan kegiatan workshop, ada Worshop Media Sosial, Workshop Memasak dan workhop lainnya. 

Sayangnya saya datang kesorean sehingga tidak bisa mengikuti Workshop Media Sosial yang dibawakan oleh Bunda Elisa Koraag. Oleh karena itu saya mengikuti kegiatan Workshop Media Sosial selanjutnya yang dibawakan oleh mba Dya Loretta dengan Tema "Optimalisasi Media Sosial Untuk Bisnis Rumahan".
Narasumber : RA.Loretta Kartikasari, SE, MM.IKom

Mba Dya Loretta selain aktif sebagai Dosen di beberapa Universitas juga aktif sebagai Enterprenaur serta Event Orgnizer. Dalam kesempatan ini Mba Dya menyampaikan kepada para peserta workshop untuk mengoptimalisasikan media sosial yang kita miliki selama ini untuk membangun bisnis rumahan.

Menurut mba Dya jika kita ingin membangun bisnis dari rumah maka kita harus bisa memanfaatkan media sosial yang ada, dalam bahasa kerennya bisa disebut dengan kata "Digital Marketing", Pemasaran digital dengan alatnya sosial media.
Yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah trennya saat ini :
  1. Orang Indonesia hampir 90% menggunakan handphone smartphone.
  2. Menurut data yang paling banyak dipakai untuk komunikasi adalah Whatsapp. Dengan Group Whatsapp kita bisa memberikan promo, penawaran dan mendisplay barang-barang atau produk terbaru. Bisa dibayangkan jika dalam satu group whastapp ada 100 saja sudah berapa orang yang membeli produk atau barang yang kita jual atau hasilkan dan berapa penghasilan yang bisa kita dapatkan.
  3. Saat ini media sosial yang tertinggi penggunanya adalah Instagram dan Youtube. Kita bisa memasarkan produk kita di Instagram dengan display yang menarik serta deskripsi produk yang jelas sehingga menarik pembeli untuk membeli produk kita tampa harus datang ke tempat kita. Selain itu kita juga memasakan produk dengan cara mailing list. Jika kita sudah dapat membuat video yang baik maka promosi dapat dilakukan dengan menggunakan media Youtube.
  4. Bagaimana dengan facebook ? Saat ini Facebook masih dapat dijadikan sebagai alat memasarkan produk, namun yang harus kita perhatikan adalah sasaran atau audiance yang kita targetkan untuk menjadi pelanggan kita pada range usia berapa ?. Jika produknya berupa hijab atau Busana muslim untuk usia 30Th keatas maka promosi di facebook cukup efektif. Namun jika sasaran kita adalah remaja hingga usia 30 Th-an maka promosi di Instagramlah yang lebih efektif.
  5. Di Facebook saat orang lebih cenderung untuk melihat timeline sehingga banyak yang menjadi Silence reader. Jika postingan kita di facebook kurang mendapat tanggapan berupa like dan coment bukan berarti produk yang kita pasarkan gagal. Jika masih ada yang  memesan barang dari inbox di Facebook berarti pemasaran kita di facebook masih cukup efektif.
  6. Facebook 80% dipergunakan untuk mencari berita, namun yang harus kita lakukan adalah melakukan cross cek atas berita yang beredar agar kita tidak terjebak dalam berita Hoax.
Pertanyaan lain adalah kenapa saat ini berkembang "Digital Marketing" dengan adanya media sosial ? karena kita dapat mengembangkan bisnis kita dan berkolaborasi dengan banyak pihak dengan lebih mudah. Menurut mba Dya kenapa Beliau mengundang berbagai kalangan untuk mengikuti kegiatan workshop yang dihadiri oleh para pengusaha kecil, blogger dan Komunitas ?. Karena Beliau ingin para peserta worksop yang hadir dapat saling berkolaborasi dan saling membantu.

Salah satu bentuk kolaborasi yang bisa kita lihat saat ini adalah Gofood. Dengan adanya GoFood kita bisa menjual produk kita tampa pembeli harus repot-repot ketempat kita. Sedangkan Gofood yang merupakan bagian dari Gojek yang merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek dan saat ini Gojek sudah berkembang menjadi multi service platform and digital payment group.


Produk kita, walaupun terjamin kualitasnya dan dengan kemasan yang menarik namun kurang dalam hal promosinya maka akan sulit untuk laku di pasaran . Namun dengan adanya digitalisasi kita bisa memasarkan produk kita dalam bentuk visual dengan penampilan yang menarik sehingga konsumen tertarik untuk membelinya.

Digital marketing juga melakukan pemasaran atau promosi produk dengan digital media berbasis internet. Jika kita memilih Instagram sebagai alat untuk promosi maka foto yang digunakan harus pas. Saat ini banyak sekali smartphone yang aplikasi edit foto yang sudah luar biasa kerennya. Kita bisa mengambil foto sendiri, melakukan editing sendiri dengan handphone kita sehingga biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau karena kita tidak perlu menyewa fotografer untuk mengambil gambar produk yang ingin kita pasarkan.

Yang harus kita perhatikan adalah bahwa harus ada kesesuaian antara foto yang didisplay, contentnya serta produk yang dipasarkan. Jangan sampai barang atqau produk yang kita display tidak sesuai dengan caption, serta bentuk dan rasanya.

Yang kita harapkan adalah repeting order dari produk yang kita tawarkan atau pasarkan. Alankah lebih baik jika kita melayani 10 pembeli yang sama dengan pembelian berikutnya dari pada kita mencari pembeli baru, karena itu berarti kita akan mengeluarkan lagi biaya promosi yang cukup besar. Dalam bahasa marketing disebut Customer Repeating. Yang harus produsen atau penjual lakukan adalah mempertahankan pelanggan yang loyal.
  
Contohnya saja Acara Gelar Mapan 2020 yang diselenggarakan pada saat workshop berlangsung begitu banyak pengunjung yang ingin mengikuti acara ini  karena mereka merupakan pelanggan Mapan yang sangat loyal dan memahami kualitas produk-produk yang ditawarkan oleh Mapan sehingga acara ini sangat mereka tunggu-tunggu.

Nah bagaimana jika produk yang kita tawarkan dapat diminati banyak orang ?. Yang harus dilakukan adalah :
  1. Membuat pre-sale, promo, membuat konten yang menarik , membuat open Pre-Order dengan menawarkan diskon bagi pre-order pertama misalkan.
  2. Membuat Content yang pas untuk audiance kita di media sosial  bukan hanya fotonya yang bagus tetapi captionnya juga menarik dan yan tak penting lagi adalah menggunakan hastaq yang tepat dan bisa menarik pengunjung untuk datang ke feed Instagram kita , jika kita memepromosikan produk tersebut di Istagram.
  3. Jika kita memiliki pelanggan yang loyal maka dengan senang hati mereka akan mempromosikan produk kita secara tidak langsung di media sosial mereka.
  4. Untuk editing foto khususnya untuk produk makanan, pakaian dan hijab sebaiknya warna asli produk tersebut dipertahankan sehingga pembeli tidak salah memilih warna saat mengorder produk yang kita pasarkan.
Demikianlah beberapa hal yang dibahas dalam workhop yang disampaikan oleh mba Dya Loretta, semoga informasi yang saya dapatkan dapat bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengoptimalkan media sosialnya untuk mengembangkan usaha rumahannya. Sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya salam...












Thursday, December 12, 2019

Talkshow "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu " Di Festival Panen Raya Nusantara 2019


Para Narasumber Talkshow "Jadikan Pangan Bijak Sebagai Gaya Hidupmu"

Seperti yang saya bahas sebelumnya bahwa Festival Panen Raya Nusantara 2019 yang diselenggarakan di Atrium Paza Semanggi , Jakarta Selatan, merupakan penyelenggaraan Festival Parara yang ke tiga kalinya sejak pertama kali diselenggarakan  pada tahun 2015 di Lapangan Banteng Jakarta Pusat . Festival Panen Raya Nusantara 2019 dihadiri oleh kurang lebih 30 LSM dan perwakilan dari 100 komunitas dari berbagai daerah di Nusantara.

Festival Panen Raya Nusantara 2019 diSelenggarakan oleh Konsorsium Parara yang berasal dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas , Masyarakat Adat yang terdiri dari NTFP-EP Indonesia ,WWF Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), ASPPUK, JKTI, KEHATI, GEF SGP,Kemitraan, RECOFTC, Koperasi Produsen AMAN Mandiri (KPAM), Aliansi Organis Indonesia (AOI), Samdhana Institute, Jaringan Madu Hutan Nusantara (JMHI) , Jasa Menenun Mandiri, Sintang ,Yayasan Riak Bumi -Pontianak, Yayasan Dian Tama -Pontianak, Perkumpulan Indonesia Berseru (PIB), Rumah Organik, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM),WARSI, Jambi , Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA) Jayapura, Yayasan Mitra Insani (YMI) Riau, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung, Yayasan Palung, KIARA, Yayasan Petak Danum, Yayasan Penabulu. Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), Rimbawan Muda Indonesia (RMI).

Selain pameran produk kreatif PARARA 2019 juga menghadirkan talkshow, coaching clinic dan jamuan PARARA yang mengangkat topik-topik menarik seputar pangan dan kesehatan , industri kreatif berbasis non kayu, dan workshop craft. 


Salah satu Talkshow yang saya ikuti memiliki tema "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu". Talkshow kali ini menghadirikan Narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing yaitu antara lain :

  1. Miranda dari HIVOS yang berbicara tentang Pangan Bijak Nusantara sekaligus juga bagaimana membangun Kolaborasi atau Partnership dengan multi pihak , seperti Pemerintah , Pihak Swasta. 
  2. Abdul Manan Produsen Sagu dan pelaku konservasi di Sungai Tohor Riau.
  3. Ulfa Diniati beliau adalah pejuang dari Persaudaraan Nelayan Perempuan Indonesia.
  4. Neni Roheni berbicara tentang dukungan kepada para komunitas yang terdiri dari komunitas Masyarakat Adat dan Komunitas lokal (Local Community).
  5. Maria Aqni, yang merupakan perwakilan dari PARARA Etnical Foods.

Dalam kesempatan kali ini Prisi yang juga menjadi salah satu moderator dalam diskusi ini menjelaskan sedikit tentang latar belakang dilaksanakannya Panen Raya Nusantara 2019. Seperti yang pernah saya jelaskan dalam  blog post yang berjudul "Festival Panen Raya Nusantara Dengan Motto Jaga Tradisi Rawat Bumi" bahwa PARARA merupakan gerakan untuk mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbaga komunitas dan masyarakat adat yang digerakan oleh 30 LSM. Produk yang dipromosikan adalah Produk-produk pangan, hijau, lokal, sehat, adil dan lestari dan merupakan hasil usaha komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitasnya.

Banyak hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya  Festival PARARA dengan sekala besar dilaksankannya Asia Economic Community yaitu dimana akan ada perdagangan yang bebas dan bisa jadi produk lokal akan kalah bersaing dengan produk dari luar negeri. Jadi kita ingin melakukan promosi produk pangan nusantara secara besar-besaran ujar Prisi.

Selain itu saat ini penggunaan plastik semakin banyak sehingga dapat berdampak kepada ekosistem di sungai , hutan, jadi kita ingin melakukan promosi gaya hidup lain dengan mengurangi penggunaan plastik. Kali ini penyelenggaraan PARARA 2019 bertema "Pangan Bijak".

Saat ini jika kita lihat statistik dari berbagai sumber yang menyatakan bahwa banyak anak-anak kita di daerah yang mengalami stunting karena kurang memngkonsumsi makanan yang mengandung gizi dan vitamin yang seimbang seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sebaliknya di daerah perkotaan banyak sekali anak-anak yang mengalami obesitas karena kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, lemak dan gula yang tinggi. Dan dengan produk pangan hijau, lokal, sehat, adil dan lestari  yang dikelola oleh masyarakat kita bisa melakukan promosi gaya hidup yang lebih sehat. Demikianlah yang melatar belakangi diselenggarakan Festival Panen Raya Nusantara 2019.

Selanjutnya Talkshow dengan tema "Jadikan Pangan Bijak Gaya Hidupmu" dimulai dengan Narasumber pertama yaitu Miranda dari  yang berbicara tentang Pangan Bijak Nusantara sekaligus juga bagaimana membangun Kolaborasi atau Partnership dengan multi pihak , seperti Pemerintah , Pihak Swasta.   

Menurut Miranda dari HIVOS , Pangan Bijak itu merupakan gerakan yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan pada pola hidup kita yang menuju lokal, sehat adil dan lestari karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga masalah pangan menjadi perhatian utama. Maksud dari 4 (empat) prinsip yaitu lokal, sehat adil dan lestari  adalah 
  1. Pangan lokal adalah produk pangan yang bukan import, karena Indonesia kaya dengan keanekaragaman sumber hayati dan pangannya . Di Indonesia sendiri ada 77 jenis sumber karbohidrat, sumber minyak 75 jenis, 26 jenis kacang-kacangan , 389 jenis buah-buahan , 228 jenis sayuran, 40 jenis bahan minuman , 100 jenis rempah dan bumbu. Ini belum termasuk sumber pangan dari laut dan sungai. berbagai jenis sumber pangan inilah yang ingin diperkenalkan melalui Festival Panen Raya Nusantara.
  2. Sehat maksudnya adalah pangan yang sehat harus dikelola secara higienis, dan bernutrisi, tidak mengandung bahan pengawet dan zat kimia. Di Indonesia ini banyak sekali bahan pengawet alami dan sumber-sumbernya ada.
  3. Adil adalah konsumen dapat mengakses, dapat membeli , produsen yang memproduksi juga sejahtera jadi jangan sampai yang bisa membeli hanya orang-orang yang punya uang saja tetapi produsennya tidak merasakan penghasilan yang seimbang dengan kualitas produksinya.  Dan adil bukan hanya untuk produsen dan konsumen tetapi juga untuk lingkungan.
  4. Lestari adalah bagaimana cara produksi pangan ini tetap lestari sehingga dapat di nikmati oleh generasi selanjutnya. 
Miranda menjelaskan bahwa pemangnku kepentingan pangan ini banyak jika kita lihat kepada Pemerintah maka banyak departemen yang menangani masalah pangan seperti Kementrian Pertanian , Kementerian UKM, Kementerian Kemaritiman dan diluar pemerintah pemangku kepentingannya juga banyak antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di PARARA, Universitas, Lembaga Pendidikan, Asosiasi dan media. Media sangat penting karena media sangat berpengaruh untuk perubahan gaya hidup , seperti saat ini ada Media Sosial yang memiliki pengaruh yang luar biasa dalam perubahan gaya hidup. Jadi semua ini memerlukan koordinasi dalam pelaksanaannya sehingga tidak ada yang tumpang tindih dalam pelaksanaanya , juga dilakukan koordinasi dengan BAPENAS untuk membuat sistem pangan kita ini lebih berkelanjutan .

Narasumber Abdul Manan Produser Sagu dan Pelaku Konservasi
di Sungai Tohor,  Riau. 


Pembicara Selanjutnya adalah Abdul Manan berasal dari Sungai Tohor Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Menurut Abdul Manan pohon sagu yang disebut rumbia tumbuh  subur di lahan gambut di daerah Sungai Tohor Kepulauan Meranti dan beberapa daerah lain di Indonesia. Menurut Manan pohon sagu ini sudah dikelola sejak turun temurun oleh orang tuanya, sebelum era reformasi pemerintah lebih menggalakan untuk menanam padi di daerah tersebut di bandingkan sagu, tetapi setelah era reformasi tumbuhan rumbia berkembang pesat di daerah tersebut .

Dan saat ini di sungai Tohor produksi sagu sudah mencapai 300 ton perbulan dan sudah dieksport ke Malaysia, sangat disayangkan sekali sagu yang bagus di eksport ke Malaysia dan diproses kemudian dikirim kembali ke Indonesia. Jadi jika Indonesia mengalami krisis pangan kita bisa antisipasi dengan sagu karena sagu ada di Riau, Sulawesi dan Papua. Saat ini sudah dihasilkan berbagai macam jenis makanan yang dibuat dari bahan dasar sagu ada sekitar 300 jenis makanan yang terbuat dari bahan dasar sagu. Jadi sagu bisa dibuat menjadi beras, bisa dibuat menjadi gula sagu, bisa dibuat mie sagu, dan tepung sagu.

Di Sungai Tohor sudah dibuatkan industri menengah pengolahan sagu oleh pemerintah sehingga dalam satu hari bisa menghasilkan 20 ton sagu/hari. Tamanan Rumbia sangat membutuhkan air sama seperti lahan gambut , jika lahan gambut  dipertahankan maka tidak akan terjadi kebakaran hutan. Di Desa tempat tinggal Abdul Manan masyarakatnya tidak diperkenankan untuk menanam tanaman lain selain sagu apalagi sawit. Masyarakat di daerah itu hidup dari hasil produksi sagu sehingga sagu merupakan produk lokal yang sangat berperan dalam perekonomian masyarakat Sungai Tohor.

Dengan adanya Festival Panen Raya Nusantara ini diharapkan sagu lebih dikenal lagi oleh masyarakat sebagai pangan lokal sehingga dapat permintaan atas sagu dapat meningkat terutama sagu dari daerah Kepulauan Meranti.  Menurut Manan saat ini kita ingin memotong mata rantai ekspor sagu ke Malaysia sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan sagu di dalam negeri dan bisa menjadikan sagu sebagai bahan pangan pengganti tepung terigu.

Saat ini kita banyak mengimport tepung terigu dari luar negeri sedangkan produksi tepung sagu di Indonesia sangat besar , saat ini kita harus berusaha mencari alternatif pangan untuk menggantikan beras dan terigu jika krisisi pangan terjadi di Indonesia. Dan sagu bisa menjadi salah satu pilihan untuk menggantikan beras dan terigu. Selain itu sagu juga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena beras sagu mempunyai kandungan serat yang tinggi, indeks glikemiknya rendah , mengandung pati resisten yang baik bagi pencernaan serta aman bagi penderita diabetes.


Pembicara Selanjutnya adalah Ulfa Diniati  yang merupakan pejuang dari Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia. Ulfa menjelaskan bahwa dia merupakan perwakilan dari Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) Kendal dan Komunitas Mitra Kiara. Menurut Ulfa tanpa komunitas mungkin ia tidak bisa bicara di talkshow dan mengikuti Festival PARARA.

Komunitas Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia berjualan produk hasil laut yang diolah menjadi bahan pangan seperti krupuk, empek-empek, dan makanan laut lainnya yang dikerjakan oleh perempuan-perempuan nelayan yang hasilnya penjualannya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Sebelum mereka bisa mengolah bahan dasar dari laut mereka mengikuti  pelatihan yang diselenggarakan oleh PPNI sehingga mereka berhasil membuat panganan dari hasil laut. Dari PPNI Kendal yang diolah adalah Empek-empek, Nugget , Krupuk Ikan, dan proses penjualannya melalui online .

Kemudian Pembicara selanjutnya adalah Neni Rohaeni merupakan perwakilan dari Samdhana Institute lembaga ini merupakan lembaga non profit yang  mendukung masyarakat adat dan komunitas lokal untuk memperkuat mereka dan memastikan bahwa akses sumber daya alam tidak terganggu. Memastikan mereka mendapat pengakuan dari pemerintah bahwa wilayah tempat mereka hidup bisa terjaga.

Mengapa masyarakat adat dan komunitas lokal perlu didukung ? Karena mereka itu adalah komunitas yang sibuk dengan keseharian mereka pergi berkebun sehingga akses untuk mendapatkan informasi sangat kurang sehingga mereka perlu pihak-pihak yang menjembatani mereka dengan pemerintah dan pihalk lainnya. Salah satu contohnya adalah komunitas masyarakat adat yang berasal dari salah satu Dusun di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat  . Bentuk dukungannya adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat sebetulnya potensi apa yang bisa mereka kembangkan , kemudian pasar itu membutuhkan apa ? jadi pada dasarnya masyarakat adat mempunyai potensi yang besar dimiliki oleh tetapi masih dipergunakan untuk kebutuhan dilingkungannya sendiri. Padahal jika pengelolaannya maksimal maka hasil produksi yang mereka hasilkan dapat meningkatkan perekonomian mereka dan memperkecil kerusakan hutan yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi mereka atau mereka dapat mengatasi godaan-godaan untuk  mengekplorasi lahan hutan untuk kepentingan yang lain.

Salah satu tanaman yang sedang dibudidayakan oleh masyarakat adat di daerah tersebut adalah Tanaman Tengkawang. Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki banyak manfaat dan merupakan tanaman endemik di wilayah Kalimantan. Tanaman Tengkawang dapat diolah menjadi makanan dan lemaknya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik. Upaya Samdhana Institute untuk membantu komunitas masyarakat adat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat bagaimana mengolah tanaman ini sehingga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selain itu secara tehnologi kami dukung tentunya dengan Institusi lokal mendukung sepenuhnya mini factory yaitu mengolah tengkawang menjadi produk lokal. Yang perlu kita jadikan perhatian adalah tanaman ini banyak di lirik konsumen dari luar negeri dibandingkan dalam negeri , hal ini perlu menjadi perhatian kita sehingga kita perlu melakukan riset atau penelitian mengenai manfaat dari Tengkawang dan mensosialisasikan pada masyarakat adat bahwa ini merupakan harta mereka yang harus di jaga.

Neni Rohaeni Perwakilan dati Samdhana Institute

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembahasan dari nara sumber lain dan forum tanya jawab . Acara Talkshow ini berjalan kurang lebih 1 jam 30 menit dan diakhir acara peserta talkshow juga disuguhkan makanan yang dibuat dari pangan lokal yang dibuat oleh PARARA Etnical Foods store , saya sempat merasakan kenikmatan Beras Sagu yang diolah menjadi bubur dan diberi tambahan buah pisang, menurut saya rasanya cukup unik dan enak . Sepertinya saya harus mencoba membuatnya di rumah.




Dan bagi pencinta kopi dan barista ada sesi cupping dan ngopi PARARA . Festival ini juga memberikan ruang kepada anak-anak dan keluarga, pertunjukan kesenian tradisional masyarakat Kulawi, sulawesi Tengah, Stand Up Comedy dan Jurnalis Cilik juga turut meramaikan Festival Panen Raya Nusantara 2019 selain itu ada juga hiburan dari Benedicanta Singers dan Senandung Orquestra. Demikianlah rangkaian kegiatan Festival  Panen Raya Nusantara 2019, sampai berjumpa di Festival Panen Raya Nusantara selanjutnya...., salam...........




Wednesday, December 11, 2019

Festival Panen Raya Nusantara 2019 Dengan Motto "Jaga Tradisi Rawat Bumi"

Gerbang Festival Panen Raya Nusantara 2019


Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 6-8 Desember 2019 telah berlangsung Festival Panen Raya Nusantara 2019 yang berlangsung di Atrium Plaza Semanggi Jakarta Selatan. Berbagai pangan bijak dari lokal, hijau sehat, adil dan lestari serta hasil kerajinan tangan berbahan dasar non kayu serta produk lokal lainnya dipamerkan dalam Festival Pangan Raya Nusantara 2019 ini.


Beberapa hasil kerajinan tangan dari komunitas yang mengikuti Festival Parara 2019

Festival Parara merupakan agenda dua tahunan yang diprakarsai oleh Konsersium Parara. Festival Parara pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2015 berlokasi di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, dan  kedua pada tahun 2017 di Lapangan Taman Menteng , Jakarta Pusat. Tujuan dari penyelenggaraan Festival Panen Raya Nusantara adalah Gerakan untuk mempromosikan  dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat.

Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil dari upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitas tersebut.

Hasil kerajinan tangan yang dibuat dari kain tenun


Festival Panen Raya Nusantara 2019 ini diikuti oleh kurang lebih 30 Lembaga Swadaya Masyarakat dan Perwakilan dari kurang lebih 100-an Komunitas lokal dari seluruh nusantara. Penyelenggaraan Festival Parara yang cukup heboh tahun ini dilatarbelakangi dengan akan diberlakukannya Asia Economic Continuity di mana akan terjadi pasar bebas produk pangan di Asia sehingga bisa jadi produk pangan Indonesia akan kalah bersaing dengan produk pangan dari Negara Asia lainnya oleh karena itu perlu diadakannya promosi untuk produk pangan lokal.

Selain itu juga penggunaan plastik yang jumlahnya sangat besar saat ini cukup memprihatinkan, jika sampah plastik  dibuang ke sungai atau ke laut maka dapat mempengaruhi ekosistem yang ada di sungai  dan laut sehingga mempengaruhi kesehatan  masyaraka jika mengkonsumsi panganan dari hasil sungai atau laut yang sudah tercemar sampah plastik, oleh karena itu harus dicari alternatif lain untuk mengurangi penggunaan plastik. Oleh karena itu diperlukan promosi gaya hidup yang lain untuk mengurangi penggunaan plastik.

Isue lain yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah berdasarkan data statistik masih banyak anak-anak di daerah yang mengalami Stanting karena kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, mineral, gizi yang seimbang. sedangkan di daerah perkotaan sebaliknya banyak ditemukan anak-anak yang mengalami Obesitas karena banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein,  lemak, gula yang tinggi. Sehingga perlu diadakannya promosi pangan sehat  dan gaya hidup sehat.

Pada tahun ini tema dari Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah "Pangan Bijak". Festival Parara mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi, produksi bahkan distribusi komoditas termasuk produk pangan. Dalam kesempatan ini saya berhasil berbincang-bincang dengan dua Lembaga Swadaya Masyarakat yang ikut membantu dalam mengembangkan komunitas dan masyarakat adat yang ada di daerah . 

Yang pertama adalah WALHI yang merupakan kepanjangan dari Wahanan Lingkungan Hidup Indonesia Menurut Mas Lilo yang merupakan perwakilan dari Walhi, organisasi ini berdiri sejak tahun 1980. Walhi merupakan organisasi tertua di Indonesia yang sangat perduli dengan masalah lingkungan hidup di Indonesia. Dalam hal ini WALHI khusus dalam membantu memberikan Advokasi ke masyarakat dalam hal regulasi. Di masyarakat WALHI memiliki wilayah kelola rakyat yang memproduksi produk-produk pangan. Selain produk pangan ada juga produk, kerajinan tangan, assesoris dan sebagainya.


Mas Lilo Perwakilan dari Walhi

Selain mengadvokasi masyarakat juga mengedukasi masyarakat yang mengalami konflik dilahannya. Selain mengadvokasi dari segi regulasi WALHIjuga mengedukasi masyarakat untuk bisa berdaya sendiri dalam hal ekonominya sehingga mereka bisa mandiri. Walhi membantu dalam hal tata kelolanya seperti apa, produksinya seperti apa serta pemasarannya.

Untuk pemasarannya WALHI punya market place sendiri yang namanya Toko WALHI dalam bentuk offline dan onlinenya bisa pesan melalui Whatapp atau Instragram WALHI sendiri. Selain itu Walhi juga memiliki koperasi dalam sekala besar . Dan saat ini Walhi sedang merancang sistem Market Place dalam bentuk website yang nantinya produk-produk dari manapun dapat masuk dalam website tersebut. Yang produknya sudah bersertifikasi dan kontinuitasnya terjaga, namanya Obalihara saat ini sedang dalam penguatan sistemnya nantinya Website ini seperti market place lainnya seperti Tokopedia , Bukalapak dan sebaginya. Namun market place yang sedang dirancang Walhi dikhususkan pada hasil produksi komunitas di wilayah dampingan WALHI yang produknya sudah tersertifikasi, dan dari kemasannya sudah baik dan tersertifikasi, kwalitas dan kontinuitasnya juga terjaga sehingga pembeli dapat mengorder produk yang ada di market place tersebut.

Contoh Sagu telur yang di tanam di lahan gambut  Sungai Thohor Riau


Untuk Advokasi ada beberapa kasus konflik lahan yang pernah di bantu oleh WALHI salah satunya adalah Sengketa Lahan Gambut Di Sungai Thohor Riau yang memproduksi Sagu Telur. Sengketanya dengan perkebunan sawit yang ingin membuka lahan sawit yang merupakan jenis tanaman monokulture, yang tidak bisa dicampur dengan tanaman lain. Sedangkan di sana produk sagunya sangat berpotensi sekali , karena merupakan daerah produsen sagu cukup besar. Dan jenis-jenis produk sagunya berbagai macam bukan hanya sagu telur tetapi jenis sagu lain yang bisa di buat mie sagu telur, gula sagu dan produk sagu lainnya. Dan kemasan sagunya juga sudah sangat baik , masyarakatnya juga sudah cukup kreatif dalam mengelola produk sagu ini.

Apa yang dilakukan WALHI adalah mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat agar mereka juga paham dengan regulasi yang berlaku sehingga jika ada sengketa lahan mereka dapat melakukan pembelaan atau proses hukum yang legal sehingga mereka dapat membela hak-haknya atas pengelolaan lahan hutan yang memang merupakan hak masyarakat setempat. Selain itu WALHI juga membantu menjembatani antara masyarakat dengan pihak pemerintah sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat bisa disampaikan oleh Walhkepada Pihak Pemerintah. Sejauh ini WALHI sudah ada di 28 Provinsi dari Aceh hingga Papua, masing-masing daerah memiliki permasalahan yang berbeda-beda ada yang permasalahan pertambangan, perkebunan, polusi udara , tata ruang hijau dan sebagainya dan di daerah Riau sendiri permasalah lingkungan yang ada adalah konflik lahan, kebakaran hutan . 


Kanan-kiri : Mbak Titik dan Mas Erwin dari FKKM


Selain WALHI, Lembaga Swadaya Masyarakat yang ikut meramaikan Festival Panen Raya Nusantara 2019 adalah FKKM, menurut Mas Erwin Setiawan FKKM yang merupakan kepanjangan dari Forum Komunikasi  Kehutanan Masyarakat berdiri tahun 1997-1998 yang didirikan oleh Alumni UGM dan kesininya sudah banyak juga yang bergabung dari Alumni IPB Fakultas kehutanan FKKM berkantor pusat di Bogor sedangkan produk-produk yang ditampilkan oleh FKKM dan mitranya antara lain kopi, madu, minyak kayu putih, 

FKKM didirikan dengan tujuan Agar pengelolaan hutan berbasis masyarakat artinya agar masyarakat ikut terlibat dalam pengelolaan hutan terutama kawasan-kawasan konservasi . Menurut Erwin selama ini kesannya masyarakat termarginalkan padahal sejak turun temurun dari nenek moyang mereka tinggal di sana, hidup dari hasil hutan, seperti mengambil madunya, rotannya, tetapi kesannya dikriminalkan karena tidak boleh mengakses hutan.

FKKM di dirikan untuk mendorong agar masyarakat  dapat mengelola  sebagian kawasan hutan karena ada zona-zona hutan yang memang dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat. Khusus untuk pengelolaan kopi wilayah yang sudah didampingi oleh FKKM adalah wilayah Bogor, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Buleleng Bali, Bandung dan Flores. Dan saat ini sedang berjalan di Aceh dan Marauke, untuk di Aceh upaya untuk pelestarian Orang Hutan di Kawasan Swaka Marga Satwa Rawa Singkil yang merupakan habitat orang hutan, sedangkan di Marauke sedang dibangun adalah Desa Perduli Lahan Gambut. Lahan Gambut adalah kawasan yang mudah terbakar , upaya yang dilakukan agar masyarakat setempat tidak mengalihfungsikan lahan gambut dengan perkebunan karena akan berbahaya dan dapat berpotensi terjadinya kebakaran.

Kembali pada pembahasan tentang kopi, Erwin menyampaikan bahwa kopi yang ditampilkan di Festival Panen Raya Nasional 2019 merupakan hasil kopi yang dikelola oleh masyarakat mitra FKKM dari pengelolaan hutan adat, hutan desa atau hutan kawasan konservasi sehingga kopi-kopi yang dihasilkan adalah kopi-kopi yang organik dan  yang ditanam dibawah tegakan pohon yang besar setelah masyarakat mendapatkan izin pengelolaan hutan konservasi namanya yang sudah diregulasikan oleh Pemerintah. Setelah FKKM mendorong masyarakat untuk mengelola kawasan hutan maka hasil kopinya bisa di dinikmati oleh masyarakat .

Sering kali hak pengelolaan hutan diberikan kepada perusahaan namun banyak perusahaan dengan hak konsesinya melakukan penebangan hutan dan merubah hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini yang tidak FKKM harapkan  karena dengan melakukan penebangan hutan dan menjadikannya sebagai lahan perkebunan seperti kelapa sawit maka akan merusak hutan dan itu akan berpengaruh pada ekosistem yang ada di hutan tersebut serta berpengaruh pada persediaan air di hutan.

Selain itu tumbuhan kopi juga sangat berpengaruh pada ekosistem yang ada disekitarnya sehingga cita rasa kopi yang dihasilkan bisa mengalami perubahan dengan adanya perubahan alam dan ekosistem tempat tumbuhan kopi tumbuh. Misalkan jika di dekat tanaman kopi ada pohon coklat yang tumbuh maka cita rasa dari kopi tersebut ada rasa coklatnya karena tumbuhan kopi menyerap apa yang ada disekitarnya. Sama seperti dengan madu cita rasa madu dapat mengalami perubahan dengan adanya perubahan ekosistem  dan iklim yang ada diwilayah tersebut.

Selain Walhi dan FKKM masih banyak Lembaga Swadaya Masyarakat dan komunitas yang meramaikan acara Festival Panen Raya Nusantara 2019 ini dan banyak sekali produk kerajinan tangan, kain tenun dari berbagai daerah di Nusantara yang unik dan cantik-cantik, sebagai bangsa Indonesia kita patut bangga melihat hasil pangan nusantara kita yang berlimpah ruah serta hasil kerajinan tangannya unik-unik dan menampilkan kekayaan budaya dan seni nusantara. 


Hasil Kerajinan Tangan dan Kain Tenun Dari Kalimantan

Selain pameran pangan nasional dan kerajinan tangan dari berbagai wilayah di nusantara kita juga bisa mengikuti berbagai macam diskusi yang sangat menarik untuk di simak salah satu diskusi yang saya ikuti adalah diskusi dengan tema "Jadikan Pangan Bijak Sebagai Gaya Hidupmu". Nah untuk pembahasan tentang diskusinya akan saya bahas dalam tulisan selanjutnya ya...


Baiklah teman-teman sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya ya.., salam...