Thursday, September 13, 2018

Tiga Kata Kunci Deklarasi Poros Hijau Indonesia Minggu,09 September 2018 : Berdaulat , Berkeadilan, Berkelanjutan

Beberapa Deklarator Poros Hijau Indonesia antara lain
 Jalal, Abet Nego Tarigan, Rivani Nur,  M. Hanief Dhakiri , Longgena Ginting,

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Minggu, 09 September 2018, saya mendapatkan satu kehormatan menyaksikan secara langsung Deklarasi Lahirnya Poros Hijau Indonesia yang merupakan "Rumah Besar bagi Perorangan, Kelompok Masyarakat atau Organisasi yang mempunyai ide, perhatian dan Aksi Praktis dalam Tata Kelola Pembangunan Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Bangsa dan Negara".

Acara Deklarasi Poros Hijau Indonesia diselenggarakan pada pukul 13.00 Wib yang berlokasi di Bakoel Coffie Jl. Raya Cikini Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Para Deklarator dari berbagai profesi dan para penggiat lingkungan dari berbagai komunitas yaitu antara lain : Rivani Nur, Abet Nego Tarigan, Longgena Ginting, Wimar Witoelar, Inda Fatinawari, dan masih banyak Deklarator lainnya. Selain itu Deklarasi ini juga dihadiri oleh M.Hanief Dhakiri, Eko Sulistyo, Yanuar Nugroho dan sebagainya.

Di awal acara mba Hening yang merupakan salah satu Deklarator Poros Hijau Indonesia dan sekaligus sebagai moderator dalam diskusi ini menjelaskan kepada para undangan yang hadir sebagai berikut : “Kawan-kawan ini adalah obrolan santai temanya saja tentang Deklarasi tapi bukan berarti kita menyemangatinya dan deklarasi dengan tangan terkepal dan teriak-teriak, bukan seperti itu, tetapi semangat kita jauh melampaui tangan terkepal itu, karena itu ada bara di dalam dada kita masing-masing, tetapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Poros Hijau Indonesia ?”. Selanjutnya Mba Hening mempersilahkan Bang Rivani Nur untuk menyampaikan apa yang dimaksud dengan Poros Hijau Indonesia.


Bang Rivani Nur Sedang Memberikan penjelasan Tentang Lahirnya Poros Hijau Indonesia

Bang Rivani Nur menjelaskan bahwa “Poros Hijau Indonesia lahir dari Diskusi diantara teman-teman penggiat Lingkungan Hidup dan juga Sumber Daya Alam. Kita melihat bahwa isue tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup ini adalah isue yang penting dan strategis di negara ini . Ketika dia menjadi isue penting dan strategis semestinya dia menjadi agenda-agenda strategis pembangunan, agenda-agenda strategis dari kebijakan-kebijakan Negara ini”. Kita tahu kalau kita berbicara tentang kebijakan tentu ada proses-proses politik yang harus dilewati baik proses politik formal maupun proses politik informal", Ujar Bang Rivani Nur.

Lebih lanjut Beliau memaparkan : "Sayangnya terkadang di dalam proses-proses seperti ini isue-isue hijau itu alpa dipertimbangkan, itu kadang-kadang juga menjadi sesuatu yang nihil bahkan menjadi sesuatu yang asing di dalam kebijakan-kebijakan politik, keputusan-keputusan strategis di Negara ini. Untuk itu Poros Hijau, teman-teman kemudian berkomitmen ini harus dilakukan sebuah proses yang lebih konsolidatif ,lebih terorganisir, agar lebih baik lagi, karena keputusan politik itu kan bukan sesuatu yang diambil begitu saja tetapi harus ada proses-proses yang dilewati  dan juga harus terkonsolidir juga”.

“Untuk itulah kita dengan semangat yang tinggi walaupun mungkin dengan Sumber Daya yang terbatas karena rata-rata memang orang-orang yang melahirkan Poros Hijau Indonesia Bukan  orang-orang yang sangat paham , sangat getoh atau bahkan rata-rata punya talenta politik yang cukup baik yang selama ini. Kami memang orang-orang yang punya kemampuan untuk melakukan advokasi, punya discost yang mungkin relatif baik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan tetapi kami juga sadar bahwa di dalam proses politik kami pun harus cukup banyak belajar , untuk itu memang kita berkomitmen bahwa Poros Hijau akan Mengusung Politik Hijau ,kita akan mencoba memformulasikannya lebih baik kedepannya tetapi juga Poros Hijau ini menjadi suatu proses pembelajaran mentranformasikan bagaimana isue-isue lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya yang berkelanjutan bisa menjadi agenda srategis di Negara ini”.

Kemudian pertanyaan berikutnya diberikan kepada Bang Longgena Ginting apakah kondisinya memang harus kita punya seperti ini ?. Sebelum Bang Longgena Ginting menjelaskan pentingnya melakukan hal ini, Beliau sedikit bercerita tentang pengalamannya bekerja digerakan Lingkungan Hidup dan Sosial selama 20 Tahun lebih, beliau pernah bekerja di Yayasan Lokal di Samarinda selama 10 Th, kemudian beliau pernah bekerja di WALHI selama 7 Th dan sempat memimpin WALHI Nasional,kemudian pernah bekerja di organisasi Lingkungan Hidup Internasional dan kembali memimpin Green Peace Indonesia. Sebagian hidupnya Beliau habiskan dalam memperjuangkan keadilan ekologis dan sosial di Indonesia. 

Bang Longgena Ginting Sedang menjelaskan tentang Pentingnya Lahirnya Poros hijau Indonesia


“Seperti yang teman-teman lihat permasalahan sehari-hari yang terjadi di Indonesia dan bukan hanya di Indonesia tetapi banyak tempat di dunia, yang kurang mendapatkan perhatian adalah masalah Lingkungan Hidup atau masalah Ekologi. Sementara kita tahu bagaimana situasi lingkungan kita. Kita tidak usah pergi jauh-jauh untuk melihat bagaimana masalah lingkungan yang kita hadapi sehari-hari. Kita tinggal di Jakarta, kita tahu bahwa polusi udara sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan.”

“Pemanasan global dan perubahan iklim, selama ini orang-orang masih acuh dengan situasi tersebut padahal kita tahu bahwa kita tidak punya banyak waktu untuk mengerem percepatan perubahan iklim, kita tidak punya banyak waktu untuk menahan laju pemanasan rata-rata Bumi ini tetap di bawah 1,5 Derajat Celcius suhu rata-rata. Namun berdasarkan data IPCC (Intergovermental Panel On Climate Change) yang akan dikeluarkan bulan Oktober 2018 pemanasan rata-rata Bumi sudah mencapai 2 Derajat Celcius, ini sebenarnya sudah merupakan peringatan bagi kita. Kita sudah dapat melihat dimana Bumi kita sudah mencapai 1,5 Derajat Celcius Bumi kita sedang terbakar, coba kita lihat Peta pemanasan Hotspot Noah titik-titik apinya bukan hanya terjadi di Indonesia, di California sudah menjadi langganan kebakaran hutan, di Rusia, Australia sudah menjadi langganan kebakaran hutan ,dan di Eropa sudah mulai terbakar, 'Planet It’s Burning'.

"Kita tahu upaya-upaya untuk menurunkan emisi masih sulit dilakukan karena rendahnya komitmen politik dan bagaimana agenda-agenda pembangunan masih didominasi dengan agenda ekonomi,agenda korporasi, belum lagi masalah lain seperti plastik. Disebutkan bahwa masalah Plastik merupakan masalah kedua setelah perubahan iklim. Kita mendengar jika kebijakan tentang plastik tidak beubah maka tahun 2050 akan banyak plastik di lautan daripada ikan dan sebagainya. Namun kita masih berpikir nanti ada seseorang yang akan mengatasi masalah-masalah tersebut, pemikiran kita belum beubah bahwa sebetulnya itu mindset yang sudah tidak tepat saat ini , sebetulnya yang kita butuhkan adalah aksi yang lebih banyak di lakukan dari berbagai level baik dari individu kita, organisasi baik di Kota, Provinsi, Negara bahkan di Dunia".

"Hal ini tidak akan tercapai kalau kita sebagai warga, sebagai media , sebagai pembayar pajak tidak mengupayakan hal ini dengan kuat, Nah mengapa Poros Hijau Ini menjadi penting ? Karena Saya melihat bahwa Poros Hijau Indonesia akan membangun sebuah platform bersama dimana semua individu, organisasi, kelompok-kelompok, komunitas baik itu teman-teman yang berada diberbagai aliran politik, dan juga di Institusi Sosial, saya yang bergerak di Institusi Sosial menyambut dengan baik karena memang harus ada tempat dimana kita bisa menyatukan bukan hanya suara tetapi juga energi agar masalah lingkungan yang sangat penting ini dapat di atasi dengan dorongan yang kuat".

"Poros Hijau akan menjadi platform, menjadi rumah besar bagi gerakan Lingkungan Indonesia yang akan mengambil peran baik di proses elektoral dan juga melampaui proses-proses elekoral karena masalah lingkungan tidak akan selesai pada proses elektoral tetapi juga beyond elektoral dan bisa membawa suaranya lebih keras , lebih kuat lagi ,  baik kepada Pimpinan Politik di Indonesia maupun kita semua sebagai Bangsa".

"Jadi saya melihat masalah lingkungan ini sangat mendesak, semakin banyak aksi semakin cepat kita dapat mengatasi  masalah lingkungan yang ada sebelum semua terlambat, sebelum semua kerusakan lingkungan dan krisis ekologi tidak dapat dipulihkan. Nah mudah-mudahan ini tidak hanya membangun energi yang besar tetapi memberi harapan dan juga memberi solusi terhadap krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini". Kata kunci dari pemaparan yang disampaikan oleh Bang longgena Ginting ada tiga yaitu:
  • Ekologi sudah semakin kritis
  • Sangat sulit untuk memulihkan kalau kita tidak bersama-sama melakukannya.
  • Kita melahirkan Poros Hijau Indonesia agar ada harapan baru 
"kita mendedikasikan Deklarasi Poros Hijau Indonesia ini untuk membangun harapan baru bergerak bersama untuk mengurangi krisis yang terjadi" Ujar Mba Hening setelah memberikan kesimpulan atas penjelasan dari Bang Longgena Ginting. 

Selanjutnya Mba Hening, menanyakan tentang apa maksud dari tiga kata kunci dari Deklarasi Poros Hijau Indonesia yaitu Berdaulat, Berkeadilan dan Berkelanjutan kepada Bang Abet Nego Tarigan.


Bang Abet Nego Tarigan sedang menjelaskan tentang Tiga Kata Kunci Poros Hijau Indonesia

Menurut Bang Abet Nego Tarigan “ Poros Hijau menjadi penting seperti yang disampaikan oleh Bang Longgena Ginting , bahwa tantangan kita besar sekali , tetapi dalam konteks persoalan lingkungan hidup kita banyak menggunakan paradigma-paradigma menyerahkan persoalan itu kepada orang lain, dan berharap persoalan itu akan diselesaikan oleh orang lain. Oleh karena itu kata Berdaulat menjadi sangat penting, Kami dari 
Poros Hijau Indonesia memandang penting masyarakat ikut terlibat langsung di dalam menjawab krisis ini sebagai bentuk ekspresi kedaulatannya juga atas diri wilayah dan lingkungannya jadi ini sebagai satu upaya bagaimana upaya-upaya perjuangan lingkungan Poros Hijau ini berbasis komunitas”.

“Kemudian yang kedua dimensi Keadilannya, kami melihat diluar kondisinya nampak nyaman, tenang tetapi di balik itu terdapat banyak ketidakadilan, nah oleh karena itu kita tidak cukup hanya berada dalam satu ekosistem dalam satu lingkungan yang nyaman , tenang tetapi sebenarnya tidak ada keadilan didalamnya oleh karena sebab itu dimensi keadilan merupakan sesuatu yang nyata kita butuhkan didalamnya dan berkelanjutan . Kita sekarang dihadapkan dengan banyaknya fenomena-fenomena perubahan-perubahan ini jangka pendek, kita bisa mengatakan ini merupakan solusi pendek yang bisa saja solusi salah oleh sebab itu kita mendorong bagaimana  pemikiran-pemikiran , tindakan-tindakan dan kebijakan-kebijakan yang kita dorong sangat mengedepankan keberlanjutan dan kita tahu bahwa Dunia di tingkat global sudah berkomitmen di dalam pembangunan berkelanjutan dan ini merupakan menjadi komitmen global.

Nah terkait dengan Konteks Berdaulat, Berkeadilan dan Berkelanjutan tidak bisa diletakan dalam ruang yang bebas tampa satu gerak bersama, tampa satu pandangan politik yang jelas, tampa satu upaya politik yang jelas juga karena kalau kita hanya letakan seperti itu kita harus siap-siap bahwa berdaulat , berkeadilan dan berkelanjutan yang anda bayangkan itu akan terwujud berdasarkan versi orang lain bukan versi yang kita perjuangkan kita semua. Nah kita memang melihat dalam kontek ini kami melihat ada beberapa milestone yang memang bisa kita gunakan yang terkait dengan kebijakan-kebijakan yang ada.  Kebijakan-kebijakan sudah ada itu antara lain :
  1. Kebijakan Lingkungan Hidup Strategis kebijakan ini keluar pada bulan Oktober 2016 sebagai bagian dari aturan pelaksanaan Undang-undang Perlindungan Dan Pengelolaan lingkungan Tahun 2009. 
  2. Ekosistem Gambut dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kebijakan ini keluar tahun 2014 dan diperbaharui tahun 2016.
  3. Restorasi Gambut melalui Peraturan Presiden yang membentuk Badan yang secara khusus melakukan Restorasi Ekosistem Gambut. Pembentukan Badan ini pada bulan Januari 2016.
  4. Kebijakan Ekonomi Lingkungan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang instrumen Ekonomi lingkungan yang diterbitkan pada bulan November 2017.
  5. Benefecial Ownership Peraturan Presiden terkait dengan keterbukaan pemilik manfaat korporasi atau Benefecial Ownership (BO) Kebijakan diperuntukan untuk mencegah pengalihan aset termasuk didalamnya yang bersumber dari kejahatan lingkungan. Kebijakan ini terbit bulan Maret 2018.
  6. Pencegahan-Pemberantasan Korupsi dengan menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Strategi Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi. Perpres baru ini lebih fokul pada pencegahan korupsi di sektor prioritas pemerintah antara lain Perizinan dan Tata Niaga,
  7. Keuangan Negara, Serta Penegakan Hukum dan Reformasi Birokrasi. Perpres ini berdampak positif terhadap tata kelola perizinan di sektor sumber daya alam. Kebijakan ini terbit pada bulan Juli 2018.
  8. Pemulihan Sungai dengan menerbitkan Peraturan Presiden Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum . Kebijakan ini diterbitkan bulan Maret 2018.
  9. Moratorium Izin, Instruksi Presiden tentang penundaan dan penyempurnaan tata kelola pemberian izin baru hutan alam primer dan lahan gambut. Kebijakan ini merupakan penyempurnaan tata kelola sumber daya alam yang telah ada dan melibatkan komitmen pemerintah daerah. Kebijakan ini terbit bulan Juli 2017.

"Kebijakan Pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya alam merupakan aset negara yang harus tetap dijaga keberlanjutannya. Dari seluruh cerita yang saya sampaikan tadi mulai dari kebijakan Peraturan Pemerintah KLHS dan seterusnya  Semua itu produk Kebijakan dan kita tahu bahwa dalam proses kebijakan ada proses politik di dalamnya dan lantas kita yang bekerja di dalam lingkungan  hidup tidak terlibat dalam proses politik itu, kita hanya bisa memberikan saran saja sementara proses politiknya diserahkan kepada mereka. Nah Kita yang berada didalam Poros Hijau Indonesia berharap tidak hanya dapat memberikan saran saja tetapi  dapat mendorong proses politik itu dapat berjalan dengan baik sehingga kebijakan lingkungan itu dapat dilaksanakan dengan baik".

Dengan demikian Poros Hijau Indonesia hadir untuk mendukung dan mendorong terlaksananya kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Presiden Jokowi dengan melakukan kajian terhadap pelaksanaan kebijakan "Hijau" Pemerintahan Presiden Jokowi untuk memperkuat pelaksanaan dan pencapaiannya oleh Kementerian atau Lembaga baik dipusat maupun di daerah. 

Para Deklarator yang turut hadir dalam acara Deklarasi Lahirnya Poros Hijau Indonesia ini datang dari berbagai profesi dan komunitas ada seniman, pengacara, pemerhati lingkungan, peneliti, tata ruang, dan sebagainya . Mereka bersatu di dalam Poros Hijau Indonesia dengan tujuan dan harapan yang sama. Selain itu Poros Hijau Indonesia juga berperan menyebarkan informasi Program Hijau Presiden Jokowi dan mengelola pendapat publik terhadap program tersebut. Memperkuat agenda lingkungan hidup dan Reformasi Agraria Nawacita 2. 

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Deklarasi Poros Hijau Indonesia yang saya hadiri, sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya .




Saturday, June 9, 2018

Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan RI Dengan Tema "Mudik Sehat , Aman Dan Selamat"


Tak terasa tinggal 5 hari lagi Kita akan meninggalkan bulan Ramadhan, dan memasuki 1 Syawal 1439 H. Biasanya memasuki H-5 menjelang Hari Raya Idul hampir sebagian besar masyarakat di Kota-kota besar seperti Jakarta melaksanakan Tradisi Mudik. 

Tradisi Mudik adalah suatu Tradisi yang Biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di Kota-kota Besar dengan mengunjungi Kampung Halamannya dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga Besarnya.

Tradisi ini dilaksanakan oleh Masyarakat  Indonesia dari Tahun ke Tahun dan sudah bersifat Nasional. Karena Hal ini menjadi bersifat Nasional, maka  Pemerintah Pusat memberikan perhatian penuh terhadap Pelaksanaan Tradisi Mudik ini.

Penanganan Tradisi Mudik ini melibatkan kerjasama antara beberapa Department Dan lintas sektor. seperti Department Kesehatan RI misalnya. Untuk menghadapi Tradisi Mudik Department Kesehatan RI menggelar berbagai program Dan kegiatan. Salah satu kegiatannya adalah menggelar Acara "Ngabuburit Sehat  Bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia"

Acara Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini digelar dengan mengambil tema "Mudik Sehat, Aman Dan Selamat" yang  diselenggarakan pada hari Selasa, 05 Juni 2018 berlokasi di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur.

Acara Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini diisi dengan berbagai kegiatan antara lain :
  1. Bagi-bagi Takjil Sehat
  2. Games Sehat Dan Merchandise
  3. Edukasi Puasa Dan Mudik Sehat
  4. Musik Akustik
  5. Ngobrol  Bareng Blogger Dan Komunitas Otomotif

Acara Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM (K) beserta para Pejabat di Jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pejabat Kepolisian setempat, Kepala Puskesmas Kampung Rambutan, serta Tamu undangan lainnya, Komunitas Otomotif  dan Blogger.


Acara Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia berjalan dalam suasana santai dan penuh dengan kekeluargaan. Dalam obrolan santai ini Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan sambutanya antara lain : Rasa Syukur Beliau kepada Allah SWT, atas terselenggaranya Acara Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan RI ini, dan ungkapan terimakasih Beliau atas kehadiran para Tamu undangan yang hadir dalam Acara tersebut.

Lebih lanjut Beliau menyampaikan bahwa Tradisi Mudik "Merupakan Tradisi tahunan menjelang Idul Fitri, Momen silahturahmi keluarga ini tidak tergantikan meski telah ada beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antri, berdesak-desakan serta macet panjang demi bisa melaksanakan tradisi pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat Idul Fitri".

"Tetapi setiap tahun pada musim mudik selalu terjadi kasus kecelakaan yang memakan korban jiwa, walau pun secara umum mengalami penurunan dari tahun 2016 ke 2017. Pemerintah berkomitmen bahwa tahun ini tidak boleh ada kemacetan di jalan tol dan zero accident pada angkutan umum, maka Tugas Kementerian kesehatan untuk menyiapkan pos kesehatan di terminal angkutan umum dan di daerah rawan kecelakaan".

Selain itu Kementerian Kesehatan juga ikut serta dalam pengendalian kecelakaan lalu lintas dengan mengecek kesehatan pengemudi, melakukan edukasi kepada masyarakat dan menyiapkan pos-pos kesehatan di terminal, pelabuhan dan menyediakan layanan darurat melaui 119.

Dalam kesempatan ini pula disampaikan 15 Pesan Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat yang ditujukan kepada pemudik, pengemudi dan masyarakat umum yaitu antara lain :
  1. Siapkan fisik  yang sehat dan prima sebelum mudik;
  2. Periksa kondisi kelayakan kendaraan;
  3. Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi;
  4. Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam;
  5. Jangan paksakan mengemudi bila sudah lelah atau mengantuk;
  6. Disiplin dan patuh rambu lalu lintas;
  7. Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk;
  8. Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak;
  9. Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara;
  10. Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal;
  11. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan;
  12. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat;
  13. Buanglah sampah pada tempatnya;
  14. Tidak buang air kecil/besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia; dan
  15. Bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat.
Dalam sambutanya Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Juga menyampaikan himbawan kepada Seluruh Masyatakat untuk bersama-sama Pemerintah berpartisipasi dan mendukung kelancaran mudik pada tahun ini dengan bersama-sama memperhatikan keselamatan masing-masing.

Dan Beliau menyampaikan juga pesannya agar sesampainya di kota mudik tujuan, dan merayakan hari raya Idul Fitri, agar masyarakat tetap menjaga konsumsi makanan selama hari raya, seperti:

  • Membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak;
  • Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat di hari raya;
  • Pastikan sayur dan buah tetap ada di dalam hidangan lebaran;
  • Dan tetap jaga kebugaran dengan rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol santai  bersama dengan calon pemudik, baik dari kalangan Masyatakat Umum, Komunitas Otomotif, Blogger serta Pengemudi sendiri.

Ibu Nila sangat antusias sekali mendengarkan cerita Pengalaman dari Para Pemudik ini Dan Beliau pun memberikan Saran serta tanggapan terhadap cerita yang disampaikan oleh Para Pemudik.

Setelah ngobrol--gobrol santai selesai dilaksanakan Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengunjungi Posko Kesehatan Mudik yang disedikan di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur. Selain itu Beliau Juga mengunjungi Bus- bus yang Akan digunakan untuk membawa para penumpang yang akan Mudik.

Acara selanjutnya ditutup dengan photo bersama dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dimulai dari Para Supir Bus Antar Kota Dan Provinsi, Komunitas Otomotif, Petugas Terminal Kampung Rambutan, Blogger, serta Buka Puasa bersama.

Bagi Saya yang mengikuti kegiatan ini mulai dari awal hingga selesai apa yang diselenggarakan pada hari Selasa 05 Juni 2018 yang lalu merupakan kegiatannya yang positif sekali dan mendapatkan perhatian besar dari Masyarakat yang Ada di sekitar Terminal Kampung Rambutan.

Edukasi semacam ini sangat penting buat masyarakat Umum karena masih banyak Juga yang belum mahami bagaimana Menjaga Kesehatan Dan keamanan saat hendak Mudik. Selain itu Acara ini juga mendekatkan Kita dengan para Pejabat Pemerintahan yang mungkin hanya bisa Kita Saksikan lewat layar kaca. Semoga edukasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini dapat bermanfaat untuk masyarakat yang Alan melaksanakan Tradisi Mudik, semoga mereka dapat tiba ditempat tujuan dengan Selamat Dan Sehat.

Demikianlah yang Saya sampaikan, terimakasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia , Komunitas Bloggercihuy atas kesempatan yang diberikan kepada Saya sehingga dapat menghadiri kegiatan ini.

Sampai berjumpa dilain kegiatan ya , Wasalamualaikum Wr.Wb...






Thursday, May 24, 2018

Diskusi Publik #RuangAksi02 : Mengenai Kendaraan Listrik


Saya sangat senang menghadiri seminar atau diskusi yang membahas topik yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan baik di media cetak , elektronik maupun media sosial karena bagi Saya ini merupakan Ilmu Pengetahuan Baru yang tidak mudah Saya dapatkan. Karena itu ketika Saya ditawarkan untuk menghadiri Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia oleh Bunda Elisa Koraag Saya sangat senang sekali.

Diskusi Publik yang diprakarsai oleh Coaction Indonesia #RuangAksi dilaksanakan pada Hari Kamis, 24 Mei 2018 berlokasi di Tanamera Coffee Jl. KH. Ahmad Dahlan Kby. No.16, RT.13/RW.1, Kramat Pela, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130.

Diskusi ini merupakan Agenda Rutin yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia #RuangAksi setiap Dua Bulan Sekali dengan Isue-isue yang sedang trand yang banyak di bahas di Media dan Beberapa Komunitas yang mereka ikuti. Terutama yang berkaitan dengan Topik Energi Terbaharukan. Dengan harapan melalui diskusi yang dilakukan ini dapat dibahas di berbagai komunitas yang ada dalam Jejaring Coaction Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi ini merupakan Diskusi kedua yang diselenggarakan yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Pejabat Pemerintahan , Para Ahli, Akademia, Mahasiswa, Media, Blogger, serta masyarakat umun dengan harapan bahwa Isue-isue yang disampaikan dalam diskusi ini terutama mengenai Energi Terbaharukan dapat menjadi wacana yang semakin besar karena Energi Terbaharukan sangat potensial dilaksanakan di Indonesia.

Diskusi Publik #RuangAksi kedua ini dibuka oleh Direktur Executive Coaction Indonesia Ibu Rebecca Angeline yang memaparkan tentang apa itu Coaction Indonesia dan Topik yang akan dibahas kali ini.
Rebecca Angeline Direktur Executive Coaction Indonesia

Diskusi Publik #RuangAksi kedua kali ini mengambil Tema mengenai Kendaraan Listrik yang saat ini sedang menjadi Issue hangat di Masyarakat. Diskusi Publik kali ini dihadiri oleh Narasumber yang Ahli di Bidangnya masing-masing. Seperti Bapak Aryo Panji Pramono Jati  dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya  Manusia Koordinator Ketenaglistrikan Direktorat Ketenagalistrikan , kemudian Bapak Ikhsan Asaad General Manager PLN Disjaya, dan Bapak Bambang Tri Soepandji Direktur Tehnik  PT. Mobil Anak Bangsa.

Diskusi Publik #RuangAksi ke Dua ini dibuat dalam bentuk talkshow, sehingga tidak ada Pemaparan Materi, yang kemudian akan di tanggapi oleh 4 (empat) orang Peserta yaitu antara lain Zacky Ambadar dari GIZ Sutri Nama, kemudian Achmad Safrudin dari KPBB, selanjutnya Darmaningtyas Direktur Institute Instran, Dan Terakhir Rifqi Azmi dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta.
Bapak Aryo Panji Pramono Aji Perwakilan daru KESDM

Menurut Pak Aryo dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia melihat pengembangan Kendaraan Listrik ini dari segi Energi Securities yang dilihat dari beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu antara lain :
  1. Availability yang perlu diperhatikan bahwa terkait pada kemampuan untuk menyediakan Energi Listrik secara mandiri tidak tergantung pada pihak asing dan memprioritaskan pada Energi lokal.
  2. Accessibility bagaimana kemampuan Kita untuk memberikan access bahwa Energi itu mudah untuk dicapai Masyarakat. 
  3. Accountability Terkait dengan harga, akan percuma jika Energi itu telah sampai kepada masyatakat akan tetapi harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
  4. Aksesibility terkait dengan Perlindung terhadap lingkungan menjadi prioritas utama .
Bergerak dari sisi itulah maka KESDM melihat setiap Tahun dari 2006 hingga 2016 Konsumsi BBM untuk Perjalanan Darat selalau Naik 5% setiap tahunnya. Ini menjadi issue bagi KESDM bahwa sekarang Indonesia sudah menjadi Net Importir untuk Minyak Bumi ini menjadi permasalahan bagi KESDM.

Disisi Pembangkit Tenaga Listrik usah-usaha untuk mengurangi ketergantungan dengan Minyak Bumi selalu dilakukan dengan Cara mengurangi porsi Pembangkit Listrik dengan bahan bakar Minyak. Melihat kondisi ini KESDM sudah berupaya mengurangi penggunaan bahan Minyak mengkonversi dengan energi yang tersedia banyak di Indonesia dan memang pada saat ini penggunaan Energi paling besar untuk bahan bakar yaitu pada Batubara.

Melihat dari sisi Transportasi adanya perkembangan positif dengan adanya Peningkatan penggunaan kendaraan listrik dari Tahun 2006 hingga Tahun 2016 sebesar 11,5%/tahun.

Ini Hal yang harus diantisipasi oleh KESDM ketika nanti pertumbuhan Kendaraan meningkat, Permintaan BBM meningkat  dan sangat tergantung dengan Minyak Eksport sehingga hal ini yang melatarbelakangi KESDM until mengembangkan Kendaraan Listrik. Dengan menggunakan Energi Listrik akan banyak pilihan Energi primer yang bisa digunakan, bisa menggunakan Batubara, Gas, renewable energy, untuk menggerakan Mobil itu.

Untuk Mobil Listrik yang dikembangkan mungkin tidak zero emission tetapi setidaknya less emission. Kenapa ?  Karena kendaraan Listrik yang menggunakan motor bakar pastinya menghasilkan emisi, tetapi Emisi di sini lebih minimum dari hasil pembakaran Minyak Bumi

Hal tersebut ada juga di Pembangkit Tenaga Listrik. Comtohnya kita membakar Batubara menghasilkan emisi CO2 dan yang lainnya namun mendapatkan pengawalan ketat ada Peraturan Permen LH yang menentukan batasan Emisi untuk Pembangkit Listrik. Kemudian ada peralatan-peralatan untuk mengontrol emisi tersebut. Ditambah dengan mengkonversi dari energi primer untuk Pembangkit Listrik besar maka emisinya Akan bertambahnya namun dalam bentuk yang berbeda hasil pembakarannya.

Di Tahun 2017 Satu bulan setelah Lebaran Ada inisiatif dari KESDM untuk mempercepat perkembangan mobil listrik di Indonesia. Secara regulasi sudah termasuk dalam Ruen secara peraturan ada Prepres Nomer 22 Tahun 2017 terkait dengan kendaraan listrik di Indonesia. Dan masing-masing kementerian sudah mendapatkan tugasnya masing-masing sesuai dengan ruang lingkup kerjanya. Sedangkan untuk KESDM bertugas mengembangkan SPLU dan terkait juga dengan supply daya listriknya.

Tengah Bapak Ikhsan Asaad General Manager
PLN Disjaya

Sehubungan dengan hal ini menurut General Manager PLN Disjaya bapak Ikhsan menjelaskan bahwa selama ini ada kesan PLN alergi dengan energi terbarukan , sebenarnya bukannya alergi tetapi untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan energi terbarukan membutuhkan dana yang cukup besar karena dari pusat sumber energi sangat jauh dari lokasi pengolahan listriknya sehingga membutuhkan biaya yg tinggi.

Misalkan untuk menghasilkan 5.000 Ribu Mega Watt listrik membutuhkan kabel berpuluh kilometer untuk bisa menarik bebannya. Sehingga prosesnya menjadi mahal.

Sebagai contoh untuk melakukan pemasangan istalasi listrik di daerah Papua membutuhkan 120 Juta/keluarga rata-rata. Karena dalam satu Desa jumlah penduduknya hanya beberapa orang saja. Belum lagi menarik kabelnya.

Di tahun 2025 PLN diberikan target untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% . Membicarakan pasokan listrik Bapak Ikhsan menjelaskan lebih dari cukup. Apalagi ada program dari pemerintah yaitu menghasilkan 35.000 Ribu Mega Watt yang merupakan programnya Pak Jokowi dan saat ini sudah dilaksanakan dan menghasilkan 12.000 Ribu Mega Watt. Hal ini dilakukan karena kita tidak ingin terjadi devisit energi listrik di Indonesia seperti 10 tahun lalu.

Selanjutnya Bapak Ikhsan menjelaskan bahwa PLN juga sudah menandatangani MOU dengan berbagai produsen Mobil dan Motor Listrik terkait dengan pengujian untuk kendaraan listrik dan saat ini  tersedia 1400 SPLU diberbagai titik di Jakarta yang disediakan oleh PLN yang pada awalnya dibangun untuk mempermudah pedagang Kaki 5 untuk mendapatkan listrik secara resmi. Sehingga pemilik kendaraan  motor Listrik tidak perlu khawatir jika kehabisan listrik di jalan

PLN juga sudah menjalin kerjasama dengan produsen Motor Listrik VR. Pada saat ini sudah beredar 1000 kendaraan bermotor listrik. Bapak Ikhsan juga mengaJak komunitas Motor Listrik untuk melakukan uji coba jalan jalan dari Gambir menuju Kota Tua bolak balik ternyata batrainya masih kuat cuma menggunakan 2 KW/jam sekitar Rupah 3.200,- bandingkan jika menggunakan motor dengan bahan bakar minyak bisa sekitar 2 liter. Inilah yang mendorong PLN untuk terus meyakinkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. Dan Pemerintah supaya Perpres ini segera disyahkan.

Menurut Pak Ikhsan "Listrik ini jika digunakan dengan baik akan membuat hidup ini lebih nikmat". Karena itu Taqline PLN adalah membuat masyarakat Lebih Mudah dan Nikmat dalam menggunakan listrik. Memang saat ini harga kendaraan Mobil listrik masih mahal sekitar 4 Milyar untuk Merk BMW High Five yang plugin namun untuk perjalanan di jalan berlubang tidak ada masalah.

Terkait dengan energi bersih yang dihasilkan oleh PLN Bapak Ikhsan menjelaskan kembali bahwa tahun 2025 PLN ditargetkan untuk mengembangkan energi terbarukan sebesar 25% memang untuk menghasilkan listrik ini memerlukan biaya yang cukup besar dan masih mahal dibandingkan dengan Batubara, walaupun beberapa waktu lalu Batubara mengalami peningkatan harga sekitar 108 dolar/ton. Menurut Pak Ikhsan kita memang harus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan untuk mencapai peningkatan 25% di tahun 2025. Saat ini sudah ada 170 rumah tangga yang menggunakan Roof toof . Dan tidak menutup kemungkinan bahwa SPLU yang disediakan nanti akan menggunakan tehnologi Roof Toof untuk menghasilkan Energi listrik.

Narasumber ketiga Bapak Bambang Tri Soepandji
Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa

Pembahasan selanjutnya beralih kepada Bapak Bambang yang merupakan Direktur Tehnik PT. Mobil Anak Bangsa. Beliau menjelaskan bahwa PT. Mobil Anak Bangsa didirikan atas inisiatif Jendral Purnawirawan Moeldoko pada waktu itu tahun 2016 Pak Bambang diminta untuk mengembangkan kendaraan yang bertenaga listrik.

Saya menyarankan untuk mengembangkan Bis listrik. Kenapa saya pilih untuk membuat Bis Listrik ?? Karena biaya investasinya tidak terlalu besar. Kemudian infrstruktur untuk membuat Bus Listrik jauh lebih mudah dari pada membuat mobil listrik.

Saat ini ada 5 perusahaan produsen mobil kecil atau karoseri yang terkenal. Jika kita mulai produksi mobil kecil seperti sedan maka biaya produksinya sangat mahal jika dibandingkan dengan memproduksi kendaraan Bus listrik lebih murah.

Jika kita lihat di Indonesia untuk saat ini pembuatan Mobil listrik di Indonesia baru pada tahap untuk penelitian belum diproduksi secara komersial.

Karena itu MAB melakukan trobosan baru, yang dilakukan oleh MAB dikhususkan pada disainnya dulu sedangkan komponennya multisorsing , mungkin di Indonesia hal ini belum populer terdengar tapi hal ini sudah dilakukan oleh produsen mobil besar seperti BMW, Mercedes, untuk melakukan multisorsing. Untuk MAB ada tiga hal yang perlu kita ketahui :
Pertama untuk body Bus kita produksi di 100% di Indonesia. Untuk Komponen elektroniknya yang prototype ke dua sudah di produksi di Indonesia, sedangkan prototype yang pertama untu komponen elektroniknya kita beli dari luar negeri. Ada yang dari Cina, Jepang dan Korea itu diintregrasikan dan diterapkan di prototype satu untuk menguji cova apakah sistem kelistrikannya sudah berjalan dengan baik.

Setelah prototype kesatu diuji coba dan evaluasi kira kira sekarang sudah 4.000 ribu kilo jarak pengujiannya jadi dari Jakarta ke Magelang , Magelang-Jakarta. Untuk menguji sistem megatroniknya. Setelah selesai menguji prototype satu , maka di kembangkan dan diuji coba Prototype dua yang  nantinya akan digunakan di Bandara. Untuk prototype kedua Body full dikerjalan di Indonesia, sedangkan komponennya masih banyak dari Jerman, Untuk batrainya dilakukan sorsing dari China.

Mobil listrik berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak. Untuk memproduksi mobil listrik kita bisa bertanya kepada end-user berapa jarak tempuh  untuk mobil yang ingin mereka miliki. Dan harga batrai pada kendaraan listrik sekitar 45% dari seluruh harga produksi mobil listrik. Untuk di Indonesia lebih baik mengembangkan pada body dan  komponen bus saja sedangkan batrai biarlah import dari negara lain seperti China. Menuru Bapak Bambang MAB lebih memfokuskan pada pengembangan hilirnya dulu. Pak Bambang juga menjelaskan bahwa MBA membuat bus listrik berdasarkan kebutuhan.

Pembahasan yang disampaikan oleh para Narasumber sangat menarik sekali sayang sekali karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak dibuka forum tanya jawab. Hanya tanggapan dari keempat penaggap saja.

Menurut saya satu hari tidak cukup untuk membahas topik yang sangat menarik ini, karena pembahasanya sangat menarik dan bermanfaat sekali, saya berharap agar fotum seperti ini di gelar kembali agar kita dapat menggali informasi yang lebih dalam lagi mengenai kendaraan listrik ini.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan tanggapan dari para penanggap, diskusi dan penyerahan cendramata kepada para Narasumber dan diakhir dengan buka puasa bersama .

Demikianlah acara diskusi yang saya ikuti, sampai berjumpa dipembahasan selanjutnya.














Saturday, May 19, 2018

Waspadalah.. ! , Anak-anak Itu Peniru Yang Ulung

Saya dan Keponakan Perempuan yang Kecil

Kebetulan sekali Saya punya 2 ( Dua) Orang Keponakan yang masih Balita laki-laki  dan perempuan usianya yang laki-laki 2 tahun Dan yang perempuan menjelang 4 Tahun Dan yang paling besar, perempuan dan sudah bersekolah di Sekolah Dasar, usianya  7 Tahun.

Memiliki 3 ( Tiga) orang Keponakan yang masih kecil-kecil sangat menyenangkan karena mereka lucu Dan menggemaskan. Tetapi di sisi lain memiliki anak atau keponakan yang masih Balita dan anak-anak juga banyak hal yang harus Kita jaga dan perhatikan dengan baik-baik karena anak-anak dan Balita sangat cepat sekali meniru apa yang kita ucapkan dan lakukan. 

Contohnya saja setiap main dengan teman-teman di luar Rumah Ada saja kosa kata baru yang mereka bawa ke Rumah. Seperti kemarin saat keponakan Saya yang paling besar bermain dengan adik perempuannya mereka bertengkar dan terdengar kata- kata "Bego..loh..". dari bibir sang Kakak.

Mendengar si Kakak berucap kasar seperti itu kepada adiknya membuat Saya terkejut mendengarnya, karena kami di rumah tidak pernah berkata kata kasar seperti itu apalagi di depan anak-anak.

Saya bertanya kepada Ibunya dari mana si Kakak mendapatkan kata-kata kasar itu ? . Ibunya menjawab tadi Siang dia main dengan anak tetangga yang tidak jauh dari rumah dan pulang-pulang sudah membawa bahasa makian baru.

Karena saya dekat dengan keponakan, Saya bertanya kepadanya kenapa dia berkata seperti itu kepada adiknya, itu kata-kata yang jelek jangan di tiru. Tapi karena mereka masih anak-anak agak sulit memang memberikan pemahaman kepada mereka, jadi Saya berusaha memberikan pemahaman sesuai dengan usiannya.

Nah yang Saya sangat khawatikan adalah anak tetangga ini yang kesehariannya memang sering berkata kasar dan memaki. Karena dirumahnya Orang Dewasanya pun melakukan hal yang sama sehingga mereka dengan mudah meniru kebiasaan dirumah Dan prilaku itu akan Ia bawa sampai ke luar Rumah.

Saya tidak mengerti mungkin itu sudah menjadi Hal yang biasa bagi mereka namum bagi anak-anak keluarga yang kesehariannya suka berkata kasar dan memaki bukanlah sebuah contoh yang baik.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan Keluarga yang suka berkata kasar dan memaki akan tumbuh menjadi orang yang tidak mengerti etika dan Tata krama, dia tidak bisa membedakan dengan siapa Dia berbicara.

Kata-kata yang Dia ucapkan akan kasar dan tidak mengikuti aturan, bukan karena dia tidak mau mengikuti aturan tetapi karena Dia tidak mengerti bagaimana aturan bersikap dan bertutur kata yang baik dan sopan.

Kita tidak bisa memyalahkannya 100% kepada anak-anak karena anak-anak ini belajar dari lingkungan terdekatnya, Orang Tua dan Keluarga yang harusnya bertanggung jawab terhadap pembentukan mental dan karakter si anak.

Jadi sebagai Orang Tua, Tante, Om atau Nenek Kita harus lebih waspada dalam bersikap dan bertutur kata karena anak-anak adalah Peniru Yang ulung. Mereka belum bisa membuat penilaian apakah ucapan ini baik atau tidak , pantas atau tidak diucapkan oleh mereka.Karena Keluarga adalah Madrasah pertama bagi seorang anak yang menorehkan tinta-tinta keemasan dalam kehidupannya. 

Orang Tua dan Keluarga adalah peletak Batu pertama dalam pembentukan karakter watak , serta mentalitas seorang anak. Jika kita salah langkah dalam mendidiknya maka masa depan mereka akan suram dan hancur.

Karena itu sebagai Orang Tua Kita harus banyak berintrospeksi diri, banyak belajar tentang Ilmu Parenting, Ilmu Agama dari berbagai sumber yang bisa Kita percaya dan tauladani agar Kita dapat menjaga prilaku, ahlak, sikap dan perkataan kita dihadapan anak-anak sehingga kita dapat menjadi Suri Tauladan yang baik bagi Buah Hati Kita tercinta.
Saya Dan Kedua Keponakan
Sumber Foto Koleksi Pribadi


Demikianlah lah sharing dari Saya sampai berjumpa dilain topik Dan pembahasan.






Friday, May 18, 2018

Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sedari Usia Dini

Saya Dan Keponakan
Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Saat ini banyak sekali Orang Tua yang mengeluhkan tentang sulitnya pelajaran anak-anak Sekolah Dasar khususnya anak Sekolah Dasar Kelas Satu. Dengan berlakunya Kurikulum 13 ini diharapkan para siswa lebih aktif di dalam Kelas sehingga pelajaran yang diberikan lebih banyak kepada melatih kreativitas anak dan motorik halusnya sehingga banyak sekali tugas-tugas yang diberikan kepada mereka berupa praktek, seperti mewarnai Gambar, membuat pohon dari kertas karton, Menempel Gambar dengan Kulit Telur Ayam dan Biji-bijian serta keterampilan lainnya.

Selain itu dengan adanya ketentuan Masuk Sekolah Dasar Usia 7 Tahun diharapkan anak-anak ini sudah miliki kemampuan dasar seperti , membaca, menulis dan berhitung yang cukup baik sehingga saat memasuki Sekolah Dasar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menerima pelajarannya.

Namun pada kenyataan masih banyak anak-anak Kelas Satu Sekolah Dasar yang masih mengalami kesulitan membaca dan menulis sehingga dia mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di dalam Kelas, para Guru biasanya meminta kerjasama Orang Tua Murid untuk melatih Putera-Putrinya belajar menulis dan membaca di Rumah .

Saya pun pernah mengalami hal yang sama. Sedikit sharing dari Saya, waktu Putra Saya Kelas 3 Sekolah Dasar Dia mengalami kesulitan untuk membaca sehingga banyak ketinggalan pelajaran di dalam kelasnya.

Dan saat pengambilan Rapot Semester  Ganjil Gurunya mengeluhkan hal ini kepada saya. Sebagai Ibunya Saya merasa sedih karena khawatir dia akan tinggal Kelas jika tidak bisa membaca dengan lancar karena dia akan mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajarannya.

Waktu itu Saya berpikir keras, bagaimana carannya agar anak Saya bisa membaca dengan lancar. Langkah awal yang Saya lakukan adalah mencari minatnya. Karena sulit sekali mengajarkan  membaca kepada mereka jika mereka tidak suka dengan buku bacaannya.

Setelah Saya pelajari, sepertinya anak Saya suka dengan komik, karena dia sering minta dibelikan komik walaupun tidak bisa membacanya.

Akhirnya Saya mulai, membuka Rasa ingin bisa membacanya dengan cara membacakannya buku komik yang dia suka, kemudian di lain kesempatan Saya menantang dia untuk membaca beberapa kata dalam komik itu. Jika anak kita penasaran dengan ceritannya maka dia akan berusaha untuk membacanya walaupun dengan cara dieja.

Hal ini terus menerus Saya lakukan, di lain kesempatan Saya hanya membelikan Dia komik edisi terbaru Dan membiarkannya untuk membacanya sendiri, Sedikit Demi Sedikit akhirnya Dia mulai lancar untuk membaca.

Memang tidak mudah menumbuhkan  Minat membaca pada anak-anak apalagi yang sudah agak besar seperti Putra Saya, para Orang Tua harus bekerja keras untuk mencari cara agar anak-anak ini tertarik  mau membaca buku.


Sebenarnya akan lebih mudah bagi para Orang Tua Untuk menumbuhkan Minat Membaca pada anak-anak sedari Usia Dini. Karena pada masa balita daya tangkap mereka sangat bagus sekali sehingga akan lebih mudah mengajarkan kepada mereka ketimbang anak-anak yang sudah mulai besar.

Caranya bagaimana ? Banyak cara yang bisa dilakukan Oleh Orang Tua salah satunya adalah dengan melakukan Story Telling atau Membaca Buku dengan Ekpresi Wajah dan Suara.

Balita paling senang jika berkomunikasi dengan Kedua Orang Tuanya melalui ekspresi wajah, mereka akan senang sekali jika di saat mereka hendak tidur kita membacakan sebuah buku cerita kepada mereka. Jika mereka sudah suka dengan sebuah buku maka setiap menjelang tidur atau di waktu dia bermain dia ingin kita membacakan buku itu untuk mereka. Dan dengan mudah mereka akan mengingat nama-nama tokoh dalam cerita itu.

Jika hal ini dilakukan secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan maka akan mudah baginya untuk memahami kalimat demi kalimat, selain itu kosa kata mereka pun akan semakin bertambah.

Hal ini bisa dilakukan oleh semua Orang Tua, tinggal mau atau tidak untuk mencobanya. Karena masih banyak juga para Orang Tua yang tidak suka untuk membaca buku. Sehingga tidak mengherankan jika anak-anak mereka pun enggan untuk membaca.

Semua ini memang merupakan proses pembiasaan di dalam rumah, jika  kita ingin anak-anak kita gemar membaca maka para Orang Tua pun harus menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas rutin di rumah. Dan cobalah untuk berdiskusi dengan anak-anak tentang buku bacaan yang sedang mereka baca dan berikan pujian kepada mereka atas kemampuan membacanya yang terus berkembang , sehingga anak-anak ini semakin bersemangat untuk belajar membaca.

Demikianlah sedikit sharing dari saya semoga ada manfaatnya. Sampai berjumpa dilain topik ya^^


Thursday, May 17, 2018

Aku Dan Permasalahan Kesehatanku

Foto Sebelum Sakit Pengapuran


Selama ini aku tidak bermasalah dengan Berat Badanku,walaupun sudah tergolong Obesitas namun selama tubuhku terasa sehat dan tidak ada keluhan apa-apa aku merasa semuanya baik-baik saja. Aku bisa menikmati makanan yang aku suka tanpa menghiraukan berat badan ku yang terus bertambah.

Namun pandanganku mulai berubah setelah satu peristiwa besar terjadi padaku sekitar bulan Oktober 2017 yang lalu. Pada awalnya kedua kakiku sering keram terutama saat bangun tidur di pagi hari, rasanya kakiku terasa kaku dan urat syaraf terasa tertarik dari ujung kelingking kaki hingga ke betis rasanya sakit sekali sehingga sulit untuk bergerak, kondisi ini bisa berlangsung antara 30 menit hingga 1 (satu) jam  . Dan kejadian ini berlangsung berkali-kali dengan waktu yang tidak menentu. 

Pada awalnya aku menganggap hal ini bukanlah hal yang besar, mungkin karena aku sering kerja sambil duduk dalam waktu yang lama dan kurang berolahraga maka kakiku sering keram. Namun makin lama kondisi kakiku semakin memburuk, keram itu muncul tidak hanya saat aku bangun tidur di waktu pagi hari tetapi saat aku berjalanpun kaki ku sering keram dan hal ini sering terjadi di kaki sebelah kiri.

Bahkan karena sakitnya aku tidak mampu untuk berjalan jauh karena setiap berjalan beberapa meter saja, betis sebelah kiri terasa begitu sakit dan kaku, urat-urat nya pun terasa kaku. Berbagai obat gosok yang ku gunakan untuk mengurangi rasa nyeri itu sepertinya tidak mampu mengurangi rasa sakit itu.

Akhirnya aku konsultasi ke Dokter Puskesmas di dekat kantor, aku diberikan obat radang sendi dan otot serta penghilang rasa sakit namun Dokter Puskesmas menyarankan jika rasa sakitnya masih berulang sebaiknya aku Konsultasi ke Dokter Ahli Syaraf atau Dokter Ortopedi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Saat itu aku berpikir, ahhh cukup dengan minum obat dari dokter Puskesmas pasti kondisi kakiku bisa lebih lebih baik. Saat obatnya aku minum memang rasa nyerinya banyak berkurang, tetapi saat aku tidak minum obatnya rasa nyeri itu kembali, dan aku kembali konsultasi ke Dokter Puskesmas .

Aku sempat kesal juga dengan kondisi ku ini, karena sangat menghambat aktivitas ku untuk bekerja. Tidak tahan dengan rasa sakit dan nyerinya akhirnya aku minta tolong kepada tetangga yang katanya bisa mengurut badan dan tahu urat.

Namun setelah diurut kondisi kakiku bukan semakin membaik justru sebaliknya semakin sakit, bahkan akhirnya aku tidak bisa berjalan. Dan terpaksa untuk membenarkan kondisi urat ku yang berantakan akibat salah urut ini, maka aku harus kembali di urut oleh orang yang benar-benar mengerti urat syaraf. 

Alhamdulillahnya aku menemukan orang yang bisa merapikan urat syaraf ku yang berantakan dan bersyukurnya Bapak ini rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku sehingga aku bisa berobat kerumahnya secepatnya.

Saat pertama kali berkunjung kerumah Bapak Tukang Urut kondisi kaki ku cukup parah bahkan untuk naik dan duduk di jok motor saja rasa sakitnya luar biasa. Apalagi saat pertama kali diurut rasanya sakit sekali , aku sampai meringis menangis karena menahan rasa sakit yang luar biasa. Bapak berpesan agar kaki ku ini jangan di urut, sebaiknya konsultasi ke dokter karena jika di urut oleh orang yang tidak benar-benar mengerti urat Syaraf maka kondisinya akan semakin memburuk.

Setelah dua kali diurut Bapak Tukang Urut, kondisi kakiku mulai sedikit membaik. Dan setelah aku mulai kuat berjalan akhirnya aku segera berkonsultasi ke Dokter Spesialis Ahli Syaraf tentu saja dengan meminta surat rekomendasi dari Puskesmas Faskes pertama karena aku berobat dengan menggunakan kartu BPJS.

Singkat cerita setelah diperiksa Dokter Spesialis Ahli Syaraf dan di Rontgen di RS. Bakti Asih Ciledug barulah aku tahu bahwa aku mengalami "Pengapuran" untuk mengetahu lebih lanjut tentang penyakit pengapuran tulang bisa dibaca di Website http://www.alodokter.com/macam-macam-cara-mengatasi-pengapuran-tulang  , aku rasa penjelasannya cukup terperinci.

intinya Pengapuran ini adalah penyakit yang sering disebut dengan Osteoarthritis 
yaitu adanya peradangan sendi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi menipis seiring waktu. sehingga kerusakan yang terjadi berada di sendi dan bagian tulang sekitar sendi tersebut.
Faktor utama dari Penyakit pengapuran tulang adalah :
  1. Karena Faktor Usia mempengaruhi seseorang terkena pengapuran tulang dan wanita dianggap lebih beresiko mengalami gangguan tulang jenis ini dibandingkan dengan pria walaupun belum bisa dipastikan.
  2. Karena cedera akibat pekerjaan, yaitu pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada sendi tertentu, cedera akibat olah raga dan kecelakaan juga bisa meningkatkan resiko gangguan tulang ini.
  3. Obesitas menyebabkan ada beban berlebihan pada sendi-sendi penahan berat tubuh juga meningkat kan resiko terkena Osteoarthritis.
Menurut dokter yang menangani ku proses penyembuhannya ada beberapa cara yaitu antara lain :
  1. Minum obat yang diresepkan Dokter untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri, namon obat ini ternyata tidak bisa menyembuhkan secara total pengapuran hanya mengurangi rasa sakit dan nyeri yang kita rasakan.
  2. Fisioterapi, biasanya kita akan diberi rujukan untuk melakukan fisioterapi dengan berkonsultasi kepada dokter tindakan untuk menentukan jadwal dan tindakan fisioterapi apa yang akan kita dapatkan nanti.
  3. Menurunkan Berat Badan, Sendi yang mengalami tekanan berlebihan kian memeperburuk pengapuran tulang yang diderita . Solusi mudahnya adalah dengan mengurangi tekanan pada sendi dengan menurunkan berat badan. 
  4. Olah raga secara teratur penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini membuat sendi menjadi lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat osteoarthritis yang diderita.  pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justri akan memperburuk masalah yang diderita.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter Syaraf dan membaca berbagai artikel tentang Pengapuran, maka aku mengambil satu kesimpulan bahwa penyakit ini tidak ada obatnya yang dapat menyembuhkan secara total namun rasa nyeri dan sakit ini bisa berkurang jika aku mau menurunkan Berat Badan. 

Dengan menurunkan berat badan kerja tulang pinggul , pinggang dan persendian akan semakin berkurang. Selain itu Aku juga  tidak ingin tergantung dengan obat-obatan karena dokter menjelaskan obat ini cukup keras sehingga bisa berefek ke lambung kita, apalagi aku punya sakit Maag yang cukup berat karena itu aku khawatir efek obat ini dapat berakibat kurang baik bagi lambungku jika dikonsumsi terus menerus. 

Demikianlah Sedikit cerita Pengalamanku dalam menjalani pengobatan Pengapuran yang sedang ku rasakan saat ini. Pengapuran memang tidak dapat sembuh total tapi Kita dapat mengurangi rasa sakit yang Kita rasakan selain dengan berkonsultasi ke dokter Dan minum obat Ada Cara lain yang banyak sekali manfaatnya antara lain banyak mengkonsumsi sayuran dann buah, rajin berolah raga Dan dengan menurunkan berat badan Kita yang berkebihan. Jika semua ini dilakukan Insya Allah Kita akan lebih Sehat lagi. Dan keluhan karena Pengapuran dapat diminimalisir.
Setelah Menjalani Program Penurunan Berat Badan
.

Monday, April 2, 2018

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2018 Dengan Tema "Perduli TBC Indonesia Sehat"



Pada hari Sabtu, tanggal 24 Maret 2018 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertempat di Lapangan Silang Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat. 

Acara Peringatan Hari Tuberkulosis  Sedunia 2018 di Lapangan Monumen Nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K) beserta jajarannya, Puskesmas, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat umum. Acara ini mengambil tema "Perduli TBC Indonesia Sehat".

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita. F Moeloek SpM(K)

Dalam Pidato Beliau pada puncak peringatah Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek SpM(K) menyampaikan bahwa "Dalam menangani TBC Fokus Kepada Pencegahan dan Pengendalian TBC dengan menemukan kasus TBC dan  melakukan pengobatan". Beliau menitikberatkan untuk menemukan Penderita TBC dan segera diobati hingga sembuh total agar terhindar dari resistensi.

Dalam mewujudkan hal ini maka salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangkaian Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 adalah dengan melakukan kegiatan serentak 34 Provinsi dimana Petugas Puskesmas, Kader, Ormas selama dua minggu sejak tanggal 5 Maret 2018 melakukan kegiatan mengunjungi masyarakat , meningkatkan pengetahuan. Pada tanggal 22 Maret ditemukan 57.082 jiwa satu jam kemudian dilakukan investigasi. Kalau di Jakarta disebut "Ketuk Pintu" layani dengan hati. Ketuk pintu ini berhasil dengan menscreaning dan mengedukasi TBC ini pada 174.148 orang yang terduga TB, dari 20.909 orang dan18.000 jiwa diantaranya dirujuk ke Fasilitas Kesehatan, dan  1.857 terkonvirmasi dengan Tuberkulosis. Jadi kegiatan ini merupakan satu kegiatan yang menyebar dan mendorong masyarakat agar termotivasi untuk berobat sampai tuntas" ujar Beliau.

Dan dalam kesempatan ini  Menteri Kesehatan Republik Indonesia juga ingin memberikan penghargaan kepada kepada Dinas Kesehatan , Rumah Sakit , Puskesmas, serta Kader kesehatan yang turut aktif dalam kegiatan penanggulangan TBC di daerahnya. Dengan diberikannya penghargaan ini diharapkan Instansi, Rumah Sakit, Puskesmas dan Kader Kesehatan di daerah lain termotivasi untuk melakukan hal yang sama di daerahnya masing-masing.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan Teleconference dengan 5 Kabupaten Dinas Kesehatan yang berada di Provinsi Aceh, Riau, Sulawesi Selatan,  Sulawesi Barat, dan Papua. Masing-masing daerah memaparkan tentang program-program apa saja yang telah dilaksanakan dalam menanggulangi Tuberkulosis. Selanjutnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia memberikan tanggapan terhadap penjelasan yang disampaikan oleh tiap Kabupaten dan tak lupa pula Beliau menyampaikan penghargaan atas usaha yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dalam menangani kasus TBC di daerahnya masing-masing.




Setelah Teleconference usai Menteri Kesehatan Republik Indonesia didampingi oleh Ketua penggerak PKK , Deputi Bidang Kesehatan Kemenko PMK dan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyerahkan penghargaan kepada Rumah Sakit terbaik yang melaporkan data tentang TBC sesuai dengan bebannya yang tinggi, Puskesmas terbaik tingkat Nasional, Kader Tuberkulosisi terbaik yang telah berkontribusi dalam menemukan, dan merujuk terduga TBC ke Puskesmas. Selain acara pemberian penghargaan, acara selanjutnya adalah pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Film Pendek tingkat SMA dan acara lainnya.

Pada Puncak  Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Silang Monumen Nasional disediakan stant-stant yang diisi oleh Rumah Sakit, Puskesmas, Kader Kesehatan guna memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat yang turut hadir dalam Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 tentang segala hal yang berkaitan dengan penanganan Tuberkulosis.




Saya melihat masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Silang Monumen Nasional ini , hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke acara ini, mereka dapat bertanya banyak hal kepada Petugas kesehatan yang ada di Stant-Stant yang disedikan mengenai penanganan Tuberkulosis dan cara pengobatannya.

Selain itu masyarakat juga bisa mengikuti game-game yang dibuat oleh masing-masing stant untuk menarik minat pengunjung dan mereka juga menyediakan hadiah menarik untuk para masyarakat yang mengikuti game tersebut.

Demikianlah rangkaian acara Peringatan Hari Tubercolosis Sedunia 2018 yang dilaksanakan di Lapangan silang Monas Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan untuk menggugah berbagai pihak untuk mau perduli terhadap penaggulangan Tuberkolosis, karena penanganan Tuberkulosis bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan RI saja tetapi seluruh lapisan masyarakat juga harus berperan dalam penggulangan Tuberkulosis karena diharapkan pada tahun 2030 Indonesia sudah mampu mengeliminasi Tuberkulosis dan diharapkan seluruh sektor turut berperan aktif dalam menangulangi Tuberkulosis termasuk juga dunia usaha agar target yang ingin dicapat dapat terwujud dan diharapkan tahun 2030 permasalahan Tuberkulosis di Indonesia dapat teratasi.